NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Pembawa Cinta

Ta'Aruf Pembawa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

"Zahra hanya ingin menikah jika dengan kak Rafif, Abi" ucap Zahra yang membuat semua orang di ruangan itu terkejut mendengarnya

Zahra adalah anak tunggal dari pasangan Abi Ahmad dan Umi Khadijah. Kedua orangtuanya sepakat untuk menjodohkan putri satu-satunya itu dengan anak sulung sahabatnya. Tapi siapa sangka, pada akhirnya Zahra menikah dengan Rafif anak kedua dari sahabat Abinya.

Mereka menikah setelah seminggu menjalani proses ta'aruf yang batal di lakukan oleh Zahra dan anak sulung dari sahabat Abinya. Zahra memilih jalan itu untuk membantu Daffa, orang yang seharusnya di nikahkan dengannya karena Daffa saat itu juga memiliki masalah lain yang tidak memungkinkan dirinya untuk menikah dengan Zahra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangat Tidak Terduga

Tidak memakan waktu yang lama, Zahra sudah selesai membuatkan sarapan untuk Rafif tepat pada saat Rafif turun dan menghampiri Zahra di meja makan.

"Kau tau saja aku sudah selesai memasak" ucap Zahra dengan senyum yang membuat Rafif tidak bisa melepaskan pandangannya dari istrinya itu "Duduklah, aku ambilkan air minum dulu" perintah Zahra yang dituruti oleh Rafif

Zahra kembali ke meja makan dengan membawa segelas air putih di tangannya dan meletakkan gelas itu di depan Rafif

"Terima kasih" ucap Rafif menatap Zahra dengan senyum sejenak, setelah itu kembali melahap makanannya

"Astaga aku lupa membuatkan mu kopi kak" ucap Zahra menepuk jidadnya karena benar-benar melupakan minuman pagi wajib suaminya itu "Sebentar aku buatkan dulu" Ia lalu beranjak dari duduknya dan bergegas ke dapur untuk membuatkan Rafif kopi

"Astaga anak itu, kenapa dia menggemaskan sekali" gumam Rafif tersenyum saat Zahra dengan cepatnya melesat masuk ke dalam dapur

***

"Aku berangkat dulu" ucap Rafif berpamitan pada Zahra

"Sebentar" langkah Rafif terhenti tatkala Zahra memanggilnya. Zahra mengulurkan tangannya pada Rafif dan disambut kebingungan oleh suaminya itu "Tanganmu" ucap Zahra meminta tangan Rafif

"Kenapa?" tanyanya sembari mengulurkan tangannya pada Zahra

Rafif dibuat terkejut akan tingkah Zahra yang tiba-tiba mengambil dan menyalami tangannya layaknya seorang istri pada suaminya yang akan berangkat untuk bekerja

"Hati-hati dijalan" ucap Zahra menundukkan pandangannya tidak berani melihat Rafif, ia menyembunyikan wajahnya yang kini memerah karena tersipu

"Aku berangkat sekarang" kata Rafif yang sama tersipunya dengan tindakan Zahra barusan. Lelaki itu memegang kepala Zahra terlebih dahulu dan berbalik lalu mulai melangkahkan kakinya dengan wajah berseri dan dihiasi dengan senyum

"Apa yang ku lakukan tadi? Kenapa kau begitu spontan Zahra" batin Zahra merasa sangat malu akan kelakuannya yang sebenarnya terhitung sangatlah wajar bagi suami istri

"Kenapa dia sangat tidak terduga, melihat wajahnya yang tersipu membuat hatiku tidak karuan" batin Rafif yang tidak bisa menyurutkan senyum dari wajahnya itu

***

Pada saat menjelang siang, Zahra sangat ingin membawakan makan siang yang enak untuk Rafif. Setelah melihat jam, rasanya Zahra tidak memiliki banyak waktu untuk memasak, jadi ia memilih untuk memesan saja. Sebelum berangkat ke kantor Rafif, Zahra terlebih dahulu memesan makanan di restoran biasa ia dan Rafif memesan makanan jika sedang malas memasak

Taksi yang di tumpangi oleh Zahra berhenti tepat di depan gedung kantor suaminya yang juga pernah menjadi gedung kantor tempatnya bekerja. Setelah memberikan beberapa lembar uang pada supir taksi, ia pun segera turun dan tak lupa membawa makanan yang sebelumnya sudah ia ambil di restoran setelah memesannya.

"Bu Zahra, ada keperluan apa?" tanya resepsionis di meja depan saat melihat Zahra menghampirinya

"Astaga, aku lupa. Tidak ada satupun karyawan di kantor ini yang mengetahui pernikahanku dengan kak Rafif. Sebenarnya apa yang kau pikirkan Zahra, sampai sangat bersemangat seperti ini ingin menemui kak Rafif" batin Zahra kebingungan dengan rasa inginnya yang tiba-tiba muncul itu. Ia diam sejenak mencari alasan untuk di berikan pada resepsionis tersebut

"Ah, saya ada perlu dengan Pak Rafif Bu Sinta. Kebetulan sudah hampir jam makan siang, jadi sekalian saya bawakan makan siang untuk Pak Rafif" jawab Zahra setelah cukup lama terdiam

