NovelToon NovelToon
BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Romansa / Dendam Kesumat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Joshep menyimpan dendam yang berkarat di hatinya akibat dugaan penghianatan Paula sang kekasih yang sudah di jalani selama hampir 5 tahun lamanya itu, sementara Paula juga sama-sama mempunyai alasan kuat untuk membenci Joshep dimana hal itu berkaitan dengan kecurigaan Paula atas keterlibatan ayah Joshep pada kematian ayahnya yang sebelumnya sakit jantung karena sebelum kematian ayahnya itu ayah Josheplah yang terakhir kali bertemu dengan ayahnya, sementara tanpa mereka sadari, ternyata saat perpisahan terjadi, rupanya Paula sedang mengandung anak Joshep, namun Paula sengaja menyembunyikannya, konflik terjadi saat Joshep bertemu dengan anak mereka tanpa di sengaja, selain itu satu persatu kesalah pahaman juga mulai terkuak, yuks,,,ikuti kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nambah suami

Kaki Paula bergetar hebat saat dirinya kembali harus menginjakkan kakinya di rumah sakit dimana tempat ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya lima tahun lalu.

Kota ini terlalu banyak menyimpan kenangan buruk baginya, di kota ini rumah tangganya kandas, di kota ini dia kehilangan orang-orang yang di cintainya, kembali ke sini setelah lima tahun dia berusaha melupakan masa-masa pahit itu rasanya sangat berat sekali, apalagi harus kembali mendatangi rumah sakit ini, membuat emosinya seakan di aduk-aduk kembali karena kenangan-kenangan pahit itu bermunculan silih berganti di kepalanya.

"Ada yang bisa saya bantu Nona? Apa anda merasa pusing?" Seorang dokter pria menghampiri Paula yang sedang berpegangan tembok sambil memejakan matanya, kakinya sungguh tidak bisa di ajak kompromi, terasa lemas dan bergetar di saat yang tidak tepat, di saat dirinya harus segera menemui Kevin.

"Aku--aku hanya merasa sedikit pusing, mungkin karena kelelahan akibat perjalanan jauh." Jawab Paula seraya mengangkat wajahnya melihat siapa yang sedang mengajaknya bicara.

"Paula? Apa kamu Paula Thompson?" Tanya dokter muda itu lagi sembari memperhatikan wajah Paula dengan seksama.

"Willy?" gumam Paula, seraya membaca name tag yang tersemat di jubah putih pria yang sedang menyanyainya itu, takutnya dia salah mengenali orang, namun ternyata benar, nama Willy Poulter tertulis di sana, berarti dia tidak salah mengenali orang.

Lama sekali rasanya tidak ada yang memanggil namanya dengan nama belakang ayahnya, Eddy Tompson, biasanya hanya teman-teman sekolah saja yang memanggilnya sepeti itu, apalagi semenjak dia pindah ke desa, orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Paula Hill atau Nyonya Hill, agak terdengar aneh saat ada yang memanggilnya dengan nama Paula Thompson.

"Ya, ini aku. Ayo aku bantu kamu berjalan, apa yang terjadi? Maaf, terakhir aku mendengar kabar kalau kamu dan Joshep sudah bercerai, aku tadinya tidak percaya hal itu, namun saat mendengar Joshep menjalin hubungan dengan anak pemilik rumah sakit ini, aku mulai percaya jika kabar yang aku terima itu benar." Ujar Willy membuka pembicaraan meski itu terkesan agak langsung masuk ke privacy Paula.

Willy adalah teman masa sekolahnya dulu, dia satu tahun lebih senior di banding dirinya dan juga Joshep, namun karena kecantikan dan kepintaran Paula saat itu, menjadikan Paula populer tidak hanya di antara teman seangkatannya saja, namun juga di antara kakak dan adik kelasnya di sekolah.

"Bella?" Ujar Paula.

"Kamu tau?" Willy terheran.

"Tentu saja, mereka terlihat serasi, kok. Mungkin antara aku dan Joshep tidak berjodoh, hehe. Apa kau mengenal baik Bella?" Kata Paula berusaha santai.

"Siapa yang tidak kenal dengan anak pemilik rumah sakit dan yayasan terbesar di tanah air, namun ya,,, hanya sebatas tau, dia mungkin tidk akan tahu aku, hahaha!" seloroh Willy.

Paula hanya menanggapi selorohan Willy dengan senyuman tipisnya, cukup melegakan baginya Willy tidak mengenal Bella secara pribadi, itu berarti Willy tidak mungkin menceritakan hubungan dirinya dengan Joshep pada Bella, lagi pula tidak banyak yang tahumengenai pernikahannya dengan Joshep, teman-teman sekolahnya hanya tahu mereka berpacaran dan tidak sampai menikah karena Joshep yang harus kuliah di luar negeri.

