Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26 Cemburu
Sepasang mata mengawasi saat Aylin diantar oleh Daniel memakai mobil sportnya. Tak putus tatapan nya dari setiap gerak gerik Daniel dimana ia membukakan pintu mobil untuk Aylin, sebegitunya perhatian yang ia lakukan. Terlihat jelas bukan seperti perlakuan antara Bos dan Sekretaris.
Genggaman tangannya semakin kuat karena terasa ada yang mengganjal di dalam sanubarinya.
"Dasar 'cecunguk' buaya buntung. " Batinnya kesal.
"Kamu kenapa Mike? Serius sekali. " tengok Ulya ke balik kaca jendela. Betapa pekanya perasaan seorang ibu, sadar akan anaknya yang memiliki perubahan sikap saat memandang di balik kaca jendela lantai 2.
"Ooh." Mulut Ulya langsung membentuk bulatan saat menyaksikan penyebab anaknya mengkerutkan dahi.
Terlihat jelas dari atas senyuman merekah dibibir Daniel. Lambaian tangannya seakan tidak ingin berpisah.
Tap.. Tap.. Tap...
Suara sepatu hak tinggi semakin mendekati. Mike langsung berdiri di sisi pintu menunggu si pemilik sepatu hak tinggi itu.
"Kau mau balas dendam apa jadi penggoda? " Sindir Mike dengan kedua belah tangan yang sudah berpangku dan wajah yang nyinyir.
"Kenapa? kau tidak suka cara aku! " Aylin sebentar menatap Mike dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar.
"Apa apan sih! " Aylin jengkel di sebut penggoda. Ia pun melepas sepatu biru dengan tinggi 8 cm.
"Daniel Montiarga! sedikit lagi . "
...✧༺♥༻✧...
"Hallo tante, Apa Mike ada di atas? Ia tidak menjawab telpon ku. "
"Ada kok di atas, coba kau ketuk pintu kamarnya. "
"Oke tante. "
Soraya berpapasan dengan Aylin di tangga, dia memperhatikan Adik Mike ini semakin hari semakin cantik dan anggun. Tidak seperti awal ia bertemu dulu. Ia pun menjadi ragu, apa benar dia adik kandung. Itulah pemikiran Soraya, karena sampai sekarang. Ia masih belum bisa mendapatkan kembali hati Mike.
Ada curiga dan cemburu di mata Soraya jika bertatapan langsung kepada Aylin, ia hanya mengikuti instingnya untuk mempertahankan incaran kekasih hatinya.
" Hey Aylin, Apa kau melihat Mike? "
"Emm entahlah, dari kemaren sore aku tidak melihatnya. "
"Ooh Oke. " Senyum datar Soraya saat mendengar langsung dari bibir Aylin.
"Satu rumah kok ga tahu. Coba aku di posisi dia. uuhh bakal ku pepet terus sayang kuh."
Semakim cepat ia melangkahkan kakinya di anak tangga. Agar ia cepat bertemu pujaan hatinya. Dengan sengaja, tanpa ketukan. Soraya menerobos masuk ke kamar Mike.
Terpampang nyata, Mike sedang tertidur pulas tanpa baju. Hanya mengenakan boxernya. Sebagian tubuhnya di selimuti berwarna biru. Soraya memandangi orang yang ia cintai. Ia dekati wajah Mike dan sesekali menganggunya dengan sentuhan ujung selimut di wajah mempesonanya.
"Mike, Mike... Kau kapan sih membalas cintaku. "
Telunjuk Soraya ia mainkan di da-da bidang dan turun ke six pack.
"Mmm... emmhhhh. " Tubuh Mike menggeliat dan mengibas ngibas. Ia masih larut dalam tidur yang sangat nyenyak.
"Kau nyenyak sekali. Ayo bangun, sudah pagi sekali. "
Soraya bosan mengganggu tidur Mike ia pun ingin mengambil air di kamar mandi. Namun langkah nya terhenti tatkala tangannya di genggam Mike. Soraya tersenyum nakal saat ia merasakan genggaman tangannya.
"Mike... " Soraya berbalik seraya mengelus tangan Mike yang menggenggam dalam tidurnya. Matanya masih terpejam dan bibirnya tersenyum.
"Ayy .. Lin..., " Igau Mike dalam tidurnya.
Terdengar jelas masuk ke dalam telinga Soraya, sontak langsung membakar hati Soraya yang sudah memanas dari awal. Ia hentakkan tangan Mike dari genggaman tangannya.
Dan jelas saja, hentakan tangan nya itu membuat Mike terbangun.
