NovelToon NovelToon
Found Love In My Darkness

Found Love In My Darkness

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wachid Tiara

Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?

Yuk ikuti kisahnya...😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

25

Setengah jam berlalu, Ray juga sudah siap kembali dengan baju formalnya untuk segera pergi meeting, dia menuruni anak tangga dan melihat Anna sudah tidak ada lagi di sofa.

"Dimana dia?" Tanya Ray

Ray terus melanjutkan langkahnya sampai ke kamar Anna yang langsung membuka pintu saat Ray baru saja sampai.

"Ray...?" Panggil Anna, Ray merasa hatinya berdegup dengan kencang saat Anna memanggil namanya secara langsung.

"Iya, ayo berangkat" ajak Ray.

Ray mulai berjalan dan dengan cepat Anna memeluk lengan Ray dan berjalan beriringan dengannya, Ray yang awalnya sempat terhenyak namun dia mencoba untuk tetap tenang dan membiarkan Anna memeluk lenganya.

Ray melihat langkah kaki Anna yang sepertinya masih belum bisa berjalan dengan normal karena terlihat sedikit tertatih walaupun dia berusaha untuk tetap berjalan dengan normal.

"Apa masih sakit?" Tanya Ray yang sedikit khawatir pada Anna.

"Sedikit" jawab Anna dengan senyuman manisnya.

Untuk pertama kalinya Ray membalas senyuman dari Anna, dan kali ini juga Ray sudah tidak lagi bicara dengan nada yang datar seperti biasanya.

Setelah sampai di parkiran Anna langsung membawa mobilnya ke arah hotel milik keluarga nya yang dia pakai untuk meeting kali ini.

Sesampainya disana Ray dan Anna yang masih bergelayut di lengan Ray berjalan memasuki ruang meeting, tatapan hangat dari Anna perlahan membuat aura dingin di hati Ray sedikit demi sedikit mulai mencair.

"Selamat siang, maaf kami sedikit terlambat" sapa Anna saat memasuki ruang itu dan sudah ada dua orang didalamnya, seorang pria dan wanita dengan setelan jas lengkapnya, Anna melepaskan pelukannya di lengan Ray yang kini berdiri di sebelahnya.

"Selamat siang, tidak apa-apa" jawab pria itu.

"Baiklah, perkenalkan nama saya Brilianna Octarina Syam, atau kalian bisa memanggil saya Anna dan saya adalah sekertaris dari tuan Ray Danuputra Darma, dan saya yang memimpin meeting kali ini..."

"Tunggu...siapa namamu?" Tanya pria itu.

"Anna"

"Maksud saya nama lengkap anda"

"Brilianna Octarina Syam" jawab Anna yang masih heran kenapa pria yang belum dia kenali terus menatap wajahnya saat Anna menyebutkan namanya.

"Apa kamu dari panti asuhan 'kasih bunda' 19 tahun yang lalu? Di bulan Oktober tangga 21" tanya sang pria itu lagi.

Anna mengernyitkan keningnya mendengar ucapan pria itu

'darimana dia tahu tentang masa laluku?' batin anna

"Maaf pak Damara, bagaimana anda tahu tentang semua itu?" Tanya Ray yang melihat Anna terlihat begitu penasaran pada pria bernama itu.

Begitu juga dengan wanita yang berdiri disampingnya.

Pria bernama Damara itu bergerak dengan cepat dan memeluk Anna dengan erat.

Anna membelalakkan matanya dengan perlakuan tiba-tiba dari Damara, Anna segera mendorong tubuh pria paruh baya itu untuk menjauh darinya.

"Jangan kurang ajar pada istri saya...!!!" Teriak Ray dan segera menarik lengan Anna untuk mendekat padanya.

"Maaf tuan Ray tapi saya terlalu senang..." Jawab Damara pada Ray dan Anna yang lagi-lagi membuat ketiga orang yang ada disana bertanya-tanya.

"Apa maksud anda?" Tanya Ray dengan sangat penasaran

"Aku yakin dia adalah putriku yang aku tinggalkan sembilan belas tahun yang lalu, aku yang memberikan dia nama Brilianna Octarina Syam, seperti namaku Damara Syam" jelas damara pada semuanya

Semuanya terkejut bahkan termasuk wanita yang berasama nya.

"Ma-ma-maksud anda anda adalah orang yang meninggalkan saya di panti asuhan waktu itu, dan anda ayah saya?" Tanya Anna dengan gemetaran, Ray menggenggam tangan Anna yang menjadi dingin saat ini.

"Tenang lah" ucap Ray menenangkan Anna dengan suara hangatnya dan begitu lembut yang baru pernah Anna dengar selama Anna hidup bersamanya.

Entah kenapa air mata Anna sudah turun begitu saja tanpa disuruh, Damara mendekati Anna dan mengatakan pikirannya "bagaimana jika kita melakukan tes DNA? Jika kamu tidak percaya" saran Damara pada mereka berdua.

"Pak, apa benar dia putri anda yang anda titipkan di panti asuhan itu?" Tanya wanita itu.

"Iya Dona, akhirnya aku menemukannya, dan aku yakin jika itu memang dirinya" jawab Damara.

"Tuan Ray, ini adalah Dona sekretaris ku, dia akan mengurus semuanya untuk tes DNA yang akan kita lakukan" ucap damara pada mereka berdua.

"Aku tidak mau...!!" Tolak Anna dengan cepat.

Semuanya terperanjat mendengar tolakan keras dari Anna, begitu juga dengan Ray.

"Kenapa Anna?" Tanya Damara.

"Kamu tidak tahu malu, jika memang kamu ayahku kenapa kamu meninggalkan ku selama ini, dan baru kembali saat ini, dengan tiba-tiba muncul dan mengakuiku sebagai anakmu, yang benar saja, jika memang kamu orang tua ku, aku tidak peduli, bagiku aku tidak punya orang tua, ayah atau pun ibu, aku sudah menganggap mereka sudah tidak ada, saat kamu meninggalkan ku di panti asuhan" jawab Anna seraya berlari pergi dari sana dsn terus berlari tanpa tahu harus kemana.

Air matanya sudah membasahi wajahnya, dan terus di usapnya seraya terus berlari hingga seseorang menariknya masuk kedalam pelukannya.

"Ray....." Tangis Anna pecah di pelukan hangat yang Ray berikan, hatinya terasa sakit, saat melihat orang yang mengaku sebagai ayahnya yang telah membuangnya.

"Apa salahku Ray...? kenapa dia membuang ku?" Tangis Anna yang masih berada di dalam pelukan Ray.

"Aku tidak tahu, mungkin saja dia punya alasan tersendiri, jika kamu mau, kamu bisa mendengarkannya" jawab Ray sembari mengusap rambut Anna dengan lembut.

"Ray...aku mau pulang" pinta Anna yang masih memeluk tubuh suaminya dengan erat.

"Sebentar lagi, apa kamu tidak penasaran jika Damara itu benar ayahmu atau bukan?" Tanya Ray pada Anna.

"Untuk apa Ray? Dia sudah membuangku, aku juga tidak diinginkan bukan, lalu untuk apa dia mencari ku kembali?" Tolak Anna yang tidak mau bertemu lagi dengan Damara yang mengakui jika dia adalah ayah kandung Anna.

"Terserah kamu saja, ayo kita kembali ke meeting kita, setelah itu kita pulang, kita kesini untuk meeting bukan? Kamu hanya perlu mengabaikannya" ucap Ray yang selalu profesional dalam pekerjaannya.

"Iya Ray, terimakasih"

"Untuk apa?" Tanya Ray

"Untuk semuanya, kamu udah menenangkan ku" jawab Anna.

"Tidak perlu, aku juga akan melakukan hal itu pada siapapun yang sedang dalam keadaan seperti mu" jawab Ray kembali dengan nada dinginnya.

Anna tersenyum mendengarnya, dia mengalungkan lengannya di leher Ray dan menatap wajah tampannya dengan tatapan yang sangat hangat, "aku tidak percaya Ray, kamu tidak pernah sepeduli ini kepada siapapun sebelumnya, kamu hanya melakukan ini sekarang, dan hanya bisa melakukannya untukku, aku yakin jika aku bisa membuatmu mencintaiku Ray" kata Anna penuh percaya diri.

