Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lindungi Dia di mana pun Berada
Bi Surti bolak balik di kamarnya, ucapan para Suster yang menyebutkan kelamin bayi Ayu begitu terdengar jelas di telinganya dan masih terngiang ngiang hingga saat ini, tapi bagaimana mungkin bisa berganti kelamin ketika sampai di rumah.
" Baby boy " Ucap seseorang.
..." Alhamdulillah Pak Ray pasti senang setelah tahu anaknya adalah laki laki " Batin Bi Surti saat itu....
" Aku harus mencari tahu semua nya bahkan meminta pertanggung jawaban dari Dokter itu atau rumah sakit itu sekaligus, tapi aku hanya orang biasa. Bagaimana cara nya aku menuntut mereka, bahkan aku tidak menyimpan bukti apa pun " Gumam Bi Surti gelisah.
Duduk berdiri hanya itu yang bisa di lakukan nya untuk mengurangi kegelisahan nya. Setelah mengantongi ijin dari Ayu untuk keluar Bi Surti pergi menuju rumah sakit sebelum nya tempat Ayu bersalin.
Ia mulai bertanya perihal Dokter yang menangani pasien bersalin beberapa hari sebelum nya, namun jawaban yang Ia temui tidak sesuai harapan nya.
" Maaf Bu tapi Dokter yang Ibu tanyakan sudah tidak lagi disini, beliau sudah pindah karena hari itu adalah hari terakhir beliau bekerja disini. Kalau boleh tahu ada keluhan apa Bu " Tanya Dokter yang di tanyai Bi Surti.
..." Bagaimana mungkin dia berhenti dari sini, dimana aku harus mencari nya. Lalu bagaimana dengan nasib Ayu, anak laki laki nya kemana dengan siapa dia sekarang "...
" Ada apa Bu " Tanya Dokter itu lagi ketika melihat Bi Surti yang sedang melamun dan nampak sedang berpikir keras.
" Tidak apa apa Dok, apa saya boleh minta alamat nya dimana Dokter itu bekerja sekarang, atau mungkin alamat rumahnya " Tanya Bi Surti
Dokter itu tersenyum pada Bi Surti
" Maaf Bu, tapi saya masih baru disini. Saya tidak tahu alamat rekan rekan Dokter disini atau bahkan nama nya sekalipun " Jawab Dokter yang sepertinya masih baru itu, mungkin pengganti Dokter sebelum nya.
" Ya sudah Dok, terimakasih. Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamu'alaikum.... "
Bi Surti berjalan dengan pikiran yang melayang entah kemana.
..." Bagaimana caranya aku membantu Ayu dan membuktikan kalau anak yang di lahir kan nya adalah seorang bayi laki laki bukan bayi perempuan. Kemana kamu Nak, siapa yang tega memisahkan mu dari Ibu mu dan mengganti nya dengan bayi mungil itu " Gumam Bi Surti...
Ayu dengan sabar merawat dan menyayangi bayi mungil nan cantik itu, apalagi seperti nya Putri kecilnya itu punya penyakit yaitu masalah dengan pernafasan nya. Ayu dengan sabar menenangkan tangisan nya.
" Iya sayang, Rayhana Putri Mama yang paling cantik. Mama disini, Mama akan selalu ada untukmu, jangan menangis lagi ya sayang "
Putri mungil itu hanya mau tidur di gendongan Ayu, dia akan menangis kalau di lepas.
Bi Surti berjalan gontai memasuki kamar Ayu, dari luar Ia mendengar tangisan bayi yang tidak di ketahui dari mana asalnya itu. Tidak ada yang tahu itu anak siapa, bahkan Ayu sekalipun. Hanya Bi Surti saja yang tahu kalau bayi perempuan itu bukanlah darah daging keluarga itu.
" Kenapa Ayu, apa dia masih juga rewel " Tanya Bi Surti.
Ayu mengangguk mengiyakan pertanyaan Bi Surti
..." Apa bayi ini merindukan Ibu nya, makanya dia menangis. Apa seperti ini baby Ray di tempat lain, Ya Allah lindungilah dia dimana pun berada dan kembalikan dia pada kami suatu saat nanti " Batin Bi Surti penuh harap....
" Kenapa Ya Bi, dia selalu menangis seperti ini. Apa ada yang salah dengan nya ya “
Sungguh Ayu merasa kasihan pada bayi mungil itu, kalau bisa di pindahkan rasa nya biar dia saja yang merasakan sakit dari pada harus bayi mungil tak berdosa itu.
" Tidak apa apa Yu, memang seperti itulah anak bayi, suka menangis. Kita hanya perlu sabar mengurus nya "
Kedua wanita itu bergantian menjaga bayi itu.
Di tempat yang berbeda, baby boy tidur dengan pulas nya. Nadia memandangi wajah bayi tampan itu dengan seksama, sama seperti memandang Rayyan versi bayi.
" Demi kelangsungan hidupku aku harus melakukan ini, jangan sampai semua yang aku impikan gagal di tengah jalan " Gumam Nadia.
Tidak terasa hari berganti hari, seminggu berlalu Ayu merawat bayi perempuan nya itu, dengan kesabaran nya yang tiada batas. Tubuhnya kini tidak terurus lagi, karena bayi itu selalu menangis setiap saat membuat waktu istrahat Ayu menjadi terganggu. Namun ia tidak pernah mengeluh, Ia hanya bertanya tanya kenapa Putri kecilnya itu punya riwayat kesehatan yang kurang baik padahal dari keturunan nya tidak ada yang menderita penyakit itu, belum lagi selama hamil dan menjalani pemeriksaan, janin nya tumbuh sehat tanpa ada kendala yang berarti.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat