NovelToon NovelToon
I Am Torres

I Am Torres

Status: tamat
Genre:Sistem / Tamat
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: DaoistXvucw

Seorang pemuda bintang biru terlahir kembali menjadi El Nino Fernando Torres, lihatlah bagaimana ia menaklukkan lapangan hijau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoistXvucw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Awal Sebuah Tragedi

Totti membawa bola dan bersiap untuk melakukan kick off setelah mendapatkan hak bola pertama.

Torres menatapnya dengan serius dan Totti pun mengangguk diam-diam.

Dengan peluit wasit, pertandingan Final Copa Italia leg pertama antara AS Roma dan Juventus telah dimulai.

Torres mengoper bola pada Totti, Totti mengoperkan bola kepada Emerson.

Melihat AS Roma yang memainkan bola, para pemain Juventus tidak terburu-buru untuk menekan dan menunggu di area mereka sendiri.

Capello sedikit tenggelam, meskipun AS Roma memiliki Totti dan Kaka untuk mengalirkan bola, ditambah poin Torres di depan, mereka sama sekali tidak bisa memainkan penguasaan bola untuk melakukan usaha ofensif.

Taktis AS Roma lebih condong menuju taktik serangan balik cepat dan pengeboman tanpa pandang bulu.

Capello mengambil buku catatan miliknya dan menuliskan sesuatu.

Dia menuliskan nama-nama yang sudah tidak dibutuhkan olehnya dan nama-nama calon penggantinya, bahkan Capello menggambarkan prototipe taktis dengan nama-nama tersebut.

Meskipun Capello sedikit tidak senang, tapi dia sama sekali tidak khawatir dengan kondisi timnya, hanya karena jaminan 1 orang, Torres.

Torres menyarankan taktik penguasaan bola dan Capello pun menyanggupi permintaannya setelah beberapa pertimbangan, Capello memberikan Torres hak instruksi tertinggi di lapangan.

15 menit berlalu dengan tenang, AS Roma hanya mengoperkan bola di area mereka sendiri, gambaran AS Roma yang saling mengoper di area setengah lapangan mereka sendiri dan Juventus yang bertahan di area setengah lapangan mereka membuat para penonton sangat tidak puas.

Hingga pada akhirnya, pemain Juventus tidak tahan lagi dan mulai menekan para pemain AS Roma.

Torres yang mundur akhirnya tersenyum, zebra akhirnya memasuki perangkap serigala.

Trezeguet, Del Piero, dan Nedved saling bekerjasama untuk mengecilkan ruang gerak para pemain AS Roma.

Tapi Totti, Kaka, dan Torres dengan terampil menghindari agresi mereka, Emerson bahkan maju untuk membantu.

Pertandingan secara bertahap meningkat.

Kaka yang menggiring bola ditabrak oleh Davids dan membuat Juventus melakukan pelanggaran pertamanya.

Seolah tidak terima, Tommasi menjegal Del Piero yang ingin mengambil umpan dari Conte, Collina meniupkan peluitnya untuk yang kedua kalinya.

Tak hanya AS Roma yang merasakan kemarahan, tapi Juventus juga merasakan kemarahan dan keluhan mereka saat mendapatkan tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh wasit.

Oleh karena itu, saat menghadapi AS Roma, penggagas awal hal tersebut, pemain-pemain Juventus merasakan emosi yang tidak stabil.

Seolah merasakan bahwa pertandingan akan segera mulai tidak berada dibawah kendalinya, Collina memberikan kartu kuning pertama sebagai peringatan bagi kedua tim setelah Davids melanggar Torres.

Saat Torres dilanggar, pemain AS Roma buru-buru melindungi Torres dan meraung ganas kepada Davids.

Pemain Juventus lainnya tidak terima dan membantu Davids keluar dari pengepungan para pemain AS Roma.

Bentrokan skala kecil ini berakhir setelah Davids mendapatkan kartu kuning, tapi para pemain Juventus sama sekali tidak puas sedangkan pemain AS Roma bertepuk tangan melihat keputusan wasit.

Torres bangkit dan sedikit tersenyum saat merasakan emosi pemain Juventus yang secara bertahap diluar kendali.

Tahap pertama dalam rencananya telah berhasil dilakukan.

Torres menatap Totti dan Totti akhirnya mengangguk.

Dengan jarak sekitar 30 meter dari gawang Juventus, Totti berdiri untuk bersiap melakukan tendangan bebas di menit ke 25 pertandingan.

Area kotak penalti Juventus dipadati oleh banyak orang, Buffon dengan tegas mengatur para pemain Juventus untuk menandai pemain-pemain AS Roma.

