NovelToon NovelToon
Titip Dia Yaa Allah

Titip Dia Yaa Allah

Status: tamat
Genre:Petualangan / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis desa yang sangat sederhana. Dia berjuang untuk bisa mengangkat derajat orang tuanya dengan bersekolah hingga lulus kuliah. Suatu ketika, dalam sebuah kegiatan bakti sosial Gadis ini dipertemukan dengan sosok ketua pemuda yang bijaksana. Karena pisau dapur ibu si gadis hilang saat bakti sosial, dari situlah awal mula kisah cinta mereka bermula.
Semoga kisah ini menginspirasi kita anak muda dalam menyikapi jaman yang semakin menggila.
baarokallahufik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rihlah

Setelah bakti sosial selesai,mereka menunaikan ibadah sholat dzuhur jama' ashar.Lalu mereka makan siang. Setelah makan siang, seperti yang dijanjikan tadi, Maryam menyuapi Wawa yang ternyata dia adalah cucu dari seorang ustadz di desa tempat Maryam Baksos saat ini. Saking asyiknya menyuapi, Maryam sampai lupa bahwa dia belum makan, sedangkan waktu sudah saatnya mereka melanjutkan perjalanan untuk rihlah ke pantai.

"Terimakasih ya mbak." kata Wawa dengan senyuman manisnya.

"Sama-sama cantik." kata Maryam lembut membungkukkan badannya untuk mensejajarkan wajahnya dengan Wawa.

"Ayo Ma, busnya sudah mau jalan." kata Novi yang sudah siap dengan segala perlengkapannya.

"Baiklah sayang, mbak Maryam pulang dulu yam Semoga kapan-kapan kita bisa ketemu lagi." kata Maryam pada Wawa.

"Ya kak. Kalau Wawa sudah besar nanti, Wawa pingin kaya mbak Maryam. Cantik dengan jilbab yang besar dan baik hati." kata Wawa.

"Iya Wawa. Semoga impianmu kelak bisa tercapai ya. Semoga Wawa jadi anak sholihah. kami pamit dulu ya." Kali ini Ugi yang berkata, dia sudah berada di samping Wawa dan memohon pamit pada gadis kecil itu.

"Ayo Ma." kata Ugi.

"Assalamu'alaikum Wawa." kata Maryam mengucap salam sebagai tanda perpisahan.

"Maryam." Panggil Ugi sebelum mereka masuk bus.

"Ya Gi?"

"Ini buat kamu. Tadi aku lihat, kamu terlalu asyik menyuapi Wawa, sampai lupa belum makan." kata Ugi menyodorkan sekotak makanan siang untuk Maryam.

"Eh, iya Gi, Aku sampe lupa. Makasih ya Gi." kata Maryam sambil menerima kotak makanan itu.

"Kamu makan ya, aku ga mau kamu sakit karena terlambat makan." kata Ugi sambil mengerdipkan satu matanya dan tersenyum genit pada Maryam.

"Hem, baiklah. Terimakasih." kata Maryam dengan cuek lalu masuk bus.

Kedua bus yang ditumpangi Keluarga besar FAHRIS pun melaju meninggalkan lokasi baksos dan melaju menuju pantai.

Sesampainya di Pantai, semua rombongan turun dari bus. Dan berkumpul terlebih dahulu di samping bus untuk mendapat pengarahan dari koordinator rombongan.

"Maryam, ayo sini...!" teriak Novi yang sudah histeris melihat pasir dan ombak pantai. Maryam yang masih berjalan bersama Syifa hanya tersenyum melihat tingkah Novi yang begitu menikmati suasana sore di pantai.

"Maryam. Ayo kita nikmati pantainya." kata seorang laki-laki dari belakang Maryam.

"Ugi? Kamu tu kebiasaan ya, dateng ga bilang-bilang." kata Maryam menggerutu karena kaget.

"Ehem. Maaf. Aku duluan ya mau nyusulin Novi." kata Syifa yang tidak enak dengan kehadiran Ugi. Dia tau apa maksud Ugi mendekati Maryam.

"Mbak Syifa!" teriak Maryam pada Syifa yang sudah berlari menghampiri Novi. Sedangkan Maryam masih berjalan disejajari Ugi.

"Kamu suka pantai ga Ma?" tanya Ugi.

"Suka."

"Yuk, kita ke sana." kata Ugi dengan kebiasaannya dia meraih tangan Maryam, dan seketika Maryam melepaskan.

