NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGUMUMAN DI TENGAH KEKACAUAN

Suasana di Rumah Sakit Medika Utama pagi itu terasa mencekam. Di koridor VIP, Arga Dirgantara berjalan mondar-mandir dengan napas yang masih tersengal. Kemeja putihnya ternoda bercak darah saksi bisu perjuangan persalinan darurat yang baru saja ia lalui di mansionnya sendiri.

Di dalam ruang persalinan, Keysha akhirnya telah melahirkan seorang bayi laki-laki. Namun, alih-alih merasakan kebahagiaan seorang ayah, Arga hanya merasakan kehampaan yang semakin pekat. Ia tahu, di saat nyawa baru lahir ke dunia, ia harus segera memutuskan bagaimana ia akan menjalani hidupnya di masa depan. Persalinan ini adalah bab penutup bagi drama rumah tangganya yang busuk.

Di sisi lain, di toilet lantai dua sebuah pusat perbelanjaan dekat kampus, detak jantung Queen berpacu seirama dengan jarum jam. Ia baru saja keluar dari bilik toilet, menggenggam sebuah testpack yang ia beli bersama Alya beberapa menit lalu.

Alya menunggu di luar dengan tidak sabaran, menggigit kuku jarinya. Begitu pintu terbuka, Alya langsung menyerbu. "Gimana, Queen? Hasilnya?"

Queen tidak menjawab. Ia hanya menyerahkan testpack itu ke tangan Alya. Sepasang garis merah yang tegas terlihat jelas di sana. Dua garis. Positif.

Dunia Queen seolah berhenti berputar. Perasaan mual yang ia alami bukan karena masuk angin, melainkan karena ada nyawa kecil yang kini tumbuh di dalam rahimnya benih cinta terlarang antara ia dan Arga.

"Gila... ini beneran..." Alya membelalak, mulutnya menganga lebar. "Queen, lo hamil! Anak Mas Arga!"

Queen jatuh terduduk di kursi tunggu pusat perbelanjaan, air matanya mulai menggenang. "Gue takut, Al. Arga baru aja ngadepin kelahiran anak dari Keysha. Terus kalau dia tahu gue hamil sekarang... apa yang harus gue lakuin?"

Alya segera memeluk sahabatnya dengan erat. "Justru ini kuncinya, Queen! Ini adalah senjata pamungkas buat Mas Arga untuk menceraikan Keysha dan mendapatkan hak asuh penuh atas hidupnya sendiri. Anak yang dilahirkan Keysha itu bukan darah dagingnya, tapi anak yang lo kandung... itu adalah masa depan yang sebenarnya buat Mas Arga."

Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk ke ponsel Arga. Itu adalah notifikasi dari asisten pribadinya yang mengabarkan bahwa berkas gugatan cerai dan bukti-bukti perselingkuhan Keysha telah selesai disiapkan oleh firma hukum terkemuka.

Arga menatap layar ponselnya, lalu menoleh ke arah ruang rawat Keysha di mana wanita itu kini tengah terlelap dengan bayinya. Ia tahu, saat ini adalah saat yang paling tepat.

Ia segera mengetik pesan singkat untuk Alya.

" Arga: Alya, aku butuh kamu ke rumah sakit sekarang. Bawa Queen bersamamu. Ada sesuatu yang harus segera kita selesaikan hari ini juga. Aku sudah tidak bisa membiarkan sandiwara ini terus berjalan."

Alya membaca pesan itu dengan mata berbinar. "Mas Arga minta kita ke sana sekarang, Queen. Dia mau showdown sama Keysha."

"Sekarang?" tanya Queen dengan suara bergetar.

"Ya, sekarang. Kita harus tunjukin kalau kita punya kartu AS yang lebih kuat," jawab Alya penuh keyakinan.

Setibanya di rumah sakit, Arga sudah menunggu di depan ruang VIP. Wajahnya tampak lelah, namun sorot matanya tajam dan tegas. Ia tertegun saat melihat Queen berjalan mendekat dengan wajah yang masih pucat. Arga segera mendekat dan merangkul pinggang Queen, menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan kekasihnya itu.

"Ada apa? Kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Arga khawatir.

Queen menatap mata Arga, lalu melirik ke arah Alya. Alya mengangguk memberi isyarat agar Queen jujur.

"Mas..." Queen menarik napas dalam. "Aku hamil."

Arga membeku. Dunia seolah berhenti berputar selama beberapa detik. Ia menatap perut Queen, lalu kembali menatap mata gadis itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Bukan kemarahan, melainkan sebuah kilatan haru yang mendalam. Ia mendekap Queen ke dadanya dengan erat, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya.

"Ini adalah jawaban dari segala doaku," bisik Arga di dekat telinga Queen. "Mulai hari ini, aku tidak akan membiarkan kalian berdua menderita lagi."

Arga kemudian berbalik ke arah pintu ruang VIP. Ia mendorong pintu itu dengan tenaga yang penuh determinasi. Keysha yang terbangun karena suara pintu terbuka menatap Arga dengan senyum yang dipaksakan.

"Mas, kamu datang? Lihatlah, anak kita tampan sekali, kan?" ucap Keysha dengan nada yang masih dibuat-buat manis.

Arga berjalan mendekat, namun alih-alih menyambut bayinya, ia melempar sebuah map tebal ke atas meja samping ranjang Keysha.

"Itu bukan anak saya, Keysha," suara Arga menggelegar, dingin dan mutlak. "Dan hari ini, kamu akan keluar dari hidup saya, keluarga saya, dan mansion saya selamanya."

Keysha terbelalak, wajahnya pucat pasi melihat dokumen-dokumen yang berserakann foto-fotonya bersama pria lain, bukti transfer dana, dan surat gugatan cerai. "Mas... kamu... kamu gak bisa lakuin ini! Aku baru melahirkan!"

"Kamu yang memilih jalan ini saat kamu berkhianat," balas Arga tanpa sedikit pun rasa iba. Ia menarik Queen ke sampingnya, memperkenalkannya tepat di depan mata Keysha yang kini dipenuhi rasa takut dan murka. "Kenalkan, ini Queen. Dia adalah wanita yang mencintaiku dengan tulus, dan dia adalah masa depan yang kini sedang mengandung anakku yang sebenarnya."

Ruangan itu mendadak hening. Keysha menjerit histeris, sementara Alya hanya bisa tersenyum puas menyaksikan akhir dari sandiwara yang melelahkan itu. Hari itu, di ruang rumah sakit, segalanya berubah. Perselingkuhan, kebohongan, dan kemunafikan telah runtuh, digantikan oleh kebenaran yang akan mengubah jalan hidup mereka selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!