"Tidak akan Anna! jangan terlalu percaya diri!" jawab Ray dengan ketus.

Lagi-lagi Anna tersenyum pada Ray yang masih dalam mode dinginnya.

"Kita lihat saja nanti" ucap Anna yang kemudian menyatukan bibirnya pada bibir Ray yang kini sudah menjadi miliknya walaupun Ray mengatakan 'tidak' sekalipun, baginya itu tetaplah miliknya.

Anna terus memaksa Ray untuk membalasnya walaupun awalnya Ray berusaha menolaknya, tapi lama kelamaan dia akhirnya membalas ciuman dari Anna dan bahkan menginginkan lebih dari itu.

"Ray...." Lenguhan Anna terdengar saat tangan Ray mulai bergerak menjamah setiap jengkal tubuh Anna.

"Anna... Kamu membuatku gila..." Ucap Ray saat mendengar suara yang keluar dari mulut Anna tambah menggodanya.

"Kita bisa melanjutkannya Ray... Ini hotel milik keluargamu, pilih kamar yang ada di sini sesukamu, kita bisa menghabiskan semalaman disini" bisik Anna yang ingin berusaha keras untuk membuat Ray mencintainya.

'aku akan membuatmu merasakan selalu membutuhkan ku Ray, walaupun aku harus bertindak seperti j*lang, setelah itu kamu akan merasakan kehilangan, jika kamu tidak bisa melihat ku bahkan jika hanya sedetik saja, kamu akan terus merindukanku, dan saat itulah kamu tahu jika kamu mencintaiku' batin Anna.

Sebenarnya Anna sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membuat Ray mencintai nya, dan yang terjadi saat ini justru dia sendiri yang sudah mulai menyukai Ray.

"Kamu mulai berani Anna...." Ucap Ray dengan suara yang serak dan terdengar begitu sexy.

"Tentu... Ayo Ray..." Ajak Anna seraya melingkarkan tangannya di lengan Ray dan mengajak Ray untuk segera melakukan check-in.

"Anna kita harus meeting terlebih dulu" ucap Ray pada Anna.

"Iya Ray, terserah kamu" jawab Anna tidak peduli, yang jelas sekarang dirinya hanya ingin terus bersamanya.

Ray membawa Anna kembali ke ruang meeting yang masih terlihat Damara dan Dona ada disana.

Mood Anna kembali buruk melihat itu, rasanya sangat malas berada disana.

"Anna ayo mulai meeting kita" pinta Ray pada Anna yang kini sudah memaksakan senyumnya pada kedua orang yang ada di hadapannya.

"Iya Ray" jawab Anna.

Anna segera memulai presentasi nya dan melakukan semuanya dengan sangat baik, dia masih sangat profesional jika itu menyangkut masalah pekerjaan, baginya keberhasilannya sangatlah penting, mengingat ada banyak orang yang bergantung padanya, nasib semua karyawan yang bekerja di perusahaan milik Boss-nya ada di tangannya, jika dia gagal maka ada ratusan orang dan keluarga mereka akan terlantar jika perusahaan sampai merugi.

Setelah semuanya selesai Anna tidak ingin ada di sana lebih lama lagi, karena dia masih belum ingin bertemu dan bertatap muka dengan Damara.

"Anna, bisakah kamu memberikan sedikit waktu untuk ku menjelaskan semuanya?" Pinta Damara pada gadis yang dia yakini sebagai putrinya.

Anna menghela nafasnya dan menjawab permintaan dari Damara.

"Lima menit, silahkan jelaskan secepatnya" jawab Anna sembari memalingkan wajahnya kearah lain.

"Anna, aku meninggalkan mu di panti asuhan karena waktu itu ibumu meninggal setelah melahirkanmu, dan aku sama sekali tidak memiliki pekerjaan apapun untuk menghidupi mu, terlebih aku tidak punya saudara satupun, aku terpaksa melakukan itu, dan meninggalkan mu disana dengan meninggalkan secarik kertas berisikan namamu, agar kelak aku bisa membawamu kembali jika aku sudah bisa memiliki banyak uang, agar kamu tidak perlu kesulitan dalam hidupmu dimasa depan" jelas Damara.

