NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:128.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Siapa Kamu?

Bab 25

...Pejuang Tanggal Muda...

Umar : Ta, pastikan anggaran aman

Asep : Penting ini Ta, pondasi kita bertugas

CInta_Cuantik : iya Bang, otw ke finance

Umar : @Eru_kerenz, ikut gue lagi rapat. Lantai 7 ya

Asep : Untung nama gue nggak disebut, males banget duduk dengerin orang ngoceh

Abil : Ngoceh mereka demi kelangsungan hidup bersama. Anak muda, mengapa kamu tidak peka

CInta_Cuantik : Kang Asep ‘kan alumni anak muda, udah tuir 🤣

Eru_kerenz : Oke, saya otw ke sana

Abil : Kemana Ru?

Eru_Kerenz : Pelaminan mas, 🤭

Asep : Eru mulai nakal, yang dinakalinnya nggak peka. Beg0 gitu

Cinta_Cuantik : Maksudnya ngomongin bang Umar ya, parah ih masa ketua tim di bilang beg0

Asep : Elo oneng, ampun dah. Dicip0k dulu Ru, mana tahu pinter

Eru_Kerenz : Siap 😊

Cinta_Cuantik : hih, merindinggg

Cinta membaca lagi percakapan tadi pagi di grup. Belum bertemu dengan Eru karena langsung diboyong Umar untuk mendampinginya briefing. Urusan keberangkatan sudah ia kantongi, surat tugas dan keuangan.

Suasana di ruangan tim produksi berasa terasa sibuk sekaligus magis. Hanya ada beberapa orang, sisanya pasti sibuk di studio atau di tempat live report atau ada yang beda shift dan libur. Sementara Cinta sibuk memeriksa ulang daftar logistik dan barang bawaan tim di kubikelnya.

Sebagai anak kos yang terbiasa hidup hemat dan mandiri, Cinta menganggap perjalanan dinas ini adalah kesempatan besar. Healing sambil bekerja, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Namun, fokusnya buyar saat ia melangkah menuju ruang fotokopi di sudut lorong yang agak sepi.

Langkah kaki Cinta terhenti tepat di balik partisi kaca buram. Di balik partisi, Eru sedang menelepon seseorang. Suara Eru terdengar samar namun sangat jelas intonasinya. Tidak ada nada santai atau lelah khas anak magang yang biasanya ia dengar. Suara Eru terdengar dingin, tegas, dan penuh otoritas.

“Aku turun sekarang, tunggu di basement.”

CInta pun menjauh dari sana, tidak ingin ketahuan menguping pembicaraan. Eru menuju lift, CInta masih mengawasi dari jauh. “Ada apa ya,” gumamnya.

Hampir jam makan siang, yang dia tahu rapat sudah selesai, tapi Eru malah ke bawah. Mungkinkah Umar memberikan perintah lain. Memutuskan mengejar pria itu menggunakan lift yang berbeda.

“Basement,” batin Cinta.

Menuju basement harus tap keluar gate. Langkah Cinta bergegas melihat punggung Eru baru saja melewati pintu menuju basement. Setengah berlari, Cinta menatap sekeliling mencari keberadaan Mahameru di area basement. Berbelok ke sebelah kiri lalu bersembunyi di balik pilar, ada Eru berdiri tidak jauh dengan seorang pria.

"Saya tidak peduli seberapa besar harga yang ditawarkan, pastikan Mami tidak melepas saham itu," ucap Eru, suaranya rendah namun menekan. “Cari tahu apa yang direncanakan Om Langit dan Mami!”

Cinta menahan napas di balik dinding. Jantungnya berdegup kencang. Saham? Om 'Langit' yang disebut Eru barusan terdengar seperti nama dirut Yess TV. Apa orang yang sama? Tapi rasanya bukan.

"Lain kali jangan muncul di sini, cukup telpon atau kirim pesan," lanjut Eru lagi.

Percakapan itu selesai dengan Eru kembali ke area dalam. Cinta masih berdiri mematung, pikirannya berisik dengan apa yang baru saja dia dengar. Mengingat bagaimana Eru datang ke tim 7, lalu keseharian selama ia mengenal pria itu.

“Kamu bukan orang sembarangan, Ru. Apa yang kamu sembunyikan,” gumamnya. Terbersit Eru magang hanya kamuflase, sebenarnya dia mata-mata dari stasiun TV lain saingan Yess TV. “Apa mungkin begitu?”

Ponsel di saku celananya bergetar, nama Eru muncul di layar. Cinta menggaruk kepala sambil menatap layar ponsel.

“Lagi dipikiran malah nelpon.”  Menggeser tombol hijau dan …. “Iya?”

“DI basement. Eh, di lobby.”

***

Sejak kejadian di basement kemarin, mata Cinta seolah terbuka. Ia tidak lagi melihat Eru sebagai "pejuang anak magang". Kali ini, Cinta meletakkan radar penyelidikannya pada tingkat tertinggi. Ia mulai memperhatikan detail-detail kecil yang selama ini luput dari perhatiannya yang polos.

