NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 HARI PERTAMA MAGANG.

Bee kembali menambahkan. "Kan gak lucu ya... udah gede tapi nyasar." Ucap bee "Nanti masuk berita, Mahasiswi berprestasi ditemukan tidur di jalan karena salah naik bus.'" Bee pura-pura memasang wajah memelas.

"Tolong jangan sampai kejadian." Lanjut bee

Beberapa detik mobil dipenuhi keheningan. Lalu...

Kak Juna mengembuskan napas pelan sambil menggelengkan kepala. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. "Kamu ini..."

Bee langsung tersenyum lebar. " Yey!! Berhasil bikin Kakak tersenyum." Surak bee " Berarti misiku sukses."

Kak Juna terkekeh pelan. "Dasar."

Bee ikut tertawa. Suasana mobil yang tadinya terasa kaku berubah lebih hangat.

Kak Juna pun tidak lagi melanjutkan pertanyaannya. Dalam pikirannya, Bee memang hanya sedang bersemangat karena hari ini adalah hari pertama magang.

Sementara Bee... Diam-diam mengembuskan napas lega. "Maaf, Kak... Aku belum siap menceritakan semuanya." Gumam hati bee melirik kak juna.

Tak lama kemudian... Mobil memasuki halaman perusahaan milik Xian.

Kak Juna menghentikan mobil tepat di depan lobi. "Sudah sampai."

Bee membuka sabuk pengamannya. "Terima kasih banyak ya, Kak."

"Hm.. Semangat hari pertama."

Bee tersenyum cerah. "Siap! Bee pasti gak akan bikin Kak Juna malu."

Kak Juna mengangguk kecil. "Aku percaya."

Bee membuka pintu mobil. Sebelum benar-benar turun, ia kembali menoleh. "Makasih sekali lagi, Hati-hati di jalan, Kak."

"Iya."

Bee kemudian turun dari mobil. Ia melambaikan tangan kecil "Dadah."

Kak Juna membalas dengan anggukan singkat sebelum kembali melajukan mobilnya.

Tak jauh dari sana. Jelita baru saja turun dari mobil keluarga Luwis.

Awalnya ia hendak masuk ke dalam gedung. Namun langkahnya terhenti, Matanya membulat ketika melihat Bee turun dari mobil kak Juna.

Wajah Jelita langsung berubah Tangannya mengepal kuat. "Kenapa lagi..." kesal jelita "Kenapa Bee selalu bisa dekat dengan Kak Juna?"

"Padahal yang ingin mendekati Kak Juna itu aku." Rasa iri kembali memenuhi dadanya.

Namun hanya sesaat. Jelita segera menarik napas panjang, Lalu memasang kembali senyum manis di wajahnya. Ia tidak boleh kehilangan citra baik yang selama ini ia bangun.

Dengan langkah anggun, Jelita menghampiri Bee. "Bee."

Bee menoleh. "Oh... kamu sudah sampai."

Jelita tersenyum lembut.

"Iya."

"Tadi kamu diantar Kak Juna ya?"

"Iya."

"Kebetulan ketemu di jalan."

"Oh..." Jelita mengangguk pelan seolah tidak mempermasalahkannya. "Untung ya."

"Iya." Bee menjawab singkat tanpa menyadari sorot mata Jelita yang sesaat berubah tajam.

Di balik senyum manisnya, Jelita menggertakkan gigi.

"Awas saja kamu, Bee. Aku gak akan membiarkan siapa pun merebut perhatian yang seharusnya jadi milikku." Namun sedetik kemudian, senyum polos itu kembali menghiasi wajahnya.

Bee melangkah masuk ke dalam gedung sambil membawa map berisi dokumen magangnya. Di sisi lain...

Jelita sudah lebih dulu memasuki perusahaan.

Berkat bantuan Papah Prans, proses administrasi Jelita berlangsung jauh lebih cepat.

Kini gadis itu sudah duduk santai di meja kerjanya di divisi administrasi, lengkap dengan kartu identitas pegawai magang yang menggantung di lehernya.

Sesekali ia melihat ke arah pintu masuk.

Tak lama kemudian, Bee muncul bersama seorang staf HRD. Namun sebelum itu...

"Kriss?" Jelita tersenyum lebar saat melihat seorang pemuda yang dikenalnya masuk ke ruangan HRD.

Kriss yang sedang mengisi beberapa berkas langsung menoleh. "Oh... Kamu." Kriss membalas dengan senyum ramah sambil melambaikan tangan.

