NovelToon NovelToon
Change Because Of Love

Change Because Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Karir / Persahabatan / Cintapertama / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪

"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Dan Gaya

Sesampai dirumah. Fery menggenggam erat tangan Silvi sampai ia kesakitan menariknya dan membawanya menuju kekamar. Lalu ia di lempar kekasur oleh Fery lalu ia di tindih. Silvi yang melihat Fery ganas seperti itu ia langsung kaget dan berfikir bahwa tak seperti biasanya Fery seperti ini.

"Apa yang kamu lakukan saat bersama David kamu tiba-tiba hilang hanya ingin bertemu David kah?" Tanya Fery dengan tatapan tajam

"Ya...ya nggak sayang tadi itu ada seorang anak kecil ia lagi ngemis aku lihat kasian banget, lalu aku samperin dan aku beri makan tadi dan aku ajak main sayang, jangan salah paham dong lalu tiba-tiba David datang udah itu aja." Ucap Silvi menjelaskan.

"Aku nggak percaya."

"Terserah kamu nggak percaya, tapi memang itu nyatanya, sekarang lepaskan aku LEPASKAN!." Sahut Silvi sambil memberontak ingin keluar dari dekapan Fery.

"Nggak mau aku udah nyaman meluk kamu sayang." Ucap Fery sambil mempererat pelukannya.

"Yang nanti dilihat orang gimana, nanti dikira aneh-aneh."

"Nggak bakal ada orang yang masuk." Ucap Fery sambil menyeringai.

Lalu tiba-tiba Fery mendekatkan wajahnya ke wajah Silvi. Sontak ia kaget ingin memberontak namun tenaganya tidak kuat.

"Kamu mau apa hey jangan aneh-anh hmmm." Ucap Silvi terpotong karena mulutnya sudah dilumat oleh Fery. Matanya terbelalak ia terus meronta ingin keluar. Karena ia tidak cukup tenaga untuk keluar dari dekapan Fery. Ia akhirnya menggigit mulut Fery. Akhirnya ia pun terlepas dari dekapan Fery. Ia langsung kabur dari kamar dan menuju ke dapur.

"Dasar panda ingin melawan aku." Batin Fery sambil menyeringai

Silvi langsung membantu para pelayan untuk menyiapkan makan malam di dapur. Dengan keadaan tangannya yang masih sakit ia membantu dengan pekerjaan yang terlihat mudah. Sebenarnya pelayan lainnya tidak ingin di bantu Silvi karena melihat tangan Silvi masih sakit. Namun Silvi tetap kukuh ingin membantu pelayan. Lalu tiba-tiba Fery datang ke dapur dan berteriak "Hey siapa yang menyuruh Silvi membantu di dapur kalian nggak lihat dia tangannya masih sakit."

"Maaf tuan muda dia tetap kukuh mau membantu jadi kita tidak bisa terlalu memaksa." Ucap pelayan itu sedikit takut.

"Aku sendiri yang mau membantu pelayan, dari pada nggak ada kerjaan kan sedangkan tanganku ini sudah mulai memilih kok." Ucap Silvi meyakinkan.

"Beneran nggak bohong ya awas kalau bohong ya." Ucap Fery.

"Nggak sayang ya udah sana mandi dulu lah kamu udah bau acem tau." Ucap Silvi sambil menutup hidungnya

"Apaan nggak lah enak aja di bilang bau acem." Ucap Fery sambil menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai masak dan makanan pun sudah dihidangkan. Saat itu juga orang tuanya David pulang. Silvi langsung membukakan pintu nya.

"Om Tante pulangnya nggak seperti biasanya, pulanganya agak malam an." Tanya Silvi.

"Iya nak Silvi tadi tante pulang kerja di jemput sama om lalu di ajak ketemu sama klien om biasalah membahas pekerjaan sampai pulangnya agak malam gini." Jelas Bu Nurul.

