MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI
Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Sepuluh menit sudah berlalu, Syakir sudah selesai menelepon Kirana, istrinya yang masih setia menunggu Syakir untuk kembali pulang dan makan malam bersama dirumah.
Syakir kembali masuk ke dalam restauran itu dan kembali duduk bersama dengan Ayah Basith dan Bunda Ayu. Duduk di kursi paling ujung dengan pandangan lurus ke depan bertemu dengan wanita bercadar dengan mata indah yang juga duduk satu meja dengan Syakir.
Sejak tadi pandangan Syakir hanya menunduk menatap ke arah bawah. 'Kenapa harus ada wanita itu, wanita yang tidak sengaja ditabraknya saat berjalan keluar dari restauran ini, siapa dia, kedua matanya bagai sihir, dan begitu indah untuk dipandang,' batin Syakir di dalam hatinya.
Ayah Basith dan Bunda Ayu terlihat begitu bahagia dengan wajah yang bersinar. Bunda Ayu tiba-tiba menatap Syakir dengan lekat seolah meminta jawaban dari mana sejak tadi tidak berada di tempat duduknya.
"Kamu kemana saja Syakir? Sejak tadi Bunda memcarimu? Ponselmu juga tidak aktif, saat Bunda telepon?" tanya Bunda Ayu kepada Syakir yang hanya terdiam memikirkan Kirana.
Merasa tidak ada jawaban dari Syakir, Bunda Ayu kembali berbincang dengan dokter Fatih dan Amira, kedua pasangan yang sebentar lagi akan menjadi besan.
"Dokter Fatih, Amira, ini Muhammad Syakir, putra kami yang dulu kalian tolong saat Ayu ingin melahirkan, panggil saja Syakir. Syakir beri salam kepada Nabi Fatih dan Umi Amira," ucap Bunda Ayu dengan tegas menjelaskan dan menitah Syakir putranya untuk memberi salam kepada kedua orang tua itu sebagai tanda hormat.
Satu pasang mata yang sejak tadi melirik ke arah wajah tampan Syakir, mengulas senyum yang kini terbit di balik cadar hitamnya. Tatapan kedua mata indah mampu menyihir kaum adam untuk mengagumi wanita cantik itu.
Syakir beranjak berdiri dan menyalami kedua orang tua itu dengan mencium punggung tangan Abi Fatih dan Umi Amira secara bergantian dengan penuh hormat dan sopan.
Kesan pertama Abi Fatih dan Umi Amira langsung jatuh cinta kepada calon menantunya ini, bagaimana tidak, pesona Syakir dengan aura sebagai santri penghafal Al-Quran dan pendawam sholawat memberikan sinar yang berbeda pada wajah tampannya itu.
Setelah menyalami Abi Fatih dan Bunda Amira, Syakir kembali duduk di kursinya. Kini giliran Abi Fatih dan Umi Amira yang memperkenalkan putri semata wayangnya itu.
"Mas Basith, dan Mbak Ayu, lihat gadis itu adalah putri semata wayang kami yang aku inginkan sejak pernikahan dimulai, namun ternyata Amira dinyatakan mengandung setelah Amira membantu persalinan Ayu dengan tulus dan ikhlas. Mungkin ada doa-doa yang baru dijabah oleh Allah SWT, dan Amira sungguh bahagia dengan kehadiran Siti Fatima, panggil saja Fatima," ucap Umi Amira memperkenalkan Fatima dengan penuh rasa haru.
Proses untuk mendapatkan Fatima adalah sebuah kesabaran. Akhirnya Allah SWT memberikan gadis cantik, sholehah, dan taat kepada Allah SWT.
Fatima menatap satu per satu kepada Ayah Basith dan Bunda Ayu serta Syakir sambil menganggukkan kepalanya pelan dan meletakkan kedua tangannya didepan dada sebagai tanda salam hormat.
"Fatima, ini calon mertuanya, temuilah mereka," ucap Umi Amira dengan penuh kelembutan.
Deg ...
Deg ...
Deg ...
Jantung Syakir mendadak seperti berhenti berdetak, aliran darahnya juga seakan tersumbat dan tidak mengaliri ke seluruh tubuhnya.
Kata-kata yang terlontar dari bibir Umi Amira membuat Syakir tidak bisa berkata-kata lagi. Simbol cicin emas yang sudah melingkar di jari manisnya seolah tidak berguna untuk menunjukkan status hidupnya yang kini sudah berubah bukan melajang lagi melainkan ada hati yang harus dijaga selamanya baik di dunia maupun di akhirat.
