NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Di rumah.

"Assalamualaikum." ucapku memasuki rumah.

"Waalaikumsalam." ucap mereka.

"Ayah ibu." ucapku langsung menghampiri mereka dan memeluk ibu.

"Ibu kangen nak." kata Ibu.

"Nina juga kangen." kataku yang sudah tidak bisa membendung air mata lagi.

"Hey sudah jangan menangis. Kita akan bersama lagi." kata ibu.

"Iya bu." kataku mengeratkan pelukannya.

"Apa kamu tidak kangen ayah nak?" ucap ayah.

"Jelas aku kangen yah." kataku menghampirinya dan memeluknya.

"Ayah juga kangen." katanya mencium puncak kepalaku.

Nenek yang melihat kita melepas kerinduan, dia ikut meneteskan air matanya.

"Nenek senang nak, sekarang kamu bisa kumpul sama ayah dan ibu mu." kata nenek.

"Terimakasih banyak nek." kataku yang bergantian memeluk nenek dan menciumnya.

"Iya sudah ayo kita makan, itu ayah dan ibu mu nunggu kamu pulang" kata nenek.

"Ayo." kataku yang semangat.

Hari ini aku merasa bahagia bisa berkumpul dengan ayah dan ibu kembali setelah sekian lama. Ayah dan ibu meninggalkan aku pas aku masuk SMP. Iya lumayanlah dua tahun. Komunikasian hanya via chatt dan telpon. Nafsu makanku jadi bertambah karena ada mereka.

"Nin, kamu pulang bersama kami iya nak, tinggal di rumah kita." ucap ayah ketika selesai makan.

"Tapi nenek?" kataku melirik nenek kasihan.

"Nenek tidak apa-apa nak, kamu pulanglah. Lagian disini ada tante Tia yang tinggal di belakang rumah." katanya.

"Iya nek." kataku menatap haru nenek enggan untuk meninggalkannya.

Saat aku membereskan meja majan, tiba-tiba tangan ibu memegang lenganku.

"Biar ibu saja, kamu ganti baju sana." katanya.

"Tidak apa-apa bu, biar Nina saja." kataku.

"Sudah nak, kamu cape. Istirahatlah." katanya.

"Baiklah bu." kataku menuju kamar tidur.

Aku merebahkan diri di kasur dan menatap semua sudut kamar tidurku.

"Rasanya berat ketika aku harus meninggalkan kamar ini." ucapku.

Aku mengganti pakaianku dan mengemas barang-barang yang akan aku bawa nanti. Mulai dari perlengkapan sekolah, pakaian dan bonekaku. Aku sisain sedikit baju dan bonekanya disini. Takut suatu hari, aku tidur disini lagi biar tidak repot.

Ibu sedang membantu nenek jualan sedangkan ayah lagi duduk santai di depan televisi menikmati kopi dan tembakaunya.

Aku menghampiri ibu dan nenek.

"Eh kamu sudah ganti bajunya nak?" tanya ibu.

"Iya bu." kataku tersenyum.

"Sudah kemas barang-barangnya nak?" tanya nenek.

"Sudah siap nek." kataku.

"Iya sudah habis magrib kita pulang iya nak." kata ibu.

"Iya bu." kataku tersenyum.

Jualan hari ini lumayan ramai, baru jam 16.30 jualan nenek sudah ludes. Aku dan ibu yang merapihkan jualannya, sedangkan nenek duduk istirahat di depan teras rumah.

"Kalian mau makan apa? biar ayah yang beli di pasar." kata ayah.

"Ibu pecel ayam yah." kata ibu.

"Kalau ibu (nenek), mau makan apa?" tanya ayah.

"Ibu lagi kepengen makan ikan bakar Wan." kata nenek.

"Iya sudah nanti aku beliin." kata ayah.

"Kok aku tidak ditanyain yah?" kataku.

"Kamu ikut sama ayah, biar nanti kamu milih sendiri mau makan apa." kata ayah.

"Oke yah." kataku semangat.

Aku dan ayah pergi ke pasar membeli makanan. Karena jualan nenek tidak ada yang tersisa jadi kita memutuskan beli makanan saja untuk makan malamnya.

Kita mencari ikan bakar terlebih dahulu karena jaraknya lumayan jauh. Ayah melajukan motornya tidak terlalu cepat, jadi aku bisa melihat kiri kanan jalanan untuk memilih makanan apa yang mau dibeli.

