Seorang Pendekar Wanita/Lihiap muda yang sedang naik daun, kuat, dan terkenal. Rela meninggalkan semua kesuksesan yang telah ia raih di usia muda, hanya untuk keluar dari kungkungan latar belakang keluarganya sebagai Keluarga Bangsawan.
Berbagai konflik dan pemberontakan yang terjadi di Dunia Bela Diri, membuatnya kembali ke Dunia Bela Diri dengan menyembunyikan identitas asli.
Pertarungan, intrik, dan romansa tidak bisa dihindari.
Di situlah Legenda itu ditulis kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KidOO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB — 26
Tidak mau kehilangan anak naga itu begitu saja, Partai-partai besar Dunia Persilatan akhirnya ikut terjun ke pertempuran yang terjadi di atas air dan balok-balok telaga pelangi.
Partai Shou Lin, membentuk barisan penyerangan dan pertahanan Lo Han Tin di atas di telaga itu, yang memimpin barisan tersebut adalah ketiga tetua yang hadir itu secara langsung.
Wu Dang Juga tidak mau kalah, mereka ikut terjun dan langsung menyerang orang tua bernama Koai Lo-Jin. Sedangkan pihak Kun Lun menyerang Giam Lo It Ci.
Dengan partai-partai besar telah memilih lawan masing-masing, secara tidak langsung Shou Lin berhadapan dengan Tok Ong Nan Kui. Barisan Lo Han Tin milik Kuil Shou Lin memang sangat efektif bertarung melawan Tok Ong Nan Kui.
Apalagi biksu-biksu ini telah memakan pil anti racun serta menutup hidung dengan kain sehingga, permainan racun menjadi sangat tidak efektif terhadap barisan pertahanan dan penyerangan Lo Han Tin.
Sekarang, pertarungan di telaga tersebut telah terpecah menjadi tiga. Tok Ong Nan Kui, Koai Lo-Jin, dan Giam Lo It Ci tidak memperoleh keuntungan sama sekali pada pertarungan ini.
Bukan karena mereka tidak kompeten, itu salah sepenuhnya. Namun, pengeroyokan yang dilakukan sekte-sekte besar pada mereka menghambat segala gerak dan pengembangan teknik ilmu bela diri mereka.
“Sekte-sekte besar keparat! Aku tidak bisa mendapatkan binatang ini, kalian juga tidak akan mendapatkannya.” Tok Ong Nan Kui menjadi sangat murka. Sambil memegang tali jaring memang menyulitkannya bergerak bebas untuk membalas serangan.
“Kalian bertiga yang tidak memandang kami semua, mentang-mentang dikatakan sebagai lima terkuat dunia persilatan. Apa semua barang-barang langka yang muncul juga hanya kalian saja yang bisa memperebutkan.” Ini yang menjawab bukanlah orang-orang dari tiga sekte besar. Melainkan pihak lain dari luar telaga pelangi.
Tok Ong Nan Kui benar-benar marah. Dia akhirnya melepaskan pegangan pada jaring yang telah mengurung binatang ajaib tersebut.
Pada saat itu, tiba-tiba saja hawa udara menjadi sangat dingin. Percikan air yang mengudara karena pertarungan antara mereka semua ikut membeku sebelum jatuh dan menyambung, membentuk duri-duri es. Air telaga pelangi juga telah membeku seluruhnya.
Anak Naga yang terkurung di dalam jaring emas juga ikut membeku tidak bisa melarikan diri sama sekali.
“Apa yang telah terjadi?!” Semua seniman bela diri menjadi heran. Untuk sesaat mereka telah melihat ke kanan dan kiri, tapi tidak ada dari mereka menemukan alasan yang tepat, terhadap fenomena membekunya seluruh telaga pelangi.
Orang-orang yang sedang bertarung terus bertarung tanpa mau memikirkan apa yang terjadi, lagipula dengan membekunya seluruh telaga. Tentu saja akan memudahkan mereka bergerak bebas dalam bertarung.
Sebenarnya, ini adalah buah pekerjaan Lenghou Yanzi. Saat ia suara teriakan kemunculan anak naga itu terdengar, Lenghou Yanzi ikut menoleh.
Kemudian, seluruh kejadian selanjutnya, sudah pasti tidak lepas dari pandangan mata tajam si pemuda.
Perlahan, Lenghou Yanzi turun dari pohon oak tempat ia bermeditasi. Gerakannya yang ringan dan halus, seperti daun jatuh tertiup angin. Tidak meninggalkan jejak suara ataupun bekas telapak kaki di atas tanah bersalju.
Dengan nafas yang sangat halus dan tidak terdengar oleh telinga tajam seorang pun. Lenghou Yanzi berjalan perlahan, ke sisi lain telaga pelangi. Dia mencari posisi yang sedikit gelap, sambil terus memperhatikan jalan pertarung.
“Ini juga kesempatan, orang yang di sapa sebagai Raja Racun itu terlalu menganggap diri sendiri kuat. Dia malah langsung menangkap binatang ajaib tersebut dengan jaring emas dan memicu pertarungan. Biarkan saja mereka terus bertarung.” Lenghou Yanzi bermonolog di dalam hati.
Tanpa diketahui Lenghou Yanzi, sosok lain juga terus memperhatikan dia sejak saat ia mengundurkan diri dari Villa Angsa Emas. Itu adalah Nangong Rong, gadis pemilik villa ini, sejak awal juga sangat tertarik dengan kemunculan anak naga itu.
Tapi, kepribadian Lenghou Yanzi juga sangat menarik perhatiannya. Apalagi, anak muda itu berkata bahwa tujuan ia ingin mendapatkan binatang tersebut bukan untuk memperkuat diri, tapi lebih pada tujuan lain yang tidak dijelaskan.
Nangong Rong telah mengikuti perjalanan Lenghou Yanzi secara diam-diam. Dengan dasar tenaga dalamnya yang sangat kuat serta ilmu meringankan tubuh tinggi, ditambah pengalaman yang lebih banyak jika dibandingkan dengan Lenghou Yanzi. Maka, sangat mudah bagi Nangong Rong mengikuti si pemuda tanpa ketahuan sedikit pun.
Nangong Rong sempat terkejut saat melihat teknik meditasi Swat Im Sinkang yang dilatih oleh Lenghou Yanzi. “Pantas saja dia tidak merasa butuh pada binatang itu untuk meningkatkan tenaga dalam. Teknik yang ia latih saja sangat unik.”
Semua keributan yang terjadi di sana juga tidak lepas dari pandangan mata Nangong Rong. Namun, gadis ini memilih diam dan terus memperhatikan gerak-gerik Lenghou Yanzi.
mohon bantuannya kak
Aku hiatus novel ini, soalnya ... hanya dikasih level 3 oleh yang mulia NT/MT ...
Jangan baca! Jangan baca! Biar kagak menyesal. 🙏🙏🙏🙏 😂😂😂