Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
buaya darat
"hai, bisa makan malam bareng?"
Rangga meminta nomer ponsel freya tapi lupa kemarin, jadi hari ini sebelum freya pulang esok hari ingin mencoba berkenalan lebih dekat.
Sejak melihat foto freya di ponsel dika yang dikirimkan oleh mila. Rangga langsung penasaran dan tertarik
Tepat lah saatnya freya liburan dengan mila saat ini, rangga merasa ini takdirnya dan harus diusahakan semaksimal mungkin
Terlebih mengetahui latar belakang freya, semakin keinginannya untuk mendapatkan freya dan pastinya dukungan finansial nantinya
"hai, boleh tapi kasih saya waktu buat ganti baju" freya merasa rangga orang baik dan sopan yang pasti bukan milik orang lain
Tak ada salahnya mencoba dekat, jika bukan jodoh pun masih bisa berteman
"oke saya tunggu!" rangga memberikan kesempatan pada freya untuk bersiap karena memang acaranya dadakan
Freya segera berganti pakaian dengan yang lebih cocok untuk suasananya.
tak perlu waktu lama sudah membuka pintu kembali untuk pergi bersama rangga
"cantik sekali!" puji rangga yang makin terpesona dengan janda cantik dihadapannya
"terima kasih!"
Makan malam di pinggir pantai dengan suasana romantis yang disiapkan oleh pemilik hotel langsung. Khusus untuk freya agar memberikan kesan sempurna untuk menarik simpatinya
Freya cukup terkejut dengan persiapan yang sangat istimewa baginya, pertama kalinya freya merasakan ini
Pernikahannya dengan aksa karena perjodohan dan tak ada kenangan yang terlalu indah baginya
"terima kasih makan malamnya dan tempat yang seindah ini" freya takjub dan beberapa kali mengabadikan momen ini
"boleh foto berdua?" rangga ingin membuat kenang-kenangan setelah freya pulang ke kota asalnya
"lain kali saja" freya masih takut tentunya keduanya belum begitu akrab dan juga tak tahu setelah berpisah nanti apakah akan lanjut komunikasi
obrolan santai dari aktifitas harian sampai pekerjaan keduanya cukup cocok dan nyambung. Sampai tak terasa sudah jam sepuluh malam
Freya pamit karena besok ada penerbangan pagi dan harus segera istirahat. tak lupa mengucapkan terima kasih pada rangga sebelum kembali ke kamar dan tak mau diantarkan
Freya menghubungi mila sebelum tidur untuk mengkonfirmasikan keberangkatannya besok dan juga pemesanan tiket.
Waktu libur belum usai jadi mila masih tinggal karena ada pertemuan keluarga untuk pernikahannya dengan dika yang tak lama lagi
Freya harus pulang sendiri meski belum pernah tapi harus dipaksakan.
Tak menunggu lama freya langsung terlelap
*********
Jam empat pagi mila membangunkan freya dan membantu mengemas barang-barang yang juga tak bisa freya lakukan sendiri.
Setelahnya mila mengantarkan ke bandara dan memastikan bosnya aman, juga sudah meminta supir menjemput freya tiga puluh menit sebelum sampai sudah harus ada di bandara. Bosnya tak bisa menunggu satu menit pun
"mil, sudah pastikan saya ada yang jemput kan?" freya memastikan lagi
"sudah bu, aman. Ibu didalam bisa tidur lagi lumayan satu jam" mila mengantarkan sampai batas akhir penumpang masuk
"mil" freya masih ragu
"pulang dua hari lagi bareng saya bu?" mila juga tak tega. Sejak awal jadi asistennya, mila sudah diberikan pesan oleh sasmita bahwa anaknya selama ini terlalu manja bak putri kerajaan yang apapun harus dilayani
Untungnya mila mudah beradaptasi dan tak menganggap freya bosnya, justru lebih ke kakaknya yang juga sering menjadi pelindungnya atau juga sebagai orang yang sering membantunya menyelesaikan masalah mila
"engga, saya mau bermalas-malasan di rumah" freya ngga mau membuat mila bingung dengan urusannya dan juga melayaninya jika freya tak pulang
"baiklah. Hubungi saya jika sudah turun pesawat" mila memeluk freya dan melambaikan tangan
freya diarahkan oleh petugas untuk duduk ditempat sesuai tiket kelas bisnis
"hai cantik"
Belum juga duduk freya sudah diganggu oleh pria setengah baya, botak dan perut buncit yang melihatnya dengan mata me*sum karena memang pakaian freya terbilang agak terbuka
Freya merasa tak nyaman tapi untungnya di kelas bisnis kursinya sedikit berjarak dan juga ada penyekat diantar penumpang lain.
