NovelToon NovelToon
Tegar

Tegar

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Poligami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Suami yang pamit bekerja ke luar pulau Jawa ternyata malah menikah lagi dengan orang terdekatnya karena permintaan ibunya yang tak pernah menerima Marissa jadi menantunya, dunia seakan hancur berkeping-keping saat mengetahui hal itu.

"Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?" doaku pada suatu malam dengan bersimbah air mata.

Dalam pencarian suaminya yang menghilang, Marissa menemukan kenyataan ternyata suaminya anak dari penjahat yang telah membunuh ibu dan memisahkannya dengan ayah kandungnya selama 20 tahun.

Apakah Marissa harus mempertahankan pernikahannya ataukah mengikuti keinginan ayah kandungnya untuk bercerai dan menikahi pria yang dia pilih? Simak kisah mereka di novel terbaru Author.

Mohon dukungannya ya, readerku sayang dengan like, favorit dan komen. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

"Kamu harus berjanji untuk bisa mendapatkan Marissa sebagai istrimu. Kabulkanlah keinginan terakhir papa, Bara. Papa mohon kepadamu. Kamu tahu sendiri bukan? Akhir-akhir ini kesehatan Papa semakin menurun. Papa tidak bisa tenang sebelum Marissa dan Damar berpisah. Kamu mau kan kabulin keinginan papa ini?" pinta Alvin sambil menatap sendu ke arah Bara yang benar-benar kehabisan kata untuk menghadapi keinginan ayah angkatnya.

Bara sudah banyak hutang Budi kepada Alvin sejak dia masih kecil dan menjadi gelandangan. Sampai saat ini Bara tidak pernah tahu identitas aslinya dan juga kedua orang tua kandungnya yang tidak pernah dia ketahui sejak dulu.

Bara merasa iba kepada Alvin yang sudah lama menderita karena perbuatan Rudi yang sudah merebut wanita yang paling dia cintai bahkan merusak kebahagiaan mereka sampai akhir.

"Pah, Marisa dan Damar saling mencintai. Apakah mungkin saya bisa memisahkan mereka? Rasanya aku tidak tega untuk melakukan itu. Apakah tidak bisa Papa mencoba untuk membuka hati dan menerima pernikahan mereka?" Bara masih terus berusaha untuk membujuk Alvin agar bisa meluluhkan hatinya dan membatalkan permintaannya untuk memisahkan Marissa dan Damar.

Jauh di dalam hati Bara dia tidak ingin suatu saat dirinya dibenci oleh Marissa apabila kenyataan itu terungkap. Dia sayang kepada Marissa sebagai seorang adik yang sebelumnya tidak pernah dia miliki di dalam hidupnya.

"Papa Mohon Kepadamu Bara hanya ini keinginan terakhir Papa sebelum meninggalkan dunia ini," Air mata tanpa terasa menetes di kelopak mata tua milik Alvin yang selama ini selalu menderita dan diliputi kesedihan karena keluarganya yang tercerai-berai karena perbuatan Rudi yang jahat.

"Pah itu terlalu kejam dan aku takut kalau Marissa akan membenciku selamanya." Bara masih saja menolak keinginan Alvin untuk memisahkan putrinya bersama anak dari musuh besarnya.

Alvin menatap ke arah jendela. Dimana Marissa dan Faqih saat ini terlihat sedang bermain di kolam renang yang ada di Mansion mereka.

"Papa hanya takut Marissa akan dimanfaatkan oleh Damar dan juga Rudi jika Papa sudah meninggal. Kamu tahu sendiri bahwa Papa sudah berjuang sangat keras untuk perusahaan keluarga kita. Papa tidak rela musuh Papa yang sudah membunuh istriku mendapatkan apa yang dia inginkan."

Bara bisa merasakan kesedihan yang luar biasa yang saat ini dirasakan oleh Alvin. Dialah yang selama ini menjadi saksi hidup. Bagaimana Alvin begitu menderita sejak kematian istrinya. Bagaimana Alvin telah berusaha sangat keras untuk mencari keberadaan Marisa yang berpisah darinya lebih dari 20 tahun lamanya.

"Apakah kamu mau kalau Papa meninggal dalam keadaan penasaran dan tidak tenang?" Bara tersentak mendengar ucapan Alvin yang begitu tegas dan penuh penekanan.

"Papa selama ini sudah membesarkanmu dan memberikan kehormatan sebagai pemimpin grup keluarga kita. Apakah kau tidak bisa mengabulkan permintaan terakhir papamu ini?" Alvin terus saja mendesak Bara untuk mengabulkan keinginannya.

Bara begitu tersentak ketika melihat Alvin yang langsung bersimpuh di kakinya dan memohon dengan air mata yang mengalir begitu deras.

"Papa, tolong bangun! Jangan lakukan ini padaku. Aku benar-benar tidak pantas mendapatkan semua ini. Seharusnya akulah yang bersujud padamu dan mengucapkan ribuan terima kasih atas budi baikmu selama ini kepadaku. Aku mohon Pah. Bangunlah!" Alvin terus menggeleng dan menolak permintaan Bara untuk bangkit.

Hati Bara rasanya seakan terhiris karena perbuatan Alvin yang begitu memaksanya.

