Raihana seorang gadis dari keluarga yang berada kedua orang tuanya protektif terhadap pergaulan putrinya sehingga dia masukkan kepesantren.setiap bulan kedua orang tuanya selalu datang menyambangi anak bungsunya Raihana biasa disapa Hana memiliki seorang adik laki Haikal namanya mereka saling mengasihani namun kebahagiaan itu tak berjalan lama ketika suatu hari kejadian yang sangat memilukan itu terjadi dimana mobil orang tuanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan seluruh keluarganya harus berpulang kepangkuan ilahi dan itu tentu membuat batin Hana sangat terpukul.
Namun sahabat ayahnya Ridwan beserta istrinya datang merangkul Hana yang saat itu sangat terpukul dan kedua sahabat ini dulu pernah berencana menjodohkan anak mereka suatu hari nanti. Bagaimanakah kelanjutan dari perjodohan ini? kita simak cerita selengkapnya. Cerita ini akan sedikit menguras emosi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ichag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aduan siska
aarhhh pusing gua nyokap Ama bokap gua terus aja maksain supaya mau bertunangan sama hana.. lu kan tau gue tu cintanya sama siska " sambil mengacak rambutnya
" emang kayak apa sih Hana kok gue penasaran.? cantik nggak ?"
"klo cantik trus klo lu nggak mau kasii gue aja mumpung gue lagi jombo nih " kata Alfin menggoda
" makanya klo lu nggak mau gue ambil ya lu harus terima perjodohan ini !" kata Alfin lagi
"aarhhh ntah lah pusing gue" kemudian dia memanggil salah satu OB untuk membawakan kopi ke ruangannya
tak berapa kopi yang diminta pun datang .
"jam berapa meeting kita hari ini?" tanya Rijal
" jam 10" jawab Alfin
"oke masih ada waktu satu jam" ujar Rijal sambil kembali meja kerjanya dan memeriksa beberapa berkas yang harus ditandatangani.kemudian Alfin pun ijin kembali ke ruangannya.
handphone Rijal bergetar tampak dilayar handphone nya nama Siska terpampang dilayar .
"Hallo sayang nanti siang kita makan siang bareng ya " (Siska)
"maaf kayak nya aku nggak bisa hari ini ada meeting penting di kantor pusat " Rijal
"ya udah klo gtu kamu jangan lupa makan ya ! love you 😘😘" siska
Rijal pun menutup panggilan telp kemudian melihat jarum jam ditangannya kurang 30 menit lagi diapun membereskan pekerjaannya dan beranjak keluar dari ruangannya dan barengan dengan Alfin yang akan mengajaknya untuk segera berangkat
setelah kurang lebih lima belas menit menempuh perjalanan akhirnya mobil Meraka pun berhenti diareal parkir disebuah gedung perusaan milik pak Ridwan yang merupakan perusahaan induk yang membawahi beberapa anak perusahaan.
rapat pun dimulai namun rapat kali agak lama karena membicarakan tentang rencana akan dibukanya perusahaan baru diluar kota. hingga jam makan siang pun rapat belum selesai dan dipending sebentar untuk kegiatan sholat dan makan siang.
disaat rijal menikmati makan siangnya telp miliknya berbunyi
" hallo sayang aku pingin ketemu sekarang" kata Siska dengan nada tinggi.
" hey ada apa sayang ?" tanya Rijal
" aku kan masih rapat kan aku sudah bilang tadi sama kamu " kata rijal lagi.
"pokoknya aku mau ketemu ada yang mau aku sampaikan " kata Siska lagi kesal
"ada sih kok kayaknya penting banget oke nanti selesai rapat kita ketemuan direstoran biasa" kata Rijal berusaha menenangkan kekasihnya.
selesai makan siang rapat pun kembali dilanjutkan hingga pukul 3 sore barulah rapat itu selesai. Rijal bergegas pergi ke parkiran menuju mobilnya dan Alfin pun naik kedalam mobil mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Rijal ingin cepat cepat bertemu dengan Siska penasaran atas apa yang sebenarnya terjadi terlebih namun terlebih dahulu dia mengantarkan Alfin kembali ke perusahaan.dan terlebih dulu menghubungi Siska agar menunggunya direstoran biasa tempat mereka bertemu
rijal memarkirkan mobilnya disebuah restoran yang biasa mereka kunjungi. dan diapun keluar dari mobil dan langsung menuju meja dan disana sudah menunggu Siska.
rijal pun duduk dihadapan Siska
"ada apa sayang apa yang terjadi sepertinya kamu panik sekali tadi." kata Rijal penasaran
"aku tadi ketemu sama mama direstoran tadi" kata Siska
" bagus dong kan kamu jadi bisa akrab dengan mama" kata Rijal
"tapi mama kamu marahin aku" kata Siska lagi
Rijal mengangkat alisnya.
" mama nggak akan marah kalo tidak ada sebab " jawan Rijal
"jadi kamu nyalahin aku ?" kata Siska
" ya bukan gitu sayang tapi sebenar apa yang terjadi kok mama sampai marah sama kamu" tanya Rijal