Torres dijaga oleh bintang pertahanan Prancis, Lilian Thuram, menyeringai pada Thuram, Torres sedikit mengencangkan tubuhnya dan memberikan kekuatan saat tubuhnya berkonfrontasi dengan Thuram.

Thuram sedikit terkejut saat merasakan kekuatan tubuh Torres.

Dengan peluit wasit, Totti mengirimkan umpannya menuju area penalti Juventus yang dipadati oleh banyak pemain kedua tim.

Torres berlari menuju arah bola jatuh, daya ledak tubuhnya meledak dengan ganas seperti hulu ledak nuklir, meraih bola pertama kali dan menendang kearah belakang.

Buffon yang pada awalnya ingin menangkap bola sedikit santai saat melihat Torres menjauhkan bola, tapi pupil matanya mengecil saat Kaka lah yang mendapatkan bola.

Buffon melakukan penyelamatan dengan tergesa-gesa tapi Kaka telah melakukan tembakan kearah pojok kanan atas gawangnya.

Meskipun reaksi Buffon sangat mengesankan, dengan persiapan yang kurang tapi ia masih dapat menyentuh bola dengan ujung jarinya, tapi bola terlampau kencang dan menuju pojok gawang miliknya dengan akurat yang membuatnya harus kebobolan.

Kaka meraung keras saat melihat bola memasuki gawang Juventus, bahkan Kaka yang selalu santai kehilangan ketenangannya dan merasa sangat bersemangat.

Berlari ke ujung lapangan, Kaka berseluncur kearah penggemar AS Roma yang hadir.

Penggemar AS Roma berteriak dengan antusias dan menyanyikan lagu kebanggaan mereka Roma Roma Roma dengan serempak, di sela-sela, Torres tertawa dan bergumam, langkah kedua berhasil.

Setelah kebingungan sesaat, penggemar Juventus pulih dan memberikan ejekan besar untuk menutupi suara penggemar AS Roma.

Collina meniup peluit dan menyatakan bahwa gol AS Roma sah.

Dengan assist brilian Torres dan tembakan yang sempurna dari Kaka, AS Roma berhasil unggul 1 gol dan mendapatkan keuntungan gol tandang.

Buffon mengambil bola dari gawangnya dengan ketidakpuasan, Del Piero datang dan mengambil bola, "Jangan khawatir, itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya." hibur Del Piero.

Del Piero kemudian berlari untuk melakukan kick off.

Del Piero yang membawa bola dan menempatkannya di titik tengah lapangan, Collina kemudian menatap kedua tim dengan tatapan tajam, melihat kedua tim yang sudah siap, Collina meniupkan peluitnya untuk kick off.

Dan setelah AS Roma unggul, AS Roma kembali pada taktik pertahanan Capello yang membuat Lippi, pelatih kepala Juventus menggertakkan giginya karena kesal.

Tapi bahkan sebenarnya, kedua pelatih kepala dikenal dengan doktrin 1-0 nya, mereka adalah pelatih yang sama-sama konservatif dan mengutamakan pertahanan lebih dari apapun.

Menit ke 29, umpan Conte kepada Trezeguet dipatahkan oleh Samuel.

Menit ke 31, Nedved melakukan operan satu dua dengan Del Piero yang diakhiri dengan tembakan Del Piero, namun Vidic menutupnya dengan tepat waktu.

Gelombang ofensif Juventus terus berlanjut hingga menit ke 39, Nedved melakukan tembakan jauh yang masih berada diatas mistar gawang.

Setelah itu, tempo permainan Juventus melambat dan sedikit mengambil nafas setelah mengirimkan banyak usaha ofensif.

Tapi, Torres yang telah menunggu timing ini, memberikan instruksi untuk melakukan serangan ganas yang mencekik.

Langkah ketiga dalam rencananya, dimulai.

Kedua bek sayap, Grosso dan Cafu melangkah maju untuk membantu lini ofensif AS Roma yang membuat Lippi dipinggir lapangan menatap Capello dengan curiga.

Selain itu, Emerson dan Lima juga ikut membantu.

Dibawah kecurigaan Lippi, Capello sebenarnya berkeringat dingin saat melihat situasi AS Roma dan menatap Torres dengan ganas, hati tua nya yang terbiasa konservatif tidak dapat melihat taktik agresif yang di matanya penuh dengan resiko.

Menit ke 41, tembakan keras Torres masih dapat diselamatkan oleh Buffon.

Menit ke 42, AS Roma mendapatkan tendangan sudut, namun sundulan Cafu masih dapat sekali lagi diselamatkan oleh Buffon.