Sudah sampai di warung ayam dan ikan bakar. Ayah segera memesan ikan bakarnya. Butuh waktu 15 menit menunggu ikan bakarnya masak. Setelah itu kita mampir di warung makan Ayam Tulang Lunak dan Bebek Presto Ibu Tum yang aku lihat ketika menuju warung ayam dan ikan bakar.

"Yah, kita mampir di Ayam Tulang Lunak dan Bebek Presto Ibu Tum yuk. Aku mau nyobain bebek prestonya." kataku ketika kita diperjalanan pulang dari warung ayam dan ikan bakar itu.

"Dimana?" tanyanya.

"Itu yah di depan rumah sakit MM, tadi aku melihat warung itu ramai pengunjung." kataku.

"Iya sudah kita kesana." katanya.

Akhirnya kita mampir di warung ibu Tum itu. Ayah yang sedang melihat-lihat menu yang ada disana dan tertarik mau nyobain sop iga nya. Ayah pun memesan bebek presto dan sop iga. Setelah pesanan sudah siap. Aku dan ayah melanjutkan pulang dan mampir lagi di warung pecel ayam dipinggil jalan untuk ibu. Penjualnya adalah temannya ayah.

"Wah Iwan lagi jalan sama istri muda nya ternyata." kata bapak-bapak penjual pecel ayam itu.

"Haha iya nih." kata ayah tertawa.

Memang, misalkan aku dan ayah jalan berdua. Orang-orang mengiranya aku adalah istri muda nya ayah karena muka dan postur tubuh aku hampir mirip sama ibu. Sedangkan misalkan aku dan ibu jalan berdua. Orang-orang mengiranya aku kakak beradik sama ibu.

"Mau pesan apa?" tanya bapak-bapak itu.

"Pecel ayam satu dan tahu tempe nya delapan." kata ayah.

"Siap, silahkan duduk dulu." katanya.

"Oke." kata ayah.

Aku dan ayah menunggu pecel ayam itu.

"Ini Wan pesananya." kata penjual itu memberikan pesannanya.

"Oh terimakasih." kata ayah membayarnya.

Aku dan ayah akhirnya pulang ke rumah nenek. Disana ibu dan nenek sudah menunggunya.

"Nyari makanan di daerah mana? lama banget." ucap nenek.

"Tahu tuh, tidak tahu apa kita sudah kelaparan." kata ibu.

"Iya lagian ibu (nenek) minta ikan bakar segala, sudah tahu tempatnya jauh." kata ayah.

Aku yang langsung mengambil mangkuk dan piring.

"Sudah ayo cepetan makan, nanti keburu dingin." kataku yang sudah menyiapkan semua makanannya di atas meja makan.

Kita semua menikmati hidangan makan malam ini dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan yang sudah lama kita rindukan.

Selesai makan, seperti biasa aku membereskan piring kotornya sedangkan mereka ngobrol-ngobrol sembari nonton televisi.

"Nak sudah selesai?" tanya ibu ketika aku ikut gabung.

"Sudah bu." kataku.

"Iya sudah ayo kita pulang sekarang, besok kamu juga harus sekolah." kata ayah.

"Hmmm baiklah yah, aku siap-siap dulu." kataku memasuki kamar.

Ibu sudah memesan grab sedangkan ayah sudah pulang duluan naik motor.

"Nek, aku pulang dulu yah." kataku mencium nenek meski berat hati karena harus meninggalkan nenek sendirian.

"Iya nak, hati-hati iya." kaya nenek.

"Aku permisi dulu bu (nenek)." ucap ibu pamit mencium tangan nenek.

Aku dan ibu meninggalkan halaman rumah nenek. Nenek yang melihat aku sudah naik grab, dia masuk ke dalam rumah dan langsung menguncinya.

Di rumah ayah dan ibu.

Rumah dalam keadaan bersih dan rapih, mungkin ayah dan ibu pulang dari jakarta langsung merapihkan rumahnya.

"Yah bu, aku ke kamar dulu." kataku membawa dua bag berisi barang-barang yang aku bawa dari rumah nenek.

"Iya nak." kata ayah.

"Kamu langsung istirahat saja nak." kata ibu.

"Iya yah, bu." kataku memasuki kamar.

Di dalam kamar aku meletakan semua barang-barang itu pada tempatnya dan menyiapkan buku untuk besok dibawa ke sekolah.

Aku langsung merebahkan diri dan tertidur.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!