Kisah rumah tangga Atika dan Aris yang diterpa badai, sebelumnya mereka keluarga yang harmonis dan saling melengkapi akan tetapi adanya orang ketiga yang membuat hubungan rumah tangga mereka hancur.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? yuk ikuti ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratih Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Aris sedang berada di ruang kerja dengan orang suruhannya untuk memata-matai mantan istrinya.
"Kau serius dia tinggal bersama Reihan,"
"Iya pak, bersama anaknya juga."
Aris memegang kepalanya, entah apa yang ia pikirkan intinya ia sangat tidak suka jika mantan istrinya tinggal bersama laki laki yang ia kenal.
"Apa kau bisa memisahkan dia, apapun caranya agar dia tidak tinggal bersama pria itu."
"Aduh pak, maaf kalau soal ini saya tidak bisa. Saya bukan ahlinya apalagi dia seorang Reihan."
Tanpa disadari ada Nadia di balik pintu yang sedang mendengarkan obrolan mereka berdua. Nadia mengepalkan tangannya dengan penuh emosi, ia ingin marah pada suaminya yang telah berbohong padanya.
'Jadi selama ini kau masih mengejar mantan istri mu itu mas, aku tak terima ternyata di belakang ku kau sangat licik. Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan mu mas'
Setelah tahu apa yang ia dengar kini Nadia pergi kekamarnya dengan emosi yang menggebu gebu.
'Sialan kau Aris'
Make up yang tertata rapih seketika berantakan karena emosinya yang tak bisa ia tahan.
Aris mendengar kekacauan di kamarnya, lalu ia pergi menuju menemui istrinya yang sedang berada disana. Seketika Aris kaget melihat ruangan yang berantakan.
"Nadia, apa apaan ini!" Nadia tersenyum sinis melihat suaminya yang sok peduli pada dirinya.
"Kau kenapa sayang?" ucapnya sambil menggenggam tangan istrinya namun dengan sigap ia melepaskannya dengan kasar, Nadia sangat marah pada suaminya yang telah berbohong.
"Lepaskan tangan ku sialan!" Aris tak tahu kenapa Nadia tiba tiba marah padanya, tak seperti biasanya Nadia seperti orang kesurupan.
"Sialan kau Aris arghh, kau tahu apa salah mu hah!"
"Sayang, kau ini kenapa? kenapa tiba tiba seperti ini?"
"Cuih sok perhatian, sok peduli ternyata kau hanya pria sampah yang memanfaatkan ku."
"Apa maksud mu Nadia? jaga mulut mu!"
"Aku mendengar percakapan mu dengan orang suruhan mu itu, jadi selama ini kau masih mengharapkan mantan istri mu yang miskin itu. Iya kan."
Seketika Aris gugup, ia sangat bodoh tak bisa menyembunyikannya dari Nadia.
"Jawab aku Mas!"
"Iya Nadia, aku hanya ingin tahu tentang anak ku saja bukan Atika."
"Bohong! kau bohong, aku tak bodoh seperti mu Aris."
Aris menarik nafasnya dengan kasar, ia pasrah pada keadaan sekarang karena Nadia sudah mengetahui semuanya.
"Aku minta maaf Nadia,"
"Gampang sekali kau mengatakan maaf, mulai hari ini aku tak ingin lagi percaya pada mu. Mulai hari ini juga kau tak perlu menjabat di perusahaan ku. Pergilah pada ibu mu!"
"Nadia apa maksudmu, kenapa jadi seperti ini. Aku minta maaf tak akan mengulanginya lagi."
"Kau membuat ku marah, kau juga sudah mengecewakan ku Mas."
"Aku minta maaf sayang, aku janji tak akan mengulanginya lagi. Aku mencintai mu." Kemudian Aris menarik tangan istrinya itu ke atas ranjang, Nadia sangat mudah jika soal ranjang.
Aris tersenyum licik melihat istrinya yang gampang luluh hanya dengan memuaskan nafsunya saja.
'Wanita bodoh, bisa bisanya ia luluh hanya dengan senjata rudal ku. Kalau seperti ini akan sangat mudah untuk mendapatkan hartanya'
"Mas," panggilnya dengan ucapan lembutnya.
"Apa sayang,"
"Ini sangat nikmat, aku ingin seperti ini terus, kau tahu kan aku wanita hyper."
"Aku tahu sayang, asal kau harus percaya padaku dan jangan pernah memecat ku dari jabatan."
"Tidak Mas, tadi aku hanya bercanda. Kau akan tetap memimpin perusahaan itu."
"Terima kasih," Aris tersenyum senang karena perlakuannya berhasil meluluhkan sang istri.
"Oh iya sayang, aku ingin meminta rumah yang mewah atas nama ku dan aku berjanji akan memuaskan mu setiap malam."
Nadia tersenyum pada Aris.
"Itu mudah sayang, kau ingin apa saja akan aku lakukan Mas. Mas ingin rumah yang semewah apa? besok kita beli."
"Kau serius sayang?"
Nadia pun menganggukkan kepalanya, mengiyakan apa yang Aris ucapkan.
'Bagus, akhirnya aku berhasil merayu dia. Aku akan mendapatkan rumah itu dan kembali pada Atika' Begitulah rencana ia kedepannya untuk mendapatkan mantan istrinya kembali. Akan tetapi ia belum tahu bahwa mantan istrinya itu akan segera menikah.
Bersambung.
Hai Readers jangan lupa like, komen, dan subscribe ya❤️