"Baiklah, Pah. Aku berjanji akan melakukan permintaan papa. Aku akan memisahkan mereka lalu menikahi Marissa. Tapi Pah, kalau Marissa tidak bisa mencintaiku, mohon Papa untuk bisa menerima kenyataan itu." Alvin langsung memeluk Bara dengan rasa syukur yang begitu besar di hatinya.

"Papa yakin kamu akan bisa membuat Marissa mencintaimu dan mengalihkan dunianya dari seorang Damar. Papa akan selalu membantu kamu untuk bisa bersatu dengan Marissa." Alvin begitu bahagia seakan beban berat yang ada bahunya selama berbulan lamanya, kini telah terangkat dengan janji yang sudah diberikan oleh Bara kepadanya. Dia kini bisa bernafas lega.

"Baiklah sekarang kau kembalilah ke kamarmu dan istriratlah. Besok, mulailah untuk menyusun rencana untuk memisahkan mereka berdua. Papa pasti akan membantu dan mendukung kamu. Jangan kecewakan Papa dengan masalah ini. Paham?" Alvin menatap mata Bara dengan lekat.

Bara benar-benar kehabisan kata-kata dalam menghadapi Alvin yang sejak dulu selalu saja keras kepala dan senang memaksakan kehendaknya.

"Baiklah Pak, aku beristirahat dulu. Papa juga jangan lupa untuk beristirahat. Kesehatan Papa tidak boleh terganggu karena masalah seperti ini. Bara pasti akan berusaha untuk mewujudkan keinginan papa." Alvin mengangguk.

Setelah memastikan Alvin tidur dengan lelap, Bara pun kemudian kembali ke kamarnya dan mulai memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia tempuh untuk mewujudkan keinginan Alvin.

"Marissa, tolong kau maafkan aku. Kalau aku akan membuatmu menderita dengan hal yang akan kulakukan di masa depan untuk memisahkanmu dengan Damar. Semua ini demi pesan dan keinginan terakhir ayahmu yang mengkhawatirkan masa depanmu." Bara terus menatap ke arah Marissa dan Faqih yang begitu bahagia setelah kembali bersama.

Bara tahu kalau selama ini Marissa dan Damar sering bertemu di luar tanpa sepengetahuan Alvin.

Tetapi Alvin bukanlah orang sembarangan yang bisa dikelabui oleh mereka berdua. Pegawai bayangan selama ini selalu mengawasi tindak-tanduk Marisa dan melindunginya dari marabahaya.

24 jam mereka selalu melindungi Marissa tanpa dia sadari. Mereka setiap saat selalu melaporkan setiap kegiatan Marissa kepada Alvin. Mustahil bagi Alvin tidak mengetahui pertemuan Marisa dengan Damar yang dilakukan secara rahasia.

Hal itulah yang membuat Alvin menjadi tidak percaya kepada Damar yang sudah berjanji akan membuat jarak dari Marissa sebelum dia berhasil membuktikan ketulusan cintanya terhadap putrinya.

Alvin tidak bisa tenang menyerahkan Marissa kepada laki-laki seperti itu yang tidak bisa memegang teguh janji yang sudah dia buat.

Sejak dulu Alvin begitu menyayangi Bara sebagai anaknya sendiri dia tidak akan pernah membiarkan anak yang sudah dia besarkan sejak kecil pergi dari kediamannya dan meninggalkan bisnis keluarga yang sudah dirintis dan dibesarkan oleh Bara dengan begitu baik sehingga besar seperti sekarang.

"Aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. Marissa, aku sayang sama kamu. Aku ingin selalu melihat senyummu. Tetapi kesehatan Papa saat ini benar-benar sedang riskan. Aku hanya bisa berjanji untuk membuat dia merasa tenang karena keinginannya terwujud. Tolong kau maafkan aku. Aku memiliki hutang budi yang begitu besar terhadap ayahmu yang tidak akan pernah bisa kubayar sampai aku mati. Maafkan aku!" Bara kemudian terlihat menghubungi seseorang dan berbicara secara serius dengan orang tersebut.

Bara kemudian memilih untuk tidur. Dia merasa lelah luar biasa dengan beban dan tekanan yang begitu besar yang dia terima hari ini dari Alvin. Bara membutuhkan istirahat untuk mewaraskan otaknya agar tidak stress dan jatuh dalam keputusasaan.

1
nining
udah tamat aja🤣
nining: sabar ya....padahal menurut aq ceritanya menarik....tetep semangat ya
total 2 replies
Apriyanti
knp Marissa nya di bikin meninggal thor,, trus gimana dengan Celine yg blom ketangkep,, Celine kan ikut andil jg dlm penculikan Marissa SM faqih
Apriyanti: iya thor
total 4 replies
Hanisah Nisa
thanks
Nur hapidoh: sama2kak
total 1 replies
Nur hapidoh
Alhamdulillah akhirnya seles juga novel ini dengan baik
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tungggu episode berikut nya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tunggu episode berikutnya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
lanjut kk
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
bara Marissa damar.......binggung...
Nur hapidoh: sama kak, aku juga 😁 makanya nanya ke kalian
total 1 replies
nining
marissa bara dong
Nur hapidoh: bara ganteng pula 😂
total 1 replies
Apriyanti
bingung jg thor barra baik,, damar baik
lanjut thor
Apriyanti: iya thor😅
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
di tunggu bab berikut nya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
nining
lanjut kk...di tunggu bab berikutnya
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
kamu jgn bodoh Marissa,, benar apa kata bara nyawa di balas nyawa
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!