Untuk membalaskan dendam dan menemukan kebenaran atas pencobaan pembunuhan yang menimpanya, Scarlet berpura-pura menjadi wanita bodoh dengan IQ rendah dan menikah dengan keluarga Fergus sebagai nyonya muda. Scarlet dan Darius Fergus menikah karena perjodohan. Yang berarti tidak ada cinta di antara mereka.
Saat Darius melihat Scarlet yang bodoh dan memiliki keterbelakangan mental, dia sangat marah hingga dia meminta cerai! Dia adalah seorang pebisnis yang jenius. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki orang bodoh untuk menjadi istrinya? Tapi yang Darius tidak tahu adalah bahwa bakat Scarlet berada jauh di atasnya, Scarlet termasuk seorang dokter jenius, pianis, investor, peretas handal...
Tapi apa yang bisa wanita itu lakukan jauh di luar imajinasinya. Selama mereka menikah, Darius pun perlahan-lahan mulai menemukan wajah asli di balik topeng "istrinya" ...
Akankah seorang Darius Fergus akan jatuh cinta pada istrinya? Atau dia akan tetap bersama Cindy kekasihnya yang ternyata adalah sauda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25. MALAM PERTAMA?
Kelab malam itu dilengkapi dengan hotel berbintang lima yang berada dilantai atas. Scarlet mencuri kartu kamar dan membuka pintu kamar yang berada dilantai empat. Dia melirik Darius, "Masuklah!"
Setelah keduanya memasuki kamar dan mengunci pintu, dia menunjuk kearah ranjang besar, "Berbaringlah disana dan lepaskan pakaianmu!"
Darius kehilangan kata-kata mendengar ucapan wanita itu. Dia tidak percaya apa yang barusan didengarnya, "Apa kau sadar apa yang barusan kau katakan?"
Scarlet meliriknya dan melihat wajah pria itu memerah. Keningnya sudah dibasahi keringat dingin yang menunjukkan kalau Darius sudah tidak bisa menahan lagi.
"Jangan berpikiran macam-macam! Aku hanya ingin menghilangkan pengaruh obat bius ditubuhmu! Apa kau tidak percaya padaku?" Scarlet bicara sambil berjalan menghampiri Darius.
Darius bisa mencium aroma tubuh wanita itu saat jarak mereka sudah sangat dekat. Pikirannya mendadak kosong, lalu tangannya memegangi dagu Scarket, "Apa kau mencoba merayuku?"
'Kenapa cara berpikir pria ini selalu aneh? Aku hanya ingin menolongnya menghilangkan efek obat bius, tapi kenapa dia malah berpikiran lain?' batin Scarlet.
Darius yang sudah dibawah pengaruh obat bius tak bisa lagi menahan gejolak gairah ditubuhnya. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Scarlet.
Wanita itu mendadak terpaku dan tidak bisa bergerak karena terkejut. Dia tidak memungkiri jika dia tidak bisa menolak pesona Darius yang luar biasa.
Tubuh Scarlet menegang dan tak bisa bergerak, apalagi satu tangan Darius memegangi belakang kepalanya. Entah kapan cadar diwajah Scarlet terlepas dan dia baru menyadari saat bibir mereka sudah bersentuhan.
Dia mendadak panik, 'Tidak! Aku tidak bisa membiarkannya melihat wajahku! Penyamaranku akan terbongkar!' lirihnya panik. Kedua tangannya berusaha mendorong tubuh Darius tapi pria itu malah semakin menekan tubuhnya hingga tak bisa bergerak.
'Sial! Kenapa tubuhku malah menentangku? Apa yang terjadi? Tubuhku bahkan menikmati sentuhan pria brengsek ini?' geramnya merutuki dirinya sendiri.
Scarlet pun berusaha menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan jarum peraknya. Tapi disaat bersamaan Darius sudah membanting tubuhnya keatas ranjang dan langsung menindihnya.
Dia mengakui kehebatan Darius saat tangan pria itu menahan tangan Scarlet yang memegang jarum perak. Tangan Darius mengambil jarum perak itu lalu membuangnya ke lantai.
Scarlet semakin terperanjat dengan gerakan cepat tangan Darius, 'Kenapa dia bisa tahu aku ingin menggunakan jarum perakku?' pikirnya dengan perasaan bingung.
Darius yang berada dibawah pengaruh obat bius menekan tubuh Scarlet dan menciuminya. Tangannya bergerak lembut menyentuh bagian-bagian sensitif wanita itu membuatnya mengeluarkan suara-suara.
Scarlet panik jika Darius akan melakukan sesuatu padanya. Dengan gerakan cepat kakinya ingin menendang pria itu tapi kaki Darius langsung menahannya. Scarlet benar-benar dilumpuhkan dan tidak bisa bergerak.
"Ahhh........." suara desahannya terdengar saat seluruh tubuhnya polos. Pakaian yang dikenakannya sudah robek dan tercampak dilantai. Sedangkan pria itu sedang menghisap puncak berwarna merah muda milik Scarlet.
Ini adalah pengalaman pertamanya, dia mengutuki dirinya yang ingin berbuat baik menolong Darius tapi malah terjebak bersama pria itu dikamar.
Saat Darius mencumbui bibir Scarlet, tangannya dengan cepat bergerak mengeluarkan jarum perak lain dan menusuk Darius.
Tiba-tiba pria itu melepaskan tautan bibirnya, matanya perlahan kabur namun sebelum dia kehilangan kesadarannya sebuah pemikiran muncul dibenaknya.
'Aku memang dibius! Tapi aku tidak sebodoh itu untuk tidak mengenalimu istri bodohku!' gumam hatinya. Diapun langsung pingsan diatas tubuh Scarlet.
