Setelah menikah, Kenan dan Alexa pun memutuskan untuk tinggal di mansion mereka sendiri.
Pernikahan mereka pun mulai diuji. Akankah mereka mampu untuk melewati semua ujian itu.
Tunggu apalagi, yuk kepoin 🤗🤗
Di sarankan untuk membaca season 1 dulu ya 😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Kenan
Kenan baru mendarat di bandara kota Z. Kedatangannya langsung di sambut sama bodyguard-nya.
" Selamat datang tuan"
Bodyguard membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Mobil mewah itupun melaju meninggalkan bandara kota Z.
" Bagaimana keadaan istri saya?"
" Sekarang nona sedang beristirahat tuan"
" Bagaimana operasi pelaku?"
" Operasinya berjalan dengan lancar tuan"
" Bagus, jangan sampai dia mati. Karena saya belum memberikan sesuatu untuknya"
" Kami terus memantau perkembangannya tuan"
" Apa kalian sudah mencari informasi tentang pelaku?"
" Sudah tuan, dia putri dari tuan James, dia salah satu donatur di Green Light University"
" James?"
" Iya tuan"
" Saya baru mendengar nama itu. Apakah kamu pernah mendengar namanya Ben?"
" Tidak tuan"
" Tuan James itu, pengusaha pertambangan tuan"
" Oh, bagus kalau begitu. Atur waktu untuk bertemu dengan dia"
" Baik tuan"
Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tempat Alexa di rawat. Tanpa menunggu dibukakan pintu oleh bodyguard-nya, Kenan langsung masuk kedalam rumah sakit.
Kenan tidak menemui karyawan resepsionis, karena dia sudah tau ruang rawat istrinya. Diikuti Beni dan bodyguard di belakang.
Kedatangan Kenan dan bodyguard-nya menyita perhatian orang-orang yang ada di rumah sakit. Mereka bertanya-tanya siapa orang yang datang dengan membawa banyak bodyguard.
" Siapa lelaki tampan itu?"
" Nggak tau, aku juga baru melihatnya di kota ini"
" Pasti dia orang yang sangat penting, lihat saja pengawalnya sangat banyak"
" Iya bener. Kira-kira dia kesini mau membesuk siapa ya?"
" Mungkin keluarganya"
Banyak lagi omongan ibuk-ibuk itu yang terdengar oleh telinga Kenan. Tapi ia tidak menghiraukannya. Yang ada dalam pikirannya sekarang, ingin segera melihat keadaan istrinya.
Kenan sampai di depan pintu ruang rawat istrinya. Ia membuka pintu ruangan itu secara berlahan. Karena ia takut istrinya terbangun karena suara pintu.
Ya Kenan dapat informasi dari bodyguard-nya, kalau istrinya lagi tidur. Makanya ia membuka pintu pelan-pelan, supaya tidak menimbulkan suara yang akan menggangu istrinya yang lagi beristirahat.
" Abang"
" Ssstttt, nanti kakak kamu bangun"
" Ah iya. Abang dari bandara langsung kesini?"
" Hhhmmm"
Kenan sangat sedih melihat tangan istrinya yang di perban. Dan ada beberapa jejak kuku di pipi sang istri.
" Pasti sakit ya " kata Kenan sambil membelai pipi istrinya.
Axel tau bagaimana perasaan Abang iparnya. Karena ia tau Abangnya itu sangat mencintai saudara kembarnya.
" Maaf Bang, Aku nggak bisa menjaga Eca dengan baik"
" Kamu udah menjaga kakak kamu dengan baik kok. Lagi pula ini bukan salah kamu. Abang justru berterima kasih sama kamu, karena sudah menyelamatkan Eca" kata Kenan sambil menepuk pundak adik iparnya.
" Itu sudah kewajiban ku sebagai adiknya"
" Makasih untuk kalian semua yang sudah membantu Alexa"
" Sama-sama kak Ken"
" Kalian istirahat lha, biar kakak yang jaga Eca"
Adele dan Farrel pamit undur diri, karena hari ini pelayan mereka akan datang. Besok mereka berdua akan datang lagi ke sini. Begitu juga dengan Axel dan istrinya. Mereka juga akan pulang.
" Besok kita kesini lagi ya Kak"
" Iya Del"
" Kita pamit dulu"
" Aku sama Alisha juga pulang dulu ya Bang"
" Iya Xel, hati-hati di jalan"
" Makasih Bang"
Kenan mengantarkan adik ipar dan juga sahabat istrinya sampai di depan pintu. Setelah adik iparnya pergi, barulah Kenan menutup pintu kembali.
" Tuan"
" Hhmmm"
" Saya mau beli sesuatu untuk di makan nona muda"
" Beli buah aja Ben"
" Makanan tuan?"