"Ugi. Kebiasaan!" omel Maryam.

"Hahaha, sorry Ma. Ya udah. Ayuk."

Maryam dan semua rombongan FAHRIS sangat menikmati suasana sore hari di pantai. Mereka bermain air laut dan berlarian di bibir pantai. Maryam, Novi, Syifa dan beberapa teman FAHRIS lainnya bermain pasir dan ombak di bibir pantai. Sedangkan para ikhwan yang sudah siap dengan bolanya, mereka bermain voli pantai.

Bugh

"Astaghfirullahal'adzim." kata Maryam sambil memegamg kepalanya yang terkena bola Voli milik para Ikhwan.

"Maryam!" teriak Novi saat melihat Maryam yang hampir ambruk, ternyata Maryam sudah ditangkap oleh seorang laki-laki.

"Ehm. Maaf. Aku gapapa." kata Maryam langsung berdiri dari tangan laki-laki yang telah berhasil menangkapnya.

"Kamu gapapa Ma?" tanya Syamil yang ternyata tadi menangkap tubuh Maryam yang hampir ambruk.

"Maryam! Kamu baik-baik aja?" tanya Ugi khawatir melihat Maryam yang terkena bola.

"Maryam Maaf, aku ga sengaja." kata Dodi yang ternyata tadi sempat memukul bola volinya terlalu keras sehingga salah sasaran.

Seketika Maryam di kerumuni oleh teman-teman serombongan.

"iya, aku gapapa kok." kata Maryam.

"Antum Yakin mbak Maryam? Kalau yakin tidak apa-apa, kita langsung pulang saja. Tetapi kalau ada keluhan, kita bisa periksa dulu di klinik terdekat." kata Mas Dodo koordinator Baksos.

"Saya yakin mas. Saya tidak apa-apa." jawab Maryam meyakinkan.

"Sudah jam 5 lebih, bagaimana kalau kita pulang sekarang saja. Biar tidak terlalu malam sampai rumah." kata Mas Dodo.

"Ya udah mas, kita langsung pulang aja." kata Dzaky yang bertanggung jawab atas rihlah hari ini.

Merekapun segera berjalan menuju parkiran, dan naik bus untuk melaju menuju pulang.

"Maryam, kamu naik sepeda kan? Nanti aku anterin pulang ya. Sepedanya ditinggal di sekolahan aja." kata Ugi yang khawatir dengan keadaan Maryam.

"Iya Gi, kamu tolong anterin dia ya. Aku ga tega kalau Maryam harus pulang sendiri naik sepeda malam-malam." kata Syifa yang sedari tadi duduk disamping Maryam. Kali ini, Ugi, Udin, Syamil dan beberapa ikhwan lainnya satu bus dengan bus akhwat, sedangkan bus satunya membawa semua rombongan Insan Mulia dan beberapa anggota FAHRIS yang turun di posko 2.

"Ehem, Ga baik laki-laki boncengin perempuan yang bukan mahromnya." kata Dzaky yang mendengar percakapan itu.

"Hem." Ugi hanya mendehem. Dia tidak menanggapi kata-kata Dzaky yang memang sangat fanatik.

"Tapi Zak, Maryam tadi naik sepeda. Ga ada yang jemput. Mana kita ni pulangnya udah malem tau." kata Syifa membela.

"Ow. Gitu?" tanya Dzaky.

Tak terasa, bus yang mereka tumpangi sudah sampai di Madrasah. Semua sudah mengambil kendaraannya masing-masing, sebagia yang lain menunggu jemputan.

"Maryam, ayuk aku anterin pulang." kata Ugu sudah siap dengan motornya, menghampiri Maryam yang akan mengambil sepedanya ke parkiran.

"Aku ambil sepeda dulu."

"Ga usah ambil sepeda, Ayo aku boncengin. Besok pagi baru kamu ambil aja sepedanya. Ini udah jam 10 malam lho Ma, ga baik perempuan pulang sendirian malem-malem." kata Ugi.

"Ehm..."

"Ga usah dengerin kata Dzaky, dia ga tau gimana punya sodara perempuan sih. Udah ayuk. Lagian tadi kamu abis kena bola, khawatirnya kamu nanti kenapa-kenapa di jalan." kata Ugi.

"Ya Udah Okeylah." kata Maryam lalu dia naik ke motor Astrea milik Ugi. Mereka beboncengan di malam hari dengan pembatas tas ransel milik Ugi dan Maryam.