Menit ke 44, Emerson mematahkan bola di kaki Conte, dan mengopernya pada Totti, Totti mengoperkan bola kepada Torres.

Torres mendapatkan bola dan berakselerasi dengan cepat, menghadapi Davids yang telah mendapatkan kartu kuning, Torres dengan mudah mengguncangnya karena Davids ragu-ragu untuk melakukan pelanggaran.

Tacchinardi berlari dan menghalangi Torres, Torres dengan mudah menipunya dengan gerak kaki yang super cepat.

Torres terus berakselerasi hingga berhadapan dengan Zambrotta, dengan Thuram dibelakangnya dan Tacchinardi serta Davids yang mengejar di belakang, rantai pertahanan Italia yang akrab.

Torres sedikit tersenyum dan berlari dengan penuh kekuatan saat menerobos Zambrotta.

Keseimbangan antara seni dan kekuatan ada pada dirinya, yang membuat Torres memiliki banyak penggemar, penggemar yang menyukai gerak kaki pemain bola dan penggemar yang menghargai kekuatan mengidolakan sosok Torres.

Setelah menerobos pertahanan Zambrotta dengan kekuatan murni, saat menghadapi Thuram, Torres menggunakan teknik roulette yang sangat akrab bagi Thuram, karena pada saat sesi pelatihan tim nasional Prancis, Zidane kerap kali menggunakan teknik ini untuk mengguncangnya.

Thuram tertawa saat Torres menggunakan teknik yang sangat akrab ini, Thuram melangkahkan kakinya untuk merebut bola.

Tapi, Torres tersenyum licik saat Thuram mengambil umpan yang ia taruh, Torres dengan cepat menghentikan bola dan menggunakan tumitnya untuk menendang bola melewati ************ Thuram.

Torres berbalik dan berakselerasi mengejar bola, Buffon juga ikut menyerang, namun daya ledak Torres tercerminkan sepenuhnya, ia pertama kali mendapatkan bola dan menendang bola ke sebelah kanan untuk menghindari sergapan Buffon.

Bek tengah Juventus lainnya, Iuliano, berselancar untuk menekel Torres dengan ganas, tapi Torres berputar dan membuatnya menghindari tekel Iuliano.

Iuliano bertabrakan dengan Buffon namun keduanya tidak peduli, mereka menatap Torres dengan putus asa saat Torres berhadapan dengan gawang kosong.

Torres melambat dan berbalik untuk melihat para pemain Juventus yang putus asa, dengan senyum meremehkan dan merentangkan kedua tangannya, Torres seperti raja yang menaklukkan wilayah musuh.

Seorang fotografer dengan cepat mengabadikan momen ini, Torres yang menghadapi gawang kosong Juventus menunjukkan nomor punggung 12 miliknya sambil merentangkan kedua tangannya, bola di belakang kakinya bergulir perlahan menuju gawang Juventus.

Buffon dan Iuliano yang bertabrakan menatap Torres dengan putus asa, Thuram, Zambrotta, Tacchinardi, dan Davids yang kembali dengan panik, Juventus menjadi papan latar belakang abadi untuk momen bersejarah Torres.

Bertahun-tahun kemudian, orang-orang akan mengatakan bahwa ini adalah Hari Tragedi Juventus.

1
orang_gabut16
saking jelek nama nya Ampe Di sensor 🤣🤣🤣
Mr HUGA
Luar biasa
Mr HUGA
sayang s'x.... padahal ini cerita yang menarik
ardian lewatz
trus semangat min
Lari Ada Wibu
😞
Suryavajra
sebenarnya ceritanya bagus, hanya sayang sekali nama striket disensor karena alasan tidak jelas. Bacanya jadi kurang nyaman saja.
Suryavajra
*** 😭😭😭😭😭😭
Suryavajra
😭😭😭😭😭
Suryavajra
****** *** ***** *** 😭😭😭
Suryavajra
😭😭😭😭😭 kebanyakan sensor.. nama pemain bola jadi ****
Suryavajra
wah, sedang seru baca, ketemu sensor yang kali ketiga 😭😭😭
Suryavajra
nama striket yang disensor dari Deportivo la Coruna B siapa kak?
Lari Ada Wibu
lanjut thor
Rama Suryawan
up/Drool//Drool//Drool//Drool/
Buana Lukman
bagus
Shedy
jika dia sudah jadi raja bola apakah akan langsung tamat thor?
Shedy
lamjut thor
Buana Lukman
bagus
White Fang
lama gak up ni wk
Lari Ada Wibu
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!