NovelToon NovelToon
Jerat Tumbal Pesugihan

Jerat Tumbal Pesugihan

Status: tamat
Genre:Thriller / Iblis / Harem / Hantu / Roh Supernatural / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:506k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti H

wanita bernama Ayu yang hidup dalam kemiskinan setelah menikah dengan suaminya yang bernama Sugi.

Sugi sang suami hanyalah pekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sehingga membuat Ayu mengambil jalan pintas dengan melakukan pesugihan yang mana mengorbankan anak atau anggota keluarganya.

Bagaimanakah kisah perjalanan Ayu, ikuti kisah selanjutnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok menakutkan

Meli menangis dalam dekapan Bagas. Ia tidak berani untuk membuka matanya, sebab sosok itu tampak terus mengawasinya.

Rengekan Meli membuat Atu merasa sangat pusing. "Heeey, bisa diam gak, sih?" hardik Ayu dengan sangat kesal.

Bagas mengusap punggung sang adik, dan ia berulang kali membisikkan doa kepada adiknya, agar gadis kecil itu lagi rewel.

"Adik kenapa? Ada yang sakit?" tanya Bagas dengan selembut mungkin, agar Meli tidak merasa terintimidasi.

Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya dengan lemah, namun wajahnya masih ia sembunyikan dibalik dada sang kakak.

"Kalau bukan, lalu kenapa?" tanya Bagas lagi.

"Ada antu," jawabnya dengan cadel. Seketika Bagas merasakan bulu kuduknya meremang. "Dimana?" bisik Bagas, meminta petunjuk.

"Ntuuu, ucapnya , sembari menunjuk sosok yang dimaksud olehnya, berdiri disudut ruangan menuju pintu belakang.

Seketika mereka melihat ke arah yang ditunjuk gadis mungil itu. "Hah," Laila dan juga Bagas tersentak kaget melihat sosok wanita dengan wajah mengerikan dan aroma amis darah bercampur bau busuk yang sangat menyeruak dan membuat mual.

"Astaghfirullah," ucap Bagas dan Laila, tetapi Nisa tak melihat apapun.

"Meli..! Kamu ini jangan mengada-ngada, ya!" Ayu yang mendengar ucapan Meli merasa geram, sebab anaknya itu seolah akan membuat kegaduhan dengan ocehannya.

Seketika Meli ketakutan akan hardikan Ayu yang semakin hari bagaikan seorang ibu tiri. Bahkan Ayu lebih menakutkan dari sosok Sundel Bolong yang kini berada dirumah mereka.

Ayu mendengus kesal. Baru saja ia mendapatkan kekayaan yang dimilikinya, ia harus menghadapi segala tingkah laku anak-anaknya yang ia anggap membuatnya semakin frustasi.

"Yu, mbak Ayu," teriak seseorang dari luar rumah yang sedari tadi memanggilnya.

"Hih, siapa lagi sih itu," gumannya kesal, lalu berjalan tertatih menuju pintu depan.

Tampak dua orang wanita yang merupakan tetangga barunya yang saat ini tak jauh dari rumahnya.

Ayu mengerutkan keningnya. Lalu memandang sinis pada kedua wanita itu.

"Ada apa?" tanyanya dengan nada ketus.

"Tadi kami dengar ada cerita mau cari asisten rumah tangga. Saya dan juga Minten kebetulan lagi butuh pekerjaan, mungkin saja kamu mau menerima kami untuk bekerja dirumah kamu," jawab Ratih yang tampak lusuh karena sepertinya baru saja dari kebun.

Ayu mendengus kesal. "Tetangga kok kerjanya nguping pembicaraan orang," sahut Ayu dengan wajah kesal.

Ratih dan Minten salah tingkah, tetapi mereka mendengarnya tidak sengaja, sebab suara Bagas kedengaran hingga keluar rumah.

Namun sepertinya Ayu mencoba membenarkan ucapan Bagas. Masa iya, sudah kaya gak pakai pembantu, mana mungkin diakui kaya kalau tidak ada asisten rumah tangga.

