NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 ( Tamu Yang Tidak Di Undang)

Pagi ini Reza dan Bayu sedang duduk berdua diruang kerja Arven.

Sedangkan pria itu kini sedang sibuk dengan meeting dengan client baru..

Reza membuka ponselnya, ja melihat grup yang Arven buat untuk membahas Alena.

" Bay.. "

" Hmm apaan ? "

" Gue punya ide "

" Ide apa ? "

" Grup ini, gimana kalau kita masukin Alena didalamnya "

Bayu berpikir sejenak

" Ide bagus tuh "

" Yaudah masukin cepet "

Bayu pun langsung menambahkan Alena kedalam grup itu.

...

Saat itu Alena sedang menikmati semangkuk bubur yang baru saja ia beli..

Saat ponselnya mendapatkan pesan masuk, Alena pun langsung membuka ponselnya.

" Grup apaan ini "

Ucap Alena penasaran

Alena pun membuka grup itu, didalamnya hanya berisikan Arven, Bayu dan Raka

Alena membaca beberapa pesan sebelumnya, dan ia pun tertawa.

Karena sebagian isi grup itu adalah curhatan Arven dan juga kedua temannya yang menghina Arven.

...

Arven telah selesai dengan meetingnya, namun sejak tadi ia merasa ponselnya ramai dengan beberapa pesan yang masuk.

Saat Arven membuka ponselnya, ia melihat pesan grup yang cukup ramai.

[Alena : Grup apaan ini ?]

[Reza : Grup buat dapetin lo Alena]

[Alena : Siapa yang bikin ? Norak amat namanya]

[Bayu : Arven lah, siapa lagi ]

[Alena : Jadi selama ini kalian ngomongin gue ?]

[Reza : Lebih tepatnya Arven yang galau karena lo ]

[Bayu : Foto ]

[Bayu : Foto ]

[ Bayu : Contoh foto nyata kalau Arven galau ]

Arven terkejut karena melihat nama Alena yang muncul didalam grup nya

[Arven : Kenapa ada Alena ?? ]

[Reza : Biar transparan]

[Bayu : Biar ga ada rahasia lagi diantara kalian]

[Arven : Ya tapikan.. ]

[Bayu : Kalau lo keluarin Alena dari grup ini, artinya lo ga cinta]

[Alena : Setuju]

[Arven : Diam Alena]

[Alena : Kalau diam artinya mati]

Arven memijit pelipisnya..

" Kenapa sahabat sama pacar jadi ngeselin gini sih "

....

Siang hari Arven datang kerumah Alena untuk makan siang bersama.

Begitu Arven datang, Alena sedang tertawa sambil menatap ponselnya.

" Ketawain apa sih ? "

Tanya Arven bingung

" Ketawain orang galau "

Arven pun masuk kedalam rumah Alena, namun perempuan itu masih asik membaca grup yang Arven buat.

" Ternyata ada yang ga bisa tidur ya karena mikirin gue "

" Alena udah, lo keluar aja dari grup ya "

" Engga mau "

" Alena, ga penting itu sayang "

Arven mencoba meraih ponsel Alena, namun sayangnya gagal

" Alena please itu aib gue "

" Justru karena aib lo, jadi gue seneng bacanya "

Arven masih mencoba meraih ponsel Alena, namun Alena menolak untuk memberikan ponselnya kepada Arven

" Alena.. "

" Engga mau Arven "

Hingga akhirnya Arven tidak sengaja mendorong Alena hingga terlentang diatas sofa, dan Arven tepat berada diatas Alena.

Kedua mata mereka saling bertatapan, jantung keduanya pun sama sama saling berdebar dengan kencang.

Dan kali ini baik Arven maupun Alena pun sama sama gugup.

" Kalau gue ga bisa tahan diri gue gimana ? " tanya Arven dengan lembut

" Maksudnya ? "

Arven tidak menjawab ucapan Alena, namun ia justru mencium bibir Alena.

Alene memejamkan matanya..

Hingga akhirnya mereka perlahan mulai menyudahinya

Arven pun langsung bangun, begitu juga dengan Alena.

" Kayaknya kita harus cepat nikah Al "

Ucap Arven

" Hmm "

Alena mengangguk.

