NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Sintia Viral

Brrakkk

Sampai rumah kontrakan Dimas membanting tas kerja dan barang‑barangnya yang dia bawa dari kantor. Ibu Sundari menyipitkan matanya saat melihat Dimas pulang belum waktunya dan pulang dalam keadaan marah.

" Ada apa, Dim? Kenapa jam segini kamu sudah pulang?."Tanya ibu Sundari.

" Dimas dipecat, Bu."Jawab Dimas dengan kesal tanpa berbasa‑basi.

" Apa? Kamu dipecat?."Tanya balik ibu Sundari dan Sintia kaget.

Sintia yang baru keluar dari kamar pun ikut terkejut saat tahu Dimas dipecat dari pekerjaannya. Jika Dimas dipecat, siapa yang akan menafkahinya? Bayu sudah tidak mungkin mau menafkahinya, pada dasarnya sebenarnya Bayu masih punya kewajiban menafkahi Sintia selama masih dalam proses perceraian dan selama masa iddah nya nanti. Tapi sepertinya itu tidak mungkin, Bayu sudah terlalu sakit hati dengan penghianatan Sintia dan Dimas.

Hati siapa yang tidak akan sakit jika istri yang dicintainya justru berselingkuh dengan adik kandung suaminya sendiri.

" Kalau kamu tidak bekerja siapa yang akan menafkahiku dan anak kita ini, Dimas?."Tanya Sintia.

" Nanti aku bakalan cari kerja, Sintia. Sudahlah kamu tenang saja, masih banyak perusahaan di luaran sana yang mau menerima ku bekerja."Jawab Dimas dengan rasa percaya diri yang penuh.

Video nya sudah viral, tidak akan semudah itu dia mendapatkan pekerjaan terlebih pekerjaan di perusahaan‑perusahaan besar.

" Kenapa kamu bisa dipecat, Dim? Apa karena video kalian yang sedang viral itu? Kalau benar soal itu, Hana harus bertanggung jawab. Karena ini semua gara‑gara dia, kamu harus memberi dia pelajaran Dim. Kamu punya hak atas rumah dan mobilnya, ceraikan dia dan tuntut gono‑gini."Seru ibu Sundari berharap bisa mendapatkan apa yang dia mau dari harta Hana.

" Ibu benar, Dim. Kamu tuntut pembagian harta gono‑gini, enak saja dia menikmati harta itu semuanya."Seru Sintia setuju dengan ibu Sundari.

" Iya. Kalian benar, aku akan menuntut Hana. Apa lagi selama ini dia juga sudah membohongiku, ternyata selama ini dia itu seorang menejer di perusahaannya bukan resepsionis ataupun karyawan biasa. Hana telah membohongiku, aku akan beri dia pelajaran yang setimpal."Ucap Dimas dengan mengepalkan tangan kanannya.

Menejer? Sintia dan ibu Sundari kaget dengan ucapan Dimas barusan, ternyata Hana selama ini seorang menejer? Pantas saja setiap kali berangkat kerja penampilannya bukan seperti resepsionis dan dia juga bisa membeli barang‑barang mahal.

" Kamu serius Hana seorang menejer? Bukannya kamu juga seorang menejer, Dim? Jadi gaji kalian itu sama besarnya?."Tanya ibu Sundari justru menanyakan soal gaji.

" Emm.. itu, itu sudah pasti bu. Ya sudah, Dimas masuk kamar dulu mau membereskan barang‑barang Dimas. Oh iya apa Lastri sudah pulang?."Tanya Dimas mengalihkan pembicaraannya.

Sampai sekarang Dimas belum jujur soal pekerjaannya yang bukanlah seorang menejer. Terlebih saat ini dia sudah di pecat, sehingga ibu Sundari menyebutnya mantan menejer.

" Sudah, dia sudah pergi lagi. Katanya mau kuliah."Jawab ibu Sundari.

" Bu, jangan terlalu membebaskan Lastri, pergaulan di luaran sana itu ada positif dan negatifnya. Apa lagi semalam dia tidak pulang, Lastri itu masih polos bu."Ucap Dimas ternyata tetap menghawatirkan adik perempuannya.

