Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
Namun, lagi-lagi Rey menghela nafas panjang membuat rasa ingin tahu Daniel muncul lagi dibenaknya.
“Kau kenapa Rey? Ku perhatikan dari tadi kau terus diam dan hanya menghela nafas terus menerus,”
Daniel kembali bertanya pada Rey yang kini sudah duduk dikursi kebesarannya.
“Hmmm…. gara-gara gadis itu pikiranku jadi kacau hari ini.” Rey menjawabnya sembari bersandar pada kursinya.
“Memang apa yang dia lakukan?”
Daniel pun semakin bersemangat ingin mengetahuinya, apalagi ini mengenai percintaan Rey.
“Dia melakukan drama tadi pagi!” ujar Rey dengan malasnya mengingat kejadian itu.
“Drama? Maksudmu drama apa, Rey?” Daniel kembali bertanya karena tidak mengerti dengan drama yang dimaksud Rey itu.
“Iya, drama. Seperti menyakiti diri sendiri untuk menarik perhatianku.” jelas Rey dengan singkat.
“Hahh…sepertinya itu tidak mungkin deh?”
Meskipun Daniel kini mengerti maksudnya, tetapi hatinya terus mengatakan bahwa semua itu tidak benar.
“Tapi itu benar, Dan!”
Rey semakin membenarkan perkataannya agar Daniel percaya.
“Haii, bro! Jika yang kau katakan itu memang kenyataan, bukankah itu wajar kalau Vanny ingin mendapat perhatian darimu. Dia ‘kan sekarang sudah menjadi istrimu dan sudah sepantasnya kau sebagai suami memperhatikannya dengan baik. Entah itu makanan, pakaian, perhiasan dan keperluannya yang lain. Itulah yang dinamakan nafkah lahir seorang suami.” jelas Dainel yang terdengar sangat berpengalaman tentang kehidupan pernikahan, padahal dirinya masih Joker (Jomblo Keren).
Rey hanya menganggukan kepalanya, berusaha mencerna penjelasan dari Daniel.
“Sebenarnya ada dua jenis nafkah yang harus dibelikan oleh seorang suami, yaitu nafkah lahir dan nafkah batin!” ujar Daniel lagi yang membuat Rey semakin dibuat penasaran ingin mendengarkannya.
“Maksudmu?” tanya Rey dengan wajah polosnya.
“Begini Rey, nafkah lahir adalah hal-hal yang sudah aku jelas tadi. Sementara untuk nafkah batin…..” Daniel lalu mendekati Rey dan kemudian berbisik tepat ditelinga Rey.
Seketika bola mata Rey langsung membulat dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus, setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan nafkah batin itu.
“Apa? Kau gila yah, Dan!” teriak Rey terkejut, melotot pada Daniel yang sedang menertawakan reaksinya.
“Hahhaha….santai saja, Rey! Aku yakin Vanny tidak akan pernah memintanya. Apalagi pernikahan kalian ini hanyalah sebatas pernikahan kontrak saja.” ujar Daniel yang masih menikmati reaksi dengan gelak tawanya.
“Kau yakin?” Rey harus memastikannya.
“Tentu saja! Jika gadis itu memintanya, maka dia akan mengalami kerugian yang sangat besar. Dia bahkan sudah rugi dengan menolak kompensasi yang kau berikan di surat perjanjian itu.” terang Daniel dengan penuh kenyakinan bahwa Vanny tidak sebodoh itu meminta nafkah batin pada Rey.
“Syukurlah, kalau begitu!” Akhirnya Rey bisa bernafas dengan lega, setelah mendengarnya.
“Tapi, apa kau tidak pernah menginginkannya, Rey? Apalagi wajah gadis itu sangat cantik dan manis.” goda Daniel pada Rey dengan senyuman yang misterius.
“Kau mau mati, yah!” umpat Rey pada sahabat somplaknya itu, sorot matanya setajam pisau.
“Okay… okay… aku berhenti. Tapi bisakah kau berhenti menatapku seperti itu? Membuatku takut saja.” sahut Daniel yang kini memanyunkan bibirnya.
“Sudah sana kembali bekerja!” perintah Rey yang masih dengan tatapan tajamnya.
“Baiklah, Tuan muda!” Daniel pun berjalan keluar meninggalkan ruangan Rey untuk kembali ke meja kerjanya.
...****************...
Semenjak kejadian gelas pecah itu, hari-hari mereka berjalan dengan baik. Meskipun Rey masih bersikap dingin dan jaga jarak dengan vanny.
Namun itu bukan masalah bagi Vanny, selama Rey bersedia memakan sarapan dan makan malam yang dia buatkan untuk Rey.
...****************...
Sesuai saran dari dokter Alex, Vanny setiap minggu memeriksa kondisinya kerumah sakit, walaupun hanya ditemani oleh Daniel saja dan itu pun karena perintah dari Rey.
Rey memang sedang membangun dinding pembatas yang tidak terlihat antara dirinya dengan Vanny, agar perkataan Daniel tidak menjadi nyata lagi seperti sebelumnya.
Kini, Vanny sudah selesai melakukan pemeriksaan terakhirnya dengan dokter Alex. Akan tetapi, Vanny lebih nyaman memanggilnya ‘Kak Alex’ sebab terdengar lebih akrab untuk mereka.
“Bagaimana, Kak? Apakah aku sudah pulih sepenuhnya?” tanya Vanny sedikit antusias.
“Tentu saja, bahkan seperti tidak pernah terjadi retakan ditulangmu!” ujar Alex dengan nada bicara yang menurut Vanny lucu.
“Heheheh… Kak Alex bisa saja!” ujar Vanny tersipu malu.
“Tapi kau tetap tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat, yah.” ujar Alex kembali mengigatkan.
“Siap, Kak Alex! Kalau begitu aku pulang dulu, yah! Sampai jumpa lagi, Kak Alex!” ujar Vanny dengan senyuman sambil melambaikan tangannya pada Alex dan Alex pun membalas lambaian tangannya seraya tersenyum menatap Vanny.
sekali lagi maaf ya. 🤭