NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.

Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Akhirnya Sandra sampai juga di depan rumah orang tuanya, bibirnya tersenyum saat melihat mobil papanya terparkir di sana, itu tandanya sang papa ada di rumah.

Jika mamanya tidak peduli dengan keadaannya saat ini, mungkin papanya tidak.

Sandra mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam rumah.

"Non Sandra!" seorang asisten rumah tangga segera menyapanya saat melihat kedatangan Sandra.

"Bi, apa papa ada?" tanyanya.

"Kebetulan non, baru datang! Apa non Sandra sudah makan? Biar bibi buatkan makanan untuk non Sandra."

"Tidak perlu bi, Sandra hanya sebentar kok! Di mana bi papa?"

"Kayaknya sama nyonya di ruang keluarga non!"

"Baiklah, Sandra ke sana ya bi!"

Sandra pun segera masuk dan menuju ke ruang keluarga.

"Sandra!" pria paruh baya itu tampak terkejut melihat kedatangan Sandra berbeda dengan wanita di sampingnya, ia tampak biasa aja.

"Hai pa," sapa Sandra sambil mencium punggung tangan papa dan mamanya, "Bagaimana kabar papa?"

"Baik, duduklah!" ucap tuan Kamal. Sandra pun akhirnya duduk tapi buka. di kursi kosong yang ada di sampah tuan Kamal, ia memilih sofa kecil yang berada tepat di depan sang papa.

"Apa kamu sendiri ke sini?" tanya tuan Kamal lagi.

Memang aku harus sama siapa? Memang apa yang papa pikirkan tentang pernikahanku dengan si monster itu? batin Sandra kesal jika mengingat pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.

"Hmmm!" jawab Sandra singkat. "Sebenarnya Sandra ke sini mau minta tolong sama papa!"

Ucapan Sandra berhasil membuat pria paruh baya itu mengerutkan keningnya,

"Minta tolong apa?"

"Satu Minggu lagi sudah jatuh tempo pembayaran kuliah Sandra, uang Sandra tidak cukup untuk membayarnya karena bebarapa minggu ini Sandra kerap bolos kerja ngurusin masalah yang kemarin!"

"Jadi maksudnya kamu nyalahin kita?" tanya nyonya Reni yang tiba-tiba nyolot.

"Apaan sih ma, nggak gitu! Aku ke sini cuma mau pinjam uang sama papa. Nggak banyak cuma lima ratus ribu aja!"

"Papa kamu nggak punya!" sahut nyonya Reni lagi.

"Ma! Aku lagi ngomong sama papa!" ucap Sandra kesal, ia kembali menatap sang papa.

"Maaf San, kamu tahu kan kalau papa habis keluar uang banyak buat biaya dekor, mau, ketering yang terkena cancel kemarin. Dan lagi uang papa kebawa sama kakak kamu cukup banyak, jadi papa nggak punya uang!"

"Pa_, ini cuma lima ratus ribu pa. Snadra janji bakal balikin nggak nyampek satu bulan."

"Kenapa harus papa sih San?" Kan suami kamu kaya raya, jangankan lima ratus ribu, lima ratus juta aja mudah baginya!"

"Kenapa sih harus melibatkan dia!?" ucap sandra kesal.

"Kamu itu bodoh banget sih jadi anak, punya suami kaya raya bukannya di manfaatin malah pilih keliling anter paket! Nggak guna banget!" ucap sang mama membuat Sandra semakin kesal.

Sandra pun akhirnya berdiri dari duduknya,

"Jadi intinya mau minjemin atau enggak sih kalian, ribet banget?"

"Papa kamu nggak punya uang!" jawab sang mama dengan tegas.

"Sandra permisi!" Sandra pun dengan kesal menyambar tasnya kembali dan keluar dari rumah itu.

"Loh kok bentar non, nggak makan dulu?" tanya bibi yang masih terlihat sibuk menyiram bunga meskipun langit sudah gelap.

"Nggak bik, Sandra pergi dulu!" ucap Sandra yang neggan menatap lawan bicaranya karena kini ia tengah menyembunyikan air matanya yang hampir tumpah.

Sepanjang mengayuh sepeda, Sandra menumpahkan air matanya. Ia benar-benar sudah tidak kuat untuk pura-pura tegar lagi.

Ia bahkan tidak peduli jika mungkin sekarang Gara sudah lebih dulu pulang, beberapa kali Sandra terpaksa menghentikan sepedanya karena matanya yang tertutup air mata.

"Orang tua seperti apa sebenarnya yang aku miliki!?" gumamnya dengan dada yang bergemuruh menahan sesak. Ia sampai harus berkali-kali menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Kakinya bahkan sepeti kehilangan kekuatan, seharusnya orang tua adalah kekuatan terbesarnya nyatanya tidak. Apa yang ia harapkan tidak pernah terjadi padanya.

