NovelToon NovelToon
Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:355.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tria Sulistia

Diana adalah wanita dengan trauma di masa lalu yang membuat dia tak mau menjalin komitmen.

Suatu hari, adik Diana bernama Tiara ingin menikah dengan kekasihnya. Tapi Suryo, sang kakek, tidak merestui pernikahan Tiara sebelum Diana memiliki suami.

Hingga akhirnya, demi sang adik bisa menikah, Diana memutuskan menikah kontrak dengan Darell, pria yang juga memiliki masa lalu yang kelam dan diam-diam memiliki genophobia atau ketakutan akan hubungan intim.

"Ini hanya sebatas pernikahan kontrak. Setelah tiga bulan adikku menikah, kita cerai. Bagaimana? Kamu setuju?"

Darel menjawab, "Aku setuju."

Akankah pernikahan mereka berakhir seperti rencana semula? Ataukah menjadi kisah awal Darell dan Diana untuk saling menyembuhkan luka ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tria Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Teror

Siang itu,  Diana turun dari mobil. Lalu menyapu pandangan ke sekeliling mencari keberadaan Darel di tempatnya bekerja. 

Diana meraih ponsel untuk menelepon Darel dan memberitahu pria itu bahwa dia datang untuk mengantarkan bekal makan siang. Tak lama Darel pun muncul berjalan mendekati Diana. 

Senyum berkembang di bibir Diana seiring langkah kaki Darel yang mendekat dan begitu pria itu berdiri tepat di hadapannya,  Diana langsung menyerahkan kotak makan.

Darel hanya melirik sekilas pada kotak makan berwarna merah dengan ekspresi datar,  lalu kembali menatap Diana. 

Sesuai saran dari Tiara, Diana akan berusaha membuat Darel jatuh cinta padanya selama kontrak pernikahan mereka masih berlangsung. 

"Aku bawakan bekal untukmu. Tolong di makan ya? Kali ini aku jamin rasanya enak," kata Diana sambil menerbitkan senyuman manis. 

Darel menarik nafas panjang dan menerima kotak makan itu. "Lain kali tidak perlu membawakan bekal untukku."

"Aku kan sudah bilang, aku akan berusaha untuk menjadi istri terbaikmu."

Darel diam tak menanggapi perkataan Diana agar tak ada bahan obrolan lagi dan Diana akan langsung pergi. 

Dan benar saja. Setelah berbasa-basi dan tak ada tanggapan serius dari Darel, akhirnya Diana pun berpamitan pergi. 

Ketika Diana menyeberangi jalan, Darel melihat melalui ekor matanya, sebuah mobil melaju kencang menuju arah Diana. Wanita itu tampak tak memperdulikan jalanan sehingga tak menyadari ada mobil di ujung jalan.

Sontak Darel memutar badan, berlari sekencang mungkin dan berhasil mendorong Diana tepat sebelum tertabrak mobil. 

Darel menyipitkan mata untuk dapat melihat plat nomor mobil yang tampak tidak asing. Lalu dia berdesis geram kala menyadari mobil yang hampir menabrak istrinya adalah mobil milik Axe. 

"Darel?" ucap Diana yang masih gemetaran. 

Dia tak menyadari ada mobil yang hendak menabraknya. Entah apa jadinya jika Darel tidak mendorong Diana. 

Kini kedua insan itu masih dalam posisi saling memeluk. Kemudian Darel menunduk untuk melihat kondisi Diana. 

"Kamu tidak apa-apa? Makanya jangan melamun saat sedang menyeberang jalan," kata Darel sambil bola matanya menyorot ke setiap inci tubuh Diana untuk memastikan tak ada luka di sana. 

Suara Darel terdengar jelas kalau dia sedang marah meski dari sorot matanya tampak penuh perhatian memandang Diana. 

*

*

*

Malam di hari yang sama, Diana duduk gelisah di ruang tamu menunggu Darel pulang. Sesekali dia memeriksa ponsel hanya untuk menanti pesan dari suaminya.

Kemudian Diana berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Sudah entah berapa kali Diana menyibak tirai untuk melihat ke luar sana kedatangan Darel. 

Namun, sampai jam menunjukan pukul sembilan malam, tak ada tanda-tanda Darel pulang. Pikiran Diana mulaii berpikir hal-hal yang negatif. 

Mungkinkah Darel mengalami kecelakaan? Dikeroyok oleh orang-orang asing lagi? Atau jangan-jangan dia sedang bersama Katia? 

Diana menghela nafas dan berdecak kesal. Tepat saat itu juga, telinga Diana mendengar derap langkah menuju rumah. 

Terlebih dahulu Diana memastikan jika derap langkah itu adalah suara langkah Darel. Maka dari itu,  Diana kembali menyingkap tirai.

Seketika Diana berteriak kencang begitu melihat sosok pria memakai baju serba hitam dan bertopeng menyeramkan. Lalu secepat kilat pria itu melempar batu bata ke arah Diana. 

