NovelToon NovelToon
Legend Of Two Warriors

Legend Of Two Warriors

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Legenda perjalanan dua pendekar yang mengarungi dunia persilatan. Mengguncang dunia persilatan dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Mendapatkan julukan dari para pendekar diseluruh penjuru dunia.

Perjalanan menuju keabadian yang penuh akan pengorbanan. Mengguncang langit dengan pedang di tangannya. Seluruh alam berseru, menunggu waktunya mereka mencapai puncak tertinggi dunia.

cover by: pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulu Burung Phoenix

Hua Yan mendekati prasasti tersebut berniat untuk membacanya.

"Semakin naik suhu panas disini, tanpa adanya perlindungan mumpuni, orang akan mati seketika,"ucap Hua Yan.

Prasasti terakhir yang merupakan pelengkap dari dua prasasti lainnya. Prasasti yang ditinggalkan oleh Kaisar pertama.

"Iblis menyerang, manusia musnah. Sang ilahi murka, iblis pun kalah. Dewata Agung memberikan berkahnya kepada dunia, dan aku menerimanya. Iblis tak akan pernah musnah selagi semesta ada, iblis layaknya Dewata yang hidup abadi. Cahaya membisikkan sesuatu kepadaku, ia berkata bahwa putra surgawi akan terlahir sebagai manusia. Aku menunggu kapan waktunya, namun aku mangkat sebelum melihatnya"

"Dari ketiga prasasti, hanya prasasti terakhir yang menjelaskan mengenai para iblis. Namun dari semuanya tidak ada yang menjelaskan dimana letak danau suci berada,"ucap Hua Yan sedikit kecewa.

Mangkuk emas berukiran naga keluar dari cincin penyimpanan milik Hua Yan. Mangkuk emas terbang diatas batu prasasti menyerap jejak-jejak aura iblis yang melekat pada batu prasasti.

Batu prasasti terbelah memunculkan sesuatu yang disertai dengan cahaya emas yang menyinari hutan mati. Cahaya emas yang keluar dari batu prasasti membuat pohon-pohon yang sebelumnya mati mulai tumbuh daun lebat.

5 buah batu mulia yang menghiasi mangkuk emas terpecah menjadi beberapa bagian mengelilingi mangkuk emas hingga membuat berkilauan di dinding goa. Batu prasasti mengeluarkan bulu hewa spiritual ber elemen api murni.

"Bulu burung phoenix!"ucap Hua Yan.

Sehelai bulu burung phoenix masuk ke dalam mangkuk emas hingga membuat cahaya emas dan merah bersatu padu. Bulu burung phoenix mengeluarkan bayangan phoenix agung merah menyala disertai teriakan khasnya. Cahaya mangkuk emas membentuk naga yang melesat bersama dengan burung phoenix melayang-layang diudara.

Mangkuk emas kian mengecil hingga berubah menjadi cincin emas bercorak merah. Bayangan naga emas dengan burung phoenix masuk ke dalam tubuh Hua Yan hingga memunculkan tato dari masing-masing hewan Agung tersebut.

Hua Yan merasa tubuhnya seakan-akan dicabik-cabik oleh binatang buas. Ia merasakan sakit yang amat luar biasa. Hua Yan tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri hingga membuat matanya berubah menjadi merah maupun emas dalam sekejap mata.

"Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri,"ucap Hua Yan disela-sela teriaknya menahan sakit.

Kulit Hua Yan perlahan-lahan berubah menjadi sisik naga berwarna emas. Matanya berubah menjadi merah dan rambutnya berwarna putih. Hua Yan berteriak kencang, bukan suara manusia terdengar, melainkan adalah suara auman naga.

Auman Hua Yan menggelegar seantero negri. Orang-orang berbondong-bondong keluar dari rumah ketika mendengar suara auman naga. Kaisar dari masing-masing dinasti terkejut mendengar auman naga. Sesepuh sekte yang puluhan tahun tidak pernah turun gunung mendengar auman naga hati mereka terkejut.

Petir menggelegar seakan-akan saling memanggil. Pusaran petir berkumpul di langit yang langsung menyambar Hua Yan.

"Blarr...."

"Aaarrggh...."

Hua Yan berteriak kencang ketika satu pergi menyambar tubuhnya. Suara-suara yang tidka pernah ia dengar dan ketahui siapa pemiliknya terdengar di kepalanya. Hua Yan berusaha keras menggerakkan jarinya memanggil pedang bunga persik.

Pedang bunga persik keluar dari tubuhnya menghalau petir yang datang.

"Booom...!"

"Dewa Lei Wen Yang!!!"teriak Hua Yan.

Dewa Lei Wen Yang mendengar teriakan Hua Yan ketika ia berada di istananya. Dewa Lei Wen Yang memejamkan matanya melihat situasi Hua Yan saat ini.

"Dia sekarat,"ucap Dewa Lei Wen Yang.

Seseorang muncul menghentikan Dewa Lei Wen Yang.

"Jika kau ingin tetap berada di alam Dewa, maka kau jangan pernah membantunya"

"Apa kau tidak melihat dia yang sekarat terkena petir iblis?"tanya Dewa Lei Wen Yang.

