NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Melihat adiknya dirundung tepat di depan matanya, darah Alneo langsung mendidih.

 Ia baru saja hendak melangkah masuk ke area sekolah untuk membela adiknya, ketika sebuah suara dingin tiba-tiba berbunyi di dalam benaknya.

Ting

[Misi Sampingan Terdeteksi: Melindungi Adik & Membungkam Pembully.]

[Deskripsi: Berikan pelajaran pada murid yang merendahkan adik Anda, tunjukkan kelas sosial yang sesungguhnya.]

Alneo menarik napas dalam, menahan emosinya agar tetap terlihat tenang namun berwibawa.

 Dengan langkah tegap Alneo berjalan menghampiri kerumunan anak-anak tersebut.

"Riani," panggil Alneo dengan suara berat dan tegas.

Riani langsung mendongak. Begitu melihat kakaknya datang, matanya berkaca-kaca. "Kak Alneo..."

Siska dan kedua temannya menoleh, menatap Alneo dengan dahi berkerut. "Siapa kamu? Jangan ikut campur ya, ini urusan anak-anak!" tantang Siska, sok berani.

Siska tidak tahu tentang Alneo, karena Alneo tidak pernah mengantar Riani sekolah karena Alneo pagi harus kerja sehingga ia tak punya waktu untuk melindungi Riani.

Alneo tidak memedulikan ucapan Siska. Ia merapikan rambut adiknya yang sedikit berantakan.

 "Riani, kenapa kamu tidak mengeluarkan ponsel dan laptop baru yang Kakak kasih tadi? Bukankah Kakak sudah bilang, semua fasilitas terbaik sudah Kakak siapkan supaya kamu bisa belajar dengan nyaman?" tanya Alneo.

Riani tertegun, ia membuka ritsleting tasnya dan mengeluarkan ponsel pintar ultra-tipis berlogo futuristik yang berkilau mewah.

Tidak hanya itu, Alneo juga sengaja merogoh tas Riani untuk memperlihatkan sudut laptop premium berdesain super modis yang bersemayam di dalamnya.

Mata Siska dan kedua temannya seketika membelalak. Sebagai anak dari keluarga berada, mereka tahu persis merek dan jenis barang tersebut, itu adalah gawai edisi terbatas teknologi tingkat tinggi yang bahkan orang tua mereka pun harus mengantre berbulan-bulan untuk mendapatkannya, tapi tidak dapat karena edisi terbatas.

"Itu... itu kan ponsel seri Quantum-X yang harganya Milyaran?!" bisik salah satu teman Siska dengan suara bergetar ketakutan.

Alneo kemudian berdiri, menatap dingin ke arah tiga murid yang mendadak ciut tersebut. Senyum sinis terukir di wajahnya.

"Adik saya masuk ke sini bukan karena tidak mampu, tapi karena otaknya terlalu cerdas untuk menyia-nyiakan beasiswa," ujar Alneo dengan nada tenang.

 "Jadi, sebelum kalian menghina fasilitas orang lain, pastikan gawai milik kalian tidak terlihat seperti barang rongsokan di bandingkan milik adik saya," kata Alneo tersenyum, tapi senyumnya menyeramkan.

"Dan lihat di sana, itu adalah mobil sport milik Riani, dan emangnya kalian punya?" tanya Alneo balik.

Mereka melihat mobil sport warna hitam yang harganya tak kalah dengan ponsel Quantum-X, Siska wajahnya langsung memerah padam menahan malu.

"Dan satu lagi, jika kalian berani menghina adikku, lihat diri kalian dulu, emangnya pantas orag rendahan seperti kalian menghina orang yang lebih kaya daripada kalian? Status kalian bahkan lebih rendah dari adikku, berdiri di depan adikku saja kalian tidak pantas!" kata Alneo tersenyum sinis.

"Ta-tapi Papaku... papaku pemilik perusahaan besar!" kata Siska berusaha percaya diri.

"Tapi Papamu harus kerja dulu baru dapat uang, sementara Riani cuma duduk di rumah aja bisa dapat uang, mana yang lebih keren," kata Alneo.

"Kalau nggak kerja bagaimana dapat uang! Bohong saja!" kata Siska sedikit gugup.

Alneo tak peduli, ia melihat ke arah adiknya. "Oh ya kakak lupa kasih kamu jajan. Sebentar ya," kata Alneo.

Berhubung sistem telah menyatu dengan ponselnya, jadi uang yang ia dapat dari sistem lang masuk ke akun di ponselnya.

Alneo pun mengirim sejumlah uang ke akun Riani.

Ting!

[Saldo Anda di potong 2.000.000]

[Sisa saldo Anda 94.300.000]

Ting!

Ponsel Riani berbunyi dan Riani melihat notifikasi ada sejumlah uang masuk ke akunnya.

"Kak, ini dua juta?" tanya Rinai dengan mata membulat.

"Iya, ini jajan kamu untuk hari ini, puas-puaskan kamu mau beli apa aja, nggak perlu sayang-sayang uangnya dan gunakan untuk dirimu sendiri," kata Alneo tersenyum.

Mereka terbelalak tak percaya, jajan mereka saja di kasih perhari 100-150 ribu perhari, sementara Riani jajan ya dua juta, mereka kalah banyak.

Mereka kehilangan kata-kata, Siska buru-buru membalikkan badan dan menarik teman-temannya pergi menjauh dari Riani dengan langkah seribu karena malu.

Riani menatap kakaknya dengan mata berbinar takjub. "Wah... Kak Alneo keren banget!"

Alneo tersenyum hangat, mengacak rambut Riani pelan. "Sudah, jangan dipikirkan lagi. Masuk kelas sana. Kalau ada yang macam-macam lagi, langsung hubungi Kakak pakai ponsel barumu, oke?"

"Oke, Kak! Riani masuk dulu!" Dengan percaya diri yang kembali penuh, Riani melangkah masuk ke dalam gedung sekolah dengan senyum lebar.

Alneo berbalik menuju ke mobilnya.

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!