Karena saat ini takut tidak bisa menahan dirinya, ia sangat menginginkan Alena menjadi seutuhnya milik Arven.

....

Menjelang sore Arven dan Alena pergi ke kantor Arven, mengingat hari ini Papahnya akan datang untuk bertemu dirinya.

Begitu mereka sampai, Alena menolak untuk bertemu dengan orangtua Arven.

" Kenapa ? "

" Gue belum siap "

" Ada gue Alena "

" Tapi gue belum siap Arven "

" Gue tunggu disini aja ya, nanti kalau Papah lo udah pulang gue keruangan lo "

" Yaudah, gue naik dulu ya "

Arven memberikan kecupan singkat dipipi Alena sebelum turun dari mobilnya.

...

Arven masuk kedalam ruangannya dengan wajah cemas, ia tau pasti ada maksud lain sang Papah mengajak bertemu hari ini.

" Bos gimana ? "

ucap Bayu yang baru masuk kedalam ruangan

" Gimana apanya ? "

" Reaksi Alena, hahaha "

" Bayu lo gue pecat ya "

Bayu dengan buru-buru keluar dari ruangan Arven

Baru saja Bayu keluar..

Bayu melihat seorang pria berusia 59 tahun dengan wajah dingin dan berwajah mirip dengan Arven keluar dari lift.

" Sore Pak " sapa Bayu

" Sore " sapa Papah Arven

Arven yang sedang menatap ponselnya pun langsung menoleh saat pintu ruangannya terbuka.

" Arven.. "

Panggil Papah

Tak ada senyuman

Tak ada pelukan

" Yaa "

" Bagaimana kondisi kamu ? "

" Anda lihat bagaimana? Saya masih hidup kan ? "

" Kamu memang tidak berubah "

Papah Arven duduk diseberang persis Arven.

" Gimana perusahaan kamu ? Aman ? "

" Aman "

" Papah dengar dari Dokter Reza kondisi kamu berangsur membaik "

" Sejak kapan anda perduli dengan kesehatan saya ? "

" Arven.. " ucap Papah Arven dengan tegas

" Tujuan anda kesini untuk apa ? "

" Hanya untuk memastikan saya masih hidup atau mati ? "

" Saya kesini untuk ini "

Papah Arven mengeluarkan sebuah foto dan memberikan kepada Arven

" Anda ingin menjodohkan saya dengan perempuan pilihan anda ? "

" Dia dokter Arven, namanya Clara "

" Arven ga perduli, siapapun itu "

" Kamu keras kepala Arven "

" Sama seperti anda bukan ? "

Arven bangun dari kursi miliknya, dan mulai berbicara dengan nada cukup tinggi.

" Selama ini anda kemana ? "

" Saat saya sedang melawan hidup dan mati "

" Saat saya rapuh "

" Bahkan saat saya butuh seseorang "

" Anda tidak ada, tidak pernah ada malah "

" Dan sekarang anda tiba-tiba hadir untuk menjodohkan saya dengan pilihan anda ? "

" Saya sudah memiliki perempuan yang saya cintai "

Papah Arven tersenyum

" Alena ? "

" Hanya perempuan biasa Arven "

" Bagi anda perempuan biasa, tapi tidak bagi saya "

Papah Arven berdiri dan merapikan bajunya

" Saya tidak perduli, yang jelas kamu harus menikah dengan Clara "

Papah Arven meninggalkan ruangan Arven begitu saja.

Setelah sang Papah keluar, Arven merasakan kepalanya yang kembali terasa sakit.

...

Dari dalam mobil Alena bisa melihat semuanya.

Alena melihat pria paruh baya yang wajahnya hampir mirip dengan Arven

Namun ada yang menarik perhatian Alena..

Sebuah mobil hitam dengan plat nomor yang Alena hafal dan ingat dan juga wajahnya yang nampak tidak asing bagi Alena

" Engga gue ga salah, itu benar mobilnya " ucap Alena dengan tangan yang mengepal kencang

Untuk pertama kalinya, Alena kembali teringat akan masalalu tentang kepergian kedua orangtuanya.

Matanya memanas dadanya terasa sesak saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!