"Aku tahu"

"Lantas kenapa kau tidak membantunya? Apa singgasana yang kau duduki sekarang membutakan mu?"tanya Dewa Lei Wen Yang.

"Wen Yang!!"

"Jangan pernah kau menentang perintahku! Aku memiliki kuasa menurunkan dekrit mengusir kau keluar dari alam Dewa. Sudah cukup kau membantunya saat kau berada di alam tengah"ucapnya yang kemudian menghilang meninggalkan Dewa Lei Wen Yang.

"Jika bukan karena kau yang menghentikanku, aku pasti akan membantumu,"ucap Dewa Lei Wen Yang.

Petir menyambar satu persatu dengan intens berniat menghancurkan pedang bunga persik. Tubuh Hua Yan seperti dicabik-cabik, fokusnya terbelah oleh keadaannya saat ini. Lautan jiwa milik Hua Yan diisi oleh naga emas dan burung phoenix yang terbang ke sana kemari.

Di dalam lautan jiwa, terdapat bunga teratai putih, tempat dimana pedang bunga persik berada ketika di dalam tubuh Hua Yan.

Naga emas mengeluarkan api emas, burung phoenix mengeluarkan api merah ke arah teratai putih tersebut. Dua api bercampur berada di atas teratai putih.

Hua Yan tiba-tiba terdiam menundukkan kepalanya sebelum mengangkat wajahnya ke atas. Kekuatan Hua Yan meningkat pesat mumpuni dalam segala hal. Ia mengangkat dua jarinya ke atas mengeluarkan laser menghantam pedang bunga persik.

Pedang bunga persik dipengaruhi kekuatan naga emas dan burung phoenix membuatnya mengeluarkan kekuatan lebih dahsyat. Satu pergi datang lebih kuat dari sebelumnya menghantam pedang bunga persik. Dua kekuatan beradu saling menunjukkan eksistensinya.

"Blarr... Blarr... Blarr...."

Petir menyambar di sekeliling Hua Yan menghancurkan apa yang ada. Hua Yan memuntahkan seteguk darah. Teratai putih yang ada di dalam lautan jiwanya mengeluarkan kekuatan penyembuhan hebat.

"Apa yang kau miliki sekarang adalah idaman bagi semua orang,"ucap seseorang di dalam pikiran Hua Yan.

Bunga teratai putih kecil turun dari langit mengelilingi pedang bunga persik mengeluarkan serbuk sari emas. Serbuk sari emas menempel pada pedang bunga persik memunculkan ukiran-ukiran akar menjalar hingga membentuk bunga teratai raksasa berwarna merah muda menyerap seluruh energi petir iblis.

Bunga teratai raksasa berputar-putar menyeral energi petir iblis dengan cepat. Bunga teratai mengeluarkan energi penetral bagi aura iblis.

"Teknik penyegelan awan langit!"ucap Hua Yan.

3 buah formasi tercipta turun dari langit menekan awan iblis hingga tak bisa kabur dari tempatnya berada. Teratai raksasa menyerap hingga tidak tersisa. Hua Yan terduduk di tanah mengalami kelelahan.

Hua Yan terbatuk-batuk mengeluarkan darah segar. Pedang buynag persik berada ditangannya menahan tubuhnya agar tidak ambruk ke tanah.

Bunga teratai raksasa turun dan berada di depan Hua Yan.

"Jika kau menyerah, maka kau tidak berhak menyandang gelar mulia mu"

Hua Yan mendengar suara seseorang membuatnya mendongakkan kepalanya melihat siapa yang berbicara. Sosok wanita anggun dengan pakaian putih bersih berdiri di atas bunga teratai.

"Siapa?"tanya Hua Yan.

Tidak ada balasan dari wanita tersebut. Hua Yan mengulangi pertanyaannya.

"Ratu,"jawabannya pelan.

"Ratu?"ucap Hua Yan tidak percaya.

"Kau akan tahu suatu saat nanti"

"Kapan?"tanya Hua Yan.

"Jika kau sudah menyelesaikan tugasmu,"ucapnya menghilang.

Hua Yan ingin meraihnya, akan tetapi tubuhnya tidak bisa ia kendalikan. Matanya buram, tak lama kemudian tubuhnya ambruk ke samping.

1
Yuli Duwi
kenapa kekasihx di tinggal? nanti bisa puya istri lebih dri satu jagn dong
ruby sunn
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
moon struck traveller
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
indigosparkle
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
and.ochre
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
floufrouu
thooorr.he authorrr up lge dong thorr. yg bnyakk昨沽 smangattt thorrr
JellyCuddles
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
yoga: makasih sudah mampir...
jangan bosan menunggu eps selanjutnya
total 1 replies
kisses and martini
Makasih Thor udah buat cerita sebagus ini‾
yoga: sama", terimakasih sudah mampir
total 1 replies
vanillaatack
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
yoga: okey, makasih atas sarannya
total 1 replies
ForGoodluck
Virtual hug buat author 、 keep up the good works!
yoga: makasih dah mampir....
total 1 replies
Windy Miller
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
yoga: Terimakasih sudah mampir dan komentarnya....
total 1 replies
ruby sunn
Kak author! Meskipun alurnya simple tapi ngena banget!
yoga: makasih kak....
emang buat santai aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!