Fatima berjalan menuju arah Ayah Basith dan Bunda Ayu dengan gemulai. Satu per satu, punggung tangan Ayah Basith dan Bunda Ayu dicium dengan hormat secara bergantian. Lalu Fatima kembali duduk di kursinya dengan pandangan menunduk menjauhi pandangannya kepada Syakir yang mempesona itu.
Dalam hati Fatima sejak tadi beristighfar terus tiada henti. Matanya telah berzinah untuk melihat keindahan makhluk ciptaan Allah SWT yang masih haram di mata Fatima.
Begitu juga dengan Syakir, yang tidak bisa jauh dan tidak bisa terlepas dari kedua mata indah itu yang sudah menjadi candunya untuk sesekali menatapnya.
Malam itu semua orang tua tampak bahagia dan tertawa dengan senang atas pertemuan yang sudah direncanakan belasan tahun dan akhirnya bisa terlaksana dengan menikahkan kedua putra dan putri mereka.
Abi Fatih adalah seorang dokter spesialis obgyn atau dokter spesialis kandungan, sejak membantu persalinan Bunda Ayu, Abu Fatih langsung pindah ke Amerika untuk bekerja di sebuah rumah sakit ternama disana, sekaligus menjadi dosen pembimbing untuk mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menulis thesis tentang spesialis kandungan.
Umi Amira, hanya seorang wanita sekaligus Ibu rumah tangga yang hanya mengurus dan melayani Abi Fatih, suami tercintanya dan Fatima, anak semata wayangnya. Kini Umi Amira ikut dalam komunitas aksi sosial untuk membantu anak-anak yang tidak mampu yang mau sehat dan pintar dengan membuka sekolah dan pesantren serta rumah sakit gratis.
Sedangkan Fatima, sejak awal kelahirannya yang sudah dinantikan oleh Umi Amira dan Abi Fatih langsung dididik dengan ilmu agama yang baik. Kini Fatima sedang menyelesaikan sekolah lanjutan atas di Turki dan akan melanjutkan kuliah disana.
Masing-masing orang sudah memesan makanannya, dan semua makanan sudah tersedia di meja makan besar itu, mereka tinggal memilih sesuai keinginan mereka.
Mereka mulai menyantap makan malamnya dengan sangat nikmat. Suara dentingan dari sendok garpu dengan lirik keramik itu menambah riuh suasana makan malam itu.
Suasananya menjadi sangat hangat dan kekeluargaan, dua keluarga besar yang akan menjadi satu dengan penyatuan ikatan yang halal dari kedua putra putrinya.
Syakir dengan pelan menyantap makanannya seolah ada beban dipikirannya sehingga kurang menikmati rasa makanan yang enaknitu dan suasana hangat dalam keluarganya.
Fatima sendiri menyantap makanannya dengan perlahan mengunyah makanan dan kemudian menelannya. Sesekali cadat itu digeser untuk memasukkan sendok Dengan penuh nasi ke dalam mulutnya.
Pandangannya begitu tajam dan nampak terlihat sangat tulus. Fatima memang sesekali melirik ke arah Syakir yang sedang menyantap makanan dengan menyuapkan satu sendok ke dalam mulutnya, ada sebuah sinar berkilau dari jari manis Syakir yang begitu jelas nampak terlihat menyorot terkena cahaya lampu.
Fatima menatap benda tippis dan kecil yang melingkar di jari manis Syakir lalu menatap Syakir dengan lekat seolah meminta penjelasan tentang simbol cincin itu. Namun, Fatima tetaplah Fatima yang tidak pernah sedikitpun berburuk sangka kepada orang lain, terlebih kepada calon suaminya sendiri yang sudah dipilihkan oleh Abi Fatih dan Umi Amira.
Nama Syakir selalu di sebut Fatima dalam setiap munajat doanya di sepertiga malam. Sejak belia Fatima sudah menutup aurat dan memakai cadar setelah Umi Amira bercerita tentang perjodohannya dengan Syakir.
Fatima selalu menjaga dirinya dan tubuhnya agar tidak tersentuh dan tidak dinikmati oleh banyak kaum Adam walau hanya memandangnya.
miris pola pikir mu thor
belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain
belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban
renungkan lah
kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana
mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana