NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:176.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Cuaca malam ini terasa gerah, Maira terbangun saat tengah malam. Tenggorokan nya terasa kering dan haus, Maira ingin mengambil air minum di dapur.

Tapi saat baru saja akan menjejak kan kaki nya ke lantai, Maira baru tersadar bahwa suami nya tidak ada di samping nya.

"Kemana mas Azam?" Maira bertanya pada diri nya sendiri.

Karena tenggorokan nya yang terasa kering, Maira bergegas pergi ke dapur. Maira membuka kulkas dan dia minum air es di tengah malam, saking panas nya cuaca.

Maira mengitari pandangan nya ke seluruh dapur, dia tidak melihat tanda - tanda suami nya berada di sini.

'Di mana mas Azam? Apa jangan- jangan dia sedang menemui Mbak Nia?" Maira bertanya di dalam hati.

Pikiran Nia mulai traveling ke mana - mana, dia curiga saat ini Azam sedang bersama Nia. Dengan langkah perlahan, Maira berjalan menuju ke ruang tamu. Kamar tamu yang di tempati oleh Nia kebetulan berdampingan dengan ruang tamu.

Ketika tiba di ruang tamu, sayup - sayup telinga Maira mendengar desahan dan lenguhan seperti sepasang suami istri yang sedang memadu kasih.

"Suara itu?" Bisik Maira lirih.

Maira menajamkan pendengaran nya, dia mencari sumber suara. Pandangan mata nya tertuju pada pintu kamar nya Nia, pintu kamar itu saat ini sedang tertutup rapat. Maira berjalan perlahan dan dia menempel kan telinga nya di daun pintu.

Suara itu semakin jelas terdengar, Maira yakin saat ini Azam dan Nia sedang melakukan hubungan terlarang. Maira memutar gagang pintu, tapi pintu nya terkunci dari dalam.

'Kurang ajar kau mas, aku yakin sekali itu suara mas Azam dan mbak Nia. Tidak ada laki - laki lain di rumah ini, selain mas Azam. Dan sekarang mas Azam tidak ada di kamar, pasti dia ada di dalam!' Maira mengepal kan tangan nya karena geram.

Dengan langkah perlahan Maira berjalan meninggal kan tempat itu, kembali ke kamar nya. Air mata menetes tanpa bisa Maira tahan, begitu tega suami nya melakukan hal itu bersama ipar nya padahal saat ini istri nya ada di rumah.

"Mas, Azam lihat lah aku akan membalas semua perbuatan mu pada ku. Tapi sebelum nya aku ingin melihat kau dan seluruh keluarga mu yang sudah menidas ku menderita, baru lah setelah itu aku akan pergi dari hidup mu!" Maira berkata pada diri nya sendiri.

Maira berfikir keras, bagai mana dia bisa mendapat kan bukti perselingkuhan Azam dan Nia. Dengan bukti itu, akan lebih mudah bagi Maira untuk mengajukan gugatan perceraian pada Azam nanti nya.

"Aku akan mendapat kan bukti nya, bagai mana pun cara nya!" Guman Maira.

Setelah berfikir beberapa saat, Maira akhir nya mendapatkan ide. Dia akan memasang cctv di rumah ini secara diam diam, dengan begitu mudah bagi nya untuk mendapatkan bukti akan kejahatan mereka semua.

"Baik lah, aku akan memasang kamera pengantar saja. Dengan begitu aku bisa melihat apa yang kalian semua rencanakan dari jauh!" Maira berkata sambil tersenyum senang.

"Ah, besok kan minggu, aku bisa meminta mereka semua pergi jalan- jalan. Berikan saja uang, mereka pasti senang, mereka kan pemuja uang jadi pasti mereka tidak akan menolak nya!" Guman Maira lagi.

Maira pun kembali membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, dia bodoh amat dengan apa yang dilakukan oleh Azam. Toh selama ini hidup nya tidak bergantung pada Azam, Azam dan keluarga nya lah yang bergantung pada nya. Maira akan melihat seperti apa mereka semua tanpa diri nya.

*****

Suara azan subuh berkumandang sayup - sayup dari masjid yang berada tidak jauh dari rumah nya, Maira bergegas bangun. Dia akan melaksanakan kewajiban 2 rakaat nya, Maira jarang sekali meninggal kan sholat nya. Berbeda dengan Azam yang hampir tidak pernah sholat 5 waktu.

Hari ini, rencana nya Maira akan melaksanakan misi nya. Dia tidak ingin menunda lagi, semakin cepat dia mendapat kan bukti akan semakin baik. Setelah selesai sholat, Maira langsung pergi ke dapur. Dia membantu mbak Rini menyiapkan sarapan sambil berkirim pesan dengan Arini.

[Assalam mu'alaikum Rin, udah bangun?] Tanya Maira melalui pesan singkat.

[Udah dari tadi, Mai. Ada apa ya?] Balas Arini.

[Rin, punya kenalan yang bisa pasang cctv gak? Aku mau pasang cctv, tapi yang tersembunyi ya biar tidak di ketahui oleh semua orang!] Tulis Maira lagi.

[Kebetulan banget ni Mai, sepupu aku dari pihak Papa punya toko elektronik. Dia juga menjual kamera cctv dengan berbagai variasi, sekalian di pasangin sama teknisi nya!] Balas Arini.

[Wah boleh banget loh Rin, hari ini rencananya aku akan meminta mereka semua keluar. Jadi nanti mereka bisa datang ke rumah buat pasangan kamera nya!] Tulis Arini lagi.

[Ok Mai, kabarin saja ya jam berapa mereka keluar biar aku dan yang lain nya segera meluncur ke sana!] Balas Arini lagi.

