NovelToon NovelToon
Pacar Satu Milyar

Pacar Satu Milyar

Status: tamat
Genre:Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:86.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tria Sulistia

Faras, seorang aktor terkenal, mendapati kabar jika dirinya adalah seorang pria penyuka sesama jenis.

Ingin menampik berita bohong tersebut dan untuk menjaga image sebagai aktor, Faras pun memaksa ART nya yang bernama Talita untuk mau menjadi pacar.

Akankah sandiwara Faras dan Talita akan berjalan mulus? Ataukah akan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tria Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Harus Memilih

Beberapa saat sebelumnya.

Priya memandang Talita yang berbaring di atas brankar dengan sorot mata penuh prihatin. Di sampingnya, ada seorang dokter wanita tekun memeriksa kondisi Talita.

Dokter wanita itu menjelaskan secara singkat bahwa keadaan Talita sudah membaik dan hanya perlu istirahat sejenak. Setelah itu, sang dokter tersenyum pamit meninggalkan Talita dan Priya yang tersisa di ruangan.

"Untung deh, Ta. Kamu nggak sampai ada yang luka."

"Iya, Mas Priya. Ngomong-ngomong, kondisi Mas Faras gimana? Tadi dia itu terluka lho, Mas."

"Iya, tapi kamu nggak perlu cemas. Mas Faras sudah ditangani sama dokter kok dan sekarang ada di ruangan VIP," Priya menundukkan kepala melihat ponselnya yang mendadak bergetar. "Eh, sebentar ya, Ta. Ada telepon nih. Kamu istirahat dulu."

Talita mengangguk seraya menatap kepergian Priya dengan langkah terburu-buru untuk menerima telepon. Seketika itu, benak Talita langsung tertuju pada Faras.

"Bagaimana kondisi Mas Faras sekarang ya? Aku coba tengok deh," gumam Talita yang kemudian menyingkap selimut yang menutupi setengah badannya.

Dia turun dari brankar lalu berjalan keluar menuju lorong rumah sakit. Menurut informasi dari Priya, Faras berada di ruangan VIP namun Talita tidak begitu paham tepatnya dimana.

Maka Talita berjalan menyusuri lorong dengan pandangan mata yang terus mencari petunjuk ruangan. Hingga dia sampai di sebuah lorong yang cukup sepi dan jarang ada petugas rumah sakit lewat.

Talita menghela nafas dan berniat untuk berbalik arah. Namun tepat saat itu juga, dia mendapati tak jauh darinya sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka.

Samar-samar Talita mendengar suara percakapan dari seseorang yang terdengar tidak asing. Sehingga Talita pun melangkahkan kaki untuk mendekat. Dia melongok sebentar, memastikan bahwa ruangan itu benar ruangan tempat Faras dirawat.

"Aku nggak ada perasaan apa-apa ke dia. Justru selama ini aku menyimpan rasa ke kamu, Nat."

Sebuah pengakuan dari Faras tak sengaja Talita dengar dan langsung membuat sekujur tubuhnya membeku. Saat itu seperti ada sesuatu yang meremas jantung Talita hingga terasa sakit.

Tak hanya itu, rasa sakit semakin bertambah tatkala dengan kedua manik matanya, Talita menyaksikan Faras dan Natali yang berciuman mesra. Talita berusaha untuk menguatkan diri. Perlahan dia mundur satu langkah dan hendak pergi dari ambang pintu.

Akan tetapi Faras menoleh ke arah Talita. Pupil mata Faras seketika melebar tampak terkejut dengan keberadaan Talita. Tak mau merusak suasana, dia segera mengambil langkah seribu dengan berlari sekencangnya.

Faras yang hendak mengejar Talita, dicekal oleh Natali. Wanita itu tampak kesal karena Faras justru ingin mengejar Talita kendati pria itu mengaku tidak memiliki rasa apapun.

"Faras, stop! Buat apa kamu kejar dia?"