Scarlet menggeser tubuh Darius kesamping, dia berdecak kesal, "Dasar mesum! Aku mau menolongmu tapi kau malah ingin mengambil keuntungan, ck!"
Dengan cepat dia mencabut jarum perak yang menancap di leher Darius, lalu dia mengeluarkan cairan herbal yang sudah disiapkannya.
Karena Darius tidak sadarkan diri, Scarlet sedikit kesulitan untuk meminumkan ramuan itu sehingga dia pun terpaksa menyuntikkan ke tubuh Darius.
Merasa lega, Scarlet menghembuskan napas dan menatap Darius yang terbaring diranjang. "Aku harus melakukan sesuatu padanya."
Sejenak dia berpikir lalu senyum seringai muncul diwajahnya, 'Ha ha ha ......ini kesempatanku membuat Darius berhutang nyawa dan merasa bersalah seumur hidupnya.'
Scarlet menatap pakaiannya yang robek, tanpa ragu dia melepaskan pakaiannya lalu melepaskan pakaian Darius sembari menutup mata agar tidak melihat bagian intim pria itu.
Lalu dia mengambil cairan berwarna merah dan meneteskan diatas seprai putih. 'Hah! Aku benar-benar pintar! Hmmm sepertinya aktingku semakin baik saja.'
'Sekarang aku harus melakukan sesuatu lagi.' seraya berjalan menuju ke kamar mandi. Scarlet berdiri didepan cermin dan memperhatikan tubuhnya yang putih mulus.
Tanpa ragu dia mengambil penjepit dan menjepitkan ke kulit leher dan beberapa bagian tubuhnya. Setelah merasa cukup, dia menahan tawa menatap tubuhnya yang dipenuhi bercak-bercak merah.
'Oh Darius......kau ganas sekali! Ha ha ha ha....." Scarlet menutup mulut tertawa terbahak-bahak. 'Apa reaksi pria itu besok pagi saat dia bangun.'
Merasa belum puas bermain-main, Scarlet kembali ke kamar lalu berbaring disamping Darius. Keduanya sama-sama dalam keadaan polos, Scarlet pun menggigit leher dan dada Darius.
Sengaja dia meninggalkkan beberapa jejak disana agar sandiwaranya terlihat sempurna. 'Sayang sekali aku tidak tertarik padamu!'
Scarlet menarik selimut menutupi tubuhnya lalu tangannya memeluk Darius. Keduanya tidur sepanjang malam dalam kondisi yang berbeda.
Keesokan harinya, Darius membuka matanya perlahan. Dia merasakan tubuhnya terasa ringan dan samar-samar dia mengingat kejadian semalam.
Saat dia menggerakkan tangan hendak menurunkan selimut, matanya menangkap seseorang yang berbaring disebelahnya sambil memeluknya.
Menyadari sesuatu yang dingin menyentuh kulitnya, dia menoleh kesamping dan melihat wajah polos Scarlet yang mendengkur halus berada dalam pelukannya.
Ekspresi cemas muncul diwajahnya, namun saat dia melihat bahwa wanita itu tak lain adalah Scarlet si istri bodohnya, dia pun menghela napas lega.
Darius melirik kewajah Scarlet dan melihat rambutnya yang acak-acakan. Mata Darius menatap kearah leher wanita itu yang terpampang memperlihatkan gundukan dadanya.
Matanya terbelalak menatap leher dan bagian dada Scarlet yang dipenuhi bercak. 'Apa yang terjadi? Apakah semalam aku melakukannya dengan wanita ini?'
Darius teringat kejadian semalam, tatapan matanya menggelap dengan rahang mengeras. Dia menatap wajah Scarlet dengan pikiran kosong seraya menyibakkan selimut dan matanya terbelalak.
Mereka berpelukan dalam keadaan polos. Darius menjadi panik dan menatap beberapa luka cakaran didadanya. Matanya kembali menggelap saat dia melihat banyak bercak merah di sekujur tubuh wanita itu.
Tiba-tiba Darius merasakan sesuatu yang menyesakkan dadanya. Dia merasa bersalah, semalam dia telah diberi obat perangsang.
Memikirkan kemungkinan dia melakukannya dengan brutal pada Scarlet, perasaan bersalah itu semakin membuncah.
Tangannya menarik tubuh wanita yang tampak kelelahan itu, dia mendekapnya lalu tertidur pulas. Scarlet merasakan gerakan pria itu dan tersenyum didalam hatinya.
'Shit! Apa yang sudah kulakukan padanya? Semalam adalah yang pertama kali?' gumam hati Darius perlahan bergeser menjauh dan turun dari ranjang.
Dia berjalan menuju ke kamar mandi dengan tubuh polos. Saat dia melewati sisi tempat tidur, dia bisa melihat bercak merah di seprai. Melihat pakaian Scarlet yang robek dan berantakan di lantai, Darius hanya bisa menghela napas membayangkan betapa brutalnya dia semalam.
Darius mengguyur tubuhnya dibawah shower dengan kedua tangan terkepal di dinding. "Kurang ajar! Berani-beraninya mereka membiusku! Untung saja wanita yang menghabiskan malam denganku adalah Scarlet."
Saat dia kembali ke kamar, dia menghubungi anak buahnya untuk meminta diantarkan pakaian. Dia menatap wanita yang masih terbaring di tempat tidur. Darius mengeryitkan dahinya dan berpikir, "Kenapa wanita ini bisa ada disana semalam?"
kapan di lanjut lagi thor...
masih misterius asal usul scarlet
lanjut thor up lg... 👍🏻🔥🔥
ini cerita banget2...
lanjut thorrrr....
hahahaaaaaaaa.
atit piyut atu thurrrr.......
mening jujur aja sama darius supaya bisa memecahkan misteri bersama-sama
😁