Untung saja Diana dapat menghindar. Sehingga saat batu bata itu menembus kaca jendela, hanya beberapa senti saja hampir mengenai kepala Diana. 

Seperpihan kaca berjatuhan ke lantai begitu pula batu bata yang diikat bersama secarik kertas. 

Namun, Diana yang ketakutan lebih memilih berlari ke ujung ruangan, berjongkok sambil dalam hati berdoa agar Darel cepat pulang. 

Diana berjongkok dengan kepala tertunduk, badan gemetar dan tangan yang memeluk siku. Lalu dapat Diana rasakan sebuah tangan kekar menepuk bahunya. 

Membuat Diana berteriak histeris saat itu juga. 

"Diana? Diana ini aku. "

Diana mendongak dan melihat orang yang menepuk bahunya adalah Darel. 

"Darel," ucap Diana dengan bibir yang gemetar. Lantas Diana menunjuk kaca jendela yang telah pecah. "Tadi ada orang yang melempar batu ke arahku."

Darel menganggukan kepala. "Aku tahu. Tadi aku juga melihat orang itu berusaha kabur."

"Aku takut, Rel. Sepertinya ada surat di batu bata itu."

Darel mengambil secarik kertas yang diikat menggunakan tali tipis ke batu bata. Dia merentangkan kertas lalu membaca isinya. 

Aku tidak akan berhenti sebelum kamu menderita, Darel. 

Diana mememberanikan diri untuk berdiri di samping Darel dan ikut membaca.

"Itu dari siapa, Rel?"

"Aku tidak tahu. Mungkin hanya orang iseng," kata Darel berbohong. 

Sebenarnya Darel sangat hafal dengan pemilik tulisan tangan itu. Sebab ini bukan pertama kalinya dia mendapat surat ancaman dari Axe. 

Darel menoleh pada Diana. Sebisa mungkin menampilkan ekspresi wajah yang tenang. 

"Kenapa kamu belum tidur?" Darel bertanya untuk mengalihkan perhatian Diana dari teror yang baru saja dialami. 

"Aku menunggumu."

Darel menarik ujung bibirnya membentuk senyum tipis. Secepat kilat Darel menggendong Diana ala pengantin baru dan membawanya ke kamar. 

Darel membaringkan tubuh Diana perlahan tapi Diana tak melepaskan tangan yang melingkar di leher Darel. Sehingga kini wajah keduanya berjarak sangat berdekatan. 

"Tidur!" perintah Darel singkat, padat, dan jelas. 

Namun, Diana seolah tak menggubris lalu berkata, "Darel, jawab pertanyaanku! Apakah kamu mencintaiku?" 

"Apakah itu penting?" Darel balik bertanya. 

"Aku butuh kepastian, Darel."

Darel menatap dalam bola mata Diana. Tak ada jawaban yang terlontar dari bibir . Yang ada justru bibir itu menabrak bibir Diana. 

Detik berikutnya, Darel melumaat bibir Diana. Meski tangan Diana menahan dada bidang Darel tapi kekuatannya masih kalah jauh. Lalu ciuman itu berhenti ketika keduanya kehabisan nafas. 

"Jawab aku, Rel!" pinta Diana sambil memukul dada Darel. 

"Ciuman tadi sudah menjawab semuanya."

Diana menggelengkan kepala dengan tegas. "Itu sama sekali bukan jawaban. Itu nafsu."

Darel menghela nafas kasar. Posisi keduanya yang sangat berdekatan menjadikan Darel tak mampu lagi menahan keinginan yang terpendam selama ini. 

Sesuatu yang dulu menjadi ketakutan Darel,  kini berubah menjadi candu ketika dia berada di dekat Diana. Dia kembali mencium Diana dengan tangan yang meraba ke tempat favoritnya. 

Tak dapat dipungkiri,  Diana terbuai oleh sentuhan dan ciuman Darel tapi tak lama Darel melepas tautan bibir mereka begitu saja.

Lalu berjalan keluar kamar tanpa berbicara sepatah kata pun. Seakan telah tak terjadi apapun.

Membuat Diana menghirup nafas panjang dan menelan kecewa. 

1
ione
/Sob/
Ayu Sari Murni
adik laknat
nissa
hadeh
nissa
lanjut
Abd Kadir Taha
semoga darell yang akan menyebuhkan rasa traumanya diana!
Abd Kadir Taha
makanya tu mulut di jaga diana!
Abd Kadir Taha
hati2 ntar tangannya nyasar kebawa/Facepalm/
Ade Ira Puspita
Luar biasa
Debbie Teguh
keren, penjebak malah kena jebakan maut
Yana Rizky
bagus lah klu Diana hamil
Yana Rizky
egois..tiara
Yana Rizky
sedih.fwngwr cerita darel
Yana Rizky
cakep..cerita Nye
Yana Rizky
benci Tiara..egois
Yana Rizky
baik...
Yana Rizky
cakep.cerita..nye
Yana Rizky
🥰🥰🥰🥰🥰
Yana Rizky
ok
Yana Rizky
yes
Yana Rizky
yes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!