NovelToon NovelToon
Second Life After Divorce

Second Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Duda
Popularitas:239k
Nilai: 5
Nama Author: N. Ayu Hapsary

Perceraian adalah suatu kegagalan.

Melabuhkan hati pada orang yang salah, berakibat sangat fatal. Setiap orang tidak akan luput dari kesalahan. Bukan sebuah judge yang diperlukan, tapi solusi untuk masalah yang tengah di hadapi. Dengan pengalaman yang terjadi, seseorang pasti berpikir ulang untuk tidak terjun ke lubang yang sama.

Itulah yang mendasari Ayana dan Rendra (duda dan janda dengan satu anak) untuk menyetujui perjodohan pernikahan kedua mereka. Bukan atas dasar cinta, tapi karakter. Bahkan, mereka sama sekali tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Mereka siap menjalaninya di kehidupan kedua mereka, yaitu sebuah kehidupan baru yang mereka bangun dengan sifat dan sikap yang berbeda dalam melihat masalah. Siapa yang menyangka jika mereka justru menemukan kebahagiaan disana?

Ternyata hati mereka masih berfungsi. Benih-benih rasa cinta itu datang dengan sendirinya.

follow me
IG : @NurulAyuHapsary
FB : Nurul Ayu Hapsary

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N. Ayu Hapsary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Pahit

Ayana dan Bulan, baru saja selesai mengambil kain seragam Bulan. Tepat pukul dua belas kurang. Mereka memutuskan untuk ke tempat Rendra.

"Sayang, nanti kasih tau ayah kain seragam barumu ya." Ucap Ayana dengan lembut pada Bulan.

Ketika sudah berada tepat di depan tempat kerja Rendra, Ayana melihat seorang perempuan sedang bercakap dengan Rendra. Lamat-lamat, Ayana memperhatikannya. Sepertinya ia mengenal perempuan itu. Ya. Perempuan itu berwajah sama dengan foto yang ada di dompet Rendra dulu. Foto yang tak sengaja dirobek Bulan dan Aila, lalu dibuang ke sampah oleh Rendra.

Perempuan itu adalah mantan istri Rendra. Ayana tersentak setelah mengenalinya. Mereka nampak berbincang dari jauh. Ayana tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Kemudian, Ayana melihat Dila membawakan bekal, ditujukan untuk Rendra. Dan yang paling membuatnya tercengang adalah... Rendra menerima bekal itu. Bertepatan dengan saat tangan Rendra masih memegangi bekal dari Dila, Bulan memanggil Rendra dengan keras.

"Ayah!!!!" Mendengar itu, Rendra dan Dila menengok ke arah Bulan.

Saat itu, Ayana memperhatikan Rendra yang sedikit terkejut mendapati dirinya tengah berbincang dengan mantan istrinya. Rendra segera melepaskan tangannya dari bekal yang dibawa Dila. Dila menyadari hal itu. Lalu, Dila kembali menurunkan bekal miliknya. Ia melihat ke arah Ayana. Untuk beberapa detik, mereka saling melakukan kontak mata sejenak. Jadi ini istri Rendra sekarang? Pikir Dila. Kemudian Dila mengalihkan pandangan ke anak kecil yang sedang digandeng Ayana. Anak kecil itulah yang baru saja memanggil Rendra dengan sebutan ayah. Jadi, dia adalah Bulan. Anak kandungnya. Ketika Dila benar-benar menyadarinya, ia menaruh bekalnya di kursi yang ada di dekat sana dan berlari ke arah Bulan. Ayana segera melepas gandengannya ke Bulan dengan pelan. Dila berjongkok dan memeluk Bulan.

"Bulaaaaan...." Seru Dila diselingi dengan suara bergetar. "Ini Bunda nak..." Katanya lagi dengan menangis.

Ayana melihat mereka dengan serba salah. Ia kemudian melihat ke arah Rendra. Rendra pun merasakan kebingungan disana. Apalagi Bulan? Bulan yang diam itu nampak tak berkutik dan kebingungan. Siapa perempuan yang menangis dan memeluknya ini? Sekian detik, Dila melepaskan pelukannya dari Bulan. Saat itu, Bulan segera menghindar dari Dila dan menempel di kaki Ayana dengan ekspresi sedikit ketakutan. Ayana masih terdiam dan bingung harus berbuat apa. Ia lalu memegangi pundak Bulan.

