NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Hukuman Sapu Bambu

​Suasana di halaman Paviliun Alkimia mendadak hening seperti kuburan. Udara seolah membeku. Belasan murid elit Klan Ye menahan napas, menatap tak percaya pada pemandangan di depan mereka.

​Tetua Agung mereka—seorang ahli tingkat Inti Emas (Golden Core) yang dihormati di seluruh sekte—sedang memegangi tangan kirinya yang patah bengkok sambil berkeringat dingin. Sementara itu, pemuda berpakaian pelayan di depannya masih memegang teko penyiram tanaman dengan wajah tanpa dosa.

​"T-Tangan Tetua... patah?!" salah satu murid bergumam ngeri.

​Rasa sakit yang luar biasa akhirnya mengalahkan harga diri Tetua Agung. Pria tua itu terhuyung mundur, memuntahkan seteguk darah karena energi Qi-nya memukul balik ke organ dalamnya sendiri.

​"K-Kau... Monster macam apa kau?!" raung Tetua Agung dengan suara bergetar. Ia menatap Lin Chen seolah melihat hantu. Tubuh macam apa yang bisa mematahkan tulang Inti Emas hanya dengan menahan pukulan? Bahkan Binatang Roh pun tidak sekeras ini!

​Lin Chen hanya tersenyum tipis. "Saya hanya asisten yang rajin minum susu kedelai setiap pagi, Tetua. Sudah saya bilang, tulang Anda yang terlalu keropos."

​Penghinaan itu langsung membakar sisa-sisa kewarasan Tetua Agung. Dipermalukan oleh pelayan cacat dari klannya sendiri di depan Su Yue adalah aib terbesar dalam hidupnya!

​"BUNUH DIA! CINCANG TUBUHNYA JADI RATUSAN BAGIAN!" perintah Tetua Agung dengan mata merah menyala.

​Mendengar perintah itu, belasan murid elit Klan Ye langsung mencabut pedang mereka. Meskipun mereka takut, mereka lebih takut pada hukuman klan. Dengan raungan marah, mereka menerjang maju dari segala arah, mengarahkan pedang yang menyala-nyala oleh Qi lurus ke arah Lin Chen.

​Su Yue yang berdiri di belakang hampir merapalkan segel api, namun gerakan santai Lin Chen menghentikannya.

​Lin Chen meletakkan teko airnya dengan hati-hati agar tidak tumpah. Ia lalu memegang gagang sapu bambunya dengan kedua tangan, layaknya seorang pendekar yang sedang memegang pedang legendaris.

​"Kalian membuat halamanku kotor," keluh Lin Chen.

​WUSSS!

​Lin Chen mengayunkan sapu bambunya. Ia tidak menggunakan energi kosmis dari Inti Bintangnya, murni hanya mengandalkan sepersepuluh dari kekuatan ototnya. Tapi bagi manusia biasa, sepersepuluh kekuatan fisik tahap Jiwa Baru Lahir adalah bencana alam!

​Sapu bambu yang rapuh itu membelah udara dengan kecepatan luar biasa, menciptakan gelombang angin badai yang meledak ke depan.

​PLAAK! BAAAM! KRAAAK!

​"Uwaaarghhh!"

​Suara tamparan keras bergema beruntun. Belasan murid elit yang sedang melompat menerjang itu langsung terpental ke udara seperti lalat yang dipukul pemukul nyamuk. Pedang-pedang spiritual mereka patah berkeping-keping hanya karena terbentur gagang sapu bambu!

​Mereka berjatuhan di luar gerbang paviliun dalam keadaan babak belur, muntah darah, dan pingsan seketika. Halaman itu kembali bersih hanya dalam satu ayunan sapu!

​Su Yue menelan ludah. Ia sudah melihat Lin Chen membantai monster, tapi melihatnya meratakan belasan kultivator elit dengan sapu lidi tetap saja membuat matanya berkedut.

​Tetua Agung berdiri mematung sendirian di tengah halaman. Wajahnya yang keriput kini sepucat mayat. Ia akhirnya sadar, pemuda di depannya ini bukanlah manusia fana biasa. Ia sedang berhadapan dengan eksistensi yang sangat menakutkan!

