NovelToon NovelToon
Gara-gara Turun Ranjang

Gara-gara Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Ibu Pengganti / Aliansi Pernikahan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:852.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: LichaLika

JUARA 1 Event Sweet Marriage

Rania, gadis tomboi yang memiliki saudari kembar terpaksa menikahi kakak iparnya sendiri karena wasiat terakhir dari kakak kembarnya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Evan Anthony. Kakak ipar super jutek dan menyebalkan adalah pria yang akan menjadi suami Rania. Lantas, mampukah Rania bertahan dalam kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dicintainya?

"Aku menikahimu hanya karena wasiat istriku, tidak lebih! Jadi, jangan berharap aku akan menyentuhmu dan menganggapmu sebagai seorang istri!" (Evan Anthony)

"Aku tidak pernah bermimpi untuk disentuh oleh pria sepertimu. Jadi, tidak perlu khawatir! Aku tidak akan mengganggumu!" (Rania Tyas Permata)

Lantas, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apa jadinya jika tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Di saat Evan sedang garuk-garuk kepalanya memikirkan fitnahan dari sang anak. Tiba-tiba Junior mendekati sang papa dengan berkacak pinggang. Seolah dirinya sedang menginterogasi papanya sendiri.

"Papa!" seru bocah itu yang membuat Evan terkejut.

"Eh Junior, ada apa, Nak? Kamu sudah siap? Hari ini kita pulang ke rumah!" jawab Evan.

"Junior mau tanya dulu sama Papa!" sahut bocah itu dengan tegas sehingga membuat Evan pun ikut serius.

"Kamu mau tanya apa sama papa?" Evan mengajak putranya duduk sebentar. Sementara itu Rania masih melanjutkan beberes baju-baju mereka untuk dimasukkan ke dalam koper. Sambil melirik sejenak obrolan anak dan ayah itu.

"Papa harus jawab jujur pertanyaan Junior!" ucap bocah itu seolah dirinya adalah seorang polisi yang sedang menginterogasi penjahat.

"Hmm iya, Papa akan jujur. Katakan apa yang ingin kamu tanyakan?"

"Apa papa semalam tidur?" pertanyaan pertama Junior seketika itu Evan menggerak-gerakkan bola matanya.

"Iya tidur. Kamu lihat sendiri Papa tidur di bawah sini, kamu di atas sama mama!" jawab Evan sambil menunjuk ke sebuah kasur di mana semalam dirinya sedang bersenang-senang dengan Rania di atas kasur yang terletak di atas lantai tersebut.

"Harusnya papa jangan tidur dong!" ucap Junior yang sontak membuat Evan dan Rania membulatkan matanya.

"Loh, kenapa nggak boleh tidur? Memangnya papa petugas ronda!" sahut Evan.

"Iya dong! Tuh leher Mama jadi merah-merah karena digigit semut. Papa sih tidur mulu jadi nggak tahu kalau ada semut yang gigit leher Mama, huuuuhhh papa payah!"

Sontak, ucapan bocah polos itu membuat Evan tersenyum kecut sedangkan Rania terlihat menahan rasa ingin tertawa karena Junior sangat percaya dengan apa yang dikatakannya.

"Hehehe iya, papa nggak tahu kalau ada semut yang gigit leher mama kamu, papa ketiduran. Tapi, jika ada semut yang naik ke tempat tidur dan gigit leher mama kamu. Kenapa semutnya nggak gigit leher papa duluan? Kan papa tidurnya di bawah!" ucap Evan.

"Ya nggak maulah semutnya gigit Papa. Daging papa itu alot dan pahit. Makanya semutnya pilih gigit leher mama aja yang empuk dan rasanya manis," celetukan Junior tentunya membuat Evan langsung membatin. "Ya elah nih anak. Tahu aja kalau daging mamanya empuk dan manis. Itu yang nggak bisa bikin Papa tidur, pingin icip terus!"

"Pokonya mulai sekarang Junior yang akan jagain mama. Papa selalu teledor, udah bikin kaki mama sakit, udah gitu bikin leher mama digigit semut lagi! Junior nggak akan biarkan papa nyakitin mama lagi!" sambung sang bocah yang membuat Evan dan Rania saling menatap.

"Suka-suka kamu lah, Jun. Meskipun kamu jauhkan mama mu dari papa. Tapi papa tetap bisa mencuri mamamu, karena mamamu pasti juga nggak mau jauh-jauh dari papa," Evan membatin sambil menatap wajah istrinya dengan tatapan nakal.

*

*

*

Setelah drama interogasi selesai, hari itu juga, Evan mengajak istri dan anaknya kembali ke kota. Masa liburan mereka sudah selesai dan akhirnya hubungan Evan dan Rania semakin mesra. Mereka telah menjadi sepasang suami istri yang saling membahagiakan satu dengan yang lainnya. Demi Junior yang sudah menguatkan cinta mereka.

"Kami pamit pulang, Yah, Bu!" seru Rania sambil mencium tangan ayah dan ibunya. Begitu juga dengan Evan juga berpamitan dengan kedua mertuanya. Tak lupa, Junior juga mencium tangan kakek dan neneknya.

Setelah berpamitan kepada bu Aisah dan pak Handoko, Evan dan Junior berjalan ke mobil terlebih dahulu. Rania masih didampingi sang ibu yang terlihat berat melepaskan putri tercinta. Namun, bagaimanapun juga sekarang Rania sudah berstatus sebagai seorang istri. Sehingga bu Aisah harus iklhas dan lapang dada. Wanita itu pun memberikan nasihat kepada putrinya sebelum Rania kembali ke rumah sang suami.

"Hati-hati di jalan! Rania, ibu berpesan sama kamu. Kamu harus menuruti perintah suamimu. Ingat, Nak! Surga istri ada pada suaminya. Jangan sekali-kali membantah perintahnya. Jadilah seorang istri yang shalihah yang terlihat menyenangkan di mata suami. Ayah dan ibu di sini selalu mendoakan kebahagiaan rumah tangga kalian. Dan tentunya kami juga berdoa supaya Junior segera diberikan adek secepatnya," seru bu Aisah sebelum putrinya pergi.

"Inshallah, Bu. Rania akan selalu mengingat nasihat ibu, Rania akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga. Doakan agar rumah tangga kami selalu bahagia dan selalu mendapatkan ridho dari Nya," balas Rania yang juga terlihat berat meninggalkan kedua orang tuanya.

"Tentu saja, Nak. Ayah dan ibu selalu mendoakan untuk kebahagiaan kalian semua. Kakakmu Rina pasti bahagia melihat kalian dari surga. Kamu harus menepati janjimu kepada almarhum kakakmu untuk menjaga mereka berdua. Evan dan Junior!" ucap bu Aisah sembari menatap wajah putrinya.

Pada akhirnya, setelah Rania sungkem kepada ayah dan ibunya untuk kembali ke kota tempat tinggal sang suami. Ia pun segera pergi ke suaminya yang sudah menunggu di dalam mobil.

*

*

*

Selama dalam perjalanan, Evan terus menghibur istrinya dengan sesekali mengusap rambut Rania. "Jangan sedih dong! Nanti kalau aku libur lagi. Pasti aku akan mengajakmu ke sini lagi." ucap Evan sambil tersenyum.

Rania menganggukkan kepalanya pelan. Sementara itu sang bocah yang duduk di kursi belakang tampak waspada jika saja sang papa menyakiti mamanya.

"Kok mereka baik-baik saja? Papa kelihatan sayang banget sama mama. Tapi kenapa papa tega sama mama. Membiarkan mama terjatuh dan kakinya sakit. Sekarang diulangi lagi dengan membiarkan leher mama digigit semut," batin Junior sambil memperhatikan gesture sang papa.

Junior terus memperhatikan bagaimana sikap sang papa kepada mamanya. Junior masih berpikir bahwa sang papa lah yang membuat leher sang mama merah-merah. Ia masih sangat khawatir jika sang papa menyakitkan sang mama lagi seperti semalam.

"Pegangnya jangan lama-lama, Pa!" sahut Junior dari kursi belakang sambil menyilangkan kedua tangannya melihat sang papa yang sedang mengusap rambut mamanya.

Seketika Evan melepaskan tangannya dan bertanya. "Loh kenapa?"

"Nanti lama-lama rambut mama papa jambak." jawab bocah itu. Evan pun tertawa kecil mendengar ucapan dari sang anak.

"Astaghfirullah, Junior. Mana mungkin papa jambak rambut mama kamu," sahut Evan yang sangat heran dengan sikap protektif putranya kepada sang istri.

Mendengar ucapan dari sang papa. Junior mendadak duduk di kursi depan dan memeluk sang mama sambil berkata kepada Evan. "Pokoknya tidak boleh ada yang menyentuh mamaku! Junior akan melindungi mama biar Papa nggak nyakitin mama lagi!" ucap bocah itu sambil menatap sinis kepada papanya.

"Loh, Junior nggak boleh gitu dong! Ini istri papa loh!" Evan justru semakin menggoda sang anak dengan mencium pipi istrinya berkali-kali. Sehingga membuat Junior semakin kesal.

"Ihhh papa! Nggak boleh papa sentuh-sentuh mamaku!" sahut Junior sambil mengusap-usap pipi Rania yang terdapat bekas ciuman dari sang Papa.

"Ini istriku!" sahut Evan.

"Mamaku!" balas Junior.

"Istriku!"

"Mamaku!!"

Keduanya tampak sedang merebutkan kasih sayang Rania. Sedangkan Rania dibuat pusing dengan ulah keduanya.

"Udah stop! Kenapa sih kalian itu bertengkar terus? Kita ini sedang dalam perjalanan pulang. Evan, Junior. Bisa nggak sih kalian tenang dan diam!" sahut Rania kepada keduanya.

Bak kerbau yang sudah dicocok hidungnya. Seketika Evan dan Junior akhirnya diam dan berhenti bertengkar.

BERSAMBUNG

1
Lisna Wati
ga jelas di akhir nya
yeni NurFitriah
Evan udah lihat dan rasain,yakin ga akan nyentuh Rania..?😏
yeni NurFitriah
Bisa aja Junior utk mendekatkan Ayah dan ibu sambungnya.
Bunda
Baru awal sudah bertaburan bawang😭😭
Adi Saputra
bagus
hayasna
Bener kok, tetangga aku jatuh dari kursi di rawat 1 hari di igd besoknya meninggal
Katherina Ajawaila
hamil lg Rania nyusul. lisa🥰
Katherina Ajawaila
lisa hamil pasti 😘
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
itu sih maunya PP junior, lembur terus lg kejar target PP🤪
Katherina Ajawaila
Evan somplak udh lama ngk cuci gudang sih ya van🤭
Katherina Ajawaila
itu namanya tes drive Rania, pasti gas pool 🤣
Ni Wayan Sudarni: wkwkw, ada aja idenya dg istilah test Drive tapi emang betul betul betulll wkwkw
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Evan antene nya udh SMP k ubun2 Rania, sakit tuh kepala ya van🤪
Katherina Ajawaila
junior, cerdas utk anak umur 5 thn, nmnya juga anak millenial 🥰
Katherina Ajawaila
seru juga, Evan terlalu frontal sih tuh mulut, blm tentu org tomboy itu gampangan, enak aja kalau bicara evan ngk di ayak dulu😁
Katherina Ajawaila
nyosor2 an kaya soang aja 🤣
Katherina Ajawaila
junior jadi pembatas menghilang ya udh bablas deh tangan pd bergerilya 😛
Katherina Ajawaila
lucu jugaberdua sama2 gengsi tapi butuh 😘
Katherina Ajawaila
sedih amat, Amanatnya berat amat, kalau ipar mau, kalau ngk tiap. hari orang mulu🥸
Erha Print
kasian rania di hina terus ma suaminye..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!