"Oalah, oh ya tadi udah di buatin makanan om Tante pasti capek ya kan." Ucap Silvi sambil tersenyum.

"Calon menantu tante tau aja kalau kita laper ya udah ayuk keruang makan, kita makan sama-sama. Ucap Bu Nurul sambil melangkah menuju ruang makan.

Saat diruang makan. Mereka semua makan dengan begitu hening dan fokus makan tanpa ada suara apa pun. Setelah makan Fery memberi tahu Keluarganya tentang Festival yang akan di adakan di kampusnya. Dan menyuruh keluarganya untuk datang ke Festival itu. Pak Agung dan Bu Nurul akan datang ke acara Festival kampus anaknya itu. Dan memberi doa agar Silvi dan Fery bisa memenangkan lomba Festival.

Lalu Fery mengantar Silvi pulang sampai ke rumahnya. Setelah sampai Fery langsung balik pamit pulang.

Silvi merasa hari ini sedikit capek namun ia juga senang akan kejadian yang ada dikamar Fery tadi. Ia terbayang saat ia dicium oleh Fery. "Ternyata dia juga bisa cemburu." Batin Silvi sambil tersenyum.

Datanglah ibunya ke kamar Silvi, dan membawa salep untuk menyembuhkan tangannya Silvi.

"Nak mana tanganmu sini ibu kasih salep dulu biar sembuh, dan nanti kamu bekerja biar bisa lancar." Ucap Bu Lidia sambil memegang tangan Silvi yang terluka.

Ibunya memberikan salep ditangannya dengan perlahan.

"Nak gimana kerjaan kamu tadi lancar kah? dengan keadaan tanganmu yang masih sakit." Ucap Bu Lidia sambil mengoles salep.

"Ya, Alhamdulillah bu lancar, Oh ya bu besok lusa ada acara Festival di kampusku ibu datang ya melihat festival nanti." Ucap Silvi memohon.

"Iya nak ibu pasti datang, ya udah kamu tidur gih udah malam pasti kamu capek." Ucap Bu Lidia.

Bu Lidia keluar dari kamar. Silvi beranjak menarik selimut nya dan ia tertidur.

Keesokan harinya Silvi terbangun ia langsung kaget ternyata ia bangun kesiangan jam menunjukkan pukul 09.25 ia langsung bangun dan berlari ke kekamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi ia berpakaian dan segera berangkat kerja. Ia teringat adiknya, ia takut adiknya berangkat sekolah sendiri. Namun saat menuju sofa ia melihat Fery sedang duduk menatapnya.

"Baru bangun tidur?" Tanya Fery santai.

"I...iya maaf aku telat banget, adik aku udah berangkat sekolah?" Tanya Silvi balik.

"Udah tadi aku anterin, kamu tau nggak aku nunggu kamu dari tadi pagi, mau bangunin tapi kelihatan kamu tidur pules banget, sepertinya kamu kemarin kecapean ya?." Ucap Fery kawatir.

"Hhmm iya sedikit tapi sekarang udah seger kok, dan tangan aku udah mulai membaik, kemarin malam dikasih salep sama ibu." Ucap Silvi menenangkan Fery.

"Ok, yuk ke studio foto sekarang aku udah bawain gaun kamu sayang." Ucap Fery sambil menggandeng tangan Silvi.

Mereka berdua berangkat satu jam sampai lah di studio foto yang sangat besar itu. Dan ternyata studio foto itu milik ayah Fery, dan sebentar lagi setelah Fery lulus kuliah ia yang akan mengelola studi foto itu. Silvi langsung tau kalau studio foto ini milik ayah Fery karena depan gedungnya ada tulisan Nugroho Fotografer dan Nugroho itu marga dari keluarga Fery.