Eru membayar semua jajan dan makan saat mereka kencan tempo hari. Café premium dengan satu cake harganya bisa dua kali makan nasi padang. Nonton dengan segala cemilan dan makan malam di resto dengan private room pula.

CInta menyipitkan mata menatap Eru. Pakaiannya, hanya kaos polo putih dan jeans warna gelap. Alas kaki, Eru memakai leather sneakers putih bersih tanpa noda. Kulitnya terlihat sangat lembut dan tidak meninggalkan bekas lipatan saat ia bertumpu pada ujung kakinya. Saat Eru mengangkat tangan untuk melihat waktu, sebuah jam tangan dengan strap kulit buaya berwarna hitam dan mesin jam mekanis yang rumit berkilau.

Astaga, semua yang dikenakan Eru bermerk. Terutama jam tangan pria itu.

"Kenapa?” tanya Eru.

“Hah!”

“Kamu ngeliatin aku kayak mau telan hidup-hidup gitu? Kenapa sih, ada yang aneh?”

Cinta gegas menggeleng. Anak sultan mana nyasar ke tim 7, ikut blusukan syuting ke pelosok.

“Woi, yaelah! Ngapain pandang pandangan gitu. Nggak bakal habis si Eru lo liatin Ta,” teriak Asep sibuk memindahkan barang bawaan ke bagasi mobil.

Abil terkekeh melewatinya menuju campervan. “Yang muda yang bercinta.

 “Kangen ya, nanti sepanjang perjalanan aku peluk deh.”

“Ish, ngarep,” sahut Cinta, dibalas dengan tergelak.

Cinta terlonjak sedikit, namun ia cepat-cepat menguasai diri. Ia sengaja melirik tas kulit milik Eru yang diletakkan di samping kakinya —tas tanpa merek yang mencolok, tapi aroma kulit aslinya tercium sangat premium.

“Kenapa lagi?” tanya Eru. Terdengar Umar berbicara dengan driver campervan dan Abil.

"Memastikan sesuatu,” sahut Cinta sambil mengusap dagu, menatap Eru dengan pandangan menyelidik yang tidak ditutup-tutupi. Kulit putih dan mulus, jelas tidak pernah terkontaminasi paparan matahari secara langsung. Mungkin kepanasan pun saat mereka syuting di Cirebon.

"Mastiin apa?" Eru menaikkan sebelah alisnya, tersenyum smirk agak geli sekaligus agak gugup ditatap seperti itu.

“Siapa kamu?” tanya Cinta lirih pandangannya terkunci pada Eru yang juga menatapnya. “Siapa kamu Mahameru?”

“Aku ….”

1
Iccha Risa
heuleh modus ae Broo... dari dulu udh tau spesial kalo gak mana mungkin dijadikan istrimu Ru
Nandi Ni
bengek bgt aku ame modus Eru deh🤣🤣🤣sok sokan bawaan bayi,itu mah akalanmu aja kaleeeee
Shee_👚
gambal ta jangan mau, tutup rapet kunci ganda kalau perlu🤣🤣🤣
Shee_👚
astaga anak mamih maura ngomong kagak ada filternya 😂
Shee_👚
wah jangan2 eru berhasil dalam misi menghamili cinta🤭
Shee_👚
ternyata sadar juga, ini lagi ngigo atau emang beneran sadar🤔
Shee_👚
mungkin karena akbar merasa bersalah dan udah sadar akan perbuatannya
Shee_👚
tuh sadar, tapi kenapa masih kepala batu😏
Shee_👚
itu hasil apa yang dia tanam, jadi biarkan saja. toh dia gak mau di kasih perhatian dan sayangin.
mmh nengmuti
kaya KLO kamu hamil s eru bakal tambah manja 🤣🤣
Felycia Fernandez
Emank nya cinta nasgor atau martabak gtu,spesial pake telur 2 ya🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
sadar juga ternyata 😏
Felycia Fernandez
kalau mereka dendam kamu pasti udah di laporkan Akbar..
ini malah kamu punya siasat untuk menjatuhkan mereka lagi😡
'Nchie
🤣🤣🤣spesial pake telor ya ru🤭🤭
Felycia Fernandez
itu karma..
hidup pun tak tenang,mati pun di tolak
Felycia Fernandez
udah,loncat aja dari jendela gih 🤣🤣🤣
Elly Maryani
eru gendeng lebih gendeng dr rama..😅😂😂😂
juwita
hahaha kirain udh lama itu sebln ini dia hari udh lama katanya🤣🤣
Felycia Fernandez: Eru ngitungnya detik,menit dan jam kk 🤣
total 1 replies
Siti Dede
Rama & Eru cocok jadi adik kakak👍
Turwaty suketi
Sepesial pake 2 telor ru🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!