NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:228
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Sedih

Jinsin diam mendengar suara Johin memarahinya. Wajahnya diam sedih melihat ke tanah tidak menanggapi balasan Johin. Malam hari, Johin menghidupkan api unggun. Johin menyuapi Jinsin.

"Aku tidak mau." ucap Jinsin.

"Cuuih..." Jinsin meludah ke wajah Johin.

Johin diam, lalu meletakkan mangkuk makanan di tanah dan dia melihat Jinsin.

"Kalau kau tak makan. Kau akan sakit." ucap Johin.

"Biar saja. Aku tak Sudi di suapi oleh kamu." Jinsin menoleh dari Johin dengan wajah kesal.

"Besok pagi aku akan pindah lokasi ke tempat lain. Kau akan ikut juga."

Johin berbicara sambil duduk merapikan api unggun dengan wajah tenang. Lalu dia mengelap ludah pakai kain ke wajahnya. Jinsin mendengar perkataan itu berubah panik. Lalu Jinsin berusaha melepas ikatan tali di tubuhnya dengan mencari benda di sekitarnya. Pagi telah tiba, Johin mengangkat tubuh Jinsin dengan cara di gendong. Namun saat hendak dilakukan, Jinsin menendang tubuhnya sampai terduduk pakai kaki.

"Aduh." Johin kesakitan.

"Aku tidak mau di pegang oleh kamu." ucap Jinsin berwajah marah. Johin menepuk tubuhnya yang kotor. Lalu berdiri menatap wajah Jinsin dengan ekspresi marah. Jinsin menatap mata Johin penuh kesal dan mata bergetar.

"Kalau kau tidak mau, akan ku cari cara lain agar kau bisa saya bawa." ucap Johin mendekati Jinsin. Lalu melilitkan tali ke bagian tubuhnya dan bagian tali lain di biarkan memanjang.

"Kau mau apa dari aku. Hah!" Jinsin memukul wajah Johin pakai kepala. Namun dapat di tahan pakai tangan Johin dengan cepat.

"Sudah siap." Johin menarik tubuh Jinsin pakai tali dengan diseret.

"Kau mau bawa aku kemana!" teriak Jinsin.

"Ikut saja." Johin terus menyeret tubuh Jinsin berjalan kaki menuju suatu tempat.

"Hei, kau mau bawa aku kemana?" tanya Jinsin.

"Ke suatu tempat di desa lain. Di sana kau akan terkejut." ucap Johin.

Jinsin kaget berwajah melongo mendengar ucapan Johin. Lalu dia diam mengingat ucapannya bahwa dia masih memiliki anggota yang kabur. Setelah melewati waktu yang lama. Jinsin melihat ada sebuah desa yang besar di jaga oleh para petarung yang sama seperti dia lihat di desa yang telah di atasi mereka berdua.

"Bos." ucap penjaga.

"Aku mau masuk." ucap Johin.

"Baik. Silahkan."

Para penjaga membiarkan Johin lewat sambil menyeret Jinsin ke dalam desa. Jinsin melihat banyak para penjaga berdiri melihatnya. Ada yang memegang pedang. Ada juga yang memegang kapak.

"Ini desa warganya mana?" ucap Jinsin berbisik.

"Sama seperti di desa yang kalian selamatkan." ucap Johin menjawab ucapan Jinsin.

Jinsin kaget karena ucapannya di dengar oleh Johin sambil tubuhnya di seret ke jalan setapak desa yang besar. Jinsin di masukkan ke dalam ruangan. Lalu ikatan tali itu di buka oleh Johin memakai pisau panjang.

"Ini kesempatanku." ucap Jinsin hendak berlari kabur. pintu penjara langsung di tutup.

"Hei, buka tolong."

Johin memberikan makanan kepada Jinsin menggunakan tongkat untuk mendorong alas makan berupa beberapa mangkuk makan ke dekatnya.

"Ini makan. Sejak kemarin kau tidak makan.". ucap Johin tersenyum lalu pergi meninggalkannya. Jinsin melempar makan itu ke wajah Johin. Namun dia tidak peduli dan pergi meninggalkannya. Di sisi lain, Rio pergi bersama warga desa ke tempat Jinsin tertangkap oleh Johin.

"Dia di sini tuan. Aku tahu tanda tempat ini." ucap wanita muda.

"Mungkin dia sudah pergi." ucap Rio.

