Juara 🥉 Event Air Mata Pernikahan S3
Ainsley dan Charlie adalah sepasang suami istri yang juga anggota FBI. Mereka bertugas menggagalkan penyelundupan narkotika di pelabuhan New York yang dilakukan oleh mafia bernama John Wilson.
Tapi rencana mereka di ketahui oleh musuh sehingga terjadi baku tembak antara kedua kubu.
John Wilson berhasil kabur, tapi Charlie tidak membiarkannya begitu saja. Dia mengejar John hingga terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan Charlie.
Ainsley terpuruk dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari FBI. Dia terus mencari keberadaan suaminya karena dia tidak percaya suaminya meninggal jika belum melihat jasadnya. Bahkan dia berencana untuk balas dendam.
Tapi beberapa bulan kemudian saat dia berlibur, dia bertemu dengan pria yang mirip dengan suaminya. Tapi sayangnya, pria itu bernama Michael dan mempunyai tunangan.
Siapakah Michael sebenarnya? Dan apakah Ainsley bisa membalaskan dendam kematian suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Ke Apartemen
Keesokan paginya, Ainsley sudah terlihat rapi. Dia berencana untuk pergi ke apartemen, tempat dia tinggal bersama dengan suaminya dulu.
Tentu saja sebelum pergi, dia sudah menyiapkan sarapan untuk kedua tamunya. "Akhirnya selesai juga." ucapnya menyajikan beberapa makanan di meja makan
"Kau mau kemana Ainsley?" tanya Michael tiba-tiba
Ainsley menoleh dan tersenyum. "Aku akan pergi sebentar untuk mencari sesuatu."
"Mencari sesuatu? Bukankah semalam kau bilang kau sudah menemukannya?"
"Iya, tapi aku masih penasaran. Untuk itu aku mau pergi ke apartemenku dulu."
Michael hendak bertanya kembali. Namun tiba-tiba Daisy datang dan menyela. "Kau punya apartemen, tapi malah membawa kami ke rumah jelek ini?" tanya Daisy geram
Ainsley hanya tersenyum tipis. Dia pergi ke dapur untuk mengambil minum tanpa mau menjawab pertanyaan Daisy. Dan hal itu membuat wanita itu semakin geram.
"Aku bicara denganmu, bitc*." teriak Daisy
Michael mengepalkan tangannya mendengar Daisy yang menghina Ainsley. Rasanya dia ingin menampar mulut Daisy yang berani mengatakan hal buruk pada orang yang sudah menolongnya.
Namun mendengar perkataan Ainsley yang merespon dengan santai membuat Michael mengurungkan niatnya.
"Apartemen itu adalah tempat tinggal ku dengan suamiku dulu. Apa kau yakin ingin tinggal di sana?" tanya Ainsley dengan menatap sinis Daisy. Dia sengaja membawa Michael dan Daisy untuk tinggal di rumahnya dulu. Selain di rumah ini aman, Ainsley juga ingin menjaga perasaan Daisy karena di apartemennya penuh dengan foto dirinya dan Charlie.
Tapi sepertinya wanita itu justru salah paham dan mengira jika dia sengaja menyediakan tempat yang tidak layak. Padahal semua itu juga demi keselamatannya.
Daisy menggeram kesal. Dia memilih untuk pergi. Namun ucapan Ainsley membuatnya berhenti sejenak. "Jangan lupa bawa topi mu!! Jangan sampai kau tertangkap oleh anak buah John." ucap Ainsley memperingatkan
Daisy menghentakkan kakinya kesal. Dia kembali ke kamarnya dan mengambil syal, kacamata, dan topi untuk penyamaran. Dia tidak mau berlama-lama tinggal satu atap dengan Ainsley. Rasa cemburunya membuat dia sangat membenci wanita Itu.
"Aku minta maaf atas sikap Daisy, Ainsley." sesal Michael. Dia merasa tidak enak dengan apa yang Daisy lakukan.
"Tidak masalah Mich. Aku mengerti perasaannya." Ainsley memilih menikmati sarapannya. Begitu juga dengan Michael. Dia duduk berseberangan dengan Ainsley dan sesekali dia melirik wanita itu. Dia sangat ingin ikut Ainsley ke apartemennya tapi dia takut hanya akan menyusahkan wanita itu.
"Ada apa Mich?" tanya Ainsley tanpa melihat Michael.
"Ah...em.. I-itu..."
Ainsley meletakkan sendoknya dan menatap Michael . "katakan saja!!" ucapnya
"Bolehkah aku ikut denganmu? Aku bosan di rumah terus sedangkan Daisy selalu pergi entah kemana."
Ainsley nampak berfikir. Sebenarnya berbahaya mengajak Michael pergi bersamanya. Tapi dengan mengajaknya pergi ke apartemen, mungkin akan membantunya mengingat sesuatu.
"Baiklah, kau boleh ikut. Tapi jangan lupa penyamaran mu dan ini..." Ainsley melempar pistol pada Michael. "Bawa ini untuk berjaga-jaga."