"Apa sebelumnya sudah membuat janji?" tanya resepsionis yang bernama Sinta itu

"Ah, belum. Tapi mungkin jika Ibu Sinta memberitahu Pak Rafif, pasti akan di izinkan" ucap Zahra penuh harap, mungkin karena sudah mengetahui Zahra yang kebetulan pernah bekerja disini, membuat wanita itu bisa membantunya

"Sebentar saya hubungkan ke Sekretarisnya" ucapnya tersenyum ramah

"Tolong, langsung ke Pak Rafif saja" pinta Zahra yang ingin segera bertemu dengan Rafif

"Baiklah" keramahan sekretaris itu perlahan menghilang saat Zahra mendesaknya agar langsung di hubungkan dengan Rafif

"Ada apa?" tanya Rafif saat panggilannya terhubung

"Ibu Zahra sedang menunggu disini Pak, katanya ada keperluan dengan bapak. Maaf saya langsung menghubungi bapak karena permintaan dari Ibu Zahra" ucap Sinta agak takut karena biasanya ia berbicara dengan sekretarisnya terlebih dahulu

"Suruh Zahra ke ruanganku sekarang" perintah Rafif, Sinta dibuat terkejut karena Rafif langsung menyuruhnya tanpa banyak bertanya tentang keperluan Zahra

"Baik Pak" Sinta menutup panggilannya

"Silahkan Bu Zahra, Pak Rafif menunggu anda di ruangannya" ucap Sinta memberitahu Zahra sesuai dengan pesan Rafif

"Terima kasih Bu Sinta, permisi" Pamit Zahra dengan senyum yang begitu ceria saat disuruh ke ruangan Rafif

Zahra dengan segera menuju ke lift dan menekan lantai tujuannya dimana ruangan Rafif berada

"Kenapa Zahra tiba-tiba datang menemuiku?" guman Rafif bertanya-tanya

***

Zahra merasa sangat gugup saat berada di depan pintu ruangan Rafif, kejadian semalam dan pagi tadi terlintas lagi membuat perasaan Zahra tidak karuan, bercampur dengan perasaan senang dan juga malu. Sungguh aneh pikirnya

Rafif mempersilahkan siapapun itu yang mengetuk pintunya, dan wajah Zahra kini muncul membuat hati Rafif berdesir dan berbunga saat melihat Zahra yang berjalan masuk ke dalam ruangannya

"Zahra, kau datang" sapa Rafif tersenyum kaku saat melihat Zahra

"Iya kak, aku sekalian membawakan makan siang untukmu" jawab Zahra tanpa berani mengangkat wajahnya melihat Rafif

"Kenapa repot-repot. Aku bisa makan diluar nanti" kata Rafif yang sebenarnya sangat senang melihat Zahra memperhatikannya seperti ini, hal kecil yang di anggap kecil oleh Zahra ini sebenarnya adalah hal yang sangat besar dan disukai oleh Rafif. Bahkan hanya dengan senyum Zahra membuat Rafif sangat menang melihatnya

"A-aku bosan dirumah sendiri, tidak ada yang menemaniku makan" Zahra terlihat sedikit kecewa saat Rafif mengatakan hal itu, padahal ia hanya ingin bertemu dengan Rafif walau membawakannya makan siang hanyalah alasan saja

"Yasudah, makanlah bersamaku. Terima kasih sudah membawakan makan siang untukku" ucap Rafif dengan senyum di wajahnya sembari memegang kepala Zahra dengan begitu lembut. Saat Zahra merasakan itu, ia memberanikan diri menatap Rafif yang masih setia memegang kepalanya dan tersenyum ke arahnya. Hal yang sangat disukai oleh Zahra saat Rafif memegang kepalanya seperti itu karena Zahra merasa sangat disayangi dengan hal kecil seperti yang dilakukan Rafif saat ini

1
its me
kokxxx awi sihh
Journal. Lilac
salam kenal Thor, mampir ya Thor ke novelku hehe
Journal. Lilac
keren Thor lanjut
Iffa umama
wgwg berani berbuat berani tanggung jawab 😜
Nur fadillah
Waah asyik ini bacanya...makasih ya Thor sukses selalu...🙏🙏
Nur fadillah
Bahagianya...🤲🤲
Nur fadillah
Heeheee...😀😀
Nur fadillah
Bahagianya...😀😍😍
Nur fadillah
Kasihan Kak Daffa...kasih pasangan Thor biar ndak sedih...😣😣
Nur fadillah
Heeeeemmm.😀😀
Nur fadillah
So sweet banget...😀😀😍
Nur fadillah
Cinta itu susah dibayangkan...cukup untuk dirasakan...yeeeaaah...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeeeemmmm...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Sediiih dan bahagia jadi satu...😥😥😥
Nur fadillah
Kok sediih banget siiih...😭😭😭
Nur fadillah
Sediiih bangeet Thor...😭😭😭
Nur fadillah
Sediiih banget...😭😭😭
Nur fadillah
Weh...weh...hanyut Maaasss..🤣🤣
Nur fadillah
Selalu samawa Neng Zahra dan Mas Rafif...🤲🤲
Nur fadillah
Salam kenal ya Thor...🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!