" Beli juga, sekalian untuk yang lain juga. Mereka pasti belum makan "
" Baik tuan"
Beni pergi keluar untuk membeli buah dan juga makan malam untuk mereka nanti. Sekarang tinggal Kenan dan istrinya yang ada di ruangan itu.
Kenan memandang wajah cantik istrinya. Ia mengusap luka di pipi istrinya. Jejak kuku itu membekas di pipi istrinya. Ia mengecup pipi istrinya.
Pergelangan tangan Alexa juga di perban. Entah berapa hari jahitannya tidak boleh terkena air. Pasti istrinya sangat kesusahan.
Kenan merebahkan kepalanya di atas bed. Ia sangat lelah, karena semalam dia juga kurang tidur. Ia pun memejamkan matanya untuk sejenak. Dan butuh waktu lama, Kenan pun terlelap.
***
Axel dan istrinya baru sampai di mansion mereka. Ia tidak kembali ke mansion kakaknya, karena bodyguard di sana pasti sudah tau apa yang menimpa saudara kembarnya.
" Apa nggak apa-apa kita pulang yank?"
" Nggak apa-apa sayang. Sekarang Eca sudah ada yang jagain, dan yang dibutuhkan Eca sekarang itu emang suaminya"
" Tapi kan kamu adiknya"
" Iya aku memang adiknya. Tapi dia itu sudah punya suami. Dan lagi bang Ken juga mau istirahat, jadi kita tidak boleh menggangu mereka"
Alisha mengerti apa yang dikatakan suaminya. Mungkin benar apa yang dikatakan suaminya, kalau Alexa akan lebih baik di jaga oleh suaminya.
" Kita juga punya urusan disini"
" Iya sayang. Oh iya, gimana dengan mobil bodyguard-nya Eca. Pasti mobil itu rusak parah"
" Nggak parah banget kok, cuma bagian depannya agak hancur dikit"
" Walaupun cuma dikit, tetap aja kamu harus bawa mobil itu ke bengkel"
" Iya sayang, besok aku bawa ke bengkel"
Alisha teringat kejadian saat di gudang tua itu. Ia pun penasaran dengan mata suaminya.
" Sayang"
" Hhhmmm"
" Waktu di gudang tua tadi, kan mata kamu berubah warna menjadi merah"
" Iya kenapa?"
" Saat berubah itu, apa kamu masih mengenali aku?"
" Masih, kamu takut aku nggak ngenalin kamu saat mode mata aku kayak gitu"
" Hhhmmm"
" Kamu tenang aja, aku udah bisa mengendalikan diri aku kok"
" Terus apa yang kamu rasakan saat itu?"
" Keinginan membunuh aku lebih kuat dari biasanya"
" Kalau aku nggak nahan kamu, berarti kamu akan membunuh wanita itu?"
" Iya, karena saat itu yang aku pikirkan membalas rasa sakitnya Eca"
" Kalau wanita itu mati, apa kamu merasa puas?"
" Kalau saat seperti tadi, iya. Karena aku berhasil membalaskan rasa sakit Eca. Tapi sampai saat ini, belum pernah terjadi. Aku belum pernah membunuh orang saat dalam mode seperti tadi"
" Kalau Eca pernah nggak?"
" Pernah, apa kamu nggak ingat waktu melawan bos mafia king kobra"
" Oh iya, aku ingat. Bahkan markasnya pun diratakan sama Eca"
" Benar banget"
" Bukannya Eca juga bisa mengendalikan dirinya saat matanya berubah menjadi merah"
" Bisa, tapi kalau musuhnya masih mancing-mancing, ditambah lagi ada orang yang dia sayangi terluka, maka dia tidak akan segan-segan membunuh orang itu"
" Kamu tersiksa nggak sih punya warna mata seperti itu?"
" Tidak, kenapa harus tersiksa"
" Syukurlah kalau kamu nggak tersiksa dengan mata seperti itu"
" Mommy aku kan juga punya warna mata yang sama dengan aku dan Eca"
" Benarkah?"
" Ya, warna mata ini kami dapatkan dari mommy"
" Wah, aku penasaran mau melihat bola mata mommy berubah"
" Kalau sekarang mah sulit, karena warna bola mata itu nggak sembarangan bisa muncul. Harus ada pemicunya"
" Seperti orang yang dia sayangi terluka, gitu ya yank?"
" Iya sayang"
Alisha baru tau kalau mertuanya juga mempunyai warna mata yang sama dengan suaminya. Sekarang ia tau, suaminya dapat warna mata itu dari siapa. Pasti dari mertuanya.
To be continued.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys, like dan komennya juga🤗🤗
Happy reading 😚😚
ditunggu cerita baru king, Queen, aron dan bagas