" Kamu jangan terlalu mengekang adikmu, Lastri itu anak kuliahan pasti dia sudah tahu mau bergaul dengan siapa saja."Ucap Ibu Lastri sama sekali tidak takut terjadi dengan anak perawannya.

Belum tentu masih perawan, gadis belum tentu masih perawan. Tapi jika perawan sudah pasti masih gadis. Ibu Sundari tidak tahu apa saja yang sudah dilakukan Lastri diluaran sana. Kalau sudah terjadi hal yang buruk, pasti dia juga yang akan menyesal.

" Terserah ibu sajalah."Ucap Dimas dengan lemas.

" Sayang yuk ke kamar saja. Aku berikan servise terbaik agar kamu semangat lagi untuk mencari kerja."Ucap Sintia tanpa ada rasa malu sedikitpun dengan ibu mertuanya.

" Kamu memang paling tahu apa yang aku mau sayang."Seru Dimas.

" Wooii kalian itu belum menikah, lebih baik kalian menikah dulu. Terserah mau bagaimana, ibu tidak mau kita kembali di usir gara‑gara perbuatan kalian itu."Seru ibu Sundari mengingatkan.

Dimas tidak memberikan jawaban apapun, namun dia hanya menganggukkan kepalanya. Dia sudah punya rencana untuk menikahi Sintia secara siri, agar mereka tidak dituduh berzina lagi.

Farhan yang mengetahui permasalahan adiknya merasa tidak tenang. Kenapa masalah sebesar ini Hana tidak menceritakan kepadanya. Justru Farhan tahu dari istrinya, istrinya tahu dari sosial media.

" Kok Hana tidak memberitahu mas ya, Mur?" Anak itu dari dulu selalu begitu, merasa bisa menyelesaikan masalah nya sendiri."Ucap Farhan yang tahu betul bagaimana dengan sifat Hana.

" Mungkin dia belum sempat memberitahu kita mas, atau memang dia tidak mau mas kefikiran dengan masalahnya."Jawab Murni istri dari Farhan.

" Justru seperti ini malah membuat mas kefikiran terus, Mur. Emm.. bagaimana kalau kita ke kota saja, Mur?."Tanya Farhan meminta persetujuan istrinya.

" Baiklah, kita akan ke kota Mas. Aku juga sangat khawatir dengan Hana, disaat seperti ini dia memang harus bersama keluarganya, dan kita berikan dia suport."Ucap Murni yang setuju dengan ajakan Farhan untuk ke kota.

Farhan adalah kakak laki‑laki satu‑satunya, dia bertanggung jawab atas Hana. Kedua orang tuanya sudah meninggal jauh sebelum Hana meninggal. Dulu Farhan sempat tidak setuju saat Hana mengutarakan ingin menikah dengan Dimas, sebab Farhan melihat Dimas seperti pria yang tidak punya tanggung jawab. Namun Hana kekeh ingin menikah dengan Dimas, bahkan jika Farhan tidak merestuinya dia akan tetap menikah dengan Dimas.

" Apa mungkin Hana malu ya, Mur? Kamu tahu sendirikan bagaimana dulu dia kekeh ingin menikah dengan Dimas, meskipun mas melarangnya."Seru Farhan yang nyatanya memang benar jika Hana malu dengan kakaknya.

" Jangan beranggapan seperti itu, Mas."Jawab Murni tidak mau suaminya berfikir negatif.

Heemmmm

Farhan berdehem sambil menganggukkan kepalanya. Murni masuk ke kamar untuk membereskan barang‑barang yang akan mereka bawa ke kota. Murni dan Farhan mempunyai seorang anak laki‑laki yang bernama Angga, berusia 5 tahun yang saat sedang duduk dibangku TK.

" Kamu sudah membuat adikku bersedih, Dimas. Lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu. Dulu kamu berjanji untuk membahagiakan adikku, tapi nyatanya justru kamu menyakiti adikku."Ucap Farhan dengan mengepalkan tangannya.