Anna berusaha untuk tetap tenang dan menahan air matanya agar tidak lagi keluar dan membanjiri wajahnya.

"Aku sudah kembali mencari mu ke panti asuhan tempat dimana dulu aku meninggalkan mu, tapi ternyata tempat itu sudah menjadi pabrik gula dan mereka tidak tahu dimana kalian pindah, karena nama panti asuhan dengan nama 'kasih bunda' sangat banyak Anna, bahkan tersebar hampir diseluruh Indonesia memiliki nama yang sama, dan aku kesulitan dengan itu" tambah Damara.

Anna masih belum mau untuk membuka mulutnya,dia masih ingin diam tanpa mengatakan apapun.

Anna melihat jam tangannya dan menunjukkannya di depan Damara.

"Sudah lima menit, aku harus pergi, permisi" ucap Anna yang segera menarik lengan Ray untuk ikut pergi bersamanya.

"Anna tunggu..." Teriak damara namun tidak didengar lagi oleh Anna.

"Sudahlah pak biarkan dia menenangkan diri" ucap Dina pada Boss nya yang terlihat sedih. Karena setahu dia, Damara memang menghabiskan waktunya untuk mencari keberadaan putrinya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, karena Anna juga terlihat masih belum mau untuk berbicara dengannya.

Ray dan Anna memasuki salah satu kamar terbaik di hotel milik orang tuanya, Anna segera mengajak Ray untuk naik keatas ranjang saat mereka sudah masuk dalam kamar itu.

"Anna... Kamu begitu terburu-buru" ucap Ray dengan senyuman menyeringai pada Anna.

"Aku tidak peduli Ray... Buat aku bisa melupakan sejenak masalah ini Ray..." Pinta Anna yang sudah mulai melepaskan jas yang Ray pakai.

Ray kembali tersenyum pada Anna yang sudah mulai bergerak agresif padanya.

"tentu saja Nyonya Anna... Kali ini biarkan aku memuaskanmu" jawab Ray yang sudah berhasil melepaskan kemejanya yang sudah Anna bukakan kancingnya.

Kali ini Ray benar-benar membuat Anna melupakan segalanya, karena dia terus membuat Anna terus memanggil namanya. Hingga pagi menyapa Anna masih belum bangun dari tidurnya karena benar-benar merasa sangat lelah.

Ray berjalan keluar dari kamar hotel yang dia gunakan untuk membuat Anna melupakan sejenak masalahnya setelah dia membersihkan diri dan merapikan dirinya.

"Ini tuan Ray, sample darah, dan rambut dari pak Damara untuk keperluan tes DNA dengan istri anda" ucap Dona menyerahkan plastik kecil pada Ray.

"Iya, pergilah" jawab Ray dengan sangat dingin.

Dona pergi dari sana meninggalkan Ray yang kemudian menelfon seseorang untuk melakukan sesuatu.

"Mommy... Aku butuh bantuan mommy... Untuk melakukan tes DNA untuk Anna dengan orang yang mengaku jika dirinya adalah ayah kandungnya, aku akan mengirimkan sampel mereka pada mommy" ucap Ray pada Luna ibunya.

"Iya Ray, mommy akan melakukan yang terbaik, kamu berhutang penjelasan pada mommy nak" jawab Luna pada putranya

"Iya mom, aku akan menjelaskan semuanya, tenang saja"

"Baiklah, segera kirimkan samplenya, biar bisa segera mommy dan dokter yang lain kerjakan"

"Iya mom, Ray tutup dulu telfonnya ya.."

"Iya Ray" jawab Luna.

Ray menyuruh orang yang sudah dia panggil dari tadi untuk membawa sample milik Anna yang dia ambil saat Anna tertidur dan juga milik Damara yang Dona antarkan tadi kepada ibunya yang sedang berada di rumah sakit saat ini. Karena profesi ibu Ray yang seorang dokter Ray yakin jika hasil tes DNA memang yang sesuai dengan hasil yang ada tanpa rekayasa ataupun kecurangan.