"Baiklah, sepertinya aku lagi berbaik hati dan kalian aku terima hari ini juga," jawab Ayu sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

"Wah, makasih, Mbak..., kapan kami mulai kerja?" tanya keduanya dengan sumringah.

Dengan gaya yang angkuh, Ayu menatap dengan tatapan sinis. "Sepertinya hari ini juga bagus. Rumah saya belum sempat disapu, dan juga dipel sekalian. Oh, iya, itu sofa dan perabotan lainnya dibersihkan, jangan sampai berdebu.

"Baik, mbak Ayu," jawab keduanya serempak. Lalu bergegas masuk menyusul Ayu yang masuk terlebih dahulu.

Ayu menatap keduanya dengan tatapan penuh jijik. Ia masih mengingat bagaimana orang-orang memandangnya rendah saat ia tak memiliki apapun dan tidak ada yang ingin menjadi sahabatnya dan mereka akan menjauhinya jika mereka melihatnya sedang melintas. Seolah-olah ia akan meminjam uang kepada mereka.

Tetapi saat ini, lihatlah mereka. orang-orang yang bahkan tidak begitu ia kenal datang padanya dan meminta pekerjaan padanya, bahkan kemungkinan akan datang lagi yang akan mengaku saudara padanya, semua itu tak lain karena uang.

Maka percayalah, uang tidak dibawa mati, tetapi tidak memiliki uang rasanya mau mati. Dan kau akan dihargai oleh seseorang karena kau memiliki uang.

Lihatlah kini, mereka mulai mendekatinya satu persatu.

Saat bersamaan, seorang wanita paruh baya datang ke rumah Ayu. Ia masih berdiri diambang pintu dan memanggil sang pemilik rumah.

"Yi, Mbak Ayu," Assalammualaikum," ucapnya dengan seramah mungkin.

Ayu yang masih berdiri menatap dua asisten rumah tangganya sedang bekerja, kembali kesal dengan panggilan seseorang. "Siapa lagi, sih!" gumannya kesal, lalu beranjak melihat siapa yang ada didepan pintu.

Tampak mbok Ginah berdiri disana. "Siapa yang memintanya datang kemari?" guman ayu kesal.

"Ada apa, Mbok," tanya Ayu dengan wajah juteknya.

"Mbok dikabari Sugi katanya kamu baru melahirkan, jadi disuruh ngurut, biar tubuhmu kembali seger dan dan sehat," ucap wanita paruh baya yang menggunakan kain jarik .

Seketika Ayu tercengang. "Dasar, Kang Sugi. Tanpa permisi langsung main suruh orang datang saja" ucapnya dengan kesal.

"Maaf, Mbak Ayu, kalau tidak mau diurut ya sudah," wanita itu ingin bertengkar dan ucapan Ayu sudah membuatnya sakit hati.

"Tunggu," cegah Ayu, dan wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya.

"Ya, sudah, Ayo masuk," jawabnya dengan ketus.

Mbok Ginah memutar tubuhnya. Andai saja pagi tadi Sugi yang tidak memohon kepadanya, tentu ia tak sudi datang kerumah ini.

Mbok Ginah mengalah dan ikut masuk ke dalam rumah dibagian ruang samping yang menuju pintu belakang.

"Laila," teriaknya dengan kasar.

"Ya, Bu," jawabnya, lalu menghentikan suapannya.

"Ambilkan ambal, bentang disini, dan juga bantal," titahnya dengan cepat.

"Sudah, kak, biar Nisa saja. Nisa sudah selesai makan," tawar Nisa, lalu beranjak bangkit dan mengerjakan apa yang diminta oleh ibunya.

Melihat Nisa yang datang, Ayu menatap tajam. "Mana Laila!"

"Dikamar mandi, sakit perut," Nisa berbohong.

Ayun mendenguskan nafas kedal. Lalu gadis kecil itu membentangkan ambal dan membawa satu bantal untuk Ayu.

"Sudah, Bu," ucapnya, lalu pergi.

Bagas memandangi sang kakak yang hanya tertaut satu tahun darinya. "Kak, ibu kenapa tiba-tiba banyak uang dan bisa membeli semua barang-barang mewah ini?" tanyanya dengan berbisik, sebab Meli tertidur dalam pangkuannya, dan Juni juga sedang tertidur.