" Iya. "

" Semangat "

Jelita tersenyum manis. "Semangat juga."

Tak lama kemudian Bee menghampiri mereka. "Kriss?"

Kriss langsung tertawa kecil. "Bee. Kita ternyata satu perusahaan."

Bee ikut tersenyum. "Iya, aku juga baru tahu."

"Berarti nanti kita sama-sama belajar."

"Siap."

Kriss mengacungkan jempol.

Melihat keduanya terlihat akrab membuat Jelita sedikit tidak nyaman, Namun ia tetap memasang senyum ramah.

Beberapa menit kemudian. Seorang staf HRD keluar membawa dua map.

"Bee Catleen?" Panggil HRD

"Saya."

"Kriss?"

"Saya juga."

"Silakan ikut saya." Ajak HRD

Bee dan Kriss pun mengikuti staf HRD menuju lantai tempat divisi akuntansi berada.

Sepanjang perjalanan, Bee beberapa kali melihat-lihat suasana kantor yang modern dan rapi, Setibanya di ruangan akuntansi, staf HRD menghentikan langkahnya.

"Selamat pagi semuanya."

Seluruh karyawan langsung mengalihkan perhatian.

"Hari ini kita kedatangan dua mahasiswa magang."

"Silakan perkenalkan diri."

Bee maju lebih dulu. "Selamat pagi." Sapa bee "Perkenalkan, nama saya Bee Catleen. Saya mahasiswa semester akhir. Mohon bimbingannya selama saya magang di sini." Bee membungkukkan badan dengan sopan.

Beberapa karyawan langsung tersenyum ramah.

"Selamat datang."

"Semangat ya."

Namun ada juga beberapa orang yang hanya mengangguk sekilas lalu kembali sibuk bekerja.

Bee tidak mempermasalahkannya. Baginya, itu adalah hal yang wajar di lingkungan kerja.

Kini giliran Kriss. "Halo semuanya. Nama saya Kriss."

"Saya juga mahasiswa magang Mohon kerja samanya."

Suasana ruangan kembali dipenuhi tepuk tangan kecil.

HRD kemudian menunjuk dua meja kosong. "Itu meja kalian."

"Kalau ada yang belum dipahami, silakan bertanya kepada senior di divisi ini."

"Baik, Bu." Bee dan Kriss menjawab hampir

Bee duduk di mejanya. Ia memandangi komputer, alat tulis, dan beberapa map yang sudah tersedia, Untuk sesaat, Bee terlihat bingung.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Belum sempat ia berpikir lebih jauh. Seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahun menghampirinya sambil membawa beberapa berkas.

"Halo. Aku Rina." Ucapnya "Senior akuntan di sini."

Bee langsung berdiri. "Selamat pagi, Kak Rina."

Rina tersenyum. "Jangan tegang. Lagi pula kita bakal sering ketemu."

Bee ikut tersenyum kecil.

Rina kemudian meletakkan beberapa map cukup tebal di atas meja Bee. "Ini tugas pertamamu."

Bee melihat tumpukan dokumen itu.

"Periksa kembali keakuratan angka pada jurnal debit dan kredit perusahaan tahun lalu." Pinta Rina "Kalau ada angka yang tidak sesuai, beri tanda menggunakan sticky note."

Bee mengangguk serius. "Baik, Kak."

Rina kembali tersenyum. "Pelan-pelan saja. Yang penting teliti." Ucap Rina "Kalau ada yang bingung, langsung tanya."

"Siap." Jawab Bee

Setelah Rina kembali ke mejanya, Bee membuka map pertama. Matanya langsung fokus membaca setiap angka yang tertera.

Tangannya mulai mencocokkan jurnal debit, kredit, buku besar, hingga laporan transaksi satu per satu.

Tak sampai lima belas menit bekerja, Bee sudah menemukan dua transaksi yang nilainya tidak sesuai dengan saldo akhir.

Bee tidak langsung menyimpulkan. Ia kembali memeriksa dokumen pendukung dengan sangat teliti.

Sikap tenang dan ketelitiannya membuat beberapa karyawan mulai melirik ke arahnya.

"Anak magang itu teliti juga." bisik salah satu staf.

"Iya."

"Baru juga mulai, sudah serius begitu."

Di meja sebelah, Kriss yang melihat Bee bekerja hanya tersenyum kecil.

"Pantas saja Bee selalu jadi mahasiswa berprestasi. Dia memang benar-benar menikmati pekerjaannya." Gumam Kriss merasa bangga kepada bee.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!