NovelToon NovelToon
Gadis Tak Bernasab

Gadis Tak Bernasab

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:612.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: khitara

Dia adalah gadis yang bernasab pada ibunya, satu satunya orang yang sangat mengasihinya di keluarga besar yang terhormat itu.

ia tak pernah dianggap ada, kehadirannya hanyalah aib yang memalukan bagi keluarganya.

hidupnya semakin hancur ketika satu satunya pelita dan sumber kasih sayang dalam hidupnya harus pergi selamanya.

naasnya...ia sama sekali tak di perkenankan melihat sang ibu untuk terakhir kalinya. bahkan ia tak tahu di mana sang ibu di makamkan.

dan malam dimana sang ibu tiada, di usianya yang masih menginjak remaja. ia harus menerima pelecehan dari seseorang yang seharusnya merangkulnya guna sedikit mengurangi beban kesedihan akibat kepergian sang ibu.

kakak sepupunya berniat merenggut mahkotanya sebagai seorang wanita.


ia berlari dan berlari dengan kaki berdarah pergi menjauh dari istana kelam itu.
mencoba menyelamatkan kehidupannya yang penuh dengan luka dan cemoohan.

dia....Izhayana Namira Shafeea.
seorang gadis tak bernasab

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 semakin sakit 2 ( revisi )

Shafeea masih terlihat menunduk ketika tuan besar Latief bersuara dengan nada yang begitu tajam dan terasa sangat memojokkan dirinya.

kata kata yang di ucapkan pria tua itu bagai busur panah yang sukses menembus jauh ke dalam ulu hatinya.

Shafeea masih setia dengan kebisuan dan kediamannya, Tak ada niat sedikitpun dalam dirinya untuk bersuara walau sedikit saja.

Tuan besar Latif masih menatap Shafeea dengan begitu tajam seolah dengan tatapannya ia ingin menguliti gadis di hadapannya itu.

Ada rasa sakit di hati tuan besar Latif ketika melihat Shafeea dengan posisi kebisuan dan tertunduknya kepalanya.

Wajah gadis itu begitu mirip dengan putrinya Zahira.

Apalagi tingkahnya saat ini, begitu mengingatkannya pada respon Zahira saat menerima kemarahannya dulu.

Bayang bayang kemanjaan sang putri menghiasi pelupuk matanya.

Zahira yang cantik, Zahira yang ceria dan begitu manja kepadanya.

Namun....tiba tiba ia harus kehilangan sosok sang putri ketika mengetahui kebenaran.

Ia semakin kehilangan Zahira setelah kehadiran gadis di hadapannya itu.

Selain wajah Shafeea mengingatkannya pada sosok sang putri.

Di mata dan hidung gadis itu, ia menemukan wajah seseorang yang sangat ia benci karena dialah alasan terbesar yang sesungguhnya ia kehilangan sosok sang putri.

Air Rumi Wardhana, sosok pria yang ia paksa meninggalkan sang putri karena perbedaan strata yang sangat jauh.

" kau sadar dengan keadaan mu itu ?! Lihat sekali lagi pada dirimu....kau benar benar terlihat begitu liar. Dengan mudahnya kau duduk di pinggir jalan dengan banyak orang yang lalu lalang dan bebas memperhatikan dirimu. Sungguh menjijikkan...wanita macam apa kau ini, kau benar benar menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya. kepribadian yang memalukan dan menjijikkan sama seperti kehadiranmu yang begitu memalukan " panjang lebar tuan besar Latief terua menghakimi Shafeea.

" papi..." Faritz memanggil dengan suara pelan kepada dang ayah, rasanya ia tak tega melihat gadis itu terus di caci, rasanya sang ayah telah bicara kelewatan.

Ingin ia berteriak dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Shafeea bukanlah anak haram.

Tapi....

Apa dia punya keberanian untuk itu, bayarannya sangatlah mahal.

Bisa bisa sang ayah akan menceraikan dirinya dari Samira.

Wanita yang memang sangat ia cintai. Meski dulu kebersamaan mereka berawal karena adanya perjodohan.

" maafkan paman Shafeea...." hanya dalam hati Faritz mampu mengucapkannya.

" apa kau sadar dengan yang kau lakukan ini...apa ini yang sudah di wariskan laki laki bejat yang telah membuatmu lahir kedunia ini ?! " imbuh Tuan besar Latief lagi.

Sungguh tak dapat di lukiskan lagi betapa sakitnya hati Shafeea. Ia memang tak pernah mengenal sosok sang ayah.

Tapi ia yakin...ayahnya bukanlah laki laki berakhlak bobrok seperti sang kakek katakan.

Setidaknya itulah gambaran sang ayah menurut cerita sang ibu.

Shafeea mendongakkan kepalanya, tatapan matanya begitu tajam ke arah sang kakek yang duduk tepat di hadapannya.

Tak ada air mata meski mata itu terlihat telah begitu merah.

Meski yang sebenarnya mata itu telah terasa panas sejak tadi.

Dadanya pun terasa sesak...ia tak bisa menangis

" katakan hal buruk apapun yang anda ingin katakan tentang saya, saya akan menerimanya. Tapi jangan sekali sekali anda mengatakan hal buruk tenatang ayahku. Bagiku....ayahku adalah orang terbaik setelah ibuku. Bahkan anda belum tentu bisa di samakan dengan kebaikannya.." kata kata Shafeea bagai batu besar menghantam dada tuan besae latief.

Wajahnya seketika memerah

" lancang...berani beraninya kau bicara seperti itu kepadaku. Kau bukan siapa siapa bagiku. Aku tidak akan pernah mengakui keberadaanmu atau memberimu hak atas hartaku.." tuan besar latief bicara dengan nada keras.