Mereka berdua masuk ke dalam disambut dengan begitu hormat. Para karyawan selalu menyapa setiap aku dan Fery berjalan. Setiap langkah aku menelusuri dan melihat kemewahan studio ini sungguh aku sangat terkagum kebanyakan terbuat dari marmer dan sangat elegan. Kami berdua menuju lift dan menuju lantai ke 39. Setelah sampai di ruangan studio foto ruangan milik Fery sendiri sangat mewah dan aku melihat disitu barang mahal-mahal semua sampai-sampai aku tak ingin memegangnya.

Setelah itu aku disuruh ganti pakaian gaun yang aku rancang sendiri. Lalu aku di make up in setelah satu jam make up, aku langsung di suruh berfoto. Namun sebelum berfoto aku dikasih contoh oleh seorang model profesional bagaimana bergaya foto yang baik. Aku mengingat gerakan itu semua dan aku simpan dalam memori otak ku. Fery sendirilah yang memfoto diriku jadi aku sedikit tidak malu.

Aku mengikuti gaya gerakan tadi nah setengah jam akhirnya selesai juga. Aku merasa capek ternyata berfoto tak semudah seperti apa yang aku bayangkan. Aku lalu langsung disuruh makan lalu Fery memperlihatkan foto-foto tadi ia sangat suka hasil foto sangat memuaskan aku juga sangat senang ternyata tak sia-sia aku bergaya di depan kamera. Ia tak ingin mengedit foto itu karena ia ingin nanti saat di pamerkan di Festival adalah hasil foto nya sendiri. Setelah itu Fery menyuruh karyawannya untuk mencetak foto itu dengan ukuran jumbo.

Aku kaget kenapa harus ukuran jumbo padahal ukuran 12R sudah cukup. Katanya ia ingin memajang semua foto itu di kamarnya. Aku mendengar itu semua tertawa. Setelah aku makan dan Fery pun juga sudah makan. Aku di suruh ganti baju retro. Di studio itu sudah disiapkan baju sendiri jadi aku langsung diberi baju untuk ganti. Begitu kagetnya, ternyata yang aku pakai adalah baju merek terkenal dari baju rok sampai sepatu serta perhiasan yang aku pakai. Aku jadi sangat berhati-hati memakainya karena kalau rusak mungkin gaji mingguan aku tidak cukup untuk membayar barang mahal ini.

1
A_young
lanjut Thor
Hebron Manalu
makasih kakak
Hebron Manalu
mantap kakka
Hebron Manalu
bagus bangat😇
Hebron Manalu
bagus novelnya semangat buat nya trus😇
Desi Muliyasari
ayo lanjuttt
ᴮᵀ⃝ɴᴀʙɪʟᴀ🌻°᭄✿.*
nama pemeran utama ceweknya mirip mama onlain aku kak
YONA: iya kah bisa sama😆
total 1 replies
Eclairs5888
Sudah sy rate 5 kakak. Semangat ya nulisnya.
coni
lanjut Thor, 5 like ku udah melayang tuh

mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
zien
aku hadir disini 😊😘 semangat terus 💪😊 salam dari JODOHKU YANG LUAR BIASA 😊😘❤️
zien
aku hadir disini 😊😘 semangat terus 💪😊 salam dari JODOHKU YANG LUAR BIASA 😊😘
zien
aku hadir disini 😊😀 semangat terus 💪😊 semoga sukses selalu 👍😘
Eclairs5888
Jalan ceritanya inspiratif bgt. Pengembangan karakter juga sangat bagus. Semangat terus yaa Thor.

Ijin promosi juga untuk karya saya,

DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
pangeran bebek
Hai qaqakk,,,aku dh mampirr nich,,,Cemungut yuh kuku 😉
Saya Superman
oke
ᴮᵀ⃝ɴᴀʙɪʟᴀ🌻°᭄✿.*
boom like Thor
vania
aku mampir awal baca udah suka
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat ya
ynyona
Selalu di bawain martabak kalau pulang, andaikan saja pacar aku kayak gitu😆😆

ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍
dot
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!