NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Bayangan di Bawah Katrol

Dada Arka berdenyut seirama dengan detak jantungnya—sebuah ritme lambat yang membawa gelombang rasa sakit luar biasa. Setiap kali ia menarik napas, kemejanya yang kaku oleh es bergesekan dengan kulit dadanya yang hangus dan mengelupas, menciptakan sensasi perih bak disayat ribuan silet berkarat.

Ia masih terkapar di lantai pelat baja bersalju di dalam ruang kargo Dewi Andalas. Udara luar yang masuk dari palka terbuka membawa bau garam laut yang tengik dan asap solar sisa pembakaran mesin pelabuhan Sektor 3.

NGUING... KLANG!

Suara sirene mekanik membelah kesunyian, disusul oleh getaran hebat yang merambat dari langit-langit baja. Katrol gantry raksasa pelabuhan mulai diturunkan. Rantai-rantai sebesar paha manusia bergemerincing turun, mengait pada sudut-sudut kontainer di barisan paling depan.

Pekerja bongkar muat mulai masuk. Langkah sepatu bot tebal mereka berderap, diiringi teriakan kasar yang saling bersahutan.

"Mulai dari Blok A! Tarik dua kontainer pertama! Sitorus ingin semuanya masuk ke gudang karantina sebelum matahari terbit!"

Arka menggigit bibir bawahnya yang pecah-pecah hingga mengecap rasa anyir darah. Ia tidak punya waktu. Berdasarkan prosedur standar logistik yang pernah ia rancang di masa lalu, pembongkaran kargo kapal dengan sistem derek tunggal akan memakan waktu tepat empat menit per kontainer. Ia bersembunyi di sela-sela kontainer Blok C. Artinya, dalam delapan menit, tempat persembunyiannya akan terangkat ke udara.

Ia harus keluar sekarang, atau ia akan ditemukan dan digiling menjadi pupuk biologis.

Bergerak. Bergerak, kau bajingan bodoh, kutuk Arka pada tubuhnya sendiri.

Ia menekan kedua telapak tangannya yang lecet ke lantai. Meringis hebat, ia memaksa lututnya menekuk, mengangkat beban tubuhnya yang nyaris mati rasa akibat hipotermia.

"Kita... kita tidak berhenti di sini, Bram," bisik Arka, suaranya bergetar parah, matanya yang berkunang-kunang melirik ke arah bayangan gelap di sampingnya. "Kita harus mencari jalan turun."

Arka merayap keluar dari celah kontainer. Matanya yang cekung menyapu palka kapal yang menganga lebar. Pintu keluar itu dijaga oleh dua pekerja berseragam tebal yang sedang sibuk mencatat manifestasi di atas papan analog. Di luar palka, jembatan baja menghubungkan lambung kapal dengan dermaga beton Sektor 3 yang diterangi lampu sorot kuning.

Tidak ada rute yang aman. Namun, Arka tidak mencoba menghitung probabilitas atau kecepatan angin—ia tahu Neural Feedback akan langsung membunuhnya jika ia melakukannya. Ia hanya mengandalkan insting hewaninya. Ia mengamati rantai katrol raksasa yang baru saja mengunci kontainer Blok A.

WUSSS!

Mesin derek menjerit, mengangkat kontainer seberat belasan ton itu ke udara. Saat kontainer baja itu terangkat, benda raksasa tersebut menghalangi cahaya lampu sorot dari dermaga, menciptakan sebuah bayangan hitam pekat yang bergerak menyapu lantai palka kapal menuju pintu keluar.

Sekarang!

Memanfaatkan detik-detik saat pekerja pencatat manifestasi itu mendongak untuk mengawasi pergerakan kontainer, Arka melesat. Atau lebih tepatnya, ia menyeret tubuhnya dengan sisa-sisa adrenalin terakhir. Kakinya yang kram melangkah pincang, mengikuti pergerakan bayangan raksasa kontainer tersebut.

Ia berlari dalam diam di bawah bayang-bayang benda mati. Rasa sakit di dadanya meledak, seolah ada bara api yang disiramkan tepat ke lukanya. Keringat dingin bercucuran membasahi wajahnya yang pucat pasi.

Tepat saat bayangan kontainer itu bergeser keluar dari jembatan kapal, Arka menjatuhkan dirinya ke samping, berguling melewati bibir dermaga.

Ia tidak mendarat di atas beton yang keras.

BYUR!

Arka menghantam permukaan air laut di bawah celah dermaga pelabuhan. Air laut itu dingin, pekat, dan tertutup lapisan tumpahan oli serta sampah plastik. Sensasi garam laut yang menyusup masuk ke luka bakar di dadanya membuat pandangan Arka langsung gelap seketika. Jeritan tertahannya tenggelam di bawah permukaan air yang kotor.

Ia tenggelam, terombang-ambing di antara tiang-tiang beton penyangga dermaga Sektor 3. Namun, sayup-sayup, sebelum kesadarannya benar-benar direnggut oleh syok akibat rasa sakit, telinganya mendengar suara langkah kaki berderap di atas beton dermaga, menjauh dari lokasinya.

Ia berhasil. Ia telah menembus pertahanan awal Sektor 3.

Tangan kanannya yang gemetar parah secara refleks mencengkeram sebuah ban karet berlumut yang terikat pada tiang dermaga, mencegahnya tenggelam ke dasar lautan. Di tengah kegelapan di bawah dermaga musuh, sang peretas jenius itu kini hanyalah seonggok daging yang sekarat, menanti keajaiban atau kematian.

***

**[AUTHOR NOTE]**Arka akhirnya berhasil menyusup keluar dari Kapal Andalas! Dia menggunakan pengetahuan logistik dasarnya (SOP pembongkaran dan bayangan derek) untuk lolos. Tapi harganya sangat mahal. Arka kini terendam di air laut yang kotor di bawah dermaga Sektor 3, dengan luka bakar parah dan hipotermia yang semakin memburuk. Air garam yang mengenai luka melepuh adalah siksaan murni! Bagaimana Arka bisa selamat dari kondisi sekarat ini? Apakah dia akan merangkak ke pasar gelap Sektor 3? Tulis teori kalian!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!