NovelToon NovelToon
Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:406.1k
Nilai: 5
Nama Author: MAMAK DIBA

Tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Tidak semua yang kita rencakan berjalan sesuai kemauan.
Pasti ada masanya kita jatuh dan terpuruk.

Dan di saat aku jatuh dan terpuruk itulah selalu ada orang setia berada di sampingku.

Seindah apapun Pelangi akan kalah sama yang namanya Matahari,karena yang indah sesaat akan kalah dengan yang selalu ada setiap saat.


***


"will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.

"tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.

"kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.

aku berdecak pelan sebelum mengangguk.

"I will try" lirihku.

Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.





Ikuti terus kisah Naya dan Mas Duda ya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Aku sampai di kantor melerakkan tas dan pergi ke pantri untuk menyeduh coklat panas.

Aku kembaki dan sudah ada Vivi dan Eri di meja.

"Geng ambil oleh-oleh di mejaku, tapi seadanya yaa" ucapku.

"Waah aku mau ini deh mbak, kayaknya enak" Vivi mengambil keripik salak.

"Aku ini aja mbak" Eri mengambil keripik apel.

"Okeeee" jawabku.

Klek

"Bagi-bagi apa lu Nay? Sembako?" Ledek Given yang baru tiba.

"Iyaaa, lu nggak boleh minta"sinisku.

"Yaelah pagi-pagi udah galak aja lu Nay"jawabnya.

"Ntar makan siang bareng gue, nggak ada penolakan!" Ucapku saat Given akan membuka ruangannya.

"Iyaa" jawabnya melihat wajahku yang datar.

Sampai pukul 10 Risa belum datang.

"Vi, si Risa kemana ?" Tanyaku

"Sakit mbak , udah ijin juga kok" jawabnya.

"Yaudah, ntar sore kita jenguk deh" ucapku.

*

"Jadi makan siang bareng nggak Nay" tanya Given di dekat mejaku.

"Jadi, gue save kerjjaan gue dulu" ucapku.

"Kita makan di cafee depan kantor aja,ada yang mau gue tanyain sama lu" ucapku menatap mata Given datar.

Aku berdiri setelah mengambil tas dan berlalu keluar mendahului Given.

Kami sampai di cafee dan memesan makanan, aku masih diam saja dan tidak mengeluarkan sepatah katapun sampai makanan kami di antarkan.

"Ada apa sih Nay?" Tanyanya.

"Makan dulu aja" jawabku acuh.

"Gimana gue mau makan kalau lu kayak gini, gue ada salah sama lu Nay ? Ngomong dong. Gue nggak suka ku diem aja kayak gini"ujarnya mengiba.

Aku menundukan wajahku lalu mendongak menatap matanya.

"Jujur sama gue, lu tahu keadaan Rizwan kan ?" Mataku memerah menahan tangis.

"Kenapa sekarang diem aja, lu tahu kan da  ku diem aja Ven" seruku menangis.

"Gue kayak orang bego tahu nggak, gue di putusin gitu aja kemarin, gue tahu dia nggak bener-bener mau putus"tangisku mulai sesenggukan.

Given berdiri dan memelukku dari samping.

"Sorry Nay, Rizwan yang minta gue buat diem" jawabnya.

"Kenapa lu mau brengsek"raungku memukul lengannya.

"Sorry Nay sorry"lirihnya.

"Sekarang ceritain semuanya, jangan ada yang di tutupin lagi, please" aku mulai mekunak.

"Okee" jawabnya .

FLASHBACK

"lu ngapain ada disini, lu sakit apa?" Tanyaku.

"Jenguk temen gue" jawab Rizwan tersenyum.

"Jangan bohong, gue tadi liat ku keluar dari ruangan dokter Andi" ucapku.

Rizwan terdiam dan mengajak'ku duduk di taman Rumahsakit, aku sedang menjenguk sepupuku yang kecelakaan ketika melihat Rizwan masuk ke ruangan dr.Andi karena di dorong rasa penasaran akhirnya aku menunggu sampai Rizwan keluar dari ruangan itu.

"Gue didiagnosis dokter kena leukimia Ven"ucapnya sendu.

"Lu bercanda kan ?" Tanyaku tak percaya.