Semalam setelah Anna tertidur Ray menarik beberapa helai rambut Anna dan menyimpannya untuk keperluan tes DNA, dan dia juga segera menghubungi Damara untuk tetap melakukan tes DNA, karena Ray sangat penasaran dengan hasilnya.

"Ray..." Panggil Anna saat Ray memasuki kembali kamar yang semalam menjadi tempatnya untuk menebar benih.

"Iya Anna kamu sudah bangun?" Tanya Ray dengan sedikit gugup karena Ray takut jika Anna mendengarkan pembicaraannya tadi saat ada di luar kamar.

"Iya, kamu dari mana?" Tanya Anna

"Aku pesenin kamu baju, tapi belum dateng" jawab Ray berbohong.

"Ooh...Ray, aku lapar, bisakah kita sarapan pagi disini?"

"Tentu, aku kan menyuruh orang untuk menyiapkanya untuk mu, sekarang mandilah, atau aku perlu membantumu untuk mandi?" Tanya Ray dengan nada menggoda

"Boleh... Kamu semakin nakal Ray, tapi aku suka kamu yang seperti ini, bukan Ray yang kaku dan dingin, kaya rendeman celana jeans" jawab Anna dengan tawanya.

"Heii...!!! Kamu mengatai suami mu sendiri seperti itu rendaman celana jeans?"ucap Ray yang kini tengah menggelitiki perut Anna yang belum memakai pakaiannya.

"Jadi kamu mengakui jika kamu suami ku? Jadi kamu sudah mulai menyukai ku? Ayolah Ray... Jangan mengelak lagi, kamu menyukai ku bukan?" goda Anna lagi.

"Tidak Anna, kamu terlalu naif, berhentilah terlalu percaya diri" kilah Ray, walaupun sebenarnya dia belum tahu pasti seperti apa perasaannya pada Anna.

"Iya-iya tuan rendaman celana jeans yang kaku..." Cibir Anna pada Ray yang kembali menyerangnya dengan ciumannya.

"Ray... Jika seperti ini, kita tidak bisa berangkat ke kantor" ucap Anna saat Ray kembali menciumi lehernya.

"Tidak masalah, aku Boss nya disini" jawab Ray seenaknya sendiri, namun Anna justru tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Ray yang memilih untuk bersamanya saat ini.

...

1
Rini Yulinda
emang boleh...... anak SMA sepolos itu
Suliyati
mas Ray mau bikin anak apa mau bikin bakwanma mendoan🤣🤣🤣🤣
han min jee xio
dah lah maap ngomong kasar
MATAMU🤣
han min jee xio
Hurry go anna 🤣🤣
Narsi Tone Ringan
aduhh sakit perutku ketawa terus😂😂😂😂😂😂
Tuti Setiawati
br mulai bc.. bagus thor ... smangat
Zakiya Rahmania
nyesek bnget thor klau inget Bella nglindungin Ray wktu kcelakaan, smpe Bellanya meninggal,,,
Henny Enny
tapi ricky juga salah,dia uda mnikah,tapi masi juga pakek foto liam n indah d wallpapper nya,,binik mna yg gk berang....ck..ck..ck
Henny Enny
untung cuma film...aq udah greget diluan....
Priatin Ningsih
Halalin dulu Dio
°kia°>_<
kalo ngomong seenak jidat
Rey...rey
💖ArRayRash🌟
sumpah ketawa jungkir balik aku 🤣🤣🤣
💖ArRayRash🌟
🥺🥺🥺
Anna Aqila 🏚️ 🌺
semua yg berhubungan dengan keluarga besar Darma,tidak aku lewat kan,
Anna Aqila 🏚️ 🌺
terharu
Anna Aqila 🏚️ 🌺
hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Anna Aqila 🏚️ 🌺
Bara ternyata jahil juga 😄
Anna Aqila 🏚️ 🌺
dewa dari segala dewa muncul 🤣🤣🤣
Anna Aqila 🏚️ 🌺
aku juga ikutan lega Bara
Anna Aqila 🏚️ 🌺
rasakan itu Arya 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!