"Will, apa aku boleh meminta satu hal dari mu?" tanya Paula.

"Apa itu?" Willy mengangkat sebelah alisnya.

"Jangan beritahu siapapun mengenai pernikahan ku dengan Joshep, apalagi pada Bella, aku tidak mau merusak hubungan mereka, karena sepertinya Bella tidak tahu mengenai hal itu, jikapun Bella harus tahu, biarlah Joshep yang memberi tahunya." Ujar Paula.

Willy mengangguk, "Hemmh,, tenang saja, aku bisa menjaga rahasia dengan baik, tapi ngomong-ngomong, ada apa kamu dtang ke sini, siapa yang sakit?"

"Putra ku. kebetulan dia sedang di rawat di sini." jawab Paula.

"Putra mu? Kamu sudah menikah lagi?" kaget Willy, setahu dirinya pada saat Paula dan Joshep berpisah mereka belum memiliki anak, tadinya saat tahu Paula sudah berpisah dengan Joshep dia pikir akan ada kesempatan untuk nya mendekati Paula, wanita yang sejak dulu di taksirnya itu.

Paula hanya menjawab pertanyaan Willy dengan senyuman dan anggukan kecil.

"Ruang apa? Kebetulan aku dokter anak di sini." Willy terlihat antusias.

"Bangsal 3." Ujar Paula singkat.

"Bangsal 3? Siapa namanya? Kebetulan aku yang bertenggung jawab untuk pasien di bangsal 2, 3 dan 4."

"Kevin, Kevin Hill." singkat Paula lagi.

"Kevin Hill bocah laki-laki yang menderita kelainan jantung bawaan itu?" tanya Willy yang kemudian di angguki Paula.

"P-pria--- apa pria yang bernama Adam Hill yang setiap hari menunggui putra mu itu suami mu?" Tanya Willy ragu-rahu.

"Hemhh,, kalau, kamu ingin mengatakan jika wajah nya sangat beda dengan putra ku , kamu adalah orang yang ke seribu sekian mengatakan itu, yang jelas Kevin mirip dengan ku!" ujar Paula yang mengira jika sikap Willy itu karena merasa tidak percaya jika Kevin merupakan anak dari Adam, secara wajah Adam dan Kevin sungguh jauh berbeda dan tidak ada mirip-miripnya sama sekali, jika Kevin berkulit putih dan berambut coklat lurus, sementara Adam berkulit gelap dan berambut hitam ikal.

Tapi ya tentu saja akan berbeda, jelas-jelas Adam bukan ayah biologis Kevin, hanya saja rasa sayangnya yang tulus melebihi rasa sayang seluruh ayah di dunia ini pada Kevin.

"Bu-bukan begitu, apa suami mu menunggui putra kalian sendirian atau ada saudara lain yang menemani?" tanya Willy lagi.

"Kami tidak punya saudara lain, kami sama-sama yatim piatu dan tidak punya saudara, dia menunggui Kevin seorang diri, karena kemarin aku ada sedikit urusan pekerjaan," terang Paula.

"O,,," Willy hanya membulatkan bibirnya.

"Ayo aku kenalkan kamu pada mereka!" ajak Paula saat mereka berada di depan pintu bangsal 3.

"Ti-tidak us--"

Belum sempat Willy menolak permintaan Paula, pintu terbuka dari dalam, "Dokter Willy, kebetulan sekali, anak saya tiba-tiba demam kejang lagi!" ujar seorang ibu dengan panik.

Di ruangan bangsal itu memang di isi oleh 4 anak, Adam tidak mampu membayar biaya rawat inap Kevin yang privat seperti di rumah sakit sebelumnya, sehingga Kevin terpaksa harus bersatu dengan pasien anak lainnya.

Willy langsung berlari ke dalam ruangan, memeriksa pasien yang di maksud ibu tadi.

"Ibu,,,!" Panggil Kevin, saat dia melihat Paula muncul dari balik punggung Willy.

"Hai sayang. Ibu sangat merindukan mu, maaf ibu baru bisa datang menemui mu, ibu harus menyelesaikan pekerjaan ibu terlebih dahulu." Paula berhambur ke sisi ranjang Kevin, memeluk dan menciumi wajah putranya yang beberapa hari ini tidak bisa di temui nya itu.

Sementara Willy langsung menangani pasien yang berada tepat di sebelah kiri ranjang Kevin.

