NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Kota Untuk Berkumpul Kembali

Di hari berikutnya, setelah selesai berburu dan mencari tanaman obat mereka pun berniat pulang ke rumah.

Namun langkah Ipul terhenti sejenak, melihat seekor burung elang yang ada di atas pohon berbicara padanya.

“Ternyata di sini tuan rupanya.!” Kata burung elang yang ada diatas pohon tersebut.

“Kami mencari tuan ke mana-mana tapi tak menemukan tuan.” Tambahnya

“Kami kira sudah tidak bisa lagi mengikuti tuan, syukurlah ternyata kita cuma terpisah.” Sang burung elang tersebut berbicara lewat telepati.

“Apakah itu kamu El..?” Tanya Ipul kepada burung tersebut.

“Iya Ini aku tuan.!” Sang Elang menjawab sembari terbang dan hinggap ditangan kiri Ipul.

“Syukurlah kita bisa bertemu lagi El.! Kata Ipul melanjutkan

Burung yang ada ditangannya pun menganggukkan kepalanya.

Melihat ada seekor burung elang yang nangkring ditangan Ipul, Ivie pun sedikit kaget dan sembari bertanya.

“Apakah burung itu peliharaan tuan..?” tanya Ivie penasaran kepada Ipul yang sedang berdiri dihadapannya.

“Iya Ivie, ini burung peliharaan ku.!” Jawab Ipul sambil tersenyum kepada Ivie yang sedang memperhatikan burung yang ada ditangannya itu

“Hebat, siapa namanya tuan..?” Tanya Ivie lagi

“Ehmm .. namanya Erlang.” Jawab Ipul sedikit ragu.

Karna sebelumnya Sang Elang itu belum pernah di beri nama olah Ipul.

“Wah nama yang keren..!” Ujar Ivie sembari tersenyum manis.

Lalu gadis kecil itu pun memperkenalkan dirinya.

“Nama ku Ivie, salam kenal ya Erlang.” Ucap Ivie sembari memperkenalkan diri.

Sang Elang hanya menganggukkan kepalanya ke arah Ivie.

“Wah..! apakah dia mengerti apa yang aku katakan tuan.?” Tanya Ivie kepada Ipul penuh rasa penasaran.

“Sepertinya iya mengerti Ivie.!” Jawab Ipul

“Apakah aku boleh mengelus-elus nya tuan.?” Tanya Ivie meminta.

“Boleh, ini cobalah elus.!” Jawab Ipul sembari mendekatkan burung yang ada ditangannya.

Lalu Ivie pun dengan hati-hati mengelus punggung burung itu, dan seketika burung itu pun terbang dan berpindah duduk ke keranjang yang dibawa Ivie.

Ivie pun terkejut melihat burung tersebut tiba-tiba saja bergerak terbang, ia hampir mengira burung tersebut tidak ingin dipegang olehnya. Tapi ternyata burung tersebut malah ingin mendekatinya.

Karena melihat burung tersebut duduk di keranjang yang ia bawa, Ivie pun merasa sangat lalu ia pun berlari dan berputar seperti sedang menari bersama sang burung.

Melihat Ivie yang sangat bahagia hari, Ipul pun tersenyum bahagia.

Sesampainya mereka di rumah, setelah meletakan hasil buruan yang didapatnya hari ini di tempat biasa. Ipul dan Erlang pun duduk berdua di teras kecil depan rumah Ivie.

Erlang menceritakan semua yang terjadi saat mereka terpisah dengan Ipul sampai dengan sekarang.

“Oohh., jadi mereka ada di kota Dooms ya.?” Tanya Ipul.

“Iya, mereka masih menunggu di sana tuan.” Jawab Erlang.

“Baiklah. Selepas makan siang kita akan ke sana untuk menjemput mereka.!” Ajak Ipul kepada Erlang.

“Siap Tuan Ku.!” Jawab Erlang lagi.

Sembari makan siang bersama, Ipul memberitahukan bahwa ia akan pergi ke kota Dooms untuk bertemu temannya di sana.

Ipul pun berniat mengajak Ivie untuk ikut pergi bersamanya, namun Ivie menolak karna tidak ada yang membatu neneknya nanti.