Rio berjalan melihat sekeliling sambil melihat sesuatu yang berada di sekitar sini. Rio jongkok melihat sebuah garis di tanah. Lalu menempelkan jari itu ke tangan dan menggosok ke kedua jari itu.

"Sepertinya ini masih baru." Rio melihat garis panjang di depannya.

"Semuanya ikuti aku."

Warga desa menghampiri Rio dan berjalan mengikuti dari belakang. Rio dan warga desa berjalan mengikuti garis itu. Lalu Rio berhenti melihat sekeliling hutan seperti sengaja di buat berantakan.

"Semuanya ayo jalan."

Rio mengikuti garis itu dengan terputus-putus. Lalu melihat sekeliling dengan jalan yang sudah diberi tanda. Setelah mereka berjalan kaki begitu lama. Rio akhirnya sampai di sebuah desa yang besar. Mereka jongkok di balik semak dan pohon.

"Sebuah desa. Kalian tahu desa ini." tanya Rio.

"Tahu, tuan. Setahu saya desa ini dulunya ramai oleh para pendatang. Namun saya heran kalau desa ini jadi sunyi tidak ada orang." ucap seorang pria jongkok di samping Rio mengintip.

"Benar, saya lihat orang yang berdiri ini berlagak seperti petarung hebat. Ooh. Apakah ini anggota Johin." Rio kaget lalu berpikir kembali ucapan Johin saat sedang bertarung waktu yang lalu.

"Tuan, jika anda mengikuti garis itu sampai ke desa ini. Artinya wanita yang selalu bersama tuan di tangkap di desa ini." ucap pria itu beri kesimpulan. Rio diam mendengar perkataan pria itu. Lalu dia bingung cara agar bisa masuk ke dalam desa ini.

"Tuan sepertinya anda butuh bantuan dari petarung lain." ucap seorang wanita muda beri saran.

"Benar, tapi saya tidak bisa melibatkan kalian semua lebih jauh lagi. Sebaiknya kalian berdua kembali saja ke desa. Urusan saya dengan kalian telah selesai." ucap Rio.

"Tapi tuan, kami harus membantu anda." ucap seorang pria.

"Saya tahu, tapi kalian harus kembali." Rio memegang pundak seorang pria lalu menyakinkan mereka agar segera kembali ke desanya.

"Jika itu niat tuan untuk menolong wanita tuan sendirian. Harap hati-hati ya tuan. Karena mereka banyak." ucap para warga desa hendak bersiap pergi kembali ke desa.

"Terima kasih semuanya." Rio dan para warga pergi meninggalkannya sendirian di dalam hutan dekat desa baru tempat Jinsin di tangkap.

"Riiooooo. Cepatlah datang!" Jinsin berteriak di dalam penjara sampai burung-burung beterbangan ke segala arah di dekat Rio jongkok secara kebetulan. Dia melihat burung itu dengan perasaan yang aneh.

"Lalu bagaimana aku akan memulai?"

Rio masih jongkok sendirian melihat keadaan di desa itu sedang di jaga oleh banyak para lelaki. Di gerbang desa, ada menara penjaga dan juga banyak para petarung yang berjalan kaki melintasi sekitar kawasan hutan. Rio sampai lebih waspada terhadap para penjaga itu. Rio melumpuhkan seorang petarung yang sudah berjalan mendekatinya dengan memukul pindah sampai pingsan. Tubuhnya di seret.

"Ini akan butuh waktu lama." Rio berlari mengendap di siang hari, lalu melempar sebuah batu ke atas menara. Seorang penjaga terkena lemparan di wajah sampai kaget. Dia melihat sekeliling hutan tidak menemukan siapa pun.

"Mungkin ini cuma perasaan ku saja." Lalu Rio melempar empat buah batu cukup besar ke arah para penjaga itu.

"Hei, siapa yang melempar."

"Cepat periksa!" ke empat penjaga itu berlari ke hutan mencari keberadaan yang melempar mereka.

"Ini aman." Rio berlari cepat ke dalam, lalu suara seorang penjaga menara berteriak.

"Hei, ada musuh masuk!"

"Teng. Teng. Teng." alarm tanda bahaya berbunyi.

"Sial, aku ketahuan." Rio berlari ke arah kiri. Lalu melompat masuk ke dalam kendi air yang besar. Kemudian dia menarik papan itu untuk di tutup.

1
Firdaus Rangkuti
Selamat datang di karya saya berjudul Kisah cinta pendekar pedang. mohon di baca setiap bab atau episode ya. terima kasih.
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!