"Natali, aku..." ucapan Faras menggantung seraya melirik ke arah pintu yang masih setengah terbuka.

Tak ada lagi sosok Talita di sana. Mungkin gadis itu sudah pergi jauh.

"Kamu apa, Far?" Natali berseru meninggikan suara. "Kamu sebenarnya cinta sama dia?"

Faras menggelengkan kepala. "Enggak, Nat."

"Terus kenapa kamu mau kejar dia? Kalau kamu nggak ada perasaan apa-apa ke dia, seharusnya kamu nggak perlu merasa bersalah sudah cium aku di depan dia."

Natali melipat tangan di depan dada menahan rasa kesal melihat Faras yang tampak bimbang. Di sisi lain, Natali juga merasa sedih karena sikap Faras yang seakan sedang mempermainkannya.

Bola mata Natali mulai berembun memandang Faras yang berdecak sekaligus menghela nafas. Faras mengacak-acak rambutnya tampak frustasi.

"Enggak, Nat. Aku tadi cuma..."

"Faras," Natali memaju satu langkah sambil memotong ucapan Faras yang masih terdengar ragu. Lalu satu tangan Natali kembali membelai pipi Faras. "Kalau kamu benar-benar nggak ada perasaan apapun ke Talita, sekarang juga kamu akhiri sandiwara kamu sama dia."

"Nggak bisa," sahut Faras tegas melempar pandangan, menghindar kontak mata dengan Natali.

Dahi Natali mengerut sekaligus hatinya pun seakan tersayat mendengar jawaban Faras.

"Why?" Seru Natali lebih kencang dari sebelumnya. Menandakan jika wanita itu sudah semakin kesal dan kini sedang berada di puncak kemarahan. "Kamu sudah dapetin aku, Far. Terus buat apa kamu lanjutin sandiwara pacaran kamu sama Talita? Nanti yang ada, penggemar kamu banyak yang salah mengira kalau aku ngerebut pacar orang."

"Tapi aku nggak mau mengakhiri hubungan sama Talita. Kita sudah tanda tangan kontrak untuk menjadi bintang iklan."

Kerutan di wajah Natali semakin jelas dan dia juga membuka mulut saking terheran dengan alasan yang dikemukakan oleh Faras yang menurutnya sangat tidak masuk akal.

Natali menarik nafas, mencoba untuk tetap tenang meski ingin rasanya dia mencaci maki Talita saat itu juga. Dia harus terlihat elegan dan harus bersikap jual mahal di depan Faras. Jangan sampai ada gosip beredar jika dia mengemis cinta pada Faras.

Natali menelan saliva dan memasang wajah penuh kesungguhan. "Oke, kalau begitu, aku saja yang memilih untuk pergi. Aku nggak mau orang berpikir kalau aku merebut kamu dari Talita."

Natali menyambar kedua bahu Faras, memaksa pria itu untuk menatap secara langsung agar bisa melihat kesungguhan dalam dirinya.

"Kalau kamu bener cinta sama aku, buktikan, Far! Buktikan dengan cara kamu sudahi sandiwara kamu sama Talita."

Lalu Natali berteriak histeris sambil mendorong Faras sekuat tenaga meski dorongannya itu hanya membuat Faras mundur satu langkah saja. Detik berikutnya, Natali melesat menyeberangi ruangan untuk segera pergi.

"Nat, kamu kemana?" tanya Faras yang berhasil meraih pergelangan tangan Natali.

"Aku mau pergi," sahut Natali dengan air mata yang berderai mengalir dari ujung mata. "Dan jangan deketi aku selama kamu masih berhubungan sama Talita, Far!"

Sementara itu di waktu yang sama, Talita yang berlari ke lorong rumah sakit kurang memperhatikan jalan sehingga saat dia berbelok, dia tak sengaja menabrak seorang pria. Tak dapat dielakan, Talita hampir saja terjatuh ke lantai kalau tidak segera ditahan oleh si pria yang ditabraknya.