Maryam sebelumnya sudah memberi kabar bapaknya melalui ponsel jadul milik bapaknya. Bahwa Maryam baru sampai sekolahan, dan kini dia akan membonceng temannya.

Saat masuk area persawahan penghubung jalan raya ke perkampungan Maryam, jalanan sangat gelap, tiba-tiba motor Ugi mengalami masalah. Rantainya lepas.

"Maryam, kamu ada HP? Tolong disenterin ya." pinta Ugi yang mencoba memperbaiki motornya.

"Ada." kata Maryam menyalakan Senter pada ponselnya.

"Apanya yang rusak Gi?" tanya Maryam sudah mulai khawatir kalau motor Ugi tidak bisa jalan. Mengingat rumah Ugi sangat bertolak arah dengan rumah Maryam.

"Cuma rantainya aja yang lepas." kata Ugi masih sibuk memperbaiki rantai motornya.

"Yup, sudah." kata Ugi berdiri lalu menyalakan kembali motornya.

"Ayo naik." kata Ugi.

"Ini nanti gapapa? Rumah kamu kan jauh Gi." kata Maryam dengan nada khawatir.

"Kamu tenang aja ya cantik, aku gapapa. Demi kamu aku akan laluo semua ini. InshaaAllah, Allah akan selalu menolong hambaNya, apalagi untik periuangan sebuah cinta. Hehehe." canda Ugi.

"Ih, Ugi. Apaan sih kamu ni. Kalau aku udah punya calon, gimana? Kamu masih mau cinta-cintaan sama aku?" tanya Maryam yang sudah ga tahan dengan sikap Ugi yang makin hari makin ga jelas.

"Calon? Kamu udah punya calon?" tanya Ugi sambil mengemudi sepedanya.

"Hem."

"Kenapa ga jemput kamu? Atau kenapa kamu ga minta dijemput dia?" tanya Ugi dengan nada tidak suka.

"Dia lagi merantau. Jauh." jawab Maryam

"Selama Ijab Qobul belum terucap, aku masih boleh lah ya deketin kamu. hehehe." kata Ugi masih dengan harapannya.

"Hem."

Merekapun sudah sampai di rumah Maryam. Bapak dan ibunya sudah menunggunya di teras, Ugi tidak mampir, dia mohon ijin pada kedua orang tua Maryam.

1
Amin Srgfoo
bagus ceritanya sederhana banget
Dede Dewi: terimakasih kak Amin....😍
total 1 replies
Shila Ibnuhasan
sangat menarik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Dede Dewi
bagus
ari pudyastuti
cerita yg menarik dn penuh makna yg tersirat dr cerita inii
buat author semngt💪💪💪 teruslah berkarya
Dede Dewi: akhirnya mampir juga dan terimakasih atas dukungannya😍😘
total 2 replies
Hera sasuwe
nyimaak yuup
Dede Dewi: terimakasih atas boom like nya kak... semoga kakak senang dengan cerita ini
total 1 replies
Farida Azizah
So Sweet ka' ceritanya...semangattt buat karya baru lagi yaa...
Dede Dewi: kak,saya sudah buat novel baru lho...
total 2 replies
Farida Azizah
like ka'
Dede Dewi: terimakasih kak... simak novel dede yg lain ya
total 1 replies
ptr_25
up lagi kk.
semangattt berkarya 💪🥰🥰
ptr_25
Yuk semangattt 🥰
ptr_25
uuwww tambah seru thor😘😘

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
tambah seru thor😍😍
next

- My Teacher Is Mine-
Dede Dewi
maasyaaAllah terimakasih kak
Dede Dewi
maasyaaAllah. terimakasih kak
ptr_25
triple like
ptr_25
My Teacher Is Mine mampir lagi disini bawa 👍merah thor😍😍
semangattt next 💪💪
ptr_25
semangattt up kk💪💪
My Teacher Is Mine selalu mendukungmu 🥰
Dede Dewi: terimakasih kak...
total 1 replies
ptr_25
hadir kk
next💪💪

- My Teacher Is Mine-
ptr_25
next kk
ptr_25
Ijin promo ya kak. 🥰

yuk mampir di karya aku yang berjudul " My Teacher Is Mine" menceritakan kisah cinta murid dan gurunya.

tinggalkan jejak ya kk🥰🥰💙💙💙
pasti aku feedback 😇😇😇
Dede Dewi: inshaaAllah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!