Di tempat lain, Hana sedang makan siang dengan Vera. Para karyawan kantor tidak tahu jika video yang sedang viral itu adalah suami Hana. Sebab dalam video tidak nampak Hana, hanya ada Dimas dan Sintia yang sedang bermain dan saat di arak warga.

Para karyawan di kantin pun sedang membicarakan video Dimas dan Sinta. Hana hanya mendengarkan saja dan berpura‑pura tidak tahu apa‑apa.

" Han, kamu tidak apa‑apa kan?."Tanya Vera.

" Aku tidak apa‑apa, Ver. Sudah santai saja, lagian mereka tidak tahukan kalau itu suamiku. Ada bagusnya juga dulu aku dan mas Dimas jarang jalan bareng, sehingga tidak banyak yang tahu kalau Dimas itu suamiku."Ucap Hana sambil tersenyum tipis.

" Iya sih ada untungnya juga."Jawab Vera sambil mengangguk.

Dari arah pintu, nampak Aldo berjalan mendekati meja tempat Hana dan Vera makan. Kedatangan Aldo membuat suasana kantin menjadi heboh. Para karyawan wanita sangat antusias melihat ke arah Aldo, sang CEO baru yang teramat tampan dan berkarisma.

" Hai, boleh aku gabung?."Tanya Aldo tanpa menunggu persetujuan langsung duduk begitu saja.

" Ehh Pak Aldo yang terhormat, untuk apa anda meminta izin kalau ujung‑ujungnya belum juga dijawab sudah main duduk saja. Lagian ngapain sih kamu itu makan siang di sini, ganggu saja. Lihat tuh para pengagummu pada tebar pesona."Ucap Vera yang memang dari dulu kalau bicara suka ceplas ceplos. Padahal sekarang Aldo itu CEO di perusahaan tempat dia bekerja.

" Vera, kamu ini yang hormat dan ramah dong. Aldo ini sekarang atasan kita, meskipun dulu dia itu teman kuliah kita tetap dong kita hormati dia sebagai atasan kita."Ucap Hana menasehati Vera.

" Helehh ini kan jam istirahat, tidak perlu hormat menghormati. Iya kan Do?."Tanya Vera sambil memainkan alisnya.

" Ya deh terserah sama kamu saja, Ver. Pesenin makanan dong Ver, lapar banget nih. Terserah pakai apa saja, yang penting cepat."Ucap Aldo sambil mengusap perutnya yang sudah lapar.

Iiisshhhhh

Vera mendengus dengan kesal, tapi tetap dia jalan untuk memesankan makanan untuk Aldo.

" Hana, aku turut prihatin ya atas apa yang menimpa rumah tanggamu."Seru Aldo hati‑hati.

" Iya Do, terima kasih. Mungkin memang sudah nasib ku harus seperti ini, Do. Sebagai pelajaran saja untuk aku kedepannya nanti."Jawab Hana terlihat lebih bijak saat bicara.

" Nih makanannya. Tinggal ini saja menunya, kamu sih datangnya telat."Seru Vera tiba‑tiba sudah kembali dengan membawakan makanan untuk Aldo.

Vera membawa nasi lengkap dengan ikan goreng, telor balado dan semangkuk sayur asem dan sebotol air mineral.

" Iya terima kasih, Vera."Jawab Aldo sambil mencebikkan bibirnya.

" Idih itu bibir nanti aku iket pakai karet loh."Seru Vera sambil berkacak pinggang.

" Ssstt... sudah dulu, ini di kantin loh. Lihat tuh yang lain pada ngelihatin kita. Kalian ini dari dulu kalau bertemu selalu ribut, jangan‑jangan kalian jodoh."Seru Hana sambil terkekeh.

Ohh Noo....

Aldo dan Vera secara bersamaan mengucapkan kata No. Memang begitulah Vera dan Andi jika bertemu, bahkan dulu saat kuliah banyak yang mengira mereka itu pacaran tapi nyatanya mereka murni bersahabat.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!