Farit langsung memegangi sang ayah..

Perlahan pria tua itu menghela nafas

" jika aku meminta balasanmu atas pengorbanan putriku selama ini karenamu, apa yang bisa kau bayarkan ?? " tuan besar Latief kembali besuara.

Shafeea diam tak bergerak. Tangannya meremas dengan kuat ujung hijabnya.

Sungguh sangat miris cerita hidupnya

 ia tak pernah minta untuk di lahirkan. Namun seolah meski begitu..ia tetap harus membayar mahal atas kelahirannya.

" ha ha ha....memangnya apa yang bisa kau lakukan, kau hanya anak hina yang tak berguna.

Lihatlah dirimu, tak ada apapun yang kau miliki tapi bahkan kau sudah begitu berani lancang dan sombong di hadapanku "

Shafeea masih saja diam tak bersuara. Namun matanya menatap tak berkedip sosok pria tua di hadapannya itu.

" apa yang anda inginkan ?! " tanpa basa basi Shafeea seolah ia mampu menangkap maksud dan tujuan pria itu bicara seperti itu kepadanya.

Suara gadis itu terdengar dingin.

" jadikan kelahiran dan keberadaanmu sedikit berguna untuk keluarga orang yang telah melahirkanmu.." jawab tuan Latief dengan tatapan tajam.

" apa maksud anda tuan besar ?! " Tanya Shafeea, jantungnya tiba tiba berdetak lebih kencang ketika matanya beradu dengan mata orang yang seharusnya sangat menyayanginya.

" lahirkan seorang pewaris untuk ku, menikahlah dengan Farugh..." seolah tanpa keraguan pria tua itu mengucapkan kata katanya.

Sebuah kata yang membuat seorang Faritz seketika menolah dengan cepat kepada sang pemilik suara.

Sementara shafeea...seketika gadis itu seolah merasa darah di tubuhnya berhenti mengalir.

Jantungnya yang tadi berdegup begitu kencang pun seolah tiba tiba berhenti.

Menikah...dengan Farugh ?! Lelucon macam apa ini...bisiknya dalam hati.

Namun bibirnya seolah terkunci, ia tak mampu sekedar hanya untuk bersuara.

" pikirkan baik baik kata kataku, setidaknya itulah bayaranmu atas kebaikan putriku karena telah merawatmu selama ini...dan jangan khawatir, setelah itu kau bebas menentukan hidupmu sendiri...dan tentu saja, aku akan memberikan bayaran yang setimpal untukmu "

Sekali lagi, kata kata tuan Latief sukses semakin melukai dan menyakiti hatinya.

Sungguh hatinya terasa begitu perih bagai tersayat sembilu.

Shafeea bangkit dari duduknya sembari mengepalkan kedua tangannya di samping tubuhnya.

Gadis itu berbalik.

" saya akan memikirkannya..tapi penting untuk anda ingat, saya tidak butuh sepeserpun harta anda..." Tanpa berbalik lagi Shafeea berucap kemudian melanjutkan langkahnya.

Tuan besar Latief hanya diam membeku, begitupun Faritz. Tak pernah mereka duga....gadis yang nampak lemah itu memiliki pembawaan yang begitu kuat.

Sungguh darah keluarga Latief benar benar mengalir sempurna pada diri Shafeea.

Setidaknya itulah yang kini di akui oleh tuan Latief.

Shafeea baru saja akan sampai di pintu ruangan itu ketika sesosok tubuh menghentikan langkahnya.

Seseorang yang benar benar ia hindari karena ia sangat takut kepadanya.

Sedangkan Farugh....ya, dia adalah Farugh.

Seseorang yang baru saja sampai itu adalah Farugh.

Mata keduanya bertemu untuk beberapa waktu, mati matian Shafeea melawan ketakutannya.

Ia melanjutkan langkahnya dengan susah payah.

Ia ingin secepatnya pergi dari sana. Namun ketika ia telah sampai pada Farugh dan hendak melewatinya, tiba tiba...

Grep..

Farugh meraih lengan Shafeea kemudian menariknya hingga tubuh Shafeea jatuh kedalam pelukannya.

" maafkan aku..ku mohon maafkan aku..." suara Farugh terdengar pelan dan begitu mengiris.

Shafeea langsung merasakan tremor, ketakutan yang amat sangat mencengkeram jiwanya.

Tubuhnya bergetar hebat. Keringat dingin segera membasahi telapak tangannya juga wajahnya.

Kedua tangan Shafeea menggantung ke bawah.

Farugh memeluknya dengan begitu erat seolah ia hendak melepaskan segala kerinduan dan penyesalannya selama ini.

" lepaskan aku...atau kau memang ingin membunuhku dengan cara ini ?? "

1
evi carolin
FIX ... Shafeea milikku " Alex "
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍
Roshamilia
28 k3 23..
Nur Lela
luar biasa
Dian Soedarminto
/Grin//Grin//Grin/
Dian Soedarminto
bosen ah...tegang terus...😥
Dian Soedarminto
hadeeehh
Dian Soedarminto
alhamdulillah😍
Dian Soedarminto
tumben nulisnya kliru² thor...🤔
Dian Soedarminto
wkwkwkwk
Dian Soedarminto
axel...axel...🤣🤣
Dian Soedarminto
shafea jangan keras kepala
kasihan bayimu klo tanpa nasab😊
Dian Soedarminto
semoga sdh diselamatkan sahabat²nya dan pergi jauh😁
Dian Soedarminto
seruuu
Dian Soedarminto
anak Axel
Dian Soedarminto
kembalilah pada Axel
Dian Soedarminto
hhhmmm
Dian Soedarminto
semangat dokter cantik💪
Dian Soedarminto
hhhmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!