NovelToon NovelToon
Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Melda

Artika adalah seorang guru magang di sebuah TK. Artika merupakan seorang mahasiswi di Universitas XXX Jurusan PGTK.
Saat ini Artika sedang melaksanakan magang di TK tesebut, selama 3 bulan. Artika sangat suka kepada anak-anak, makanya dia lebih memilih menjadi guru TK.

Afkar adalah seorang CEO Muda yang tampan, kaya raya dan banyak di gilai para wanita di kotanya.

Banyak yang mengira jika Afkar adalah seorang duda anak 1, karena Afkar sering terlihat bersama Aydan bocah 5 Tahun yang memiliki wajah yang sangat tampan dan mirip dengan wajah Afkar.

Siapakah Aydan...???
Bagaimana pertemuan antara Artika dan Afkar...??


Mohon Kritik dan Sarannya dari para pembaca sekalian.
Terima kasih sudah mau membaca karya saya. Di sini saya hanya menyalurkan hobi saya saja. Semoga para pembaca suka dengan cerita yang saya buat.
Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Share yaa....


Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sekarang Afkar dan Aydan sedang berada di dalam perjalanan mengantarkan Aydan ke sekolah.

Awalnya Afkar ingin menjemput Artika, tapi dengan cepat Artika menolak dengan berbagai macam alasan. Karena Artika tidak ingin merepotkan Afkar.

Lagi pula hari ini Artika akan pergi ke makan almarhum neneknya bersama kakek Bayu dan juga kakak sepupunya Xavier.

Sekarang di sinilah Afkar, menunggu di halaman parkir tempat biasa Artika memarkirkan motornya.

Setelah melihat kedatangan Artika senyum Afkar langsung mengembang.

"Afkar, kok kamu masih di sini. Kamu gak ke kantor?" tanya Artika yang bingung saat melihat Afkar berdiri di halaman parkir.

"Aku lagi nungguin kamu, aku kangen sama kamu. Hari ini aku gak ke kantor, karena aku akan pergi ke Singapura ada sedikit masalah dengan perusahaan di sana" jelas Afkar pada Artika.

"Oh begitu, berapa lama kamu di Singapura?" tanya Artika pada Afkar.

"Mungkin sekitar semingguan, makanya sebelum berangkat aku ingin menemuimu dulu. Aku ingin melihat wajahmu, aku bakalan rindu banget sama kamu" ucap Afkar seolah tak rela berjauhan dari Artika.

"Kamu jangan gombalin aku, ini masih pagi kamu sudah gombal aja" ucap Artika sambil tersenyum ke arah Afkar.

"Aku gak gombalin kamu Artika, aku serius. Aku gak bisa jauh-jauh dari kamu" ucap Afkar bersungguh-sungguh seraya menatap mata Artika dengan dalam.

Artika juga membalas tatapan mata Afkar dan Artika melihat kesungguhan di mata Afkar, tak ada kebohongan sama sekali di mata Afkar.

"Aku juga akan merindukan mu Afkar, tapi kita masih bisa berkomunikasi di saat kamu dan aku tidak sibuk nantinya" ucap Artika seraya tersenyum manis ke arah Afkar.

"Selama aku tidak di sini, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Dan ingat jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain. Satu hal lagi, Ponsel kamu juga harus selalu stand by" ucap Afkar mengingatkan Artika.

Artika baru tahu ternyata Afkar tipe orang sangat posesif.

" Baiklah, kamu juga hati-hati dan selalu jaga kesehatan kamu, jangan sampai kamu lupa makan karena sibuk berkerja" ucap Artika penuh perhatian.

Afkar begitu senang mendapatkan perhatian dari Artika.

" Baiklah sayang, aku akan selalu mengingat pesanmu" ucap Afkar pada Artika.

Pipi Artika memerah bagaikan tomat dan jantung Artika berdetak dengan sangat cepat,mendengar Afkar memanggil dirinya sayang.

Afkar yang melihat pipi Artika memerah pun menjadi tersenyum, Afkar sangat senang melihat pipi Artika yang memerah.

"Mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang, dan kamu harus memanggilku dengan sebutan Mas" ucap Afkar pada Artika.

