Pernikahan Ane dan Ararka yang tidak direstui orang tua Ararka, membuat mereka merahasiakan pernikahannya, sampai Ararka dijodohkan dengan seorang wanita. Ane ingin dekat dengan suaminya, sehingga rela menjadi perawat Omah di rumah suaminya. Dan yang lebih menyakitkan melihat kemesraan suami dengan istri barunya.
Kamu paku dan aku kayu, kamu selalu menyakitiku- Ane
Kamu gak tau pukulan keras di kepalaku - Ararka
Kakak ipar mencintai Ane karena tidak tahu dia istri Ararka. Persaingan sengit dengan saudara, dan istri kedua yang membuat Ararka sulit mempertahankan rumah tangganya dengan Ane.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Nunna_mphi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayu dan paku
Aku kayu dan kamu paku, kamu selalu menyakitiku - Ane.
Kamu gak tau pukulan keras di kepalaku - Ararka.
***
Api cemburu membuat Ararka hilang kendali, dia membawa Ane ke kamarnya. Ane berusaha memberontak setelah Ararka berhasil mengunci kamarnya, Ane memegang dadanya dan berdiri di pojok kamarnya.
"AKU GAK MAU!"
Ararka terlihat frustasi. "Seberat ini rasa cinta gue ke lo, sampe gue gak bisa tidur mikirin lo disentuh para cowok di sana! GUE GAK MAU! LO TAU!"
"KAMU BILANG AKU CUMA ******! KAMU JUGA GAK CINTA KAN SAMA AKU! KAMU MUNAFIK!"
"An?" Ararka memeluk tubuh Ane namun wanita itu mendorongnya.
"Aku udah jijik sama kamu!"
Ararka memegang kedua pipi Ane. "Maafin aku Sayang, aku gak bisa kehilangan kamu."
Ane menggebuk dada Ararka dengan kencang. "CUKUP! PERGI!"
Ararka menarik bagian depan baju Ane hingga kancing bajunya lepas semua. Ane berusaha menutupi depan dadanya.
"ENGGAK! AKU UDAH BENCI SAMA KAMU!"
Ararka berusaha melepaskan tangan Ane yang menghalangi buah dadanya, Ararka membuat Ane terjatuh dan menindih tubuh Ane. Gadis itu menangis disetubuhi oleh mantan kekasihnya itu lagi. sekarang Ararka seperti seorang pemaksa yang kejam, memperkosa Ane untuk beberapa kali. Kali ini dia benar-benar memaksanya.
Setelah meniduri Ane, Ararka duduk agak jauh dari Ane. Dia melihat Ane yang menangis memegang selimut, sedangkan Ararka telanjang dada dengan luka cakar yang banyak di dada dan lehernya dan memar di kepalanya karena Ane memukul kepalanya. Lelaki itu mendesis perih.
"Ini peringatan pertama, gak boleh ada laki-laki yang deketin kamu. Aku bakal dateng buat mantau. Kalo ada laki-laki yang berani deketin kamu, berhadapan sama aku."
Ararka memakai kemeja dan jasnya. "Aku ke kantor dulu. Aku simpan uang cash di sini lalu kamu pake, jangan ngembaliin uang yang aku transfer."
Ane masih terisak-isak. Melihat kepergian Ararka, Ane semakin dibuat sakit oleh Ararka. Seakan-akan Ararka melarang Ane jatuh Cinta pada orang lain, dan dia ingin Ane menjadi miliknya seutuhnya tanpa status yang jelas.
Ararka berangkat ke kantor dengan luka cakar di lehernya, karena dia memperkosa Ane, sedangkan Ane tidak mau bercinta dengan Ararka lagi. Harusnya Ararka ingat, dia akan segera menikah dengan orang lain. Ane berusaha ikhlas dan berusaha melupakan Ararka agar luka di hatinya perlahan sembuh, namun Ararka malah terus mendatanginya tanpa kepastian. Ararka telah memutuskan hubungan dengan Ane, harusnya Ararka juga mengikhlaskan Ane. Bukan Ane yang egois, tapi Ararka. Dia tidak mau Ane bahaya karena Papanya, di samping itu, dia tidak mau Ane di dekati pria lain.
***
Ararka menutupi lehernya dengan syal, namun Petro datang ke kantornya lalu menarik syalnya, membuat lehernya yang penuh luka cakar itu terlihat.
"Apaan si!" tegor Ararka pada Petro dengan alisnya yang bertautan.
Petro mengacak rambutnya, lalu Gavin duduk di kursi Ararka.
Ararka dan Petro yang berdiri di dekat meja itu bertatapan benci satu sama lain.
Petro mendorong bahu kanan Ararka. "Lo udah gila! Lo yang udah mutusin hubungan lo sama si Ane! Lo dateng buat ***-*** doang! Parah lo! " Tegor Petro.
"Kali ini gue dukung Ane cakarin lo," ucap Gavin dengan santai.
Ararka membetulkan jasnya. "Gak ada yang perlu dibahas lagi."
"Bro?" tanya Petro dengan seringai kecil. "SADAR! BOKAP LO ITU BUAS! DIA BISA LAKUIN APA AJA!"
Ararka menunduk dengan penyesalannya. "Gue kasar sama dia karena gue gak mau kehilangan."
Petro hanya tersenyum kecil. "Nanti juga lo bakal lupain si Ane kalo udah nikah."
Ararka meraih kerah kemeja Petro. "LO GAK TAU PERASAAN GUE! LO GAK TAU BAHAGIANYA GUE SAAT DIPELUK ANE, SAAT CEWEK ITU MANJAIN GUE! SAAT GUE CEMBURU RASANYA KAYAK MAU GILA! LO GAK TAU YANG GUE RASAIN!" Ararka mendorong Petro. "Lo belum pernah jatuh cinta, lo gak bakal ngerti."
"Bukannya kalo lo cinta, lo biarin dia bahagia walaupun bukan sama lo."
Ararka menggeleng pelan. "Cuma gue yang bisa bahagiain dia."
"Lo penuh sama ego!" cerca Petro.
***
Vote dan komennya ya supaya cepat update.. kurang semangat karena gak ada dukungan
semangat yahh...