Di rumah besar itu, tampak pria yang sudah berganti pakaian dengan piama tidur itu mondar mandir di dalam kamar. Karena Sandra tidak juga pulang, akhirnya bibi Jum yang menggantikan pekerjaan sandra sore ini.

Gara menatap ke arah jendela, ia tidak sabar ingin memarahi wanita itu saat sampai.

Bibirnya menyeringai senyum saat melihat wanita yang telah di tunggu-tunggu nya mengayuh sepedanya memasuki halaman luas rumah itu dan memarkir asal sepedanya, persis seperti waktu itu saat pertama kali ia melihat sepeda itu di rumah besarnya.

Gara tidak sabar menunggu di kamar, ia segera keluar dari ke kamar dan menuruni tangga, ia berhenti tepat di ujung tangga.

Wanita itu masuk dan menghela nafas, beberapa pelayan terutama bibi Jum menyambut kedatangannya. Tapi Sandra bahkan tidak mengeluarkan sedikitpun senyum dan berlalu begitu saja.

"Berani sekali kamu_!" ucapan Gara terhenti saat melihat wajah sedih dari wanita itu, ia juga bisa melihat sisa air mata di wajahnya. Sandra hanya menatap sebentar dan membungkukkan badannya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Gara.

Bibi Jum berniat untuj menyusul Sandra, tapi Gara dengan cepat mencegahnya,

"Biar saya saja!" ucapnya membuat bibi Jum mundur.

Gara pun bergegas menyusul sandra masuk ke dalam kamar.

Ia tidak melihat pergerakan apapun di dalam kamar, hingga manik matanya menangkap sosok yang sudah tidur di atas karpet bahkan tanpa selimut dan bantal.

"Jorok sekali dia!" gumam Gara karena ia bisa melihat jika Sandra bahkan tidak mengantin bajunya, itu masih baju yang sama dengan baju yang di pakai tadi siang.

Gara berjalan mendekati,

"He ...., bangun!" ucapnya sambil berkali-kali membangunkan Sandra dengan kakinya yang ia tendangan ke kaki Sandra, meskipun tidak keras tapi pasti akan membuat siapapun akan bangun.

Tapi dugaannya salah, wanita itu bahkan tidak menggerakkan tubuhnya, membuat Gara semakin kesal.

Ia pun berniat untuk menarik tangan Sandra agar wanita itu tidak seenaknya saja, tapi saat Gara menyentuh tangan Sandra, ia merasakan sesuatu yang ganjil.

"Apa dia sakit?" gumamnya lagi. Ia baru menyadari jika tubuh Sandra menggigil.

Gara pun mengurungkan niatnya untuk menarik paksa tubuh Sandra, ia memilih jongkok di samping tubuh Sandra dan menempelkan punggung telapak tangannya ke kening Sandra.

"Panas sekali!" gumamnya sambil menarik kembali tangannya. Wajah Sandra juga terlihat begitu pucat.

"Hei bangun!" Gara sengaja menggoyang tubuh Sandra, tapi wanita itu tetap tidak meresponnya.

Srekkkk

Dengan sekali hentakan saja, tubuh Sandra sudah perpindahan ke gendongan Gara, ia tidak Setega itu membiarkan Sandra yang sakit tidur di atas lantai. Ia merebahkan tubuh Sandra di atas tempat tidur dan membantu melepaskan sepatu Sandra yang bahkan masih melekat di kakinya begitu juga dengan kemejanya.

Kini hanya tinggal celana dan kaos yang membalut tubuh Sandra.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Dewi Sari
mister bukan master y
Marhaban ya Nur17
drama banget se Sandra wkwkkw ah authornya kebanyakan nonton sinetron
Marhaban ya Nur17
gw emessyyy ama gara 😄 ngapa diem bae woooyyu
Marhaban ya Nur17
taruhannya jabatan y pak gara yg kaya eyang
Marhaban ya Nur17
yes oroknya jd wkwkwk
Marhaban ya Nur17
pasti salah paam wkwwk
Marhaban ya Nur17
abimanyu g jujur tuh 😄 aril adeknya n mantan e gara
Marhaban ya Nur17
nyaplok
Marhaban ya Nur17
ibu nya Sandra kah
Marhaban ya Nur17
typo nya banyak kali
Marhaban ya Nur17
negatif golongan darahnya
Marhaban ya Nur17
ea se naya emang naksir sama abimanyu wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kocak San wkwkkwk boleh jg se buat arya terjun
Marhaban ya Nur17
2x klo gtu 😁
Marhaban ya Nur17
kocak y Sandra wkwk
Marhaban ya Nur17
lama" jg nemfel
Marhaban ya Nur17
gara liat arya selingkuh kali atau ngomong yg tidak" wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
kasihan se emang sama gara soal e dri kecil emang udh di tuntut jd perfec
Marhaban ya Nur17
gara udh mulai naksir tp msh oon 😁
Marhaban ya Nur17
gw kira gara bakal kejebak jg wkkwkw pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!