"Baiklah Mas Afkar, aku akan menuruti keinginanmu" ucap Artika.

"Kalau begitukan bagus. Artika bolehkah Mas memelukmu sebelum mas pergi". ucap Afkar.

"Eh. oh i..iya mas boleh, tapi sebentar saja takut ada yang melihat" ucap Artika karena mereka berada di tempat parkiran.

Setelah mendapat izin dari Artika, dengan cepat Afkar memeluk tubuh Artika dan mencium puncak kepala Artika.

Artika juga membalas pelukan dari Afkar. Setelah itu mereka berdua melepaskan pelukan mereka.

"Sayang, Mas pergi dulu ya. Ingat pesan mas yang tadi. Dan setelah mas pulang kita akan pergi kencan. Maafkan mas karena meninggalkanmu" ucap Afkar.

"Baiklah mas. Aku akan mengingat semua pesan mas. Dan aku selalu menanti kepulangan mas. Pulanglah dengan selamat nantinya, karena aku akan menunggu kencan kita" ujar Artika tersenyum.

"Ahhh... Kalau kamu terus begini, rasanya aku tidak ingin pergi meninggalkanmu" ucap Afkar sambil mengusap wajahnya dengan kasar yang melihat senyum Artika.

"Kamu apaan sih mas, aku itu gak bakalan kemana-mana. Kamu harus ingat banyak orang yang menggantungkan nasibnya pada perusahaanmu" ucap Artika.

"Baiklah, sekarang kamu masuk lah dan mengajarlah dengan benar. mas juga akan kebandara karena 1 jam lagi pesawat mas akan berangkat" ucap Afkar.

"Baiklah mas, kamu hati-hati ya" ucap Artika seraya melangkah meninggalkan Afkar untuk masuk ke dalam sekolahan.

Baru dua Langkah Artika berjalan, dengan cepat Afkar menarik tangan Artika. Hingga membuat langkah Artika terhenti.

Artika segera menoleh kearah Afkar, dengan cepat Afkar menarik tengkuk Artika dan menempelkan bibirnya pada bibir Artika.

Afkar selalu ingin mencium bibir mungil milik Artika, karena bibir Artika sudah menjadi candu bagi dirinya.

Dengan cepat Afkar melepaskan ciumannya, melihat wajah Artika yang memerah Afkar menjadi terkekeh pelan.

"Sayang itu adalah ciuman perpisahan kita, Mas pergi dulu. Ingatlah tunggu Mas pulang kita akan kencan" ucap Afkar.

Artika hanya menganggukkan kepala, dengan cepat Artika berlari ke arah gedung sekolah. Wajah Artika memerah bagaikan tomat setelah mendapat serangan mendadak dari Afkar.

Afkar yang melihat Artika berlari meninggalkan dirinya karena malu, Afkar tersenyum.

"Betapa manisnya dirimu sayang, dan kamu juga sangat polos. Aku tidak akan meninggalkan dirimu, rasanya aku ingin segera menikahi dirimu" gumam Afkar dalam hatinya.

Setelah selesai mangajar dan sekarang waktunya Artika untuk pulang. Artika pulang ke rumahnya menggunakan motor bebek miliknya.

Setelah sampai di rumah Artika langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian serba hitam,karena dia akan mengunjungi makan almarhum neneknya bersama kakek Bayu dan Xavier kakak sepupunya.

Artika menunggu kakek Bayu dan Xavier di teras depan rumahnya. Karena mereka sudah berjanji akan menjemput Artika di rumahnya.

Tak lama terdengar bunyi klakson mobil depan pagar rumahnya, dan Artika pun buru-buru membuka pagar dan keluar tak lupa juga Artika mengunci pagarnya kembali.

Terlihat Xavier membuka pintu mobil tersebut dan mempersilahkan Artika untuk masuk ke dalam mobil.

Artika duduk di kursi belakang bersama kakek Bayu, dan Xavier duduk di kursi depan di samping supir.

Artika segera menunjukan arah jalan untuk menuju ke pemakaman almarhum neneknya.

"Bagaimana magangmu, apakah semuanya baik-baik saja" tanya kakek Bayu pada Artika.

