Tatapannya masih menusuk tajam, tangannya mengunci dua lenganku ke atas. Menghimpitku ke dinding, aku seperti dejavu dengan posisi ini.
Mimpi itu ...
"Kamu kira aku bodoh, Gauri? Jika seseorang ingin menghancurkanku, maka bukan Yosita kuncinya." katanya penuh penekanan.
"Pria itu sudah kamu libatkan dalam masalah serius seumur hidupnya jika berhasil meniduri Yosi. Apa kamu tahu? Kenapa dia tak kunjung hamil, heh?"
Dengan kasar dia menarik bajuku hingga robek. Tubuhku terekspose hanya tertutup tanktop saja. Dia mencengkeram dagu dengan kuat. Menciumku secara brutal. Mataku mulai basah dengan sikapnya.
"Kamu terlalu naif dan gegabah, Gauri! Jangan salahkan aku jika kamu akan benar-benar tak bisa lepas dariku!" bisiknya di sela hembusan nafas.
"Kamu sudah ada dalam genggamanku. Adik-adikmu tak akan bisa memperbaiki kondisimu sekarang. Hanya aku. Aidam Ishwar Sura! Aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, Gauri! Jadi, bersikaplah yang manis, hm?"
Klik Subscribe dulu sebelum baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iftiati Maisyaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Semuanya Palsu
Bab 24 Semuanya Palsu
"Jadi, kematian Mada masih ada hubungannya dengan Aidam dan Yosi?"
"Belum tahu siapa lawan siapa kawan yang berpihak pada kita, Ri. Kita bersikap mesra saja dulu. Biarkan mereka berasumsi apapun di luar sana. Mereka akting kita juga harus melawannya dengan hal sama. Menangis dan sedih senatural mungkin. Buat aku ilang feeling sama kamu dengan kerapuhan palsumu. Oke?"
Gauri memutar bola matanya malas mendengar celotehan rencana strategi yang diucapkan Kenzie. Seolah dia adalah sutradara film yang akan mampu menciptakan suasana penonton.
"Lo gila, Ken!"
"No ... no ... no! Bukan marah ekspresinya! Sedih! Nangis! Come on ... coba dulu!" Kenzie merengek seperti anak kecil di depan Gauri dengan wajah yang dibuat-buat.
Keduanya berada di arena olahraga tanpa alat elektronik termasuk jam tangan di sekitarnya. Tempat paling aman dari tindak penyadapan. Kerena semua barang itu dimasukkan dalam loker barang yang terkunci rapat. Suara dalam gelanggang olahraga pun menggema bisa mengaburkan segala macam perekam suara.
Setelah berhasil lepas dari kamera serangga yang diduga dikirimkan oleh Aidam atau mungkin Yosita dan bisa siapa saja selain dua orang itu. Kenzie dan Gauri selalu berkomunikasi melalui buku catatan yang langsung dihancurkan setelahnya. Mengatur sebuah drama untuk membuka siapa sebenarnya dalang dari semua kejadian tak terduga dalam keluarga Radeva. Bahkan hingga memakan korban dari luar kerabat mereka, Mada.
"Oke! Aku harus apa? Pura-pura hamil? Bayar dokter yang menyatakan kehamilanku dan pergi dari kalian? Ke mana?"
"Ke Pesantren Abah dan Umi." jawab Kenzie tegas menatap sendu ke arah Gauri.
Dia ingat bahwa mempunyai hubungan istimewa dengan wanita di depannya ini. Berniat tak akan mengatakan hingga dia tahu sendiri, bukan karena pengakuan Kenzie. Akan bersikap sewajarnya dan sedikit demi sedikit mengajarkan Gauri untuk tertib kewajiban limanya kemudian baru agamanya.
"Tuan Aidam tahu jika Anda tak mungkin bisa menikahi Nona Gauri. Tuan juga tahu siapa dan bagaimana Anda dilahirkan lalu dibesarkan di Pesantren. Jadi, Tuan meminta Anda melindungi sekaligus mengajari Nona sebagai adik sendiri agar lebih mengerti tentang agamanya, Islam." Kalimat panjang Aoron sebelumnya masih Kenzie ingat hingga kini.
Aidam tak sepenuhnya buruk, meski dia sangat misterius di matanya saat ini. Setidaknya pesan yang disampaikan melalui asistennya itu ada benarnya, sangat benar malah. Jadi Kenzie memutuskan untuk bisa mengubah Gauri lebih lembut dan pandai bersikap sebagai seorang istri.
"Ri ... kamu terlihat semakin cantik dan anggun jika kamu berhijab. Menjadi muslimah yang sesungguhnya."
"Jadi ini masuk dalam list juga? Oke! Segera rancang naskah dan skenarionya. Biar aku nggak ribet ngurus kantor juga!" sahut Gauri cepat berdiri dan menantang teman lain masuk ke arena tanding.
"Gue sayang Lo, Ri ... bukan lagi sebagai kekasih. Tapi kakak laki-laki Lo, saudara sepersusuan Lo ...." gumamnya menatap kepergian wanita yang sudah memasang kuda-kuda siap menyerang lawan.
Dua bulan berjalan begitu cepat dengan segala kepalsuan di antara Gauri dan Kenzie. Bersikap layaknya sepasang kekasih lagi dan lebih mesra.
"Kenapa dulu pas kita beneran pacaran dan aku belum jadi istri orang, kamu nggak semanis ini, Ken?" tanya Gauri penasaran.
"Mungkin benar, segala yang haram itu lebih menarik dari pada yang halal." kekeh Kenzie menimpali.
"Kalo gini terus bisa jadi aku bakalan jatuh cinta beneran sama kamu, Ken." Gauri ikut terkekeh dengan menyandarkan kepala di bahu pria berkulit putih itu.
Keduanya menyadari sedang diikuti oleh serangga, jadi akan terlihat seperti sepasang yang sedang memadu kasih.
Arkaan sendiri juga terlibat di dalam drama yang mereka buat dalam episode berikutnya. Cukup sulit bagi seorang yang tak pernah terjun di dunia perwatakan. Kadang masih sering menahan tawa dan salah ucap. Semua dilakukan demi mengungkap sisi lain keluarga Sura yang sebenarnya.
"Ri, jangan sakiti dirimu lagi. Kita bisa lakukan dengan identitas barumu, hm?" kata Kenzie mulai berakting.
Gauri baru saja pura-pura meninju lantai, saat Kenzie melaporkan visa pergi ke luar negeri wanita itu dicekal oleh Aidam.
"Sudah saatnya kamu harus menutup semua yang harusnya tertutup. Ini kesempatanmu hijrah, Ri. Umi akan membimbingmu, hm?" Kenzie mendekat berjongkok di depan gauri dan menutupkan kain panjang ke kepala Gauri.
"Jika memang sudah yakin untuk lepas dari Aidam. Aku akan melamarmu lagi, Ri ...." katanya lagi mengikat ujung kain ke belakang leher wanita yang mengulum senyum.
Kemudian berlari ke toilet dan mun tah di wastafel. Tentu saja hanya meludah, tak sebenarnya keluar dari kerongkongan.
Hingga ke klinik bersama Arkaan pun semuanya palsu dan kebohongan yang telah dibuat senatural mungkin. Adik bungsu Gauri menjalankan perannya menemani sang kakak ke klinik. Kamera berbentuk serangga masih mengikuti, salah satu dokter juga sudah dibayar agar mengatakan Gauri hamil.
Kemudian sampai di dalam mobil, wanita yang menampakkan kesedihan itu mulai memancing ingin pergi jauh. Meski ditanggapi dengan bercanda juga. Berusaha mencari celah agar bisa lepas dari intaian serangga canggih itu.
Hingga Gauri berhasil lari ke alamat yang dia ingat dari Bunda. Bukan dari Kenzie atau pun rencana mereka. Murni ingatannya yang menuntun wanita itu sampai di tempat Umi. Seminggu tanpa kabar berita dan tak terhubung dengan Arkaan juga rekan pura-puranya membuat dia berubah menjadi lembut.
Gauri mulai jatuh cinta lagi di saat menemukan ketenangan. Jauh dari dua laki-laki yang menurutnya banyak menyimpan rahasia. Pada siapakah?
^^^Bersambung ....^^^
...***...
Maaf banyak typo nama adik bungsu Gauri adalah Arkaan bukan Aifaz 🙏
Akan segera diperbaiki secepatnya 🥰
Biar lebih nyaman, bisa diulang bacanya 🤗 Terima kasih 🙏
mgkn lbh baik
Sendiri...
🤭😵💫🤕
okelah, Thor...
Lanjutkan. kebingunganku ini.. 😁🤣