​Dengan sisa tenaga dan keputusasaan, pria tua itu memuntahkan esensi darahnya ke udara. Ia memanggil senjata pamungkasnya dari dalam cincin penyimpanan. Sebuah palu godam berwarna emas menyala muncul, memancarkan aura panas yang membakar.

​"Aku tidak peduli iblis apa yang merasukimu, Ye Chen! HARI INI KAU HARUS MATI!"

​Tetua Agung melompat tinggi, mengayunkan palu godam raksasa itu tepat ke atas kepala Lin Chen. Angin di sekitarnya tersedot, menciptakan tekanan yang cukup untuk menghancurkan seluruh bangunan paviliun!

​Namun, Lin Chen tidak panik. Ia hanya membuang sapu bambunya, lalu melangkah maju. Saat palu itu turun dengan kecepatan meteor, Lin Chen mengangkat satu tangannya ke atas.

​TRANG!!!

​Suara ledakan logam memekakkan telinga.

​Tetua Agung merasa tangannya mati rasa. Matanya melotot hingga hampir robek. Palu legendaris kebanggaan Klan Ye itu dihentikan... hanya dengan satu telapak tangan! Lin Chen menangkap kepala palu itu layaknya menangkap bola mainan anak-anak.

​"Terlalu lambat. Terlalu lemah," bisik Lin Chen sedingin es.

​Lin Chen meremas kepala palu godam itu. KRETAK! Logam spiritual yang diklaim tak bisa dihancurkan itu retak dan remuk menjadi serpihan di dalam genggaman Lin Chen.

​Sembari menahan pria tua itu di udara, Lin Chen menarik kerah baju Tetua Agung dan menarik wajah keriput itu mendekat ke telinganya. Dengan suara yang sangat pelan, namun cukup untuk membuat jiwa pria tua itu hancur, Lin Chen berbisik.

​"Kau sedang sibuk mencari siapa yang membunuh cucu kesayanganmu di Ranah Rahasia, kan, Anjing Tua?" bisik Lin Chen dengan senyum iblis. "Biar kuberitahu sebuah rahasia. Sebelum aku menghancurkan Dantiannya dan mencabut Akar Roh Guntur milikku dari perutnya... cucumu itu juga menangis dan memohon ampun, persis seperti orang bodoh."

​Mendengar bisikan itu, seluruh tubuh Tetua Agung menegang kaku seolah disambar petir. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Teror absolut dan kengerian merayapi seluruh nadinya.

​Pemuda di depannya ini... iblis pembantai di Ranah Rahasia itu... ternyata adalah si cacat yang dulu dibuang oleh klannya sendiri!

​"K-KAU... KAU YANG MEMBUNUH—" Tetua Agung mencoba berteriak histeris untuk memberi tahu seluruh sekte.

​Namun, sebelum kalimat itu keluar dari mulutnya, telapak tangan Lin Chen dengan kilat menampar pipi pria tua itu. Tamparan itu tidak menggunakan petir, tapi mengandung daya kejut fisik yang luar biasa.

​BAM!

​Gigi Tetua Agung rontok beterbangan. Tubuhnya berputar di udara seperti gasing sebelum membentur tanah dengan sangat keras. BLAAR!

​Dantian pria tua itu terguncang hebat hingga retak. Ia memuntahkan darah hitam dalam jumlah besar, lalu pingsan seketika dengan mata mendelik. Kultivasi Inti Emasnya runtuh, menjadikannya setengah cacat di usia senja.

​Lin Chen mengeluarkan saputangan dari saku pelayannya, mengelap tangannya dengan jijik, lalu menendang tubuh pria tua itu hingga terlempar keluar dari gerbang paviliun, menumpuk bersama murid-murid klannya yang lain.

​"Kakak Senior, sampahnya sudah kubuang semua," kata Lin Chen sambil tersenyum ramah pada Su Yue, seolah tidak terjadi apa-apa.

​Su Yue hanya bisa terdiam mengangguk kaku, otaknya masih mencerna kecepatan pertarungan yang sangat brutal dan sepihak itu.