[Nanti aku kabarin lagi ya] Tulis Maira.

"Sarapan nya sudah siap, Non!" Mbak Rini berkata sambil menata makanan di atas meja.

"Kita sarapan saja duluan, mbak. Yang lain nya msih tidur, tidak akan mudah bangun apalagi ini hari minggu!" Maira berkata pada mbak Rini.

"Baik non!" Mbak Rini pun langsung duduk di kursi yang berseberangan dengan Maira.

Maira memang selalu memperlakukan asisten rumah tangga nya dengan baik, dia tidak pernah mempermasalahkan para Art yang duduk satu meja dengan nya.

Begitu Maira menyelesaikan sarapan nya, Nia masuk ke dapur dan duduk di sebelah nya. Maira memerhatikan tubuh Nia, seperti nya Nia sengaja datang dan memamerkan rambut basah nya pada Maira. Secara tidak langsung dia ingin memberitahukan pada Maira, apa yang dia lakukan tadi malam bersama Azam.

"Tumben pagi - pagi buta seperti ini sudah mandi, mana keramas pula!" Sindir Maira dengan sengaja.

"I,,, Itu Mai tadi cuaca nya gerah banget Mai, jadi aku gak tahan jika kepanasan. Jadi aku langsung mandi!" Jawab Nia sambil memberikan alasan yang tepat Maira agar dia tidak curiga.

"Biasa nya kalau minggu seperti ini, mbak jarang loh bangun pagi, apalagi langsung mandi seperti ini!" Sindir Maira lagi.

'Apaan sih Maira, kok seperti nya dia sengaja deh nyindir- nyindir aku sejak tadi!' Sungut Nia di dalam hati.

"Perut mbak rasa nya lapar banget Mai, jadi kecium bau masakan dari dapur, mbak langsung kemari!" Nia memberikan alasan yang tepat agar Maira tidak curiga.

'Terus lah cari alasan mbak, jangan kau fikir aku tidak tahu apa yang kau dan suami ku lakukan semalam!' Guman Maira sambil tersenyum smirk.

1
JasmineA
heh tolol...khianati lo aja dia tega...apa la hanya sempret motor lo Kasi lo celaka...demi fulus apapun dia lakuin...tolol jg ya lo lama2...benar2 bego
dewi rofiqoh
Azam dan keluarga berkesempatan memperbaiki diri setelah menyadari semua kesalahannya dimasa lalu.
Lee Mba Young
penulis e pelakor juga mkne pro banget ma Nia. gk dpt karma ttp hidup enak ma Azam.
naudzubillah semoga di hidup nyata bukan pelakor ya penulis e atau nnti laki nya di rebut pelakor.

pokok e Aku pling gk suka ma penulis yg pro pelakor.
Thewie: pelakornya sudah dapat hidayah Bun. Mereka kan sudah dapat karma, bukti hidup mrk pas2an. tapi mereka menyadari nya bun🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
Penulis e pro sm pelakor. pelakor hidup e enak gk ngrasain sakit hati. nggilani.
Lee Mba Young
kok enak men nasib pelakor Nia 🤣.
kl bgitu mnding jd pelakor.
Penulis e pro pelakor naudzubillah mindalik.
Sri Widiyarti
terima kasih atas karyanya Thor 🙏 sukses selalu 🥰
Sri Supriatin
Tka karyanya thor ditunggu karya barunu... 🙏🙏🙏😍😍😍
Anonim
GOBLOK lu ANYING...
LO GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
Siti Zaid
Penyesalan memang selalu datang terlambat..tetapi menyesal kesalahan dan perbuatan salah diri sendiri dan berusaha utk menjadi kan diri lebih baik tidak pernah ada kata terlambat..🤭
Eka Haslinda
typo nya parah thor 🙏🙏
Lee Mba Young
kl Penulis nya gk ngasih karma ke Nia berarti Penulis e pro dng pelakor. mungkin pelakor juga dlm kehidupan nyata 🤣🤣
Lee Mba Young
semoga viral kl Nia pelakor biar di pecat 🤣. pokok nya hrs dpt karma mnderita SMP nangis darah. kl pelakor hidup enak ntar semua jd pelakor
Lee Mba Young
Nunggu karma pelakor Nia pokok nya. kok enak men gk dpt karma.
nyesel tp ttp menikmati jd istri Azam menjijikkan.
Anonim: AWOKAWOK BETUL... LAKNATULLAH SEPERTI DIA GAK BERHAK NYEBUT NAMA TUHAN
total 1 replies
Lee Mba Young
mbelgedes kl nyesel tu cerai ma azam. nyesel tp menikmati ttp tinggal di situ.
kl nyesel ya pergi Dr situ, nyesel tp mnikmati to jd pelakor.
Titien Prawiro
Banyak tulisan yg salah bingung untuk dibaca.
Titien Prawiro
Saling menyalahkan, mbok ya sdh memang kalian tuh hatinya jahat dan licik, daripada saling menyalahkan, mendingan sana pada cari pekerjaan biar bisa mendapatkan uang untuk sesuap nasi biar tdp pada kelaparan.
Titien Prawiro
Ke kantor bawa mobil Maira, Azam masih mengincarmu
Titien Prawiro
Gk malu banget mantan mertua, makanya kalau hidup sdh enak, jangan banyak tingkah, giliran kismin bingung dah
dewi rofiqoh
Nah gitu dong nia, jadi ibu yang bertanggung jawab untuk ayu
Lee Mba Young
nunggu karma Nia blm dpt balasan dia 🤣. enak bner nglakor kok blm dpt balasan blas.
haruse jd janda terhormat krn laki nya meninggal ini mlh jadi janda murahan nikah ma laki orang iuhhh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!