NovelToon NovelToon
IMAGINATION

IMAGINATION

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Cinta Beda Dunia / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: yana syahputriy

Setelah terjebak di dalam novel "B&A," Putri menemukan bahwa dimensi ini lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Ada kekuatan misterius yang mengancam stabilitas dunia di dalam novel, dan Alena, tubuh yang ditempati oleh Putri, memiliki peran kunci dalam menghentikan bencana tersebut.

Saat Putri berusaha memahami dinamika hubungan di dalam novel, ia menemukan bahwa karakter yang dulu ia anggap konyol, ternyata memiliki alasan mendalam di balik tindakannya. Sementara itu, percintaan yang terlibat semakin rumit dengan terungkapnya rahasia yang tidak terduga.

Di tengah konflik yang meruncing, Putri menyadari bahwa keputusannya untuk kembali ke dunianya sendiri dapat berdampak besar pada nasib karakter-karakter dalam novel. Sehingga, Putri dihadapkan pada dilema antara harus memilih melanjutkan hidupnya atau mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia dalam novel tersebut.

NB : NO PLAGIAT🚫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yana syahputriy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

...Jangan lupa Like dan Komen jika kalian suka dengan ceritanya💖✨...

...*****...

Malam ini, seperti yang telah direncanakan, Bagas dan Putri bersiap pergi ke pasar malam bersama teman-temannya.

"Sayang, apa kamu sudah siap?". Tanya Bagas sambil tersenyum pada Putri yang sedang merapikan rambutnya.

Putri melirik ke arah pintu tempat Bagas berdiri "Iya, aku sudah siap. Hmm ini pertama kalinya aku ke pasar malam. Senangnya!".

Putri melepas sejenak aktivitasnya sambil mengaitkan kedua tangannya dibawah dagu seolah menggambarkan kebahagiaan yang tiada tara.

Bagas lalu berjalan mendekat ke arah kekasihnya itu "Seperti ini saja sudah cantik, jangan terlalu banyak polesan".

Ucap Bagas sambil menyisir rambut Alena dengan tangannya.

"Ihh Bagas! aku kan dah sisiran". Kesal Putri yang kini sudah beralih memakai lipstik sambil memandang kesal Bagas dari arah cermin.

"Astagaa merah sekali". Goda Bagas melihat bibir Putri.

"Iya kah?". Putri ikut memperhatikan bibirnya. "Keknya ketebelan deh".

Bagas yang mendengar itu, cekikikan dari arah belakang.

"Ck!". Putri lalu beralih menatap Bagas.

"Nunduk!". Pinta Putri membuat Bagas keheranan. Namun begitu, ia tetap mengikuti perintah kanjeng putri.

CUP!

Putri meninggalkan tanda kemerahan dileher Bagas yang menyerupai bentuk bibirnya.

"Jangan dihapus!". Ujarnya.

Bagas lalu menatap dirinya dicermin.

"Ini untuk apa? astaga! apa kamu ingin mempermalukan pacarmu didepan umum?".

"No! ini adalah tanda cinta. Awas aja ya kalo sampe kamu kegatelan lirik cewek cantik disana".

"Hah?".

"Hah hoh hah hoh, ayo jalan!". Ucap Putri lalu menarik tas selempangnya dan berjalan keluar pintu.

..._________...

Bagas dan Putri tiba di pasar malam lalu mencari keberadaan teman-temannya yang katanya menunggu didepan jalan masuk pasar.

"Eh itu mereka".

Tunjuk Putri pada beberapa pasang laki-laki dan perempuan yang tengah berdiri canggung.

"Ohh iya!". Ucap Bagas lalu mereka pun berajalan menuju teman-temannya.

"Buseet bos bawa gandengan nih!". Goda Rendi.

"Yoi". Jawab Bagas bangga.

"Heh? Sebentar, sepertinya ada sesuatu dilehermu?".

Tanya Aldi penasaran saat tak sengaja melihat leher Bagas. Matanya menyipit untuk mempertajam penglihatannya di tengah redupnya cahaya lampu. Dika, dan yang lainnya ikut memperhatikan.

"Bibir?!". Ceplos Evline sembari menutup mulutnya.

"Eh, jangan sentuh! Nanti hilang".

Peringat Bagas kepada Rendi yang mencoba meraba lehernya. Orang-orang di sekitarnya memandang dengan heran, kecuali Putri yang malah tersenyum dengan tawa jahat tersembunyi di balik wajahnya yang datar.

"Jangan bilang!....". Aldi menatap Bagas dan Putri bergantian.

"Iya". Ucap Bagas menjawab tebakan Aldi.

"Udah-udah mending kita masuk, nanti keburu subuh".

Ujar Putri dengan wajah menahan malu sambil berjalan mendahului teman-temannya.

"Bisa malu juga ternyata". Bagas terkekeh geli.

"Ayo masuk".

Saat mereka memasuki pasar malam, aroma khas makanan menguar di udara, membangkitkan selera mereka.

"Wow, ini sungguh luar biasa!". Seru Zahra sambil memandang sekeliling dengan mata berbinar.

"Bagaimana kalo kita membeli beberapa makanan lalu bersantai?". Antusias Miya sambil menatap ketiga sahabatnya.

"Ide yang bagus!". Sahut Rian.

Evline, Miya, Zahra, dan Putri menatap sinis ke arahnya.

"Siapa bilang kalian boleh ikut!". Balas mereka serempak.

"Apa?!". -Rendi.

"Maksudnya kita akan berpisah?". Tanya Dika dengan nada protes.

"Ayo!". Zahra dengan antusias menarik lengan Alena dan menggiring kedua sahabatnya menghiraukan wajah-wajah kecewa dari tim cowok.

"Huh padahal niatnya mau pdkt". Keluh Dika.

"Pfft! sabar disini juga banyak wanita kok". -Aldi.

"Wanita?". Tanya Rian.

"Iya.. Disini juga banyak janda. Bukannya kalian lebih suka yang dewasa?".

Balas Aldi dengan wajah datar lalu berjalan mendahului teman-temannya.

"Siapa yang mengajari anak polos itu?". -Tanya Bagas keheranan mengingat Aldi yang paling lugu di antara mereka.

"Bukan aku". Dika mengangkat kedua tangannya.

Lalu semua mata menatap ke arah Rendi.

"Hehe, aku hanya berbagi pengalaman saja. Siapa sangka adik kecil itu mengambil kesimpulan sebaik itu". Rendi tersenyum canggung.

"Pengalaman? kau bisa membaginya kepada kami??". -Dika.

Bagas hanya bisa geleng-geleng kepala lalu mengejar langkah Aldi sebelum terlalu jauh.

"Eh, Bagas tunggu!".

...******...

1
𝐴𝑙𝑦𝑎𝑎𝑤
good
Khenasheisa: mirip k-drama alurnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!