Rizwan terkekeh "kalau saja itu cuman candaan gue pasti seneng banget, tapii sayangnya itu serius"

"Stadium berapa?" Tanyaku

"3"jawabnya singkat

Aku menoleh "kenapa nggak pernah bilang"

"Buat apa? Toh umur juga udah ada yang ngatur kan"jawabnya.

"Jangan kasib tahu Naya, gue nggak mau kihat dia sedih. Lu tahu kan secinta apa gue sama dia"lanjutnya. Aku hanya diam mendengarnya.

"Padahal rencananya tahun ini gue mau ngelamar dia, tapi karena penyakit sialan ini rencana dan impian gue buat bersanding dengan Naya harus pupus" aku melihat Rizwan menyeka airmatanya.

Aku tahu bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan cinta Naya.

"Seenggaknya Naya harus tahu keadaan lu Wan" ucapku membuat Rizwan terkekeh miris.

"Dan buat dia sedih, gue nggak mau melihat tatapan kesedihan dan kasihan di matanya Ven"ucapnya "gue perlahan-lahan bakal ninggalin dia, tolong lu jagain Naya ya, dampingin dia terus selama gue nggak ada"lanjutnya menepuk bahuku.

"Gue nggak mau, lu jaga sendiri aja"tolakku

"Gue tahu ku juga suka sama Naya kan"

Deg

"Dari cara lu natap dia , lu memperlakukan dia juga udah keliatan Ven, jadi nggak usah kaget gitu"kekeh Rizwan.

"Perjuangin cinta lu, gue bakal pergi"ucapnya menepuk bahuku lalu pergi.

FLASHBACK OFF

Setelah mendengar cerita Given tadi siang (skip tentang perasaan Given) aku  lebih sering melamun, pekerjaan banyak yang salah.

Pukul 3 aku berdiri dan pamit pada teman-teman kalau aku pukang duluan, aku juga menitipkan uang untuk Vivi dan Eri yang akan menjenguk Risa.

Aku mengendarai motorku ke taman dimana Rizwan menyatakan cintanya padaku.

Aku memilih duduk di bangku dan menatap Taman.

Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada dr.Wanda yang sempat aku save nomernya kemarin malam.

Me [selamat sore dr.Wanda saya Naya yang bertemu anda kemarin di taman Sby, anda masih ingat saya] send.

Dr.Wanda [tentu saaja Naya ,salam kenal]

Aku menimbang-nimbang apa yang harus aku tanyakan pada Dr. Wanda.

"Boleh saya temani kamu duduk disini Nay"suara Alan menginterupsi membuatku menoleh.

1
Junita Makakombo
ceritanya bagus
Aprillia
lanjut Thor👍🏼👍🏼💪🥰🥰🥰🥰
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya buat kaka Author🌸🌸
Widia Aja
Tamat?????????
Widia Aja
Naya,
Kamu tuh sebenernya juga cinta sama Alan, tapi kamu keras kepala, keras hati, egois..
Widia Aja
Jangan keras kepala dan egois deh Naya
Widia Aja
Almer anak nya Nah dan Given atau anaknya Desti?
Widia Aja
HUUUUAAAAA......😭😭😭😭😭😭
Widia Aja
Nah looooh.....
Widia Aja
🥺🥺🥺
Widia Aja
Rizwan koma???
Widia Aja
bab berikut akan mengandung bawang nih kayak nya
Widia Aja
Si Bibi ama anak nya yg hamil, tetap di rumah nya aja, jangan di kasih atau ditanggung segalanya...
keliatan bibit pelakor nya, ibu nya juga mendukung selama cowoknya ganteng dan kaya...
hati2 ya Nay..
nanti senjata makan tuan
Widia Aja
yawdah gak apa2
Widia Aja
Udah dikasih gratis jangan minta kamar VIP ya bi...
Widia Aja
Lanjoooooott.....
Widia Aja
bertambah lah rasa pinisirin kuh
Widia Aja
Alan jangan jadikan Nay bodyguard anak nya dong..
Widia Aja
Pertemuan yg "indah"
Widia Aja
Waaahh.....
Jesy ternyata siluman ulat bulu yg kegagalan ama duda kaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!