Laila menggelengkan kepalanya, dan juga tak kalah bingung dengan sang adik.

"Para tetangga mengatakan jika ibu memakai pesugihan dan mengorbankan anak-anaknya," Bisik Bagas,"

Laila memandang sang adik. "Tumbal itu sebenarnya apa?" tanya Laila.

Bagas menggelengkan kepalanya. "Yang kudengar sekilas, tumbal itu mengorbankan nyawa seseorang ataupun dirinya kepada iblis untuk mencapai tujuannya," ucap Bagas masih berbisik, "Tetangga bilang, Shaleh meninggal karena ditumbalin, begitu juga dengan adik kita yang baru lahir. Setelah itu, bisa saja aku, Kakak, dan kita semua," bisik Bagas lagi.

Seketika Laila bergidik ngeri. "Kamu jangan ngaco, ah. Bisa saja itu hanya gosip tetangga, dan kematian Shaleh sudah menjadi takdirnya," jawab Laila dengan lirih, meskipun sebenarnya ia sangat takut.

"Pesan Bidan Andana, kita disuruh mengamalkan ayat qursi dan Surah An Nas agar iblis itu tidak mendekati kita" Bagas mengingatkan.

Laila tidak berkomntar apapun, ia merasa jika hidup mereka terancam, oleh sosok ibu yang sangat mengerikan.

Saat bersamaan, mbok Ginah mengurut perut Ayu, dan ia merasa jika ada sesuatu yang mengganjal dirahimnya.

1
Rika Yudesni
🤣🤣🤣🤣
henidiyanpuspitosarilistianingrum tembem
segoblok goblok nya seorg suami.. trnyata gak segoblok suami ny ayu ini.. meski dia sdah mengetahui banyak kejanggalan yg trjadi sejak istriny melakukan ritual pesugihan..
henidiyanpuspitosarilistianingrum tembem
baru diawal mnjalani pesugihan.. lngsng beli rumah n motor pdhal sblm ny khidupannya miskin serba kkurangan.. itu namanya sengaja bikin curiga orang2 trlebih anak2 nya mati satu prsatu.. Dimana2 yg namany pesugihan di tutup2in.. bukan lngsng di umbar beli kemewahan..
Pelangi Senja
sebenarnya ceritanya TK beralur...tp drpd gabut ya baca aja🤣🤣🤣
Um Andri
banyak pelajaran yang bisa d petik
syska
Luar biasa
Febby Sadin
hi mampir yuk di novelku Mega J, Tafsir Mimpi Sang Inspirator, Doris Hart dan Vyren.
untuk yang Mega J episode nya gak banyak jadi enak untuk dibaca
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: @⍣⃝ꉣꉣAndini Andana @Ai Emy Ningrum bisa bawa pasukan ke novel kakaknya🙏
total 1 replies
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasaaa
A Aa
Luar biasa
Ree Prasetya
cakep
pelajaran apa gess?? ya benar ustad
Aprillia Novianti
aduh thor jadi bingung
sampe baca 2x
Roewina
senengnya Sugi dapet rumah gratis,😀 Thor dimana ada rumah gratis mau dong Thor🤭🙏🙏
Ridho Widodo
kisah nyata yg harus dijauhkan dr man7sia beriman
Sri Keren Mutamimah
Luar biasa
Wahyu Kasep
pelajaran apa benar nya


oh aku ingat pelajaran Sugi yang cinta mati pada istrinya walaupun sudah tahu akan sipat nya

hidup Sugi
Wahyu Kasep: hihihi hihihi hihihi
total 2 replies
Wahyu Kasep
harusnya Sugi mati
Wahyu Kasep
biasa aja
baru kali ini ana baca novel gini amat

Akhy Sugi kayaknya yang akan mendapatkan piala Oscar 2030 mendatang
Wahyu Kasep
semoga Sugi selamat dan menyalahkan semua orang termasuk bagas insyaallah
Wahyu Kasep
Sugi pintar
Sugi genius
Sugi prosesor
Sugi
Sugi
Sugi
sugi.sugi
Sugi
Sugi cerdas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!