Karena permintaan kakeknya , Ellena dan Luis terpaksa menikah dan hidup bersama tanpa cinta dalam pernikahan mereka. Akankah Ellena mampu bertahan dalam pernikahan itu, atau justru memilih untuk pergi? Hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati Keindahan Paris
Pagi itu, sinar matahari menembus jendela suite mereka, membangunkan Luis dan Ellena dari tidur nyenyak mereka. Hari ini, mereka berencana menjelajahi kota Paris. Ellena bangun lebih awal, tidak bisa menahan kegembiraannya.
"Luis, bangun! Hari ini kita akan menjelajahi Paris!" seru Ellena sambil menggoyangkan tubuh Luis yang masih terbaring di tempat tidur.
Luis membuka matanya perlahan, tersenyum melihat antusiasme istrinya. "Baiklah, baiklah. Aku bangun sekarang," katanya sambil menguap dan duduk di tepi tempat tidur.
Ellena segera bersiap-siap, memilih dress putih selutut yang cantik dan elegan. Dia berputar di depan cermin, merasa puas dengan penampilannya. Luis, yang telah selesai mandi, memilih pakaian serba hitam tanpa lengan, memperlihatkan otot-otot lengannya yang kekar dan kokoh.
"Kau terlihat sangat cantik," puji Luis saat melihat Ellena.
Ellena tersenyum lebar. "Dan kau terlihat sangat tampan," balasnya sambil merapikan kerah baju Luis.
Mereka berdua keluar dari hotel dan berjalan menyusuri jalanan Paris. Suasana kota yang romantis dan penuh sejarah membuat Ellena semakin bersemangat. Luis hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang terus-menerus takjub dengan setiap sudut kota.
"Wow, lihat Menara Eiffel, Luis! Kita harus berfoto di sana!" seru Ellena sambil menarik tangan Luis.
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi tempat-tempat ikonik seperti Menara Eiffel, Louvre, dan Notre Dame. Setiap kali mereka berhenti untuk mengambil foto, Luis tidak bisa menahan senyum melihat betapa bahagianya Ellena.
"Kau seperti anak kecil di toko permen," kata Luis sambil tertawa kecil.
Ellena terkekeh. "Aku hanya tidak ingin melewatkan momen indah ini."
Mereka juga mengunjungi beberapa kafe kecil di tepi jalan, mencicipi croissant dan kopi khas Paris. Luis menikmati momen-momen sederhana ini bersama Ellena, menyadari betapa beruntungnya dia memiliki istri yang penuh semangat dan cinta.
***
Saat malam tiba, Luis telah memesan makan malam di sebuah restoran bintang lima. Restoran tersebut terletak di atap sebuah gedung tinggi dengan pemandangan indah kota Paris di malam hari. Cahaya lampu kota dan lembayung senja memberikan suasana romantis yang sempurna.
Mereka duduk di meja yang dikelilingi oleh lilin-lilin kecil yang berkelap-kelip. Pelayan datang dan menyajikan hidangan pembuka yang lezat. Luis menatap Ellena yang terlihat sangat cantik di bawah cahaya lilin.
"Terima kasih telah membuat hari ini begitu istimewa," kata Luis sambil menggenggam tangan Ellena di atas meja.
Ellena tersenyum lembut. "Aku yang seharusnya berterima kasih. Kau telah merencanakan semuanya dengan sempurna."
Hidangan utama datang, dan mereka menikmati makanan dengan obrolan ringan. Mereka tertawa, berbicara tentang rencana masa depan, dan mengenang momen-momen indah yang telah mereka lewati bersama. Setiap detik terasa begitu berharga.
Setelah hidangan penutup, Luis meminta pelayan untuk membawa sebotol sampanye. Mereka bersulang untuk kebahagiaan dan cinta mereka.
Selesai makan malam, Luis mengajak Ellena berjalan-jalan di balkon restoran, menikmati pemandangan malam Paris yang menakjubkan. Ellena merapatkan tubuhnya ke Luis, merasakan hangatnya kehadiran suaminya.
"Luis, aku sangat mencintaimu," bisik Ellena.
Luis menatap mata Ellena dengan penuh cinta. "Aku juga sangat mencintaimu, Ellena. Aku merasa sangat beruntung memilikinya," katanya dengan suara lembut.
Tanpa disadari, mereka mulai berciuman. Awalnya lembut, namun semakin lama ciuman mereka semakin panas dan penuh gairah. Luis memeluk Ellena erat, merasakan kehangatan tubuhnya.
Ellena membalas ciuman Luis dengan penuh semangat, merasakan cinta yang mendalam dalam setiap sentuhan bibir mereka. Mereka terus berciuman, melupakan sejenak dunia di sekitar mereka.
Luis perlahan membawa Ellena kembali ke dalam restoran, menuju meja mereka. Mereka berciuman lagi, tidak peduli dengan tatapan orang di sekitar. Cinta mereka begitu kuat dan nyata.
Setelah puas dengan ciuman mereka, Luis membawa Ellena kembali ke hotel. Mereka berdua merasa sangat lelah setelah seharian menjelajahi kota, namun hati mereka penuh dengan kebahagiaan.
Sesampainya di kamar, Luis mengangkat Ellena dan membawanya ke tempat tidur. Mereka berbaring bersama, masih merasakan hangatnya ciuman mereka.
"Malam ini sangat indah," kata Ellena dengan suara pelan.
Luis mengangguk. "Ya, ini adalah malam yang tak terlupakan. Aku sangat mencintaimu, Ellena."
Ellena tersenyum, menatap mata Luis. "Aku juga sangat mencintaimu, Luis."
Mereka tertidur dalam pelukan satu sama lain, merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhingga. Malam yang dingin bagi orang lain menjadi malam yang panas dan menggairahkan bagi mereka berdua.
Mereka bermimpi tentang masa depan yang indah, penuh dengan kebahagiaan. Mereka tahu bahwa bersama-sama, mereka bisa menghadapi apa pun yang datang dalam hidup mereka. Cinta mereka adalah kekuatan terbesar yang mereka miliki, dan itu adalah hal yang paling berharga di dunia ini.
***
Bersambung
agar bisa menyenangkan suamimu...❤️❤️