Bia Aziya, berumur 21tahun.Hidup dari toko ke toko demi memenuhi kebutuhan nya sendiri.Ia rela menjadi pekerja paruh waktu,bahkan terkadang menjadi pembawa belanjaan milik ibu ibu yang ia tak kenal satu pun.
Kehidupan nya membawa kesebuah perjodohan karena Ibu Risma yang sangat baik hati,melihat seorang anak gadis yang dengan gigih bekerja untuk diri nya sendiri tanpa malu dan gengsi bahkan di kota besar dan di tengah tengah banyak nya anak muda yang sangat modis dan glamor.
"Aku rasa tidak penting Mah,jika hanya untuk ini Mamah berdrama sakit.Umur tidak menjadi patokan untuk menikah!"
Antonio pria yang sangat dingin dan kaku,ia bahkan tak pernah berfikir jika Mamah nya beralasan ingin bertemu nyatanya untuk memohon menikahi gadis yang sama sekali tidak di kenal.
"Ingat,aku tidak suka wanita mandiri dan pekerja seperti mu.Gayamu sangat biasa saja tak terlihat seperti perempuan.Kau bukan tipe ku.Jadi jangan berharap aku mencintai mu!"
Mendengar itu Bia hanya bisa menghela nafas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♍Virgo girL 🥀🌸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 25 Menangis
Setelah sarapan yang kesiangan kedua nya duduk di taman,tempat itu merupakan salah satu tempat favorit ketika pulang atau pun mereka bolos sekolah.Dulu jika Neni belum memberikan uang bayaran sekolah pada salah satu Candra ataupun Bia,pasti mereka akan di sana.
Menikmati pemandangan yang masih alami,hanya hamparan ladang hijau yang ditumbuhi rumput dan bunga liar,pohon yang rindang menjadi tempat mereka di bawah nya.
Sebenarnya bukan hanya mereka saja,ada beberapa pasangan lain dan mungkin keluarga yang sekedar ingin menghirup udara segar jauh dari bising kendaraan.
Mereka duduk bersebelahan dengan kaki yang menekuk.
"Kita tidak kesini lama ya Ndra?" ucap Bia dan Candra mengangguk.
Mengawali obrolan dengan deheman Candra menatap Bia dari samping.
"Ada apa sebenarnya Bi,aku tidak suka kamu seperti ini?!" ucap Candra, Bia pun menoleh dan tersenyum miring,mereka saling menatap .
"Tidak apa-apa,aku hanya ingin menghabiskan waktu sebentar disini!" Pandangan nya kembali ke depan menerawang jauh ke sana.
"Jangan bohong,aku tahu suami mu tidak akan mengijinkan mu keluar dari rumah kecuali bersama nya!" Candra pun menoleh ke sana kemari.
"Atau sengaja memancingku untuk bisa dia hajar lagi?"
Bia semakin kencang tertawa mendengar itu.
"Apasih kebanyakan nonton drama!"
Candra pun terkekeh,dia khawatir jika itu terjadi dan tiba tiba Bia berubah menjadi penurut dengan Antonio.
"Kejadian nya kan sudah cukup lama,dan mungkin saja Bang Ant lupa tentang itu"
"Mana mungkin suami mu lupa,dia sangat membenciku bisa jadi Bi!" ucap Candra,kedua tangan nya ke belakang menahan bobot tubuhnya.Bia pun bersandar di bahu yang bidang itu.
"Begini saja sebentar,sore aku harus pulang lagi ke rumah besar.Pasti singa itu sudah kebingungan mencari ku.Aku pamit hanya pada Mamah Risma saja!"
"Lalu suami mu?!" tanya Candra,suara nya bahkan lembut dan tepat di telinga Bia.
Ia tak langsung menjawab pertanyaan Candra,memejamkan mata dan menikmati semilir angin di sana.Kapan lagi bisa menikmati hal seperti ini tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
Melihat wanita di depan nya tanpa berkedip Candra mengulas senyum tipis,ia tahu jika Bia sedang tidak baik dan mencoba menutupi nya namun jika Bia tak bercerita mau bagaimana lagi?
Terus menatap Bia,dan mungkin saja ketiduran karena angin yang sejuk dan nyaman bersandar.
"Bi.. Kamu tidur?" tanya Candra.
Namun Bia menjatuhkan kepala nya dan menunduk,Candra melihat itu.Seketika kedua tangan nya menangkup bahu Bia mengguncang pelan dan mencoba mendongakkan wajah wanita di depan nya.
"Kamu menangis kan,cerita ada apa.Dia berbuat apa padamu,dia selingkuh,punya wanita lain,atau kamu di pukul? Bii cerita lah padaku jangan seperti ini?"
Air mata nya mengalir walau Bia memejamkan mata.Tak kuasa melihat itu Candra mendekap nya erat,begitupula tangis Bia semakin kencang.
"Kenapa harus aku si Ndra,kenapa bukan orang lain saja.Dari kecil bahkan aku tidak tahu orang tua ku siapa, keluarga siapa,selain kamu dan Bu Neni aku tidak punya orang yang tulus lagi mencintaiku,semua nya hanya ingin sesuatu dari ku!!"
Akhirnya Bia mengucapkan apa yang membuat tidak enak di hatinya.Pelukan Candra makin erat,menggoyangkan tubuh Bia di dalam dekapan nya,mengusap rambut hitam milik Bia,kemeja nya bahkan sudah basah karena air mata Bia.Candra mengerti apa yang di rasakan wanita di dekapannya,berulang kali mencium ujung kepala Bia untuk menenangkan hingga suara tangisan berhenti.
.
.
.
Di rumah besar milik Risma.Beberapa jam yang lalu.
Antonio baru saja turun,ia duduk bersandar di sofa rumahnya yang sepi,ia hanya bertanya dimana mamah Risma pada mbak Dian dan wanita itu menjawab sedang ke mini market.
Ia pun mempercayai itu dan meyakini bahwa Mamah nya pergi dengan istrinya.
Beberapa menit berlalu,Risma pulang.Ternyata ia mengendarai motor nya.
"Dian..." wanita tua itu masuk ke dalam dapur dan memberikan belanjaan pada nya.
Ia pun berlalu tanpa melihat Antonio berada di ruang tengah.
"Mah..sudah pulang?" tanya Antonio.
Ia pun mulai menoleh ke luar berkali-kali.
"Bia mana Mah?" tanya Antonio kemudian.
Risma pun mengerutkan keningnya.
"Kamu tidak tahu istri mu kemana?!"
"Sama Mamah kan?" jawab Antonio,dan Risma menggeleng.
"Bukan nya dia sudah berpamitan padamu jika akan ke kontrakan.Bia ke kontrakan sudah sejam yang lalu!"
Antonio menggeleng pelan begitu pula Risma, wanita itu tak menyangka jika menantu nya berbohong.
Wajah Antonio mengeras setelah beberapa hari ini Bia mampu meluluhkan nya.
"Antar aku ke rumah kontrakan nya sekarang Mah!"
Lelaki itu lari ke kamar mengganti baju nya,tak lupa mengambil sesuatu di lemari tersembunyi di bawah meja dan hanya ia yang tahu.Tak lupa meraih kunci di atas meja nya cepat.
Risma yang masih berada di bawah tangga pun menunggu Antonio turun.
Terlihat jika Antonio berjalan menuruni tangga sangat cepat.
"Ayo Mah!" ucap Antonio,ia berlalu lebih dulu ke depan.
Di ikuti Risma,sudah di pastikan tujuan mereka adalah kontrakan Bia,yang terletak tak jauh dari rumah Candra.
.
.
.
To be continue