Kisah cinta antara Dafa Artanegara dan Risma Anggraini, mereka di pertemukan dalam sebuah kecelakaan, karena rasa bersalah, Dafa menikahi Risma yang hanya seorang yang biasa saja.
Dari pernikahan yang di dasari rasa bersalah itulah,Dafa akhirnya benar-benar jatuh cinta dengan sosok Risma yang sederhana dan baik hati, tapi bagaimana jika Risma tahu siapa Dafa yang sesungguhnya, Apa lagi Dafa yang mempunyai sisi gelap dan tidak di ketahui oleh Risma.
Yuk mari silahkan di baca jika ingin tahu kisah cinta mereka yang penuh dengan emosi dan air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa kecewa
Seminggu sudah berlalu, karena merasa suntuk di kamar hotel, Risma memutuskan pergi ke mall untuk melihat-lihat seperti apa Kota Jakarta, yang konon katanya kota metropolitan itu.
Sesampainya di mall Risma melihat-lihat ke sebuah butik, yang menjual baju-baju bagus di sana. Setelah melihat sebuah gaun yang menurut Risma bagus , maka Risma ingin mengambilnya, namun tangannya kalah cepat dengan seorang wanita yang lebih dulu mengambilnya.
"Maaf ya aku yang dapat," kata wanita itu.
"Iya tidak apa-apa, anggap aja bukan rejeki saya," jawab Risma dengan sopan.
Lalu Risma pun berjalan melihat-lihat baju yang lain, di saat ingin melihat-lihat ke arah deretan celana panjang, mata Risma tertuju ke arah sesosok pria dengan memakai jas hitam berjalan ke arah ruang pas.
Risma sebenarnya ingin menghampiri pria tadi, tapi dia terkejut melihat pemandangan yang di luar dugaannya. Risma melihat Dafa yang sedang sibuk memilih-milih gaun untuk di coba seorang gadis yang tadi berebut gaun dengannya. Bahkan tangan gadis itu bergelayutan sambil menggandeng tangan Dafa.
Seketika Risma teringat soal berita gosip yang ada di televisi beberapa waktu lalu.
"Itu kan gadis yang di beritakan bertunangan dengan Mas Dafa," gumam Risma. Lalu Risma bergegas keluar butik itu dengan perasaan hancur. Hati Risma terasa sakit, merasa di khianati.
'Tenyata Mas Dafa masih berhubungan dengan wanita itu. Lalu untuk apa aku masih disini?' batin Risma.
Bugg...
Risma terjatuh menabrak orang yang berjalan di depannya. Sambil menunduk, Risma meminta maaf pada pasangan suami istri tersebut.
"Maaf, saya tidak sengaja," ucap Risma tergesa-gesa.
"Risma," panggil lelaki paruh baya yang di tabraknya tadi.
"Eh, Bapak." Risma sedikit terkejut melihat lelaki tersebut, Risma pun menoleh ke arah wanita di samping lelaki tadi yang Risma yakini adalah istrinya.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Kenalkan ini istriku," ujar lelaki paruh baya tadi.
"Saya Risma, Bu," ujar Risma memperkenalkan dirinya.
"Saya Ratih," jawab wanita itu.
"Gimana kalau kita ngobrol sambil makan siang?" usul lelaki paruh baya tadi.
"Betul, betul. Ayo Risma," ajak Ratih dengan antusias.
"Baik," jawab Risma sambil mengangguk menyetujui ajakan kedua orang tua tadi.
Ya benar, yang Risma tabrak tadi adalah Abimanyu dan Ratih,istrinya. Yang kebetulan mereka akan makan siang di mall tersebut.
Ratih yang memang penasaran dengan Risma antusias sekali untuk mengajak Risma bergabung di acara makan siang mereka. Setelah acara makan siang selesai, mereka masih terlihat berbincang-bincang di meja itu.
"Tidak menyangka ya kita bertemu di Jakarta," kata Abimanyu.
"Iya, Pak. Tapi sepertinya nanti saya akan kembali ke Kota S. Kasian toko kue saya jika di tinggal lama-lama," kata Risma sedikit berbohong.
"Loh kok cepet sekali pulangnya? Kita kan baru ketemu," kata Ratih sedikit kecewa mendengar Risma akan kembali ke Kota S.
"Hehe, iya Bu. Maklum tugas negara menunggu," jawab Risma.
"Mommy, Papi, kalian di sini juga?" tanya Dafa yang baru datang dari arah belakang Risma.
"Hei son," sapa Abimanyu.
Risma sangat terkejut ketika tahu siapa orang yang barusan datang, tak terkecuali Dafa yang lebih terkejut melihat Risma yang berada di sana.
"Risma, kamu," kata Dafa terkejut.
"Hai, Mas Dafa," sapa Risma.