"Bulan. Nak, ini bunda. Maafkan bunda nak." Kata Dila masih dengan terus menangis. Rendra mendekati mereka.

"Cukup Dila!" Ujar Rendra dengan sedikit membentak. Rendra kemudian mengambil Bulan dan menggendongnya.

"Aku akan masuk bersama istri dan anakku. Pulanglah!" Pinta Rendra pada Dila. Rendra lalu merangkul bahu Ayana dan menggiringnya untuk masuk ke tempat kerjanya. Meninggalkan Dila sendirian disana. Saat melihat Rendra merangkul bahu Ayana itu, rasanya ada sesuatu yang amat berat di dada Dila. Ia kelihatan tak rela melihat pemandangan seperti itu di depannya.

...****************...

"Itu siapa yah?" Pertanyaan polos dari Bulan tiba-tiba muncul ketika mereka sedang berjalan menuju kantor Rendra. Bulan masih digendong Rendra. Rendra nampak terdiam dan enggan menjawabnya. Ayana memicingkan matanya ke arah Rendra dengan lirikan tajam. Rendra yang menyadarinya juga melihat ke arah Ayana sebentar, lalu segera mengalihkan pandangan ke arah lain dengan kikuk. Ayana juga mempertanyakan hal yang sama dengan Bulan.

"Dia, teman ayah." Jawab Rendra ragu.

"Kenapa menangis?" Pertanyaan polos kedua dari Bulan.

"Dia... sedang sedih saja." Jawab Rendra lagi.

Setelah berada di kantor Rendra, Rendra menurunkan Bulan dari gendongannya. Di dalam kantor, suasana antara Ayana dan Rendra benar-benar canggung. Ayana hanya diam mendapati situasi baru yang sangat mengejutkan terjadi di depan matanya tadi. Sedangkan Rendra, bingung ingin menjelaskan apa pada Ayana. Mulai dari mana? Rendra juga takut jika Ayana salah paham.

"Yah, tadi aku dapat seragam baru!" Seru Bulan kecil yang masih belum mengerti apa-apa.

"Iyakah?" Tanggap Rendra dengan mencoba memberikan ekspresi senang pada putrinya.

"Iya. Aku dapat tiga seragam yah. Tapi, kata mama masih harus dijahit dulu!" Jelas Bulan.

"Bulan senang mau sekolah?" Tanya Rendra dengan mengusap kepala Bulan dan tersenyum.

Bulan mengangguk kencang. "Iya. Soalnya di sekolah banyak temannya." Kata Bulan antusias.

"Kalau begitu, sebentar lagi Bulan akan masuk sekolah ya..." Kata Rendra lembut pada Bulan.

"Yeay!!! Maaa...suk see..kolah!" Seru Bulan dengan memberikan nada lagu pada kalimatnya. Ia amat senang.

"Bulan sekarang duduk dulu, sambil makan ya." Rendra memberikan bekal Ayana tadi pagi dan membukanya di dalam kantor. Bulan mulai memakannya perlahan.

Ayana yang hanya mematung disana masih tak bersuara dan menunggu penjelasan Rendra.

"Duduklah dulu Ay." Kata Rendra yang melihat Ayana berdiri di dekat pintu. Ayana tak habis pikir. Kenapa Rendra berbicara padanya seolah tak terjadi apa-apa? Ayana mengernyitkan dahinya.

"Apa... Mas tidak ingin membicarakan padaku tentang perempuan yang di luar tadi?" Tanya Ayana yang sedikit geram menahan kesabarannya. Namun ia masih bernada lembut dan tidak berbicara keras pada Rendra.

Rendra menghela nafas. "Maafkan aku. Aku akan menjelaskannya nanti di rumah. Tidak baik jika didengar Bulan sekarang." Kata Rendra dengan lembutnya.

Tidak! Ayana butuh penjelasan sekarang juga. Rendra pikir, Ayana masih bisa menunggu lagi penjelasan sampai di rumah nanti? "Ya sudah. Kalau memang begitu, aku dan Bulan akan pulang sekarang." Kata Ayana dengan sedikit kesal.