"Aduh, maaf," ucap Talita yang masih belum melihat wajah orang yang dia tabrak.

"Astaga, Talita. Sudah tiga kali aku lihat kamu nambrak orang. Jalannya hati-hati dong."

Talita terhenyak. Dia mengenal betul pemilik suara berat yang kini masih melingkarkan tangan di pinggangnya. Lantas dia menoleh dan betul tebakannya, jika orang yang dia tabrak tak lain adalah Devon.

"Eh, Mas Devon?" Talita menggaruk tengkuknya salah tingkah. "Kok Mas ada di sini?"

"Iya aku mau jenguk Faras. Sebagai sutradara, aku bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang menimpa kalian. Kamu sendiri sudah lihat kondisi Faras, Ta?"

"Belum, Mas," jawab Talita berbohong.

Dia segera menundukkan kepala agar Devon tidak melihat gelagat kebohongannya. Sebagai sutradara, pasti Devon sangat jeli dalam menilai setiap mimik muka seseorang.

"Ya, sudah. Kita ke ruangan Faras bareng-bareng yuk?" Devon mengambil satu lengan Talita dengan cepat dan hendak menuntunnya menuju ruangan Faras.

Namun, Talita segera menampik tangan Devon. Menjadikan Devon mengernyit heran.

"Aku ada keperluan sebentar, Mas. Mas Devon duluan aja. Nanti aku menyusul."

Mulut Devon membuka hendak berbicara pada Talita, akan tetapi gadis itu sudah lebih dulu lari dengan terbirit-birit. Mata Devon menyipit curiga. Tak mau ambil pusing, dia mengangkat bahu dan kembali meneruskan langkah.

Gelagat Talita sangat mencurigakan bagi Devon. Entah apa yang terjadi pada gadis itu. Namun, satu hal yang jelas Talita sedang menyembunyikan sesuatu.

Pikiran Devon menjadi terusik oleh Talita. Meski kaki Devon terus melangkah menyusuri lorong tapi benak memikirkan kemungkinan apa yang telah terjadi.

Dan tampaknya Devon langsung mendapatkan jawaban begitu tiba di ambang pintu ruangan Faras. Dia tertegun melihat Faras bersama dengan Natali yang tengah menangis.

"Kamu harus pilih salah satu, Far! Aku atau Talita."

1
Upriyanti II
apa jangan2 kak faras cemburu
Noor Siela
lanjuttttttt KK.... .
Noor Siela
kog update nya lama bingit kk/Chuckle//Chuckle/
Noor Siela
kpn update LG kk
Noor Siela
heeeemmmmmm
Noor Siela
KK kpn updet nya,,,penasaran nieh ..
Noor Siela
kenapa sih ceritanya kog putus nyambung " ,,,lagi penasaran ni KK,CPT update dong kk
Ulfah purnamasi
lanjut dong ceritanya.aku tunggy updatenya.
Noor Siela
update lagi KK,,
Noor Siela
lanjut KK ceritanya,,,,,
Noor Siela
lanjut dong kk
Noor Siela
jangan lama" y KK ypdetnya
tria sulistia: iya diusahakan ya kak. Makasih sudah menunggu 😃
total 1 replies
Noor Siela
updetnya lama bingits,,mau tau reaksi faras ke Talita...
Noor Siela
kog update nya lama ya,,lagi seru ni,pengen tau lanjutan Talia& faras gimana,,,
Noor Siela
kog ceritanya putus nyambung sih,lagi seru" nya mlah terputus
Ade Komala
lanjut dong jng d gantung
Ade Komala
bagus ceritanya
Ulfah purnamasi
lg seru baca putus lg ceritanya dan up datenya lama lg.smoe berhari2
Noor Siela
ceritanya kog putus" sih,,,lagi seru" nya baca jadi terputus!
Engkur Cs
ayo lanjutkan lagi Thor,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!