Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 26
Hari bahagia Alex dan Aneska tiba, setelah pengesahan pernikahan mereka sehari sebelum resepsi, hari ini adalah resepsi keduanya. Hari ini semua orang akan tahu kalau mereka adalah sepasang suami istri. Aneska merasa puas akhirnya semua khayalannya sedari sekolah kini menjadi nyata.
“Ingat yah, Lex, kalau sampai kau buat Anes menangis, kau akan tahu akibatnya. Apaan pengusaha sukses, aku gak takut sama kamu,” protes Mahendra yang sepertinya belum bisa sepenuhnya rela.
“Siap, Papah mertua, Anda tak perlu khawatir, aku lebih takut kehilangannya daripada ancaman Anda,” sahut Alex berbicara seformal mungkin pada sahabat yang saat ini sudah menjadi papah mertuanya itu.
“Cih, Papah mertua, kau pikir umur kita jauh berbeda. Awas saja kamu kalau memanggilku di depan orang banyak dengan sebutan Papah mertua, terlebih di depan kolega bisnis kita. Aku tak akan pernah mau kenal denganmu lagi.” Mahendra pergi dengan kesal akibat sebutan Alex, ia belum bisa menerima hal itu, baginya sungguh membuatnya ingin memukul kepala Alex dengan tongkat golf agar dirinya merasa puas.
Alex terkekeh geli, pada saat bersamaan Rosa pun datang ke ruangannya dengan raut wajah kebingungan.
“Kau apakan si Mahendra sampai dia berwajah menakutkan seperti itu?” tanya Rosa yang penasaran ketika berpapasan dengan Mahendra yang berwajah mendengus seperti kesal.
“Aku memanggilnya Papah mertua, eh dia malah marah-marah, hahaha....”
Rosa menggelengkan kepalanya, ingin rasanya ia terkekeh bersama dengan Alex, tapi ia juga merasa kasihan dengan Mahendra.
“Lagian kamu ada-ada saja, gimana dia gak marah, putri semata wayangnya kau nikahi secara diam-diam dan sekarang dia harus menerima kenyataan kalau teman masa kecilnya menjadi menantunya. Kalau aku yang jadi Mahendra, sudah kubuang kau ke kandang buaya biar jadi umpan mereka.” Rosa pun tak habis pikir dengan kabar Alex dan Aneska menikah, awalnya ia tak percaya dengan kabar demikian, tapi sewaktu Alex, Mahendra dan Aneska datang guna mengundangnya, Rosa sangatlah terkejut.
“Semua dalam cinta tak pernah salah. Kita tak bisa memilih dengan siapa kita ingin jatuh cinta. Usia pun tak akan menjadi halangan jika itu sudah menyangkut dengan yang namanya cinta. Nyatanya aku dan Anes saling mencintai, aku merasa bahagia ketika bersama dengannya. Berbeda dengan saat aku bersama Lisa, aku sama sekali tak pernah mencintainya, bahkan jika buka karena obat perang sang yang ia berikan, aku tak akan pernah ingin menyentuhnya,” sahut Alex adanya.
Ia dan Lisa memang dijodohkan, Ibu dari Lisa dan Ibunya adalah teman arisan. Ibu Lisa menawarkan putrinya pada Ibu Alex karena Alex sudah dua tahun menduda setelah kematian Amber, istri Alex. Ibu Alex pun menyetujuinya, Alex hanya menuruti permintaan Ibunya saja agar sang Ibu tak sedih.
Namun nyatanya, Alex tak pernah memiliki keinginan untuk menyentuh Lisa. Setelah dua bulan menikah, Lisa lah yang memberinya obat perang sang karena Alex tak kunjung menyentuhnya. Beruntung Lisa tak hamil, karena jika iya, maka Alex tak akan mengakuinya sebagai darah dagingnya.
“Aku tahu perasaan kamu, Lex, semoga kamu dan Anes bahagia. Semoga saja Mahendra bisa sepenuhnya menerima kamu sebagai menantunya, meski terdengar lucu, tapi kamu harus membuatnya yakin untuk menerimamu. Kau tahu kan, kalau saat ini dia dalam keadaan yang tak baik-baik saja. Jadi kau harus bersabar dengannya.” Rosa mencoba memberikan sahabatnya itu pengertian.
Resepsi berjalan dengan lancar. Banyak tamu undangan yang datang, bagaimana tidak, secara yang menikah adalah seorang pengusaha terkenal dan juga putri dari pemilik hotel terbesar pula, tentu saja banyak orang penting yang datang.
“Lelahnya.” Aneska memijat pundaknya yang terasa pegal, “itulah mengapa aku tak ingin ada pesta mewah seperti ini. Selain ribet, juga melelahkan,” gerutunya yang merasa kelelahan, padahal acara sudah selesai.
“Sabar, toh kamu juga senang karena pernikahan kita sudah diumumkan, jadi kita tak lagi harus sembunyi-sembunyi dari Mahendra,” ucap Alex yang membantu memijat pundak istri kecilnya itu.
“Hm, ini semua adalah demi untuk kebebasan berkencan dengan priaku.”
Beberapa hari setelah resepsi, Alex mengajak istri kecilnya itu untuk pergi berbulan madu. Sedangkan beberapa pekerjaan dengan proyek yang tak terlalu besar, ia serahkan pada Victor dan juga sang putri. Alex meminta Victor untuk mengajarkan segala hal tentang perusahaannya, karena kelak yang akan mewarisi semua miliknya adalah Aneska.
“Hei pria kulkas tujuh pintu, kapan kau akan menikahiku seperti Papahku yang menikahi sahabatku? Apakah kau tak mencintaiku? Jika demikian, maka aku akan mencari gigolo saja untukku bersenang-senang,” tanya Rania disela kesibukannya dengan Victor yang sedang memeriksa dokumen penting.
Victor yang mendengar hal demikian langsung menatap tajam pada Rania.
“Jika kau berani, maka aku tak keberatan merawatmu yang tak memiliki kaki seumur hidupmu.”
Rania seketika bergidik ngeri mendengar perkataan pria pujaannya itu, padahal ia hanya menggodanya saja, tapi jawabannya membuatnya panas dingin.
“Apakah kau tak malu nantinya memiliki istri yang cacat?”
“Untuk apa malu. Toh yang terpenting kau tak bisa macam-macam,” sahutnya tanpa menoleh pada Rania, bisa-bisanya pria dingin itu menjawab ucapan Rania yang menggodanya.
Rania, kau jangan macam-macam oke, atau nanti kau akan mendapat hukuman dari Victor, hehe
~TAMAT~
*****
Happy reading, untuk cerita Om Alex dan Baby Anes cukup sampai di sini saja yah bestie, kita lanjut season 2 besok dengan cerita pria kulkas tujuh pintu si Victor dan Rania yang kerjaannya mancing-mancing emosi kanebo kering bae. Cerita akan othor mulai dari awal di sini yah, jadi bukan dari kelanjutannya.
Sampai ketemu di cerita mereka yah, season 2 dengan tema Pesona Bodyguardku, bye-bye dan sampai ketemu lagi esok
*****
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