"Iya kek, kakek tidak perlu khawatir semuanya baik-baik saja" jawab Artika dengan tenang.

"Usaha apa yang kamu miliki untuk memenuhi kebutuhanmu disini. Kalau kamu kekurangan uang jangan segan-segan untuk menghubungi kakak"ujar Xavier pada Artika.

"Artika hanya membuka rumah makan sederhana kak, itupun peninggalan dari almarhum nenek. Artika hanya melanjutkan saja, dan Artika tidak akan kekurangan uang kak. Karena hasil dari rumah makan tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku" jawab Artika atas pertanyaan dari Xavier.

"Sebentar lagi kamu akan selesai kuliah bukan. Kakak harap kamu mau bekerja di perusahaan kakak" ucap Xavier dengan penuh harap.

"Hahahaha...." tawa Artika pecah mendengar perkataan Zavier yang meminta dirinya untuk bekerja di perusahaan.

Xavier menjadi heran mendengar Artika menertawakan dirinya.

"Apakah ada yang lucu Artika, sehingga kamu menertawakan kakak" tanya Xavier penasaran mengapa Artika tertawa.

"Kakak ini ada-ada saja. Bagaimana bisa Artika bekerja di perusahaan kak. Artika ini bukan kuliah di bidang bisnis kak" ucap sambil tertawa.

"Heeeiii... kau ini. Asal kau tahu kakakmu yang paling tampan ini adalah pemilik perusahaan terbesar di Amerika. Apapun bisa kakak lakukan" ucap Xavier dengan penuh percaya diri.

"Baiklah kakakku yang paling tampan. Tapi Artika tidak ingin bekerja di perusahaan. Artika hanya ingin menjadi seorang guru saja" ucap Artika dengan santainya.

Xavier dan kakek Bayu hanya bisa melongo mendengar ucapan Artika bahwa dirinya hanya ingin menjadi guru saja.

Karena di luaran sana banyak orang-orang yang berbondong-bondong untuk bekerja di sebuah perusahaan besar. Mereka tidak habis pikir dengan keinginan Artika.

Terima kasih telah membaca karya saya

Mohon maaf bila terbanyak kekurangan

Mohon kritik dan sarannya

Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaa

1
Srimuliana
karakter artikah terlalu lemah,taunya nangis
Srimuliana
awal ceritanya bagus
elly fitriyatun
lanjut kak
Ima Kristina
lah kok udah tamat sich Thor....kurang greget happy ending nya ... trus gimana kisah Xavier dan Lia juga Ryan juga Raissa dan zheer...trus gmn keluarga Artika kan belum dapat karma
Ima Kristina
Xavier modus tuh bilang saja ingin bertemu Lia dan mengutarakan cintanya
Ima Kristina
co cweet banget sich
Nurwana
kirain Afkar mau mengungkapkan perasaannya, eee ternyata hanya mengajak pergi kepesta.
Ima Kristina
syukurlah kebusukan lara terungkap
Ima Kristina
hayo semangat Afkar kamu harus segera pertemukan Artika sebelum ditikung sama Ryan
Ima Kristina
semuga Artika tetap berjodoh dengan Afkar
Ima Kristina
semuga kelicikan lara segera terungkap
Ima Kristina
emang enak dicuekin sama Afkar....semuga segera terungkap kelicikan lara
Morna Simanungkalit
thor lanjutin ceritanya bagaimana nanti kisah Anggun dan ibu tirinya yang jahat.
Ima Kristina
waduh ulet keket muncul
Ima Kristina
astaga ...kok ya ada orangtua model papa hari ....
Ima Kristina
Bagus Afkar tidak mudah terbuai dengan rayuan wanita lain kerennn
Ima Kristina
senengnya setelah sah langsung masuk rumah baru
Ima Kristina
orang kalau jahat selalu berpikiran negatif terus
Morna Simanungkalit
semoga hati Afkar tidak tergoyahkan...hati Afkar tetap milik Artika.
Morna Simanungkalit
mana tahu Lia suruhan dari Anggun dan ibunya Diandra ...tetaplah hati - hati kamu Afkar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!