Abimanyu dan Ratih saling pandang tidak tahu harus bagaimana. Karena Dafa datang bersama Luna yang terus menggandeng tangan Dafa.
"Siapa Mas?" tanya Luna penasaran.
"Dia, is.." kata-kata Dafa yang langsung di potong oleh Risma.
"Kenalkan, saya Risma temannya Mas Dafa," Risma memotong perkataan suaminya dan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.
"Saya Luna. Tunangan Dafa," jawab Luna menyambut uluran tangan Risma.
Deg.. deg... deg..
Rasanya dunia mau runtuh saat itu juga, mendengar Luna memperkenalkan dirinya. Abimanyu dan Ratih terkejut mendengar kata Luna itu. Mereka saling pandang dan setelahnya melihat ke arah Risma.
'Ternyata orang yang di depanku ini orang tuanya gadis itu, pantes aja Mas Dafa memanggilnya Papi dan Mommy,' batin risma.
'Aku harap, kamu tidak salah paham, Sweety,' batin Dafa.
"Oh ya Om, Tante, saya masih ada urusan. Saya permisi dulu," pamit Risma kepada kedua orang tua tadi dan langsung beranjak dari duduknya. Abimanyu dan Ratih bingung, tidak tahu harus berkata apa.
Dafa yang menyadari hal itu buru-buru meraih tangan Risma dan menatap tajam ke arah Risma seakan bilang kalau apa yang dia lihat itu tidak benar. Risma yang mendapat tatapan tajam itu pun berhenti.
Luna melihat kejadian yang ganjil itu, merasa tidak mengerti akan situasi yang ada dan apa hubungan antara Dafa dan Risma.
"Maaf Mas Dafa, aku harus pergi. Mari Om, Tante," pamit Risma ulang.
"Kamu tidak boleh kemana-mana dulu sebelum dengar penjelasanku," Dafa masih tetap menggenggam erat pergelangan tangannya, dengan sorot mata yang tajam ke arah Risma.
"Duduklah dulu, Nak Risma," kata Abimanyu.
"Sebenarnya ini ada apa Om, Tante?" tanya Luna yang kebingungan.
"Maaf, Om, Tante. Silakan meneruskan obrolannya. Saya permisi dahulu," Risma langsung menghempaskan tangan Dafa dan pergi. Dafa berusaha mengejar namun di tahan oleh papinya.
"Pi, apa maksud Papi? Lihat Risma, dia bisa salah paham,Pi," Dafa tampak frustasi.
"Biarkan dia menenangkan diri dulu son," kata Abimanyu menenangkan Dafa.
"Bisakah menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Luna.
"Begini, Nak Luna," kata Abimanyu mulai menjelaskan semuanya kepada Luna.
Papi Dafa pun menceritakan secara detail, siapa Risma itu dan tadi kenapa Dafa pergi menemui Luna, itu tujuannya untuk membahas pembatalan perjodohan mereka. Tapi tidak di sangka malah jadi sekacau ini.
"Jadi tadi itu istrimu Mas?" tanya Luna tidak percaya. Dafa hanya mengangguk pelan.
"Om dan Tante minta maaf, Nak Luna," kata Abimanyu lagi
"Luna butuh waktu Om, Tante," kata Luna yang akhirnya berdiri dan pergi dari tempat itu.
"Sekarang Dafa harus bagaimana Pi? Dafa yakin Risma tidak akan memaafkan Dafa kali ini. Dafa takut, Pi, " kata Dafa dengan frustasi.
"Kita pulang dulu, baru kita cari solusinya," putus Abimanyu.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah.
Tak henti-hentinya Dafa terus menghubungi ponsel Risma, tetapi tidak ada jawaban. Abimanyu dan Ratih ikut cemas melihat situasi saat ini.
"Biar Papi sama Mommy yang bicara dengan Risma, Boy. Kamu tenangkan diri kamu dulu," kata Ratih berusaha menenangkan anaknya.
"Iya, Son. Betul kata Mommy kamu," sahut Abimanyu menimpali ucapan istrinya.
Dafa hanya diam tanpa menjawab, tangannya masih sibuk memencet nomer telepon Risma yang sampai sekarang tidak di angkat-angkat.
Akhirnya Dafa menyuruh anak buahnya bersiaga mengawasi Risma, karena jujur saja Dafa sangat takut kalau-kalau Risma akan pergi dan meninggalkannya.
Setelah mendapat perintah dari bossnya, anak buah Dafa bersiaga di depan pintu kamar hotel yang di tempati oleh Risma. Dua orang di depan pintu dan di luar berjaga beberapa orang.
Para karyawan hotel pun di buat kalang kabut oleh Dafa. Karena Dafa mengancam karyawannya kalau sampai Risma keluar dari hotel itu, Dafa akan memecat seluruh karyawan yang bekerja di hari itu juga.
Bersambung
kebetulan baru baca di hari senin, langsung kasih vote 👍🏻🤭