NovelToon NovelToon
Pengorbanan Anak Pertama

Pengorbanan Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Firnika, ataupun biasa di panggil Nika, dia dipaksakan harus menerima kenyataan, jika orang tuanya meninggal tepat, sehari sebelum lamarannya. Dan dihari itu juga, orang tua pasangannya membatalkan rencana tersebut.
Yuk ikuti kisah Firnika, dan ke tiga saudara-saudaranya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kanaya Melihat Abrar

"Jangan berani macam-macam bang, aku gak mau lagi kamu masuk penjara." tekan Nisa.

Ya, Satria pernah masuk penjara karena kasus pencurian, beruntung saat itu Nisa bisa mengantikan kerugian yang disebabkan oleh suaminya. Itupun, uang dari hasil yang Reni kirimkan.

Maka dari itu, Satria di bebaskan lebih cepat, karena mendapatkan maaf, dari pemilik rumah yang dicurinya.

"Ya, kalo gitu kamu pikirkan dong. Atau, jika kamu gak bisa menguasai harta itu. Maka, kita cerai." ancam Satria.

"Jangan gitu bang, kan abang tahu, jika aku gak bisa hidup tanpamu." ujar Nisa dengan mata berkaca-kaca.

Kelemahan Nisa hanya lah, satu. Dia sangat mencintai suaminya, sehingga dia dengan mudah dibodoh-bodohi oleh Satria.

"Makanya, kamu pikirkan caranya." cetus Satria.

Setelah dari terminal, Nisa memutuskan untuk berkunjung ke rumah Nika. Dia tahu rumah Nika, karena sempat ke sana saat masih ada Ibunya.

Sampai di sana, Nisa langsung menghampiri Nika yang sedang menyetrika di ruang tamunya, sedangkan Kanaya sedang membuat susu untuk Fardi.

"Ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu." cetus Nisa saat dia sudah duduk di lantai, beralaskan tikar.

"Aku mau kamu menolak mentah-mentah warisan dari Ibuku. Lagian, anak Safa sudah mendapatkan hak dari Hardi. Dan itu lebih dari cukup untuknya. Jika dihitung-hitung, dia beruntung lahir sebagai anaknya Hardi, karena mendapatkan warisan yang mungkin cukup sampai dia dewasa. Sedangkan dari Safa, dia mendapatkan apa? Tidak kan? Tidak ada harta yang diwariskan dari pihak Ibunya." ujar Nisa membuat Nika mengepal tangannya.

"Ya, benar itu. Dia tidak mendapatkan apa-apa dari Ibunya. Hanya dilahirkan, kemudian ditinggalin." cibir Satria.

"Safa, memang tidak meninggalkan apapun, tapi dia meninggalkan kami yang ikhlas merawat anaknya, tanpa iming-iming harta. Dan jika ia tinggal bersamamu, aku gak yakin, kamu mampu menyayanginya sama seperti kamu sayang, pada anakmu sendiri." balas Nika tak kalah pedas.

"Kamu juga mau merawatnya karena harta yang ditinggalkan, kalo tidak, aku gak yakin kamu mau. Apalagi, kamu aja belum menikah." cibir Nisa.

"Jangan sama aku denganmu, karena jika aku merawatnya karena harta, mungkin aku akan setuju dengan pemikiran kerabatmu, untuk menuntut hak-hak anaknya Hardi, yang kamu rampas." balas Nika.

"Kamu!" tunjuk Nisa.

"Turunkan tanganmu, karena tanganmu terlalu kotor untuk menunjukku. Apalagi, kamu seorang keluarga yang tega sama keponakan sendiri." ujar Nika.

"Belagu sekali ..." cibir Satria sebelum menarik tangan Nisa untuk pergi. Begitupun, Nisa yang menarik tangan anaknya, anak satunya lagi sedang berada di luar.

Nika menghela napas kala melihat keluarga yang menurutnya sangat menjengkelkan.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Sudah beberapa bulan berlalu, sekarang Kanaya kuliah di kampus, yang lokasinya tidak jauh dari tempat Abrar jualan jus. Namun, beberapa kali Kanaya singgah disana, dia tidak pernah melihat Abrar disana. Karena Abrar, sering pulang pergi, untuk melihat kedai jus satunya lagi.

Selain jus, Abrar juga menjual aneka minuman sasetan, serta minuman-minuman viral lainnya. Dia juga mencoba, membuat aneka cemilan yang viral, dengan mempelajari berbagai resep dari sosial media.

Seperti hari ini, Kanaya sedang nongkrong di kedai jus milik Abrar. Banyak mahasiswa yang memilih duduk disana, selain makanannya enak, harganya juga terjangkau untuk anak kuliahan.

"Bang Abrar?" lirih Kanaya saat melihat Abrar yang baru datang.

Kanaya buru-buru menutupi wajahnya dengan buku. Dia gak mau keberadaanya diketahui oleh Abrar.

"Kenapa dia ada disini sih?" batin Kanaya menatap Abrar.

Namun, beberapa saat Abrar di sapa oleh seorang dosen muda di tempat Kanaya belajar. Mereka terlibat obrolan yang cukup lama.

Dan Kanaya menyimpulkan, jika Abrar kesini, pasti hanya ingin menemui dosennya itu.

Ada sedikit rasa kecewa pada Abrar, karena Abrar dengan mudah melupakan kakaknya, sedangkan Nika. Dia masih sendiri, entah karena ingin menjaga mereka, atau karena tidak bisa melupakan Abrar, cinta pertama kakaknya.