"Ay... Ay..." Rendra memegang lengan Ayana dengan lembut. Ia lalu memegang kedua pundak Ayana dan mencoba memberikan kepercayaan pada Ayana. "Aku hanya bingung. Tolong jangan salah paham."

"Apa yang mas bingung-kan?" Tanya Ayana heran.

"Aku harus memulai dari mana menceritakannya padamu. Karena, dia sudah tak penting lagi di hidupku." Rendra mencoba sekali lagi menjelaskan tentang perasaannya.

"Tadi jelas-jelas aku melihat mas menerima bekal dari perempuan itu. Itu juga tidak penting?" Tanya Ayana masih bernada kesal. Rendra semakin bingung dengan kondisi tak terduga yang dialaminya sekarang.

"Tidak Ay. Tolong jangan salah paham. Aku benar-benar akan menjelaskannya nanti di rumah. Tidak baik kalau kita bertengkar di depan Bulan." Kata Rendra dengan memohon pada Ayana. "Tolong jangan marah. Pekerjaanku akan berantakan kalau melihatmu seperti ini. Tolonglah mengerti." Rendra lalu mencium kedua tangan Ayana dengan mesra. Ayana nampak luluh dengan penjelasan Rendra. Ayana juga melirik ke arah Bulan yang kadangkala melihat ke arah mereka. Benar juga. Pertengkaran di depan anak sangat tidak baik untuk memori dan juga perkembangan mereka.

Ayana lalu menghela nafasnya. "Ya sudah mas. Tapi, aku dan Bulan tetap akan pulang. Ini sudah waktunya mas bekerja lagi." Kata Ayana yang nampak menurunkan nada bicaranya.

"Aku akan mengantarkan kalian." Ujar Rendra sergap.

Ayana menggeleng pelan. "Aku tadi naik motor kesini mas. Mas istirahatlah. Bulan juga sudah mengantuk. Aku juga harus menjemput Aila. Jadi, mas bekerjalah." Ucap Ayana. Lalu ia membujuk Bulan untuk pulang.

Sebelum Ayana keluar ruangan, Rendra segera memeluk Ayana sejenak. "Tolong, percayalah padaku. Jangan pernah salah paham tentang aku dalam hal apapun." Kata Rendra di telinga Ayana. Ayana nampak diam sejenak dan tak segera menjawab. Dalam hitungan detik, kemudian ia akhirnya mengalah.

"Ya sudah mas. Mas kan harus konsentrasi bekerja. Aku pulang dulu." Kata Ayana.

"Ya. Aku akan mengantar kalian ke parkiran." Ujar Rendra dengan cepat.

...****************...

1
EndRu
Alhamdulillah bersyukur sak akeh2e
EndRu
hehehehe tanpa bertanya pun harusnya Ayana sudah tau klo Rendra pasti Juga akan memperlakukan istrinya dulu dengan baik pula seperti pada Ayana.
tapi Dila yang dasarnya wanita tidak bersyukur saja malah ninggalin Rendra
EndRu
kalau para suami kayak Rendra semuanya... damai dunia
EndRu
aaaah sukaaa
EndRu
akhirnya..... bahagia selalu yaaa Ayana
EndRu
takut juga si Naufal ternyata... ngibrit kan jadinya. semoga enggak mengganggu' Ayana aila lagi
EndRu
ayo ren kalahkan *tu si Naufal
EndRu
Naufal juga korban' broken home.. kasihan juga ya
EndRu
klo hati Ayana bahagia terus gini bakalan cepet hamil ini
EndRu
kayak kasmaran ya.mereka .. jadi ikut seneng
EndRu
ya ampun ..
muntah gara kebanyakan minum susu.
EndRu
Ayana... jujurlah biar kamu tenang
EndRu
masalah kembali mendera
EndRu
kasihan Ayana sampai sebegitu efeknya Karen ulah Naufal
EndRu
segera periksa ke dokter biar segera tahu penyebabnya apa
EndRu
mungkin pakai iud
EndRu
anehnya di mana ren?
EndRu
bisa langsung niru gitu ya aila
EndRu
beruntungnya Ayana dapet pengganti seperti Rendra...
EndRu
udah deg degan aku. kirain Naufal mau nekat.. legaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!