​Tepat pada saat itu, sebuah aura yang sangat kuat dan megah tiba-tiba menyelimuti seluruh puncak gunung. Awan-awan di langit berputar membentuk pusaran raksasa.

​"Lancang! Siapa yang berani membuat keributan di Paviliun Alkimia sekteku?!"

​Suara yang penuh wibawa menggema dari udara. Sosok pria berjubah ungu melayang turun perlahan, dikelilingi oleh cahaya spiritual keemasan.

​Itu adalah Liu Zhen, Pemimpin Sekte Pedang Awan!

​Dan melihat aura yang dipancarkannya, Su Yue langsung menutup mulutnya karena kaget dan gembira. "Pemimpin Sekte... Anda berhasil menerobos! Anda telah mencapai tahap Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) setengah langkah!"

​Liu Zhen mendarat di halaman, wajahnya memancarkan kepuasan sekaligus kemarahan. Berkat Pil Penembus Batas racikan Su Yue, ia akhirnya berhasil mendobrak kemacetan kultivasinya selama sepuluh tahun!

​Begitu Liu Zhen melihat tumpukan tubuh murid Klan Ye dan Tetua Agung yang tak sadarkan diri di luar gerbang, keningnya berkerut tajam.

​"Tetua Kehormatan Su, apa yang terjadi di sini? Mengapa Tetua Agung Klan Ye dan murid-muridnya terluka parah di depan pintumu?" tanya Liu Zhen dengan nada berat.

​Sebelum Su Yue sempat menjawab mencari alasan untuk menutupi perbuatan Lin Chen, Lin Chen sudah melangkah maju dan membungkuk hormat.

​"Lapor, Pemimpin Sekte," ucap Lin Chen dengan wajah sangat polos. "Tetua Agung Klan Ye tiba-tiba datang memaksa Tetua Su untuk menyerahkan delapan puluh persen hasil obat paviliun. Saat Tetua Su menolak, Tetua Agung mengamuk dan mencoba menyerang. Namun, karena beliau terlalu emosi setelah kehilangan cucunya... Qi-nya menjadi kacau, ia mengalami serangan balik (backlash) dari kultivasinya sendiri, dan pingsan di tempat. Murid-muridnya yang mencoba menolong malah ikut terpental oleh ledakan Qi Tetua Agung."

​Lin Chen menghela napas prihatin. "Sungguh sebuah tragedi, Pemimpin Sekte. Usia tua memang rentan."

​Mendengar penjelasan yang dikarang sedemikian mulus itu, Su Yue menundukkan wajahnya dalam-dalam agar Pemimpin Sekte tidak melihat bibirnya yang bergetar menahan tawa. Bisa-bisanya dia berwajah datar setelah memukuli pria tua itu sampai koma! batin Su Yue.

​Pemimpin Sekte Liu Zhen mendengus dingin. Ia sama sekali tidak curiga. Lagipula, mana mungkin pelayan cacat dan alkemis muda bisa mengalahkan Tetua Agung? Penjelasan tentang Qi yang menyimpang karena kesedihan berlebihan sangat masuk akal!

​"Keserakahan Klan Ye sudah keterlaluan! Beraninya mereka memeras Paviliun Alkimia di saat aku sedang berlatih tertutup!" raung Liu Zhen marah. Ia menatap jijik ke arah tumpukan Klan Ye di luar.

​"Pengawal! Bawa tumpukan sampah ini kembali ke Puncak Utama! Mulai hari ini, aku mencabut semua hak istimewa Klan Ye! Potong jatah sumber daya mereka hingga setengahnya! Sekte ini bukan milik marga Ye!"

​Perintah Pemimpin Sekte itu bagaikan palu godam yang menghancurkan fondasi Klan Ye seketika. Kehilangan jenius utama, kehilangan kekuatan Tetua Agung, dan kini kehilangan dukungan sekte. Nasib Klan Ye di Kota Awan Merah kini telah hancur sepenuhnya.

​Sambil memperhatikan pengawal menyeret tubuh-tubuh Klan Ye pergi, senyum tipis terukir di sudut bibir Lin Chen.

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!