Walau pun sebenarnya Ivie ingin sekali pergi ke kota. Tapi karna melihat neneknya, ia harus mengurungkan niatnya untuk ikut pergi ke kota bersama Ipul.

Tapi ia meminta dibawakan oleh-oleh dari kota saat Ipul kembali lagi kesini.

Ipul pun langsung setuju, karna iya mengerti kenapa Ivie tak mau ikut pergi bersamanya. Lalu ia pun berjanji akan membawakan oleh-oleh untuknya dari kota.

Setelah selesai makan siang Ipul pun berpamitan dan berangkat pergi bersama Erlang. Lalu mereka berdua pun berjalan keluar dari desa tersebut.

Karna merasa sudah cukup jauh dari desa, Erlang pun memperbesar dirinya agar bisa terbang membawa tuannya.

“Berpegangan yang erat ya tuanku agar tidak jatuh.!“ Pinta Erlang pada tuanya yang telah duduk di punggungnya.

“Baik El.” Jawab Ipul menenangkannya.

Lalu mereka pun berangkat dengan kecepatan penuh.

Tidak butuh waktu yang lama untuk mereka sampai di perbatasan kota Dooms. Mereka pun mendarat dihutan dekat batas kota, lalu melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki.

Setelah mereka berada di dalam kota, mereka berdua pun berpisah.

Ipul yang ingin pergi mencari oleh-oleh untuk Ivie pun berjalan menuju pasar yang ada di kota tersebut, sedangkan Erlang pergi menjemput Bangkui dan Ishah di suatu tempat.

Mereka pun berjanji akan bertemu di salah satu kedai makan yang ada di tengah pusat kota untuk berkumpul.

Setelah Ipul selesai berbelanja oleh-oleh untuk Ivie dan sang nenek, ia pun pergi menuju kedai yang sudah mereka sepakati.

Setelah masuk ke dalamnya, ia melihat Bangkui dan Isaha sedang duduk dengan seorang pria muda yang tidak ia kenal.

Lalu Ipul pun segera menghampiri mereka dan menyapa.

“Apa kabar kalian.?” Tanya nya sembari duduk disamping Bangkui.

“Kami baik-baik saja tuan..!” Jawab mereka dengan serentak.

Ia pun terkejut mendengar pria muda yang bersama Bangkui dan Ishah ikut memanggilnya tuan.

Dalam hati ia berkata.

“Siapa pria muda itu.? Apakah dia anak mereka berdua.?” tanyanya dalam hati.

Sembari menoleh ke arah Bangkui, Ipul pun bertanya padanya.

“Siapa yang kalian bawa ini Kui.?” Tanya Ipul. Sedikit penasaran.

“Dia adalah kekasih Nyaring tuan ku.!” Jawab Isah sedikit menggoda pria muda yang ada di sebelahnya itu.

Lalu Bangkui dan Ishah tertawa terbahak-bahak melihat pria itu tertunduk malu sembari menahan marahnya.

“Hah.. sungguh.?” Tanya Ipul penasaran dan terkejut saat mendengar jawaban mereka berdua.

Mereka berdua pun semakin terawat terbahak-bahak. Melihat raut wajah tuannya yang terlihat terkejut.

Lalu pria muda itu pun angkat bicara.

“Bukan...!” Teriaknya marah dengan muka yang memerah karena malu.

“Aku bukan kekasih Nyaring tuan.! Aku adalah Erlang tuanku.!” Jawabnya sembari menunduk

“Haah.. kau si El kah.?” Tanya Ipul terkejut melihat Erlang berwujud manusia.

“Benar tuan. Aku bisa merubah wujud ku menjadi manusia setelah engkau beri nama.!” Jawab Erlang sembari menjelaskan.

“hahahaha... Ternyata tuanku hampir percaya kalau pemuda ini adalah kekasih Nyaring El.! Kata Ishah yang masih tertawa terbahak-bahak.

Melihat mereka berdua belum berhenti tertawa, Ipul ikut tertawa melihatnya.

Erlang pun terduduk lemas karna menahan malu.

Lalu setelah itu mereka pun berbincang santai di sana sembari makan malam.

Dan setelah selesai makan malam, mereka pun meninggalkan kedai tersebut lalu pergi menuju penginapan yang sudah mereka pesan dengan berjalan kaki.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!