Perhatiannya bahkan kini terbagi antara menangani pasien dengan mendengarkan obrolan Paula bersama Kevin dan Adam, untunglah setelang di tangani beberapa saat, kondisi anak itu kembali stabil.

"Will, kenalkan, ini--" panggil Paula pada Willy yang sudah beres menangani pasiennya.

"Tuan Adam Hill, kami sudah beberapa kali bertemu, tuan, istri anda ternyata adik kelas ku saat sekolah dulu, dia sangat populer dulu, banyak yang menginginkannya, bahkan mungkin sampai sekarang masih banyak pria yang mengharapkan cintanya, jadi aku rasa karena anda telah menjadi pria beruntng yang mendapatkannya, aku harap jangan pernah mengecewakan atau menghianatinya, karena jika tidak, akan banyak pria yang siap megusap air matanya lantas memeberikan segenap hatinya untuk istri anda!" Ujar Willy terdengar dingin.

"Will,, apa maksud mu, kenapa kamu berbicara seperti itu, aku sudah bersuami, aku tidak berniat menambah suami, haha," canda Paula.

"Aku percaya, karena kamu wanita yang baik dan setia, semoga anda juga tidak berniat untuk menambah istri Tuan Hill!" Willy tersenyum dingin ke arah Adam yang hanya mengangguk sambil membals senyum dingin Willy dengan senyum hangatnya.

1
Isranjono Jono
novel yang bagus penempatan tulisan nya sangat bagus
Isranjono Jono
novel yang bagus kenapa rating nya gak naik2 padahal aku udah dua kali bacanya
Pasikah CwElosbes
suka critanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu /Heart/
total 1 replies
angel
aku suka alurnya ...tanpa membawa agama dan ras dlm ceritanya ..novel yg recommended utk di baca /Good//Good//Good//Good//Good/
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir kakak,semoga sehat dan bahagia selalu❤
total 1 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lita: terimakasih kakak ❤️
total 1 replies
dreamy
👍👍👍😘😘😘😍😍😍😍.
exra part nya thor.
Lita: siaap kak, terimakasih sudah berkenan mampir 🙏🥰❤️
total 1 replies
Rif
cerita bagus dan mengandung bawang
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,,🙏❤️
total 1 replies
gaby
Lebay bgt Joshep, menanggung sendirian apanya?? Jelas2 Paula mau mendampingi dlm keadaan apapun. Harusnya Paula yg pantas ngomong gitu. 5thn lalu ortunya meninggal setelah dia di talak atas fitnah slingkuh. Bahkan yg paling parah, mertuanyalah dalang dibalik penderitaannya
gaby
Lawan ayahmu bkn semata melindungi kluarga Josh. Ingatlah ayahmu menjalankan bisnis haram yg merusak mental masyarakat. Tindakan Frans kriminal & ga bisa di selesaikan secara kekeluargaan
gaby
Critanya bnr2 penuh misteri. Pgn lompat2 baca bab nya jadi takut, karena critanya penuh teka teki
gaby
Pantesan mati2an memperebutkan Kevin, pdhl kalo cm pgn cucu, kan bisa dr Cucu baru bila Josh & Bella nikah. Ternyata Kevin cm di jadiin alat kampanye politik.
gaby
Oalah blg aja pengen di rayu sm Paula, gitu aja ko repot. Sampe2 org ga bersalah di mutasi😅😅
gaby
Sumpah, crita yg sangat bagus. Walau terkesan bertele2 tp ga bikin bosan. Malah bikin makin penasaran. Aq marathon baca dr td siang neh, untung aq berlangganan Vip, jd gass terooos😅😅
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️
total 1 replies
gaby
Ciyee yg kesel karena kalah star sm Willy🤣🤣
gaby
Hadeh Joseph ini, kalo ga di suapin ga makan2, ujung2nya sakit lambung. Giliran di suapin, malah mendadak jantungan dia. Dokter ko penyakitan🤣🤣
Soeharti Rifangi
sangat bagus ceritanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu 🙏❤️🥰
total 1 replies
Soeharti Rifangi
jahat bener ibu mertuanya,ternyata kebaikannya hanyalah palsu
octa❤️
terima kasih utk ceritanya teh...😘
Lita: sama-sama,,, terimakasih sudah mengikuti sampai selesai kak 🙏❤️
total 1 replies
Azizah az
bye Abang Kevin semoga bahagia selalu
Lita: aamiin,,, kakak juga semoga sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️🥰
total 1 replies
Putu Suciptawati
yah kok digantung sih kak thor?
Lita: cus sudah di lanjut, nunggu review nih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!