novel modern yang mengangkat legenda ilmu Kanuragan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yamazakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bingkisan Buat Fani
Fani mengintip dari balik pintu sampai Abe dan Nugroho benar-benar pergi. Wiwik tertawa lepas dan menghampiri Fani.
"Akhirnya, ada juga yang naksir kamu Fan, Kapten Fan, kapten, kapan lagi," ucap Wiwik meledek Fani.
"Lebih tepatnya, dia kapten Siluman," ucap Fani lantas menutup pintu dan nyelonong masuk meninggalkan Wiwik yang lantas jadi berpikir.
"Eh Fan! Fani, bentar Fan!" Wiwik mengejar Fani yang menaiki tangga.
"Lu ada benernya juga Fan, Kemarin malam, dia datang ke sini seperti hantu, ih! jadi serem gua,"
***
"Guru saya pernah bilang, segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak hilang, cuma berubah bentuk. Misal api yang padam, hanya berubah jadi asap," cerita Dul Karim di hadapan Taupan dan Letnan Anwar. Mereka bertiga sedang santai di bangku tunggu ruang olahraga.
"Sama persis, seperti yang seorang ahli fisika bilang," angguk letnan Anwar.
"Kekuatan yang saya dapatkan, tidak lain dan tidak bukan, karena saya di ajari oleh guru saya untuk menyerap dan membentuk kembali kekuatan itu. Bahkan saat saya mati suri, saya bertemu dengan seorang kesatria yang entah dari jaman mana, berpakaian logam keemasan. Kesatria itu menyelamatkan saya yang sedang melayang jatuh."
"Saya juga pernah mengalami hal semacam itu, entah itu mimpi atau apa, waktu kemarin tubuh saya hancur, saya pikir saya sudah mati dan berada di akhirat," sahut Taupan.
"Seperti apa itu, ceritakan saja, kita harus sering begini, saling tukar pikiran dan saling berbagi pengetahuan," ucap letnan Anwar.
"Saya melihat kesatria berkuda membawa pedang, saya melihat pertempuran manusia manusia berbaju logam yang beterbangan di langit seperti laron. Ada juga raksasa, manusia biasa, manusia setengah kera. Mereka bertempur lama sekali," cerita Taupan.
"Sepertinya kamu terlempar atau menembus dimensi saat terjadinya perang terbesar yang pernah terjadi di muka bumi ini. Perang yang dalam mitologi India disebut perang Baratayudha. Perang yang menjadi bumerang bagi seluruh umat yang ada di dunia ini. Perang yang mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. Perlu kalian tahu, sebelumnya dunia di huni oleh banyak bangsa. Bukan bangsa seperti kita kenal sekarang hanya berbeda bendera dan sistem pemerintahan. Tapi bangsa dalam artian bentuk fisik dan kemampuan yang berbeda-beda.
Ada bangsa manusia, bangsa raksasa, bangsa kurcaci, bangsa kera, dan para pendatang dari langit. Awalnya semua bangsa itu hidup rukun dan damai. Tapi dari hasil riset berbagai disiplin ilmu dewasa ini, dapat disimpulkan, kalo bangsa-bangsa tersebut dan segala teknologi majunya hancur secara bersamaan. Jadi bisa disimpulkan karena perang besar, perang lintas bangsa-bangsa tersebut."
"Maaf letnan, sehebat apa bangsa-bangsa di jaman itu," tanya Taupan menyela.
"Ilmu Kanuragan yang kalian miliki, adalah salah satu warisan dari hasil peradaban mereka. kita, manusia sekarang hanyalah manusia-manusia yang tersisihkan yang sekian lama tinggal di bawah tanah. Bayangkan saja, semua bangsa yang pintar dan menguasai teknologi tinggi punah, dan manusia bawah tanah keluar dan memulai kehidupan di permukaan. Tanpa teknologi, Primitif," cerita letnan Anwar.
"jadi, lama kelamaan, nenek moyang kita yang primitif itu menemukan sisa-sisa peradaban maju itu dan mempelajarinya, sampai akhirnya kalian kini bisa sampai mewarisi ilmu Kanuragan itu, lanjut letnan Anwar.
"Oh iya, bagaimana, apakah kamu sudah memilih baju buat makan malam?" tanya letnan Anwar kepada Taupan. Taupan pun tersenyum.
"Astaga, saya hampir lupa, ya sudah, saya siap-siap sekarang," ucap Taupan lantas berjingkat dengan semangat. Dul Karim hanya tersenyum.
"Oh iya Dul, bagaimana kabar anak kamu, apa tali pusarnya sudah bisa dipotong?"
"Sudah Pak, sudah. Pake laser," jawab Dul Karim penuh rasa syukur.
"Sepertinya, anakmu mewarisi kekuatan kamu, tali pusarnya aja sulit di potong hehe."
"Saya juga punya firasat ke situ."
up
up