Tak meladeni pria menjengkelkan itu, freya mendengarkan musim dan membaca buku yang sudah disiapkan oleh mila sebelumnya. Agar freya tak bosan saat tak bisa tidur
"boleh kenalan?" pria itu rupanya tak berhenti disana. Freya merasa muak tapi di tahan karena tak mungkin bertengkar dengan orang seusia ayahnya
"saya pemilik salah satu brand termana dikota ini, jika berkenan saya ingin anda jadi model saya" pria itu menyodorkan kartu nama
"maaf pak, istri saya bukan model"
Freya langsung melihat pria yang menghempas tangan pria tua yang sedang mencoba merayu freya
"anda ngga tau siapa saya?" pria tua itu tak terima karena ditolak kasar oleh arka.
tiba-tiba saja arka muncul, untungnya saat ini tepat untuk membantu freya
"maaf, saya tidak mau buat masalah jadi lebih baik anda diam!" arka menatap tajam pria tua yang hanya bisa mengepal tangannya dengan penuh dendam
"ayo ikut !" arka menarik tangan freya dan mengajaknya berjalan ke arah kursi ekonomi
"faris duduk di kursi ini, biar saya dan wanita ini disini" arka meminta orang kepercayaannya untuk menggantikan freya duduk dekat pria tak tau diri
"kamu bisa duduk dikursi begini?" arka memastikan lagi
"bi-bisa" freya masih ketakutan oleh kejadian tadi. Jika tak ada arka mungkin saja dirinya menjadi korban pria me*sum
"iya mas!" faris menuruti ucapan arka
"duduklah!"
Arka membuka jaketnya dan memberikan pada freya "lain kali kalau pergi sendirian jangan pakai baju begitu"
Freya hanya diam saja, tak ada kekuatan untuk melawan. Pertama kalinya pergi sendirian dan langsung ada kejadian mengerikan baginya
Sangat berbeda dengan memimpin perusahaan,
"terima kasih!" tak ada kata lain. Freya sedang ingin menenangkan diri
"hanya terima kasih saja!" arka tak terima
Kali ini menatap mata freya begitu dalam, jarak keduanya sangat dekat
"lalu apa lagi? Uang?" freya dengan polosnya karena tak tau apalagi yang harus dilakukan
"dasar anak orang kaya!" arka mengatai freya dan menyentil keningnya
"kunjungi evelin sesekali. Mami juga kangen kamu katanya" arka cerita pada ria jika bertemu dengan freya
Dan ria meminta arka mengajak freya berkunjung ke kota yang dulu membuatnya takjub dengan hasil buah-buahan yang belum dia temui selama hidupnya
"istrimu mana?" freya ingat evelin juga ibunya yang tak menyukainya
"siapa? Kamu!?" arka menatap freya lagi
"kamu sama saja dengan pria tadi. Sudah punya istri tapi masih merayu wanita lain!" freya mendengus kesal
"istri saya masih jadi impian, kalau kamu mau mewujudkan saya sangat senang!" arka santai mengucapkan kalimat yang tanpa tahu membuat wanita yang mendengarnya menjadi salting
"jangan becanda! Kemarin saja istrimu marah saya pegang evelin jadi jangan buat istrimu cemburu. jangan jadi pria breng*sek!" freya semakin kesal dengan sikap arka
Dulu sangat cuek, jutek dan juga galak. Sekarang tiba-tiba berubah jadi buaya yang siap memangsa