"Hah! "
Kelopak matanya langsung terbuka, merah matanya jelas terlihat tanda masih asyik dalam mimpi yang harus terbangun akan pahitnya kenyataan tangannya terasa sakit bekas hempasan Soraya.
"Apaan sih! Aduuh sakit lagi tangan ku, " keluh Mike dengan nada ngantuknya.
"Cepat BANGUN! Kau sudah janji mengantar aku berbelanja. " Soraya menghentakkan kakinya dan keluar kamar. Wajahnya manyun sepanjang jalan menuju Ulya. Dia marah karena terbakar cemburu.
"Emmm... Dasar kau Soraya. Aku lagi enak enakan mimpi indah ku. Huh.. " Mike berusaha bangun dalam mata yang masih setengah terpejam.
5 menit Soraya menunggu dengan cemburu dan gelisah. Alhasil Mike pun turun juga dari kamar nya dengan tampilan sporty dan cool.
"Come on Soraya. "
"Aku pamit Tante! " Soraya cipika cipiki dengan Ulya.
Saat keluar rumah, tepat mereka berpapasan dengan Aylin yang baru dari kebun memetik hasil buah.
"Kalian mau kemana? "
"Kau mau ikut Aylin? " tanya Mike dengan senang hati mengajak. Namun tawaran nya langsung di sela oleh Soraya.
"Kau sepertinya sibuk, ayo cepat kita berangkat Mike. Bye. " di tariknya langsung tangan Mike tanpa memperdulikan wajah Aylin yang masih kebingungan karena belum sempat menjawab pertanyaan Mike.
"Cepat stir mobil mu! " perintah Sorata dengan tegas.
"Apa apa an sih kamu. Dari tadi aku sudah memaklumi sifat mu. Aku salah apa sih. "
Mike terheran heran dengan sikap wanita disebelahnya yang bak singa dari awal bangunnya. Ia pun kembali fokus menyetir dan sedikit menggerutu. Ia tidak tahu, bahwa hati Soraya sedang terbakar karena Mike menyebut nama Aylin dalam tidurnya.
"Hemm... " Soraya hanya memalingkan wajahnya dengan bibir mencibir kesal. Ia tidak ingin memberi tahu hal apa yang membuatnya kesal. Ia bingung lantaran yang ia cemburui adalah adik Mike sendiri.
"Kau dan Aylin apa benar kakak adik? " tanya Soraya penuh curiga.
"Jawab jujur! Jika kau tidak menjawab jujur aku akan terjun dari mobil. "
"What! Kau gila Soraya. Aku akan menepi. " Mike kaget dengan pertanyaan Soraya yang sangat mendadak.
"Gila, aku tidak ingin jadi pembunuh. Terjun ala drama, kau kira aspal selembut kapas apa. "
Ciiiiiitttttt.... Ban mobil berdecit saat rem mendadak.
"Apa maksud mu Soraya? Kau lebih baik turun saja. Aku tidak jadi mengantar mu! " Mike turun dan langsung ingin membuka pintu mobilnya. Namun sayang, pintunya dikunci manual oleh Soraya dari dalam.
"Huuuhhh... Aku dibuat gila wanita aneh ini. Dasar nenek penyihir. " Mike menggerutu kesal dan kembali lagi duduk di kursi stirnya.
"Jawab aku Mike. Dia adik kandung mu atau bukan? "
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu. Dia adik ku, titik ga pakai koma. Udah itu aja. "
Jelas Mike tidak ingin memberi tahu yang sebenarnya, ia dan keluarga sudah sepakat. Hanya mereka yang tahu jika Aylin adalah adik palsu.
"Kau meragukan, namanya kan jelas Aylin Sebastian. Sebastian adalah nama keluarga ku. Apa masalahnya dengan mu!? " racau Mike membuat Soraya terdiam terpaku mendengar Mike yang cool menjadi banyak bicara.
"Kenapa kau bengong? Apa kau mengerti penjelasan ku. Puas? Apa bisa kita lanjut kan perjalanan ini. Atau kita pulang saja?! "
Mata Soraya kedap kedip mendengar dan melihat komat kamit mulut Mike yang menjelaskan dengan cepat.
"Hello... Hellooo! " tangan Mike mencoba menyadarkan lamunan Soraya.
"Oke. Lanjut. "
Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Soraya. Artinya, penjelasan Mike dapat ia terima untuk saat ini.
"Syukurlah.! " Batin Mike terasa longgar. Menetes keringat Mike dari kepala ke ujung telinga.
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