Ansel dan Angela terpaksa menikah karena dijebak. Karir mereka sebagai artis papan atas dipertaruhkan karena skandal satu malam mereka.
Kedua artis itu bekerja sama untuk memperbaiki karir mereka yang sudah berada di ambang kehancuran dan mencari pelaku yang menjebak mereka hingga tersangkut skandal memalukan itu.
Apakah Ansel dan Angela berhasil menemukan orang yang menjebak mereka?
Apakah akan terbangun rasa cinta di antara mereka seiring berjalannya waktu?
Happy Reading 😏🥰🥰😁👍
Ig : @linnight28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linanda anggen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1. Rencana
Hari sudah menjelang malam, pertemuan Angela dengan Pak Michael dan Fildan pun selesai. Angela pun bergegas menghampiri Ansel yang masih menunggu di parkiran.
"Lama ya yang nunggunya?" tanya Angela.
"Hm ... kira-kira 1 jam lewat 12 menit 36 detik," jawab Ansel sambil melihat jam tangannya.
"Wah kamu ini detail banget sih, Yang," ucap Angela terkagum.
"He-he ... karena bagi aku tiap detik itu berharga, apa lagi kalo lagi sama kamu." Ansel nyengir sambil memegang pipi Angela.
Wajah Angela pun bersemu merah karena ucapan romantis suaminya itu.
Namun tiba-tiba Angela teringat dengan penawaran Pak Michael tadi. Dia menatap wajah Ansel dengan tatapan yang sendu karena apabila dia mengambil keputusan yang salah, maka laki-laki yang sedang tersenyum didepannya akan hancur.
"Kok kamu natap akunya kayak gitu banget? Kamu kasian ya sama aku yang sekarang udah gak laku lagi?" tanya Ansel dengan wajah memelas.
"Eh gak kok, sapa bilang aku mikir kayak gitu!" bantah Angela.
"Hm ... oke deh, terus tadi Mr.M ngomongin apa ke kamu?" tanya Ansel penasaran.
"Ehm ... nanti aku ceritain, kamu udah makan belum?" tanya Angela mengalihkan pembicaraan.
"Belum ... masakin aku ya nanti dirumah, aku mau makan masakan kamu aja" jawab Ansel manja.
Angela tertawa melihat suaminya yang manja itu.
.
.
.
***
Di kantor Pak Michael.
Pak Michael sangat marah kepada Fildan karena mengetahui bahwa USB yang diberikan Angela bervirus dan tak dapat dibuka. Pada awalnya Fildan tidak ingin memberi tahu tapi Pak Michael selalu saja bertanya pasal USB itu, dan akhirnya Fildan pun mengatakan yang sebenarnya.
"Kamu ini bodoh atau apa! Masa kamu bisa ditipu sama wanita itu!" bentak Pak Michael dengan wajah amarahnya.
"I-Iya saya panik Om, makanya saya gak cek lagi USB-nya," jawab Fildan terbata-bata.
"Hah! Ini bisa gawat kalau si Angela itu tidak setuju pindah agensi," ucap Pak Michael kesal.
"Dan kalau sampai dia tau kalau saya yang merencanakan skandal palsu itu, pasti dia akan mencoba menuntut dan itu akan membuat rencana saya sia-sia," sambung Pak Michael.
"Saya akan berusaha membujuk Angela Om, supaya dia mau pindah ke agensi Om," ucap Fildan menyakinkan Pak Michael.
"Baiklah, Om serahkan semuanya ke kamu,"
Fildan pun pergi meninggalkan ruang kerja Pak Michael.
Pak Michael yang terlihat kesal pun menendang kursi dan meja yang ada di kantornya itu.
Rencana saya tidak boleh gagal, Joseph harus benar-benar hancur! batin Pak Michael.
.
.
.
***
Rumah Pak Joseph.
Pak Joseph sedang duduk termenung diruang tengah rumahnya sambil menikmati secangkir teh yang ada ditangannya. Tak lama kemudian ada seorang wanita paruh baya yang menghampirinya yang tidak lain adalah Nyonya Leni, istrinya.
"Lagi mikirin apa, Mas?" tanya Nyonya Leni.
"Gak kok, cuma lagi mau termenung saja Dek," jawab Pak Joseph.
"Agensi masih krisis ya, Mas? Walaupun begitu Mas harus tetap jaga kesehatan," ucap Nyonya Leni khawatir.
"Iya Dek, Mas cuma takut kejadian 13 tahun lalu terulang lagi," ucap Pak Joseph dengan nada suara sedikit sedih.
Nyonya Leni pun menepuk pundak suaminya untuk menenangkannya.
.
.
.
***
Di rumah Ansel.
Angela sedang sibuk memasak untuk makan malam Ansel, sedangkan Ansel sedang santai didepan TV. Tak lama kemudian Angela pun selesai memasak dan meminta Ansel untuk segera ke meja makan.
"Wah masakan kamu memang the best, baru liat penampilannya udah ketauan kalo enak hehe," puji Ansel sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Ah ... kamu bisa aja sih, padahal itu cuma tumis kangkung sama ikan goreng doang," tanggap Angela sambil tersenyum.
Ansel hanya tersenyum simpul dan langsung menyantap makanan yang ada didepannya dengan lahapnya. Mungkin memang masakan Angela yang enak atau mungkin Ansel sudah sangat kelaparan karena belum makan dari tadi siang.
Setelah Ansel selesai makan, Angela pun memberanikan diri untuk menceritakan tentang pertemuan dengan Pak Michael tadi.
"Ehm ... tadi Mr.M nawarin aku sesuatu," ucap Angela.
"Nawarin apa, Yang?" tanya Ansel sambil mengerutkan dahinya.
"Pindah agensi," jawab Angela singkat.
"Terus kamu setuju?" tanya Ansel penasaran.
"Belum aku jawab sih."
Angela pun menceritakan dengan detail tentang penawaran Pak Michael kepada Ansel. Ansel pun mendengarkan penjelasan Angela dengan seksama. Angela terlihat sangat bingung bagaimana cara untuk memutuskannya.
Ansel pun menanggapi cerita Angela itu.
"Coba kita konsultasi sama Pak Joseph, lagian kamu berencana buat nolak kan?" tanya Ansel.
"Lagian kalo denger dari cerita kamu, Mr.M punya niat yang gak bagus juga," sambung Ansel.
"Iya aku mikirin kamu, Pak Joseph sama orang-orang agensi, gak mungkinlah aku egois mentingin diri sendiri," jawab Angela.
"Lagian ya, aku bersyukur bisa terlibat skandal sama kamu," sambung Angela.
"Lah ... kok bersyukur? Kan gara-gara skandal ini kamu jadi susah dapat job." Ansel bingung sambil berpikir.
"Ya bersyukur lah bisa dapet suami kayak kamu, kalo gak gini pasti kita belum tentu bisa bersama yang," jelas Angela.
"He-he, iya juga ya ... kok aku jadi telmi (telat mikir) ya? Apa jangan-jangan karena aku udah lama nganggur dan jadi kaum rebahan," ucap Ansel sambil nyengir.
"Ha-ha-ha ... ada-ada aja kamu, belum juga dua bulan dari kejadian itu." Angela pun tertawa terbahak-bahak.
Mereka berdua pun larut dalam canda tawa, walaupun mungkin ada segudang masalah yang akan mereka hadapi nanti.
Tiba-tiba Ansel pun memecah tawa mereka.
"Yang aku punya rencana," ucap Ansel.
"Rencana apa?" tanya Angela penasaran.
"Besok aja ah ... bobo yuk," ajak Ansel dengan wajah manjanya sambil memegang lengan Angela.
Angela pun menggoda Ansel dengan berlari, Ansel pun mengejarnya dan memeluk Angela dari belakang.
"Aku sayang kamu," bisik Ansel lembut ditelinga Angela.
Angela pun berbalik kearah Ansel dan mengecup bibir Ansel lembut.
"Aku juga sayang kamu," ucap Angela sambil tersenyum.
.
.
.
***
^So sweet jadi iri 😢😢😢😢^
Tunggu kisah selanjutnya ya😁😁
^GOMAWO^