Michael melihat pistol di tangannya. Lagi-lagi dia harus memegang benda berbahaya itu. Tapi dia tidak mau bergantung pada Ainsley. Dia harus berani menghadapi bahaya di luar sana. Jika dia berdiam diri, dia tidak akan tahu apakah dia bisa menghadapinya atau tidak.
"Baik." ucap Michael
"Kalau begitu, habiskan makanan mu!! Setelahnya kita berangkat." seru Ainsley
Michael tampak bersemangat dan segera menghabiskan makanannya. Baru setelahnya dia bersiap dengan memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya.
Mereka pergi menggunakan mobil milik Ainsley. Dan setelah menempuh perjalanan selama -+ 1 jam lebih, mereka sampai di apartemen yang cukup mewah di kota New York.
Ainsley dan Michael bersikap seperti orang biasa. Namun dengan kewaspadaan yang tajam. Mereka masuk ke lift bersama dan sejauh ini tidak ada yang mencurigakan. Tapi entah mengapa Ainsley mempunyai firasat yang buruk. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Clara jika saat ini dia dan Michael berada di apartemen. Dia juga meminta Clara untuk mengawasi Henry, apakah pria itu bekerja sendiri atau ada pengkhianat yang lain
Tidak berapa lama mereka sampai di depan pintu kamar milik Ainsley. Dia memasukkan sandi dan setelah pintu terbuka, mereka masuk bersama-sama.
Ainsley bergegas mencari petunjuk tentang Charlie dan Henry. Sedangkan Michael tertegun melihat setiap sudut ruangan di sana. Dia berjalan perlahan dan melihat foto-foto Ainsley bersama dengan pria yang mirip dengannya.
Michael mengambil salah satu foto saat Ainsley dan suaminya memakai baju seragam yang sama. Mereka tersenyum menghadap kamera. Benar-benar terlihat keluarga yang bahagia. Dia beralih pada foto pernikahan Ainsley yang dipajang di dinding. Dia terkekeh karena Ainsley dan suaminya menikah' tidak hanya tanpa pesta, tapi disaat mereka masih memakai seragam FBI.
"Apa mereka tidak di beri cuti untuk mengadakan pesta pernikahan? Atau ada hal mendesak sampai-sampai mereka tidak memakai baju pengantin." gumam Michael. Namun kedua ekor matanya melihat foto, dimana Ainsley berpose bersama dengan beberapa rekan seprofesinya termaksud dengan Charlie. Dia mengambil foto tersebut dan menyipitkan matanya menatap pria yang berdiri di dekat Charlie.
"Kenapa rasanya aku tidak asing dengan pria ini?" Michael mencoba mengingat-ingat, namun hal itu justru membuat kepalanya sakit.
"Argh..." Michael memegang kepalanya. Bayangan-bayangan aneh kembali terlintas di ingatannya. Michael mencoba untuk meredam sakit kepalanya. Dia mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan terus berulang kali sampai sakit di kepalanya berkurang.
Sementara itu, Ainsley masih terus mencari apakah Charlie tahu tentang pengkhianatan Henry atau tidak. Namun dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Hanya ada foto-foto saat Charlie masih berada di akademi bersama dengan Henry.
Dari foto-foto tersebut, mereka terlihat sangat dekat. Itu sebabnya dia tidak percaya jika Henry bisa mengkhianati Charlie.
"Ck... Aku tidak menemukan apapun. Lalu kenapa Henry tega melakukan hal itu? kenapa dia ingin Charlie mati? Apa karena Henry iri dengan prestasi Charlie?" Ainsley tampak berfikir keras. Memang masuk akal jika Henry iri pada Charlie. Bahkan tidak hanya Henry, mungkin semua anggota FBI juga merasakan hal yang sama.
Saat tenggelam dalam pemikirannya, Ainsley mendengar suara di depan pintu apartemennya. Dia bergegas mencari Michael yang ternyata tengah melihat-lihat di ruang tamu.
"Ada apa Ainsley ?" tanya Michael
"Kau mendengar sesuatu?" tanya Ainsley. Mereka terdiam sejenak namun Michael tidak mendengar apapun. Berbeda dengan Ainsley yang memiliki pendengaran yang tajam. Dia mendekati pintu dan melihat dari lubang pintu dimana ada beberapa pria bersenjata berdiri di depan apartemen.
"Shiiit!!" Ainsley segera menarik Michael untuk bersembunyi.di dalam lemari di kamarnya. "Tetap diam dan jangan bergerak sedikitpun." Ainsley menutup pintu lemari sebelum Michael sempat bertanya.
Ainsley juga bersembunyi dengan senjata di tangannya. Dia bisa menebak jika orang-orang itu adalah anak buah John. Dia tidak menyangka jika mereka bisa sampai di sini. Dia yakin jika Henry yang sudah memberitahu alamat apartemennya pada musuh.
"Jika aku berhasil keluar dari sini, aku pastikan kau akan mati di tanganku, Henry." geram Ainsley dalam hati
kerennnnn