"Kamu kenapa sih Nay?" tanya teman Kanaya melihat keanehan temannya.

"G-gak ada apa-apa kok, cuma seperti melihat seseorang yang aku kenal." ujar Kanaya. "Aku pulang dulu, tolong kamu bayarkan ya ..." ujar Kanaya menitipkan selembar uang merah pada temannya.

Kanaya abai dengan panggilan temannya. Baginya, sampai ke rumah adalah hal yang utama.

Dengan menggunakan sepeda motor, Kanaya pulang dengan kecepatan sedang.

Sampai di rumah, dia langsung memanggil nama kakaknya.

"Ada apa? Bikin orang jantungan." ujar Nika.

"Kak Nika akan lebih jantungan, saat tahu siapa yang aku temui." ujar Kanaya.

"Siapa?"

"Bang Abrar, aku melihat Bang Abrar, walaupun penampilannya berantakan, aku masih sangat mengenalinya kak." ujar Kanaya.

Deg ... Detak jantung Nika memompa dua kali lebih cepat. Padahal, Kanaya baru menyebut namanya. Nama, yang masih tersimpan rapi di hatinya. Tidak ada siapapun yang mampu mengusirnya, bahkan dia sendiri.

"Sepertinya, dia menemui pacar barunya. Beliau seorang dosen di tempat kuliah kami." terang Kanaya, membuat Nika patah hati.

"Benarkah itu? Bukan kah kamu sudah berjanji akan setia padaku ..." batin Nika.

"Tapi, kakak tenang aja, dia gak melihat aku kok. aku pergi diam-diam, saat dia sibuk dengan pacarnya itu.

Abrar memasuki kamarnya di lantai dua. Dia terlalu lelah, karena dihadapi tuntutan dari Ibunya. Ibunya yang selalu memintanya untuk mencari keberadaan Nika. Bahkan tak tanggung-tanggung, Ibunya menyuruh Abrar untuk mengancam Samsul, agar memberitahu keberadaan Nika.

Abrar juga kepikiran dengan permintaan dosen muda yabg sebelumnya sempat di lihat oleh Kanaya. Ya, dosen muda tersebut memberanikan diri menyatakan cinta ke Abrar. Sebelumnya, sang dosen meminta nomor Abrar, dengan dalih untuk adik lelakinya yang mencari kerja. Dan kebetulan saat itu Abrar memang sedang mencari karyawan. Akan tetapi, sampai Abrar mendapatkan karyawan, adik yang dijanjikan dosen tersebut, tidak pernah muncul.

Beruntung, Abrar tipe lelaki yang tidak suka basa-basi, dia bahkan enggan membalas pesan dosen tersebut, jika bukan tentang adik yang dijanjikan. Bahkan, dia tidak menyimpan nomor wanita itu.

1
Filan
masih muda itu...
Endang Sulistia
🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
awal menyesakkan bab pertama aja udh dibuat sedih
sukensri hardiati
beruntung nika punya uwak syamsul yg amanah
Wanita Aries
seruuuu
Wanita Aries
geramnya eh ma abrar ini udh tau ibunya sinting masih aja dketin nika
Wanita Aries
sedih 😔
Wanita Aries
awal yg menyesakkan 😔
Sarah
HUAAAA, INI MAH MIMPI BURUK SETIAP ANAK KETIKA ORANG TUANYA LAGI KELUAR RUMAH 😭😨.
Sumiyati
👍👍👍
🎧✏📖
Semangat🙏✌
Endang Sulistia
🤭🤭🤭🤭
Endang Sulistia
Luar biasa
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: Hai kaka pembaca, maaf ya jika mengganggu waktumu /Pray/

Aku membuat sebuah karya baru, jika berkenan tolong mampir ya kak. Ceritanya masih hangat, dan akan di usahakan untuk up setiap hari ...

Yuk kepoin, novel baruku dengan judul; KETIKA RESTU JADI PENGHALANG.

Aku tunggu kedatangannya, Terima Kasihhh /Heart/
total 1 replies
Endang Sulistia
makanya punya otak si pake..
semua info si telan tanpa di fikir dulu
Endang Sulistia
wah..berarti cocok tu Bu rina
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: Makasih sudah hadir. /Heart/
total 1 replies
Sativa Kyu
👍👍👍
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: Hai kaka pembaca, maaf ya jika mengganggu waktumu /Pray/

Aku membuat sebuah karya baru, jika berkenan tolong mampir ya kak. Ceritanya masih hangat, dan akan di usahakan untuk up setiap hari ...

Yuk kepoin, novel baruku dengan judul; KETIKA RESTU JADI PENGHALANG.

Aku tunggu kedatangannya, Terima Kasihhh /Heart/
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
ini crta g d lanjut y ???? dah lamaaa g up
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: Udah bab akhir say, karena semua idenya hilang, disebabkan kedua anak yang harus opname akibat kejang-kejang /Scowl/
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦
❤️❤️❤️❤️
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: Silahkan, jangan lupa tinggalkan komennya
total 2 replies
Sulfia Nuriawati
kok blm up lg y knp? jgn d gantu g thor🤔🤔🤔🤔
༺⬙⃟⛅ MULIANA 💦: udah tamat kak say, karena abrar dan Nika juga udah bersatu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!